
Di siang hari bolong terlihat seseorang sedang menjilati kaca toko yang menunjukan figur aksi yang berukuran dengan skala 1:10. Figur aksi tersebut dijajarkan dengan sangat rapi membuat kilauan mainan tersebut membuat nafsu akan membeli mainan tersebut semakin tidak tertahankan
Seorang penjaga toko langsung mendekat dan langsung mendekat pada Candra yang sedang menjilati jendela kaca tokonya. Dia juga mencoba memukul Candra tapi melihat perawakan Candra yang lebih besar membuat penjaga toko tersebut takut.
“Tuan, mohon jangan menjilati jendela.”
Penjaga toko tersebut bergetar takut sampai kedua tangan yang sedang memegang sapu tersebut ikut menari mengikuti detak jantung. Dia terlihat sudah pasrah jika dipukul oleh Candra yang sedang menjilati kaca jendela.
“Soal itu maaf,” sebuah nada sopan keluar dari mulut Candra.
Panik langsung hilang dan terjatuh ke lantai karena sudah kehilangan tenaga.
“Jika tidak keberatan berapa harganya semua itu.”
“Semua yang dipajang untuk sekarang tidak dijual karena suatu alasan.”
“Begitukah. Maaf mengganggu.”
Candra langsung pergi dan mulai bergerak mengikuti hidungnya yang mencium aroma yang enak. Aroma yang berujung pada sebuah restoran di pinggir jalan, dari pada disebut restoran sudah terlihat sebuah kafe mewah dengan ada meja di luar ruangan.
“Yosh, mari Cek uang pada dompetku.”
Sebuah dompet bergambar pahlawan, jika dijelaskan dalam waktu singkat, dompet Candra adalah dompet anak SD yang bergambar superhero favorit mereka. Ukuran dompet tersebut juga memiliki ukuran kecil, semua kartu penting dia tinggalkan rumahnya yang dia bawa hanya mainan Superhero yang berbentuk kartu.
“Sial, sebaiknya nanti bawa uang juga.” Senyuman Indah pemaling masalah terlukis indah.
Dia menatap langit biru dan menikmati sinar mentari dan memakan semua cahaya dan angin karena tidak bisa membeli makanan karena tidak membawa uang. Dia juga langsung mencari bangku kosong dan mencoba menikmati suasana disana.
Sebuah langkah kaki yang tidak disadari oleh Candra langsung mendekat dan ikut duduk di bangku. Dia juga langsung membuka menu dan mulai bertanya pada Candra.
“Wakil ketua, kau mau pesan apa?”
“Soal itu, saya tidak memesan. Saya hanya akan menikmati udaranya saja.”
“Jangan panik begitu, diriku akan mentraktir.”
“Benarkan, tunggu kau pasti minta bayaran.” Sebuah indra enam Candra langsung aktif.
“Benar-benar Wakil Ketua. Cepat paham, bisa temani ngobrol tidak.”
“Janji hanya itu. Oke.”
Mereka langsung memesan makanan, Candra memesan makanan yang bersifat mie kuah, sup, dan Nasi untuk minumnya jeruk hangat. Untuk orang yang tiba-tiba datang hanya memesan Dimsum dan minuman khas China.
__ADS_1
“Pertama, kau siapa?”
“Benar juga, aku Kroco 1.”
Candra merasa tidak kenal wajah, mungkin karena Kroco selalu mengenakan kostum tempur untuk bekerja biasa. Kemudian melihat mereka tanpa kostum membuat penampilan agak bingung. Kroco satu ini terlihat sangat tampan dan bahkan memiliki aura pemimpin, mungkin karena dia pernah dipilih menjadi bendahara dan sekretaris sebelum Candra datang.
“Jadi apa yang ingin kau ingin bicarakan?”
“Kau pernah berpikir kalau bumi atau dunia ini tidak normal.”
“Untuk ku normal kok. Apa ada yang aneh.”
Kroco 1 terlihat membahas hal aneh dan bahkan aura dia sedikit berbeda dari orang yang Candra kenal. Dia bahkan memiliki aura seorang dengan ilmu tinggi, tidak seperti saat di kostum yang memiliki otak bodoh ala para kroco.
“Mungkin karena kau lahir didunia ini.” sebuah ucapan pelan, sampai tidak terdengar oleh Candra.
“Apa?”
“Intinya, kau tahu kalau semua siswa Di Sekolah Supernatural Parigi 65% bisa disebut abadi?”
“Benar begitu kah? Tidak ada pelajaran jadi abadi loh disana. Saya juga pernah tanya pada Leader kalau disana tidak ada pelajaran jadi badai.”
“Benar itu dia. Berarti mereka abadi sejak awal, ada seorang gadis yang terbuat dari tepung atau bedak, ada juga Dracula, bahkan ada anak dari seorang naga, selain itu masih banyak lagi Abadi dengan cara Khusus. Bukan itu tidak normal.”
“Namanya juga sekolah supernatural, mau bahas normal sampai manapun namanya supernatural.”
Disisi lain Candra terlihat memikirkan sekolah tersebut sangat normal, sesuai tujuan sekolah tersebut mengumpulkan orang-orang supernatural. Dia juga tahu bahwa orang-orang disana memiliki kekuatan supernatural.
“Supernatural itu apa sih Wakil Leader. Bukanya pengguna sihir, para Ilmu bela diri, atau semacamnya.”
