
1 hari setelah kegiatan.
Candra dan Ilmuwan melakukan belanja bersama untuk membeli barang yang dibutuhkan ilmuwan. Belanja ini terjadi karena TPL tidak bisa mendapatkan hadiah kemenangan dari acara kemarin, atau lebih tepatnya hadiah mereka ditunda karena pihak sana harus melakukan sesuatu.
Mereka yang pergi ke pusat perbelanjaan. Hanya mereka berdua, disisi lain suasana disana juga terbilang sangat ramai karena penuh dengan pengunjung. Mereka yang hanya fokus membeli barang-barang bersifat suku cadang. Semua barang berat dilemparkan pada Candra yang merupakan seorang pria.
Dua kantong di tangan Candra benar-benar berisi dengan barang terbuat dari bahan metal. Tetapi Candra bisa mengangkat dengan sangat mudah.
“Jadi, ini alasan kau memanggilku?”
“Tentu, apalagi kalau bukan itu.”
Ilmuwan yang tiba-tiba menelepon Candra karena dia memerlukan bantuan.
Candra yang memiliki janji untuk melindungi Ilmuwan karena dia mengetahui nama asli Ilmuwan yaitu Merial Nalaya. Adanya hal tersebut membuat Candra panik untuk segera pergi karena tidak mau membuat janji yang mereka buat hancur.
“Seharusnya kau bisa minta para Kroco kan?”
“Soal itu tidak bisa.”
“Kenapa?”
“Kroco 1 atau lebih tepatnya jiwa Kroco 1, dia tidak memiliki tubuh, untuk Kroco 2 dia selalu mengurung diri, dan bahkan aku tidak memiliki nomor teleponnya,”
“Tunggu, bukanya pihak TPL menyimpan nomor telepon setiap anggota.”
“Benar seharusnya begitu, tetapi dia gonta-ganti HP.”
Candra yang merasa aneh bahwa Kroco 2 bisa lepas dari TPL dengan cara ganti HP.
“Kemudian untuk Kroco 3?”
“Dia kelelahan sejak insiden kemarin.”
Candra ingat bahwa, Kroco 3 selalu digunakan untuk transportasi. Kekuatan Teleportasi dia yang sangat praktis membuat dia dijadikan alat transportasi. Candra pernah berpikir kenapa kroco 3 memindahkan para Kroco waktu misi pertama Candra, dan dia tahu kenapa bahwa Kroco 3 memiliki batasan tenaga.
Candra mencoba mengintip isi kanton yang dia bawa. Kantong berisi banyak suku cadang, dan bahkan tidak terlihat ada barang-barang bersifat pribadi. Semua suku cadang terlihat bagus tetapi tidak memiliki merek terkenal dan malah menggunakan suku cadang kelas bawah. Berdasarkan Gaji, seharusnya Ilmuwan bisa membeli suku cadang bagus, kenapa begitu karena gaji untuk Kroco juga sudah sangat bagus, apalagi untuk seorang dengan posisi ilmuwan.
“Aku benar-benar terkejut dengan kekuatan fisik mu.”
“Ada apa tiba-tiba ngomong kayak gitu?”
“Tidak, cuma kepikiran kau ini manusia bukan sih?”
“Soal itu, aku manusia kok. Dokter bilang begitu.”
“Aku tidak begitu ahli biologi jadi anggap aja begitu. Tetapi kau benar-benar memiliki tubuh yang aneh.”
Ilmuwan melihat seluruh tubuh Candra dengan seksama. Penampilan yang terbilang cukup biasa untuk seorang Pria. dari cara berpakaian Candra memiliki pengetahuan yang bagus dan memiliki rasa yang bagus. Penampilan wajah Candra yang terlihat memiliki tatapan serius dan tajam bisa membuat seseorang takut. Rambut yang berusaha dirapikan membuat kesan seorang berpendidikan tapi memiliki aura seorang preman jalanan.
__ADS_1
“Wah aku baru sadar. Rambut mu ada semacam uban dan itu cukup banyak.”
“Uban? Ohh ini bukan Uban, pada dasarnya rambut itu memiliki warna putih.”
“Benarkah?”
Ilmuwan langsung mencoba menari rambut Candra.
Perbedaan tinggi membuat Candra harus disuruh menunduk. Candra tentu nurut saja karena ingin membuktikan bahwa rambut putih tersebut bukan Uban, memang rambutnya berwarna putih.
“Ouch.”
“Benar ini bukan Uban?”
Ilmuwan yang hapal perbedaan antara uban dan rambut warna putih. Dia juga merasa terkejut dengan rambut putih Candra yang tidak begitu terlihat. Rambut Putih tersebut benar-benar seperti uban rambut yang bertebaran di rambut.
