
Ruang ilmuwan makin berantakan karena dijadikan bengkel utama dalam pengembangan robot untuk lomba nanti. Semua senjata tempur dari jarak dekat, jauh, dan ledakan terlihat berkumpul disana. Bahan baku seperti bahan bersifat metal, kaca, dan beberapa beberapa utilitas alat.
Ilmuwan yang terus mengembangkan robot tersebut makin menjadi gila karena dipenuhi nafsu untuk membuat robot android terbaik. Wajah yang sudah dibuat oleh Si Putih menjadi sampel yang bagus untuk menjadi bahan metal yang digunakan. Dia juga sekalian mengembangkan metal yang dibuat dari dulu.
“Ilmuwan aku masuk. Ijinkan pemimpin ini melihat perkembangan robot.” Leader dengan wajah semangat langsung masuk tanpa mengetuk.
Leader langsung mundur ketika melihat wajah Ilmuwan yang sangat suram, tapi penuh semangat layaknya boss terakhir dalam game. Aura gila terlihat jelas bahkan sampai menusuk kulit Leader yang tidak tahu takut.
“Ohh Leader, sudah datang kah.”
“Sudah datang apaan? Kau kalau aku tinggal disini.”
“Hahaha benar juga.”
Kantung mata Ilmuwan bukan sangat hitam bahkan kantung mata tersebut punya kantung mata. Mata memerah menjadi ciri Ilmuwan sekarang, selain mata kepala dia juga menjadi penopang berdiri, dia menempelkan kepala pada tembok.
“Leader, bisa beliin obat anti tidur.” Posisi ilmuwan sudah sampai membentuk huruf n.
“Karena sudah mengira bakal begini aku sudah beli obatnya.”
“Cepat tanggap juga, pada pegawai ini.”
“Diriku ini Leader yang hebat mana mungkin tidak paham perasaan para pegawai.”
“Begitukah, saya merasa kasihan pada Sekrtetaris.”
“Apa?”
“Bukan apa-apa. Leader jika kau mau tambah-tambah bilang saja.”
Leader melihat robot dengan wajah putih mulus layaknya sebuah kain sutra. Mata yang terbuka dengan lebar karena tidak memiliki kelopak mata. Mata robot tersebut sudah terlihat jelas layaknya lensa kamera, bagian putih sudah diisi dengan bahan khusus. Belum memiliki rambut membuat robot tersebut terlihat jika melihat dari depan, ketika melihat dari samping terlihat jelas bahwa itu robot. Bagian belakang masih tidak memiliki besi hitam bukan warna kulit.
“Oke mari kita pikirkan rambutnya. Ahh benar gimana pakai rambut kayak gini.”
Secara mengejutkan kemampuan gambar Leader benar-benar hebat. Dia bisa membuat desain robot dari depan, samping dan belakang dengan cepat. Desain pertama yang botak kemudian gambarkan rambut panjang dengan telinga kelinci.
“Ahh. benar juga, kenapa gak bikin kayak di game wanita kapal itu.”
Dia menggambar rambut layaknya karakter game yang pernah mainkan dulu. Sebuah game yang melakukan personifikasi pada kapal perang dunia ke 2. Dia terus mendesain penampilan dari robot tersebut, dia bahkan mendesain bagian kaki masih menggunakan bagian robot dan bukan kaki manusia.
“Terus kaki bisa berubah jadi roket, tanganya penuh dengan persenjataan dengan peluru besi, roket bisa keluar dari punggu, jangan lupa mata yang bisa baca gerakan, terus tangan kiri pada pundak bisa munculin roket ukuran nyamuk.”
__ADS_1
“Ouhhh. Menarik juga, kalau gitu diriku juga harus bantu.” Suara kecil langsung menyentuh telinga Leader secara seketika.
Leader langsung berbalik dan mengarahkan jurus perisainya dan ketika melihat dia sadar bahwa yang datang ada si Putih.
“Jadi kau benar-benar datang.”
“Kau tahu diriku ini penepat janji.” Si putih langsung mengambil kertas desain milik Leader.
“Ilmuwan dimana?”
“Tadi harusnya sedang minum obat, kayaknya cari air minum.”
“Dia benar-benar memaksakan diri,” Si Putih menatap pada pintu keluar.
***
“Sialan berat banget.”
Ilmuwan menatap cermin dan melihat dirinya yang berantakan. Kantung mata yang terlihat jelas, kelopak mata yang terlihat sudah siap jatuh kapanpun, mata yang merah dan terlihat seperti ada urat pada putih mata. Wajah basa karena berusaha menyegarkan kepala karena harus tetap bangun.
