Kami Ini Villian

Kami Ini Villian
56


__ADS_3

Pahlawan pedang langsung bercahaya luka tusuk dari muridnya mulai menghilang. tetapi pedang tetap menempel pada tubuh dia.


“Apa yang kau lakukan pada muridku.”


Dia langsung terbang menuju salah satu orang dengan jubah kelompok Warth. pedang-pedang dari Eropal juga muncul untuk menyerang mereka bertiga.


“Eitt.”


Tiga pedang tersebut langsung tertahan oleh orang keempat dan orang itu adalah muridnya sendiri. dia berhasil dua pedang, tetapi yang terakhir terlihat dia menahan sengaja dengan tubuhnya.


“Apa kau marah?”


Pahlawan pedang Eropal langsung berhenti bergerak, seluruh tubuhnya langsung menjadi patung.


Sebuah aliran energi langsung bekumpul pada Pahlawan pedang Eropal. sebuah ledakan juga langsung membuat mereka menahan hempasan gelombang tersebut.


“Jangan Bilang salah satu dari kalian adalah Sinful.”


“Orang pintar Eropal benar-benar tahu.” Suara entah dari mana, tetapi muncul diantara tiga orang tersebut.”Kalau begitu aku akan membunuh kalian bertiga.”


Tanpa sebuah mantra, ucapan dan jeda waktu sebuah pedang raksasa yang megah muncul di atas kepala mereka bertiga. pedang tersebut mengeluarkan aura yang penuh dengan kemarahan yang mengerikan.


3 orang di atas langsung dalam posisi bertahan layaknya ini akan menjadi akhir bagi mereka. tetapi salah satu dari mereka terlihat tersenyum bahwa dirinya percaya dia tidak akan mati disini.


“Matilah demi diriku!”


murid dari pahlawan pedang Eropal langsung terbang menuju mereka bertiga dan terbang berusaha untuk mengeluarkan teknik 10.000 pedang untuk menahan pedang raksasa milik gurunya.


“Bajingan.” Pahlawan pedang Eropal langsung bergerak menggerakan kedua tangan untuk menghilangkan pedang raksasa itu.


Meskipun Pahlawan Eropal sudah berusaha membatalkan serangan pedang raksasa itu. pedang Raksasa itu tetap utuh tidak ada tanda-tanda akan menghilang. keadaan bagi muridnya menjadi ancaman paling bahaya.


“Pak tau bagaimana jika aku bantu.” Candra yang dalam keadaan mengerikan datang mendekat ke arah pahlawan pedang Eropal.


“MAJ.”


Candra dengan cepat langsung melompat dengan kecepatan yang tidak terlihat oleh mereka semua langsung terkejut melihat pedang tersebut menghilang layaknya diserap oleh tubuh Candra.


“Sial, kenapa kamu ada disini?”


salah satu dari 3 dengan jubah hitam Sinful Wrath langsung berkomentar tentang adanya Candra.


“Maaf aku tidak kenal dirimu.” Candra dengan kecepatan tidak terlihat langsung mengarahkan tinju orang ketiga itu.

__ADS_1


Secara mengejutkan murid Pahlawan Pedang Eropal langsung menghentikan Candra dengan siap menerima pukulan Candra tepat di kepalanya.


“Hampir saja.” tepat sekitar 2 cm dari kepala Candra langsung menghentikan pukulan.


“Kamu Si Putih, ini benar-benar menyebalkan.” Orang di tengah dari mereka bertiga berbicara.


“Tuan bagaimana sekarang.”


“Benar juga, ada orang yang mengalahkan saudara ku masalahnya. Mari kita mundur.”


“Jangan pikir kau bisa kabur.”


Pahlawan pedang Eropal langsung mengeluarkan energi dalam jumlah besar dan membuat ratusan ribu pedang siap diarahkan pada Wrath dan kawan-kawannya.


“Maaf saja, tapi kami pergi.”


Semua pedang langsung menuju mereka bertiga dengan kecepatan tinggi. tetapi semua pedang langsung berhenti.


“Tubuhku menolak bergerak.”


“Hahah, sampai jumpa lagi.” Wrath langsung pergi menggunakan Portal.


Murid dari pahlawan pedang Eropal juga ikut masuk kedalam portal itu dan gurunya hanya bisa menatap bahwa muridnya menghilang di hadapannya.


