Kami Ini Villian

Kami Ini Villian
28


__ADS_3

Candra yang baru bangun dan melihat semua orang sudah kacau. Leader TPL sudah dimarahi oleh sekretaris yang terus memukul kepala Leader dengan rotan, tetapi rotan tersebut meletus layaknya balon. Ilmuwan terlihat tidak ada disana, tetapi mendengar tawa gila Ilmuwan membuktikan dia sedang menggila. Para Kroco terlihat sedang bermain uno diantara kekacauan.


“Captain, sudah bangun.”


Para Kroco langsung berteriak ke arah ruangan Ilmuwan. Tentu suara larian langsung terdengar dan menjadi bass untuk kekacauan yang ada di depan Candra.


“Yo. Captain, sudah bangun. Cepat kemari.”


“Captain?”


Candra terlihat bingung dengan maksud Captain dari Kroco dan Ilmuwan. Semua orang memanggil Candra Captain dan itu seketika, biasanya semua orang memanggil dia sebagai Anggota baru.


Dalam kebingungan Candra langsung pergi menuju ruangan ilmuwan yang berantakan seperti biasa. Tetapi terlihat di meja sebuah koper hitam dengan corak ungu menghiasi koper tersebut. Candra sadar bahwa koper hitam tersebut adalah alat berubah dirinya untuk menggunakan kostum tempur, saat itu juga dia sadar bahwa kostum tempur sudah diperbaiki dan sudah keadaan sempurna.


“Ini adalah Kostum baru mu, ku beri nama Za Captain.”


Candra sadar nama tersebut berasal dari dirinya ketika dia mencoba menggunakan kostum kroco saat pertama kali. Dia jadi malu dan telinga dia memerah dan memalingkan wajahnya karena malu untuk melihat hal tersebut.


“Kenapa dengan mu? Ini nama yang kau inginkan bukan?”


“Benar sih, kalau diingat-ingat jadi malu.”


“Kau bisa malu juga, tapi soal malu persetanan dulu mari bahas kostum baru mu.”


Ilmuwan langsung menekan tombol kecil pada loker tersebut, tombol tersebut tepat pada kunci koper pada umumnya. Tombol tersebut membuat koper hitam kostume Candra pecah dan mulai membentuk layaknya armor tempur.


Armor baja melayang terlihat sangat kaku, dan terlihat beberapa rongga kosong. Armor yang memenuhi seluruh tubuh si pengguna. Pada bagian wajah saja yang tidak menutup penuh, bentuknya mirip seperti masker yang menutup hidung sampai mulut.


“Ini tidak seperti bentuk sebelumnya yang tertutup semua.” Candra agak kecewa karena armor kostum miliknya tidak menutupi seluruh wajahnya.


“Tenang, mode topeng juga ada kok.”


Ilmuwan menekan sesuatu pada pinggiran masker armor tersebut. Sebuah penutup wajah yang terbuat dari logam khusus TPL langsung membuat topeng dengan corak ungun. Bagian mata yang menggunakan Visor ungu yang merupakan hiasan yang seirama dengan kostum armor milik Candra.


“Kenapa kubuat bisa dilepas pasang seperti itu?”


“Apa Kau lupa kejadian saat misi mansion?”


“Ingat kok emangnya kenapa?”


“Sekarang kau bisa tetap menggunakan Armor, walaupun panas terik dan kepala bisa menikmati angin segar.”

__ADS_1


Candra langsung menepuk tangan nya akan sadar ucapan Ilmuwan yang berhasil membuat kostum tempur yang praktis.


“Mari lanjutkan, selain fungsi itu masih banyak lagi, pertama dan paling utama adalah Penyimpanan Energi Hero Heart semakin banyak, kemudian ada wujud kekuatan yang beragam tak terlihat, mode berenang, dan bahkan Energi Shield…”


Dia terus mengucapkan segala hal sampai Candra pun bosan dan mulai langsung mendekat kearah kostum baru miliknya. Dia mencoba menyentuh kostum tersebut, sebuah pemandangan indah ketika melihat dari dekat. Melihat pakaian tempur besi yang sangat modern layaknya kostum pembela kebenaran bertopeng yang sedang mengamuk.


“Yosh, Za Captain mohon bantuannya.”


Ketika jari telunjuk menyentuh armor tersebut seketika semua pecahan armor langsung terbang dan langsung menempel setiap bagian tubuh Candra. Setiap bagian langsung menempel layaknya bagian tersebut sudah mengetahui siapa tuan pemiliknya.


“Woy. dengarkan penjelasan ku dulu!”


Candra yang sudah tertutupi seluruh tubuh dengan armor tempur tidak lupa dengan wajah, ditahan oleh Ilmuwan yang memaksa Candra untuk mendengarkan ocehan yang sangat membosankan, dan banyak hal ilmiah yang tidak bisa dimengerti oleh beberapa pihak.


“Maaf mengganggu waktu kalian.” Sekretaris langsung masuk keruangan Ilmuwan.


