Kami Ini Villian

Kami Ini Villian
26


__ADS_3

Magi Brine terlihat terus menyiksa Candra dengan memeluk layaknya melakukan kuncian pada ilmu beladiri. Dia bahkan merubah pelukan menjadi sebuah kuncian yang bisa membuat kaki Candra itu patah, dan tulang bergeser.


“Oy. Oy udah, Saki. Ahhhh. Patah.”


Suara indah yang menunjukan betapa rapuhnya kaki Candra. Para Magical Girl langsung berusaha menghentikan Magi Brine yang sudah memotongkan tangan Candra. Mata Magi Brine juga langsung berubah merah layaknya monster. Dia benar-benar mengamuk.


“Brine hentikan.”


“Semuanya hentikan Brine.”


3 Magi berusaha menghentikan Brine yang sudah siap memotongkan tangan dan kaki Candra. Tentu cuma si ngantuk saja yang tidak ikut dan hanya menempelkan jari telunjuk pada pelipis Candra yang habis dibuat patah tulang oleh Brine. Bahkan 3 Magi masih belum bisa menghentikan Brine yang memiliki otot monster layaknya Candra yang memiliki kekuatan tidak manusiawi.


“Mereka ini akrab atau tidak sih?” Ilmuwan menatap Candra yang tergeletak di tanah layaknya orang habis kecelakaan mobil.


“Woy, masih hidupkah?” Ilmuwan terus menepuk kedua pipi Candra dengan kekuatan penuh


“Ahhhh. Untung gak mati.”


“Yosh mari kita check.”


Ilmuwan langsung menendang kaki Candra, dia melihat Kaki Candra yang tidak bereaksi, tanpa ragu dia menyimpulkan bahwa keadaan kaki Candra, “Dipastikan dia patah tulang.”


“Brine hentikan, dia kakakmu kan? Kenapa melakukan itu?”


“Brine, mana sikap tenang nmu?”


“Brine, jangan sampai kalah oleh kemarahan.”


Mereka bertiga benar-benar berusaha menghentikan Brine yang terus memiliki nafsu untuk memotong kaki atau tangan Candra. Penampilan Brine memang tidak mirip dengan Candra ketika Brine menggunakan wujud Magical Girl, walaupun begitu, masih terlihat jelas mereka bersaudara, contohnya otot mereka yang gak manusiawi.”


“Gladius, coba sembuhkan kakaknya Brine.”


“Baik.” Magi yang mengentuk kemudian menempel kedua lenganya pada kaki Candra.


Sebuah cahaya sesuai dengan warna tema Magi Gladius langsung menyinari kaki Candra. Luka memar mulai menghilang, kaki Candra juga mulai kembali pada posisinya. Candra juga mulai bisa merasakan kakinya yang patah.


“Padahal aku sudah menyiapkan ini.” Ilmuwan terlihat mengeluarkan sesuatu dari sihir penyimpannya.


“Apa itu?” Maskot berbicara karena merasakan sihir dari sumber lain, dan itu berasal dari Ilmuwan.


“Obat merah.”


“Hal kayak gitu gak guna.”

__ADS_1


“Kenapa? Orang ini punya tubuh aneh sih. Seharusnya bisa-bisa aja kok.”


“Itu luka dalam, obat merah cuma buat luka luar aja”


“Cih, padahal tinggal suruh minum aja. Masuk kedalam.” mendecit kesal karena tidak bisa mengakhiri Candra.


“Kalian ini berteman enggak sih.” Maskot terlihat mempertanyakan hubungan Candra dan Ilmuwan yang terlihat sangat tidak akur.


Brine terlihat mulai tenang,dan bisa berpikir lebih tenang. Mata mengerikan dia sudah hilang, semangat dia sudah kembali normal. Sekarang dia sudah seperti Magical Girl yang bisa berpikir layaknya manusia normal. Tentu semua orang menjelaskan kenapa Candra bisa ada disini, kemudian Ilmuwan menjelaskan kenapa Candra bisa selamat dari cuci otak Wraith.


“Begitukah, Terima kasih kakak Ilmuwan.”


“Sama-sama, sebenarnya itu kebetulan.”


Brine terlihat sangat sopan ketika berbicara dengan Ilmuwan. Pada dasarnya Ilmuwan yang menyelamatkan kakaknya, jadi harus bisa menjaga bahasa. Tentu kepribadian kasar layaknya monster langsung berubah menjadi orang yang sangat sopan layaknya seorang bangsawan kelas atas.


“Mungkin tidak sopan, kenapa Kakakku bisa bersama Ilmuwan?”


“Soal itu…”


“Jangan jelaskan.” Candra mengatakan kalimat terakhir dan kesadaran saat itu juga hilang.


“Kebetulan rumah kami dekat, dan kami juga bosan kemudian bermain badminton. Terus ada monster nyerang. Kakakmu kan maniak superhero jadi diam ingin melihat superhero apa yang datang, tapi diriku ini ingin meneliti. Simpelnya sama-sama kebetulan.”