“Itu Supernatural kalau di dunia modern tanpa sihir maka jatuhnya Supernatural. Kemudian bagaimana Supernatural di dunia yang naturalnya memang sudah ada sihir dan kekuatan seperti itu?”
“Begitukah. Jadi kalau di dunia orang abadi adalah normal, apa yang Supernatural di dunia itu?”
“Kau bertanya?”
“Begitukah. Jadi maksud Supernatural disana. Di dunia ini memang aneh, semua kekuatan bisa diterima, dari kekuatan aneh yang disebut sihir, ada juga yang kekuatan disebut Esper, kemudian teknologi di dunia ini lebih maju dari tempatku, sial aku terlempar ke dunia yang luar biasa.”
Candra terus menikmati jeruk hangat sembari melihat tingkah aneh Kroco 1 yang menggila.
Kroco 1 menunjukkan kepribadian yang tidak biasa. Tiba-tiba dia membahas dunia, dia juga membahas tentang kekuatan pada dunia. Keadaan makin tidak jelas pada Kroco 1, padahal sebelum dia sudah seperti karakter lawak.
“Terima kasih atas informasinya Candra Patia. Sekarang silahkan tidur untuk selamanya.”
__ADS_1
Sebuah bilah pedang langsung menusuk paru-paru Candra. Pedang yang terlihat dari cairan hitam keunguan yang sangat kental. Kabut hitam juga keluar dari pedang tersebut, semua benda yang terkena kabut tersebut langsung membusuk, dari air jeruk kuning juga berbuah menjadi warna hitam layaknya beracun.
“Selamat tinggal, benar-benar sial nasibmu. Mati oleh Racun paling mematikan dari dunia ku.”
Kepala Candra langsung jatuh pada Sup dan itu membuat mangkuk menumpahkan kuah sup pada kepala dan taplak meja. Kesadaran Candra pun langsung terputus dari tubuhnya. Meskipun mata dia tetap terbuka tapi bola mata sudah kosong tanpa cahaya.
“Mau sesuper apapun penyembuhan fisikmu, pasti mati karena racun ini.”
Tidak ada darah mengalir pada tubuh Candra, tapi pada bagian yang ditusuk muncul warna ungu dan mulai menginfeksi tubuh bagian lainnya. Benar-benar sudah tidak ada nafas, tapi warna kulit Candra masih merah segar, mungkin karena darah tidak keluar.
Kroco 1 langsung pergi dan menyimpan uang pada meja sebagai bukti pembayaran restoran dan merupakan bayaran untuk menyembunyikan mayat Candra yang terletak pada meja. Semua orang tidak ada yang sadar bahkan semua orang hanya diam mengabaikan Candra dan Kroco 1.
“Kalau begini memulihkan kekuatanku akan sangat cepat.”
Ketika dia mulai berjalan menjauh dari lokasi, seorang dengan jubah baru Leader langsung muncul di hadapan Kroco 1. Dia seorang yang tidak asing dimata Candra, tapi dimata Kroco 1 itu wajah baru, dia muncul dengan misterius, tatapan marah adalah ciri khas dia.
“Dari tadi kau mengikutiku kan? Apa tujuanmu? Pedang racun langsung muncul dan bersiap pada untuk ditusukan pada orang aneh tersebut.
“Lebih baik aku perkenalkan diriku dulu. Semua orang sekarang memanggilku Sinful Wrath, tapi dulu diriku adalah guru di Sekolah Supernatural Parigi.”
“Tenang saja, ini cuma meminta bantuan kekuatan darimu yang menerima ingatan dari seorang dari dunia lain, mari sebut simpel saja seorang Reinkarnasi.”
“Melihatmu, kekuatanmu sudah sangat kuat untuk apa minta bantuan. Malah diriku lebih suka membunuh dirimu?”
“Tentu saja, kau pasti senang itu, tapi diriku ini mengenal semua kemarahan maka dari itu disebut Sinful Wrath. Bahkan diriku tahu siapa membunuhmu, dia juga ada disini loh.”
“Dia siapa?”
“Orang yang membunuhmu, dia sama-sama pergi ke dunia ini. Apa kau mau tahu?”
“Lebih mudah membunuh mu dan mengatakan semuanya.”
Kroco 1 satu langsung mengeluarkan mata merah karena kemarahan untuk balas dendam. Sebuah ingatan yang langsung muncul dan membuat dirinya tidak tertahan untuk marah dan bahkan tubuh dia sampai sulit dikendalikan.
“Benarkan kau ingin membunuh dia, benar-benar perwujudan kemarahan yang hebat, dan kau ini benar-benar bodoh.”
“Kenapa dengan tubuhku?”
Kroco tidak bisa merasakan tubuhnya dan merasakan dirinya terpisah dari tubuh, pikiran, dan jiwa. Dia merasakan hal aneh masuk kedalam tubuhnya, dia juga langsung sadar bahwa dia bertemu dengan orang aneh yang berbahaya, secara kekuatan dia lebih lemah, tapi ada sesuatu didalamnya yang sangat berbahaya.
“Sudah kukatakan namaku Sinful Wrath, dan kemamapuanku adalah amarah itu, kau boleh pergi, tapi masih dibawah kendali ku.”
Sebuah tato berwarna merah langsung muncul pada tengkuk Kroco 1. Sebuah tanda yang mirip layaknya tanda budak pada seseorang pada novel fantasi barat.
__ADS_1
“Untung saja, aku berhasil menangkapmu dalam keadaan belum siap. Mari bermain denganku, dan keluarkan amarah dirimu.
“Hahahahahahahaha.”