Wajah Pahlawan pedang Eropal yang mengalirkan air mata hanya bisa terdiam. Dia tahu bahwa dia seorang pahlawan yang kuat, tapi dia gagal menyelamatkannya.


“Ohh, pahlawan terkenal seperti mu bisa kalah juga.” Candra berbicara dengan wajah sudah pulih dari segala luka.


“Penyembuhan mu sama mengerikannya dengan Si Putih itu.” Wajah pahlawan Eropal sudah pulih, layaknya sudah melupakan kejadian tersebut.


“Begitukah, tapi terlihat jelas kau marah pada diriku dan dia.” Candra yang melihat tangan Eropal mengepal sampai urat pada tangan nya muncul.


“Benar, ini suatu diluar perkiraanku. Aku juga baru pertama kali melawan Sinful.” Eropal mengambil nafas dan menatap tajam,”Mungkin aku harus minta diajari dari seorang yang pernah membunuh Sinful.” tatapan itu jelas pada Candra yang menjadi sosok Si Putih.


“Maaf, saja itu bukan diriku yang membunuh Sinful itu, tapi sosok yang dipanggil White Meet.”


“Kepala sekolah Parigi kah.”


“Benar. Dia orangnya, aku dengan Si White Meet sudah tidak bisa dibilang satu orang yang sama, sebutan paling tepat adalah satu spesies.”


Pahlawan pedang Eropal hanya bisa menghela nafas. Sebuah perasaan bahwa hal menyebalkan sudah bertambah lagi.


“Muridku di cuci otak, Si putih jadi dua, mudah-mudah tidak terjadi yang buruk dengan putriku.”

__ADS_1


Sebuah lingkaran sihir tiba-tiba muncul tepat di bawah kaki Candra. sebuah benda yang tidak asing yang dibuat salah satu Kroco TPL.


“Ini. Jangan bilang ini jebakan.” Candra yang sedang kerasukan tidak mengetahui tentang lingkaran sihir milik Kroco TPL


Ketidaktahuan dia membuat dirinya panik apa yang muncul seketika. Dia tidak mengetahui lingkaran sihir yang dibuat oleh Kroco TPL, sekarang malah berusaha untuk menghancurkan benda itu, tapi tidak berhasil karena kekuatan unik Kroco itu.


“Woi, kenapa tubuhku mulai menghilang.”


“Tunggu apa yang terjadi.”


“AHHHHH.”


kepanikan dia membutakan dia, dan saat membuka mata terlihat sosok gadis berambut putih dan kulit pias sudah menunggu di hadapannya.


Sosok yang menjadi ancaman mengerikan pada dunia, sosok paling ditakuti ketika mendengar namanya sosok dia.


“White Meet. Kenapa kau disini?” Ucap sembari mengeluarkan keringat dingin.


Sosok itu langsung berbalik dan menunjukan wajah tidak puas akan sesuatu. dia langsung mendekat dan mulai menempelkan telapak tangan pada kepala Candra yang kesurupan.


“Dirimu sudah memiliki wujud dan jiwa, aku akan mengambil mu kembali.”


“Woi, jangan jadi sok kuat dan mengatur kami.” Ucap Candra dan langsung menepis tangan White Meet.


“Diam, keberadaan kita jauh lebih berbahaya.”


“Aku tidak peduli, dan tidak akan dengar ucapan dari sosok bucin menjijikan.”


“Woi, jangan jelaskan apapun lebih dari itu.” White terlihat memasang wajah seram dan langsung menahan pundak Candra.


“Ahh, benar juga dunia tidak tahu tentang ini.”


Tekanan semakin kuat dari White Meet untuk berhenti dan agar yang tidak sadarkan diri untuk diam dan tidak mengatakan kisah lama. dia bahkan mengeluarkan tatapan tajam dan aura gelap.


“Baik.” Seketika nyali dari dia langsung ciut setelah melihat tatapan itu.


“Candra? tidak kamu siapa?” Sosok wanita dengan rambut hitam berantakan, terlihat bingung dengan sosok yang ada di hadapannya.


Penampilan dia benar-benar menunjukan bahwa dia Ilmuwan dari TPL, sosok yang menjadi pembuat armor tempur dan pencipta robot maid.


“Aku, benar diriku adalah.”


“Sosok lain dari Si Putih. Panggil saja diriku White First.”

__ADS_1


Dia mundur dan menunjukan posisi yang pas agar perkenalan dia terlihat keren maksimal. Senyuman puas dan tatapan sombong akan dirinya.


__ADS_2