
Semua tubuh terhalang oleh sebuah armor baja jaman kerajaan. Tidak terlihat kulit dan bahkan wajah dari robot yang muncul. Semua benar-benar tertutup tidak ada bagian menonjol bahkan wajah yang dibuat khusus dari Si Putih.
Candra terlihat pemandangan robot tersebut yang berubah menjadi Ksatria dengan armor penuh. Pedang dua tangan terlihat menempel di punggungnya pedang hitam dengan beberapa corak ungu yang membuat kesan TPL.
Setiap baju tempur TPL atau biasa disebut Kostum memiliki tema warna yang sama yaitu hitam sebagai warna main dan ungu adalah warna penghias. Mau Armor Candra yang menutupi seluruh tubuh, atau jubah Leader yang terbuat dari kain khusus, semua itu memiliki tema warna yang sama persis.
“Dia benar-benar robot kemarin?”
“Benar. Robot berubah ke wujud pelayan.”
Semua bagian besi pada zirah besi langsung melipat dan membentuk sebagai suatu yang lain. Besi tersebut bergerak layaknya sebuah origami yang terus bergerak setiap gerakan mulai menunjukan bentuknya. Bagian Armor bagian kepala mulai merubah bentuk menjadi rambut, bagian leher ke perut mulai berubah menjadi baju pelayan, bagian kaki dan sepatu mulai berubah menjadi rok. Satu bagian yang menjadi Khas adalah tangan yang tidak manusia, tangan tersebut masih berbentuk seperti tangan monster, bagian kakinya terlihat sebuah kaki mesin bukan kaki manusia.
“Pelayan sudah siap melayani.” Robot tersebut mengeluarkan suara yang sangat indah bahkan setara dengan seorang penyanyi.
“Ouhhhhh. Mantap Jiwa.” Teriak tersebut membuat semua orang disana tutup telinga.
“Kalian semua benar-benar merubahku, kuucapkan terima kasih.”
Robot mengeluarkan suara yang lebih dalam, tidak seperti sebelumnya yang sangat elegan. Sekarang dia mengeluarkan suara seorang preman jalanan. Semua orang terkejut tidak terkecuali Ilmuwan yang memodifikasi tubuh robot tersebut.
“Kepribadiannya masih ada?”
“Tentulah. AI buatanku adalah nomor 1 didunia ini.”
Robot tersebut mengeluarkan tingkah yang tidak cocok untuk pelayan. Lekuk tubuh yang pelayan tapi tindakan yang terlihat seperti seorang jalanan yang suka duduk di pinggir jalan sembari memalak seseorang untuk mendapatkan uang.
“Lihatlah betapa hebat Adik dari Diriku ini.” Si Putih benar-benar menyanjung robot tersebut.
“Adik mu. Jangan bercanda, kakakku seorang lemah seperti dia.”
Tangan sanga robot langsung muncul sebuah asap tebal. Ketika asap mulai tipis tangan robot terlihat menjadi penuh dengan energi, semua energi terlihat seperti sebuah sirkuit komputer yang menjalar keseluruh lengan robot yang mirip monster tersebut.
Dia langsung hempaskan tinjuan pada Si Putih yang jarak mereka saling berjauh. Untuk memperdekat jarak dia langsung menerbangkan diri menggunakan mesin jet pada punggung, kaki dan tangannya. Kecepatan Jet yang setara dengan pukulan Driverman langsung dihempaskan pada Si Putih.
__ADS_1
Pukulan yang berdampak pada sungai depan markas TPL. Air pada sungai terhempas dan membuat air yang tekena dampak pukulan langusung surut. Semua ikan di sana langsung terbang ke langit.
“Ditahan?”
Sebuah perisai tak terlihat langsung menghentikan serangan robot tersebut. Sebuah perisai balok kaca yang sudah dikenal semua orang, kemampuan perisai yang bisa menahan serangan sekuat seberapa percaya diri terhadap perisai tersebut.
“Hentikan!”
Robot tersebut melayang layaknya diangkat oleh sesuatu yang tidak terlihat. Tangan dan kaki robot tersebut tidak bisa digerakan layaknya tangan dia ditahan oleh borgol tak terlihat. Kaki robot tersebut terasa berat padahal dia sedang terbang.