“Cih, benar-benar mengganggu.” Ilmuwan langsung meludah ke arah kanannya.


“Captain, ikut denganku!”


Sekretaris langsung menatap orang dengan armor tempur hitam yang memiliki Visor ungu gelap yang menunjukan tatapan bingung karena tiba-tiba dipanggil. Tatapan dia juga bisa membuat seseorang takut, tapi mental Candra yang aneh, bisa bertahan dari tatapan Sekretaris.


“Oke.”


“Sekarang Kostum untuk Leader.”


***


Sebuah ruangan rapat yang tidak asing lagi sudah dalam keadaan gelap. Layar projector sudah menunjukan rencana mereka. Suasana disana sudah serius, dengan Sekretaris duduk di tengah meja rapat sendirian.


“Tunggu.”


Memberi isyarat tangan pada Candra yang baru masuk ruangan. Dia langsung bangkit dari tempat duduk, dan melihat kebelakang, seseorang sedang tertidur di lantai. Tangan Sekretaris langsung mengambil air minum yang terlihat mengeluarkan uap dari gelas kaca tersebut. Sebuah semburan air langsung membuat seseorang berteriak.


“Panas, sialan Panas.”


Leader yang disiram dengan ari panas langsung berdiri tegak, dan mengeluarkan aura siap memarahi siapapun. Mata dia juga sampai memerah karena tidurnya diganggu oleh seseorang, dan dia masih tidak siapa yang menyiramnya.


“Sudah bangun? Mau sampai kapan kau tidur?!”


“Ahh. maaf.”

__ADS_1


Seketika nyali Leader langsung turun drastis menuju nilai nol. Dia juga langsung menundukan kepala pada Sekretaris yang sudah mode iblisnya. Leader juga langsung terdiam mencari tempat duduk dan kemudian duduk disamping Candra yang sedang meminum air hangat.


“Oke, Misi kita sekarang cukup simpel, tapi lebih bahaya dari sebelumnya.”


Candra yang cukup tenang, menikmati air hangatnya, dan Leader yang masih menunduk takut mendengarkan Misi selanjutnya.


“Kita akan mencuri barang.”


Leader langsung bangkit dan mengeluarkan semangat penjahatnya. dia tertawa girang layaknya orang gila, setelah mendengar kalimat mencuri.


“Jadi apa yang akan kita curi?”


“Sebuah senjata energi buatan dari institut ternama. Ilmuwan membutuhkan alat itu, apalagi alat tersebut menggunakan rancangan milik kakeknya Ilmuwan, maka dari itu Ilmuwan ingin meneliti setiap bekas penelitian kakeknya.”


“Tunggu, memangnya ilmuwan keturunan ilmuwan terkenal?” Candra merasa bingung dengan penjelasan Sekretaris.


Candra mengenal Ilmuwan orang biasa yang diangkat menjadi ilmuwan karena memiliki kejeniusan. Tidak terlihat ada latar tersebut, tetapi kenapa kakeknya memiliki nama seterkenal itu.


“Negara tidak mengakui nama kakeknya sebagai penemu, tetapi atas nama ketua institut tersebut. Jadi yang kakek ilmuwan hanya dianggap ilmuwan kecil saja.”


“Captain, mohon diam dulu. Mari bahas rencana pencurian ini.”


Leader terlihat sangat senang, sampai menaikan kedua kakinya keatas meja. Akhirnya muncul juga sebuah misi seorang penjahat yaitu mencuri barang dari pusat penelitian ternama. Hal tersebut adalah mimpi kecil Leader.


“Oke.”


“Misi ini hanya dilakukan kalian berdua saja. Leader dan Captain saja. Membawa Kroco sangat berbahaya, sistem teleportasi darurat juga benar-benar tingkat tinggi, sekali bahaya bisa langsung memulangkan kalian.”


“Lanjutkan.” Leader masih mempertahankan posisi duduk tidak sopan tersebut


Tentu Sekretaris marah kesal, dia langsung melempar gelas kaca. Tentu dengan kekuatan telekinesisnya. Tetapi tidak memberi luka karena gelas kaca meletus layaknya balon berkat kekuatan Leader.


“Sebelu, posisi dudukmu Leader.”


“Cih. maaf.”


“Baik, Misi ini merupakan misi paling bahaya, tapi tidak begitu penting. Tetapi akan sangat berpengaruh pada masa depan TPL jika berhasil. Maka dari itu aku mengirim kalian berdua.” Sekertaris langsung berdiri memberi sebuah flashdisk yang berwarna emas,” itu adalah alat hack keamanan ruangan, bentuk memang Flashdisk, tetapi penggunaanya mirip dengan Jammer milik Ilmuwan.”


“Begitukah, selama membawa ini setiap kunci akan terbuka.”


“Tentu, selama itu modern dan menggunakan komputer.”

__ADS_1


Candra hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka. Dia benar-benar menjadi nyamuk diantara pasangan Leader dan Sekretaris yang terus cecok soal rencanan.


“Ahh nikmatnya air hangat.”


__ADS_2