Tatapan iblis Brine makin menjadi, dan makin memerah ketika membahas kenapa Ilmuwan memiliki hubungan dengan Candra, dan bahkan bisa tahu kalau dia dalam bahaya, padahal cuma tetangga.


“Soal itu?”


Sebuah ledakan langsung terdengar keras dan membuat semua Magical Girl langsung panik. Kenapa ada sebuah ledakan padahal hanya mereka yang ada di dalam, kenapa tiba-tiba ada leadakan jangan bilang ada penyusup yang menyerang tempat Magical Girl.


Sebuah siluet hitam di atas batu tempat bekas bersembunyi Candra. Dia mengenakan jubah hitam yang sangat tidak asing di mata ilmuwan. Sebuah jubah yang diambil langsung oleh Leader untuk dibuat sebagai model dasar untuk kostum kelompok mereka. Pada Kostum tersebut masih tertulis Wrath tetapi, tulisan tersebut dia coret menggunakan dan ditulis kembali dengan TPL.


“Menarik, sangat menarik. Ini benar menarik.”


Suara yang tidak asing ditelinga Ilmuwan. Sebuah ucapan dari suara orang yang paling suka menyombongkan diri di kelompok penjahat. Selain dari suara, tinggi, aura, dan orang yang tepat disamping dia benar-benar menunjukan bahwa mereka adalah TPL.


“Kalian siapa?”


“Jika kalian bertanya, maka akan aku jawab. Kami ini Organisasi Penjahat TPL.”


“Organisasi penjahat, TPL. jangan bilang Organisasi yang mengalahkan Driverman.”


Semua magical Girl langsung panik akan kedatangan TPL ke dunia ini. Mereka juga langsung mengambil posisi siap tempur. Apalagi Brine yang merasakan bahaya bagi kakaknya yang sedang tidak sadarkan diri.

__ADS_1


“Kalian semua, cepat kabur. Mereka bukan lawan yang bisa kalian lawan?’


Ilmuwan dengan segera meminta para Magical Girl untuk mundur karena dia tahu seberapa kuat TPL, tentu karena dia anggota TPL. selain dia tahu kekuatan TPL, dia juga tahu batasan kekuatan Magical Girl, dan untuk sekarang mereka masih belum bisa mengalahkan TPL.


“Tetapi, Kakak ilmuwan tidak bisa melawan sendirian?”


“Kami akan membantu.”


“Mereka itu Penjahat terkenal, maka kita Magical Girl harus mengalahkan mereka.”


“Kejahatan harus dihukum.”


“Aku berusaha loh.”


“Kalian semua.”


Dalam hati Ilmuwan ingin sekali dia memukul setiap Magical Girl untuk menuruti permintaannya. Dia tidak ingin dicap sebagai anggota TPL sampai beres meneliti gerbang hitam itu. Dia harus bisa meneliti gerbang tersebut tanpa diketahui oleh sekretaris, jika ketahuan pasti jadi hal ribet.


“Berani sekalih, berdiri di hadapan diriku ini.” Ucap Leader yang penuh arogan.


Arua menekan dari Leader menekan setiap Magical Girl yang ada. Hampir semua tidak berani menatap Leader, tetapi Brine terlihat sangat kuat untuk melihat Leader. Dia memiliki kekuatan mental monster layak kakaknya yang bisa tetap tenang di hadapan ribuan masalah.


“Kalain semu, sebaiknya hentikan disana!”


“Suara ini?’


“Si Putih.”


Semua orang langsung pergi ke sumber suara. Seorang dengan kulit putih mati dengan rambut putih yang terlihat seperti habis dicelupkan pada ember darah langsung muncul. Dia datang dengan pakaian sekolah Parigi yang terlihat sangat sopan, dan penuh kewibawaan.


“Kalian berdua, bisa tidak lebih sopan pada adik kelas kalian.”


Ilmuwan langsung tersadar bahwa Leader dan Sekretaris berasal dari sekolah yang sama. Kemudian dia sangat mengenal si Puti, ditambah mereka pernah memberi tahu bahwa mereka berdua merupakan lulusan dari Parigi Sekolah Supernatural


“Si Putih kenapa disini?”


Semua orang penuh bertanya kenapa dia datang, padahal sangat jarang dan tidak mungkin kenapa mengetahui tentang tempat Magical Girl. mereka juga yakin sudah menyembunyikan lokasi ini, berarti ada seseorang yang membocorkan lokasi tersebut.


Semua orang disini takut akan Si Putih,dan banyak orang yang tidak mengetahui nomor kontak Si Putih. Mereka juga sadar bahwa berurusan dengan Si Putih merupakan hal yang berakhir pada kematian. Berarti ada orang yang sangat dekat dengan Si putih, dan secara langsung menghubungi Si Putih untuk datang.


“Aku tidak mau menggunakan cara ini, tapi maaf semuanya.”


Ilmuwan menyembunyikan HPnya di belakang punggung, dan terlihat jelas bahwa notifikasi pesan sudah terkirim.

__ADS_1


__ADS_2