“Apa? Sialan kalian semua monster. Kenapa kalian diam disini, padahal punya kekuatan mengerikan ini.”
“Benar kami ini monster yang siap mendominasi dunia. Maka dari itu Rencana dari Monster tak terkalahkan ini harus benar-benar matang.” Leader terlihat sangat gagah, itu dalam pikirannya.
“Pahlawan Lokal tidak bisa melawan kalian, bahkan Driverman belum tentu menang lawan kalian berdua.”
“Driverman itu pahlawan Negara, kekuatan kami memang lebih kuat dari dia. Tetapi jika menggunakan kostum Driverman biasanya. Dia itu pahlawan tingkat Negara, dia memiliki kekuatan untuk melindungi satu negara loh. Jangan pikir dia lemah karena pernah kalah dari Kroco kami.”
“Sekretaris terlalu banyak ngomong.” Ujar Leader pada Sekteretaris.
Robot masih terbang dan tertahan oleh kekuatan telekinesis dari Sekretaris.
“Lepaskan. Baiklah aku akan ikut rencana kalian. Cuma perlu diam dan tidak banyak bicarakan.”
“Tentu.” Ilmuwan dengan mudah setuju.
“Dia tidak akan lepas kendalikan?” Candra merasa robot tersebut pasti bertindak.
“Pastinya, dia akan bertindak. Dia itu buatan Kakekku. Salah satu buatan Kakekku sudah menjadi Makhluk paling menakutkan di bumi,” Ilmuwan menatap Si Putih yang sedang menikmati rerumputan dengan elegan,”Robot itu pasti berbahaya juga. Apalagi dia sudah diperbarui.”
“Jadi kenapa setuju?”
“Kenapa yah?”
__ADS_1
Sebuah ungkapan yang ditunjukan dari Ilmuwan sembari mengeluarkan senyuman gelap. Ilmuwan paham betul akan betapa pesatnya perkembangan kekuatan dari robot, dan dia membuat Armor tempur robot tersebut sama dengan armor miliki Kroco yang bisa berkembang sesuai kekuatan dari pemakai.
“Baiklah. Sejak awal kita ini anggota penjahat. Berpikir baik mana mungkin nyambung.”
“Pintar sekali.”
Si Putih terlihat sudah menghilang, dia terlihat pergi entah kemana dan datang tanpa diundang. Dia pergi tidak disadari oleh siapapun, padahal semua orang memiliki kekuatan dan indra yang bagus tapi mereka semua tidak sadar.
“Woy robot lihat Bibiku?”
“Tidak, memangnya dia begitu kuat aku bahkan tidak merasakan kekuatan dari dia?”
“Aku tidak tahu, coba tanya mereka berdua. Mereka kenal lebih baik dariku.”
“Kau menyebut dia bibi kan, tapi kenapa tidak tahu.”
“Aku baru tahu dia beberapa hari lalu.”
“Cih. Gak guna!”
“Begitukah.”
Menggunakan Jammer Universal milik Ilmuwan, tubuh Robot tersebut langsung bergetar tidak karuan. Semua jaringan pada kepala robot tersebut langsung terganggu dan bahkan kedua tangan dia bergerak layaknya cacing kepanasan.
“Maaf.”
“Oke, kumaafkan.”
“Cih orang disini semuanya monster.”
Robot tersebut melihat setiap orang disana. Setiap dia melihat setiap orang, dia sadar bahwa semua orang disini memiliki kekuatan yang unik dan bukan karena fisik kuat, energi yang banyak, tetapi karena kekuatan mereka yang aneh dan sulit diperkirakan. Bagi dia melihat mereka yang bisa melihat suatu Energi adalah hal mudah, dan menjadi salah satu cara menilai betapa bahaya seseorang, tetapi menilai orang disini lebih sulit karena mereka tidak memiliki energi khusus dan semuanya layaknya kejadian supernatural.
“Malah terkejut, Kroco yang sedang bermain game malah memiliki energi terbanyak.”
__ADS_1
Dia menunjuk Kroco dua yang asik bermain Laptop sambil menikmati sinar mentari.
“Mereka ini kuat tanpa disadari oleh siapapun kah? Benar-benar organisasi kuat tapi tidak terkenal.”