“Rambut putih adalah ciri khas ku sih.’
“Benar, jarang-jarang melihat rambut putih seperti itu di negeri ini.”
“Ngomongin soal rambut, Ilmuwan rambutmu benar-benar berantakan.”
“Benarkah.”
Candra yang melihat penampilan Ilmuwan yang lebih rapi dari biasanya dan sekarang memiliki kesegaran tidak seperti sebelumnya yang hanya memiliki aura kosong. Rambut Hitam Ilmuwan yang berantakan dan bahkan ilmuwan sudah ikat agar tidak mengembang sembarangan. Tatapan ngantuk terlihat masih ada tetapi kantung mata sudah menghilang dan hal tersebut membuat Ilmuwan menjadi lebih segar.
“Tentu, pada akhirnya aku bisa tidur. Sebelumnya kau hanya melihat diriku yang mengantuk.”
“Begitukah.”
Candra yang baru mengetahui bahwa dari kemarin Ilmuwan benar-benar kekurangan tidur. Dia menutupi wajah dia dengan alat yang dia gunakan.
Seketika Candra sadar akan sesuatu yang penting. Kenapa dia harus membawa barang padahal ilmuwan memiliki sihir atau kekuatan itu.
“Tunggu, kau bisa menggunakan kemampuan untuk menyimpan kan?”
“Benar aku punya.”
Sebuah lubang kecil di bawah tangan Ilmuwan langsung muncul. Ilmuwan langsung membawa tas koper. Itu bukan koper biasa dan merupakan koper yang menyimpan kostum atau armor tempur milik Candra.
“Jadi kenapa kau menyuruhku untuk membawa barang ini?”
“Jangan bodoh, sihir ini memiliki batasan pada dasarnya, dan sekarang sudah hampir penuh.”
“Memiliki batasan, memangnya sebesar apa batasannya?”
“Aula di sekolah Parigi.”
“Itu cukup luas loh. Jangan bilang barang sebesar kantong ini tidak muat.”
__ADS_1
“Kalau bilang muat, muat sih. Tetapi ada masalah sama isinya.”
“Masalah?”
“Tahu istilah menyortir.”
“Tahu,” Candra seketika sadar akan sesuatu,”jangan bilang kau cuma malas masukan ini ke penyimpanmu.”
“Benar.”
“Padahal cuma simpan aja loh.”
“Asal kau tahu saja sihir penyimpanan ku bukan kelas atas yang bisa menyimpan dan merapikan layaknya game, komik, dan novel. Ini lebih ribet dari itu, sekali masuk saja barang, semua barang bisa berantakan.”
Candra hanya bisa pasrah karena dia sendiri tidak begitu paham dengan kemampuan menyimpan. Ketika dia mencoba melawan dia mulai penasaran apakah dirinya bisa memiliki kemampuan penyimpanan ruang seperti Ilmuwan. Kalau bisa dia tidak perlu khawatir tentang membeli dan menyimpan action figure superheroes.
“Hei Ilmuwan, kau bisa ajarkan aku agar bisa menggunakan penyimpanan.”
Ilmuwan dengan jawab cepat.
“Tidak bisa.”
“Cepat banget jawabanya. Kenapa?”
“Lebih tepatnya kau tidak bisa menggunakan penyimpanan seperti milikku, atau yang dibuat menggunakan Energi.”
“Maksud Energi, semacam pahlawan dengan Energi user.”
“Benar, penyimpanan milikku menggunakan sihir mana atau bisa disebut Energi mana.”
“Kalau begitu bisa menggunakan energi lain seperti, cakra, Qi, dan lain-lain.”
“Tidak bisa. Lebih jelasnya kau tidak bisa menggunakan Energi manapun.”
“Kau tahu kenapa kau bisa menyerap Hero Heart, atau tubuhmu bisa menyerap racun.”
Candra masih tidak paham dengan maksud Ilmuwan yang tiba-tiba membawa hal berat.
“Ahh baiklah mari buat simpel dan menyenangkan. Kau ini tidak memiliki kecocokan Energi manapun karena tubuhmu menyerap dan memusnahkan energi tersebut. Jika dimasukan dalam klasifikasi superhero kau masuk Superhuman tanpa bisa menggunakan Energi dan hanya bisa menghisap.”
“Tunggu, kalau begitu Magma Form?”
“Ahahahah tentu itu karena kostum dan armor yang bisa membuatmu menggunakan energi semacam itu.”
Candra merasa kesal dengan rasa banggan Ilmuwan.
“Intinya kau tidak akan bisa menggunakan Energi manapun karena tubuhmu yang aneh.”
“Tubuhku yang aneh?”
__ADS_1