“Deadline masih lama, tapi akan sangat bahaya jika tidur sekarang.”
“Aturannya jangan jadi juara satu.”
Ilmuwan terus menatap cermin dengan tatapan mengerikan, rambut juga sangat kusut dan bahkan tidak memperlihatkan penampilan seorang wanita. Tatapan dia sudah menjadi tatapan hantu, semua kesadaran dia dipertaruhkan untuk robot ini.
“Jika, menjadi juara satu mereka pasti mencariku lagi, dan ini demi kakek pemilik toko itu.”
Dia mulai membasuhkan wajah dengan air dan mulai minum obat anti tidur.
“Seorang Ilmuwan gila, Benar-benar cocok denganku sekarang.”
Wujud dari kengerian ilmuwan terlihat jelas dari penampilan Ilmuwan sekarang, aura gelap, mata memerah, kulit yang pucat, rambut yang berantakan, jas yang kotor dan berantakan, penampilan yang bodo amat. Benar-benar wujud dari seorang yang gila akan penelitian.
Dia mengambil handuk yang disiapkan pada kamar mandi dan mulai mengeringkan wajah. Dia juga mengeluarkan alat yang biasa digunakan untuk menyembunyikan kantung mata yang mengerikan ini. Dia juga melakukan peregangan untuk membenarkan posisi tubuh.
“Yosh, waktunya untuk mati dengan hasil terbaik.”
Dia langsung pergi menuju pintu dan kembali pada ruangannya.
***
__ADS_1
“Beri salam untuk ilmuwan terbaik di TPL.”
Ilmuwan langsung masuk sembari memberi tendangan keras pada pintu ruangan nya. Untung saja pintu itu tidak rusak.
“Akhirnya datang juga wahai pegawaiku.”
“Diriku sudah berpikir kau sudah tidur.”
Ilmuwan muncul dengan penuh semangat baru, kantung mata sudah hilang menggunakan alat untuk menyembunyikan kantung mata. Dia juga sudah bisa melambaikan tangan layaknya anak SD bertemu orang tuanya.
“Mari kita lihat desain Leader.”
Ketika dilihat kembali desainya sudah sangat berubah drasti makin banyak fitur yang tidak begitu berguna dalam pertempuran, kemudian ada fitur yang agak nyeleneh. Bukan hanya fitur dia juga bikin Background karakter untuk robot tersebut, secara mengejutkan penampilan robot tersebut memang perempuan, tetapi dia memaksa untuk memunculkan alat milik.
“Lucukan? batang perkasa Shima*****”
“Walah dia sudah kelewat batas. Sebaiknya telepon Sekretaris.”
“Kenapa dihentikan itu menarik loh.” Si Putih juga malah ikut panas.
“Demi kebaikan novel ini mohon hentikan.”
“Baiklah.”
Sesegera mungkin Sekretaris muncul dan langsung mencekik Leader menggunakan telekinesis. Membuat Leader terangkat dan membuat sebuah adegan agak sadis, sebelum kepala potong Leader langsung melempar Leader keluar dari ruangan.
“Mohon maaf, atas perbuatan Leader.”
“Tidak masalah kok. Malah diriku cukup bersemangat. Benar juga ini desain si Leader itu.”
Si Putih langsung menunjukan Desain nyeleneh milik Leader. Tentu panas tubuh Sekretaris makin melonjak.
Sekretaris benar-benar kesal ketika melihat desain robot ingin memiliki dada berukuran besar dan itu lebih besar dari miliknya. Leader juga mendesain robot tersebut berdasarkan nafsu pribadinya, dia membuat robot tersebut menggunakan seragam Maid Eropa, Telinga kelinci, kalung ala budak di komik, pinggul dan dada yang besar.
“Dasar penyuka dada besar, padahal milikku cukup besar juga.” Sekretaris mengukur ukuran dadanya.
Sekarang Ilmuwan yang sangat kesal karena melihat Sekretaris yang terlihat ingin menyombongkan dada besarnya. Dia benar-benar ingin memukul Sekretaris tapi tidak bisa karena dia pasti mati ketika memukul Sekretaris.
“Tenang saja. Wahai sepupuku. Jika kau menikah pasti membesar.” Si Putih memberi semangat aneh pada Ilmuwan.
Hawa pada Ruangan terasa sangat hidup sekaligus berantakan. Semua orang disana terlihat memiliki urusan dan perasaan masing-masing, tetapi terlihat ada yang kurang. Seseorang yang seharusnya menjadi tokoh utama sekarang tidak terlihat, dia sekarang sedang menikmati film animasi tentang Superheroes melawan Supervillain dengan kulit ungu yang mencari batu ajaib.
__ADS_1