Kami Ini Villian

Kami Ini Villian
35


__ADS_3

Siang menjulang makin tinggi, sudah sekitar 2 jam setelah kejadian Candra. Restoran tersebut masih sangat ramai tidak terlihat ada kepanikan karena pembunuhan, malah Jasad Candra masih terkapar disana.


Semua Pegawai Restoran menganggap kalau Candra hanya jatuh mabuk saja. Tidak terlihat ada bekas luka hanya ada tumpahan cairan ungu layaknya sebuah anggur.


Pelanggan juga hanya melihat Jasad Candra dengan tatapan jijik. Mereka melihat Candra layaknya seorang pemabuk yang menjijikan


Semua orang menjauhi Candra sampai seorang Wanita dengan Jas Lab putih, dan rambut berantakan datang. Dia terlihat sangat kesal melihat Candra yang menikmati meja yang dingin


"Candra mau sampai kapan kau tidur?"


Tidak ada reaksi dari Candra, tidak terlihat ada tanda bernafas. Dia mencoba menggoyangkan badan pundak Chandra yang tergeletak disana.


"Mentang-mentang libur malah tidur disini. Bikin malu tahu."


Ilmuwan masih berusaha menggerakkan Candra. Dia akhirnya menggunakan cara terakhir dia menumpahkan minuman bekas, tapi bukan milik Candra.


"Ughhh."


Mata Candra langsung terbuka dan melihat keadaan tubuhnya yang sudah basah kuyup karena disiram oleh Ilmuwan. Dia juga merasakan dingin karena baru saja disiram air yang berisi Es batu


"Akhirnya bangun juga."


Candra langsung meraba pada bagian dadanya. Dia ingat betul bahwa dirinya ditusuk oleh Kroco 1.


Ketika dia cek tidak terlihat ada bekas tusukan tetapi noda bekas racun masih membekas. Dia juga mencoba meraba racun tersebut dengan jari telunjuk.


Reaksi yang sangat cepat, jari Candra langsung melepuh. Ilmuwan seketika sadar bahwa cairan ungu tersebut bukan cairan biasa melainkan sebuah racun yang toxic.


"Tunggu, kenapa racunnya berhenti?"


Ilmuwan langsung bingung ketika melihat racun tersebut langsung mati. Tangan Candra kembali ke keadaan semula layaknya tidak ada kejadian.


"Kau ini benar-benar manusia? Pemulihan luar biasa, tulang patah dalam 1 hari sudah pulih, racun mematikan tadi juga tiba-tiba hilang."


Ilmuwan merasa tubuh Candra ada yang aneh. Sejak pertama dia datang ke TPL dia langsung membuat armor Tempur Kroco melakukan Evolusi, berhasil menggunakan kekuatan Armor dengan maksimal, dia bahkan tidak terkena racun mematikan. Apa dia abadi itulah hal yang dipikirkan ilmuwan.


"Baiklah, sejak awal TPL penuh dengan orang kekuatan Unik, orang abadi macam mu mungkin masuk."


"Abadi? Ahh benar Kroco 1 tiba-tiba aneh."

__ADS_1


Candra langsung berdiri dan mulai merapikan meja. Dia sadar bahwa tindakan dia membuat kerusuhan yang membuat orang lain terganggu.


"Aku akan dengarkan, tapi kita jalan dulu."


Melihat sekitar yang mulai memandangi mereka berdua. Mau bagaian tidak menjadi pusat perhatian, ilmuwan menumpahkan secangkir air dingin tepat pada kepala Candra.


"Oke."


Sesegera mungkin dia pergi dari sana. Melihat para pegawai mempersiapkan pergi, pertanda bahwa makanan sudah dibayar oleh Kroco 1.


Pembahasan mulai dilanjutkan. Candra mulai dari Kroco 1 yang membahas tentang keanehan dunia ini. Candra benar menjelaskan layaknya dongeng yang memiliki akhir tragis.


"Kemungkinan besar dia dirasuki sesuatu. Sebaiknya kita tanya orangnya langsung."


"Kau mau menelpon orang menusuk?"


"Nggak lah. Kita akan bertemu dengan Kroco 1. Tentu orang asli bukan tubuh yang sedang dirasuki."


Ilmuwan membuka HP dan mulai melakukan kontak pada seseorang yang tidak diketahui. Suara yang keluar sangat dalam dan mengerikan.


"Ilmuwan, akhirnya kau menelpon ku juga. Dengarkan, aku tiba-tiba keluar dari tubuhku dan itu dengan cara paksa."


Suara dalam tersebut mengeluarkan intonasi yang tinggi layaknya anak yang ingin komplain kepada orang tuannya.


Candra bisa mendengar pembicaraan mereka, ilmuwan terlihat sengaja membiarkan sura bocor keluar untuk membuktikan bahwa yang dia hubungi adalah Kroco 1.


Pembicaraan mereka membuat Candra sadar bahwa yang diajak bicara ilmuwan adalah Kroco 1.


Cara bicara ceria yang tidak tahu malu dan memiliki kesan anak-anak. Meskipun suara yang berbeda, tapi pembawaan sama persis dengan Kroco 1 sebelum dia dirasuki.


"Oke, seperti nya Kroco 1 masih selamat."


"Tunggu! Apa-apaan Kroco 1 itu? Padahal tubuh miliknya sudah hilang loh."


"Jangan kaget begitu, kau ini sudah aneh. Apa salahnya Kroco juga aneh."


Ilmuwan mematikan telepon dan mulai membahas apa itu Kroco 1. Kenapa dia selamat padahal dia sudah tidak memiliki tubuh, bagaimana dia menghubungi Ilmuwan, dan kenapa Ilmuwan bisa tahu.


"Kroco 1 itu, adalah hantu. Dia mengambil jasad orang mati dan merasukinya."

__ADS_1


"Sejak kapan dia hantu?"


"Sebelum dia menjadi anggota TPL. Dia mendapatkan tubuh saat jadi anggota TPL."


Candra yang mengetahui bahwa Kroco memiliki kekuatan unik itu. Dia tahu bawa Kroco 3 memiliki kekuatan yang sangat berguna, tapi dia baru mengetahui bahwa Kroco adalah hantu yang merasuki tubuh. Jangan bilang Kroco 2 juga


"Untuk info saja, setiap anggota TPL memang unik semua. Contoh Leader orang bodoh tapi tetap bisa memimpin dengan sangat baik."


"Begitukah. Sebelum kita lanjutkan kita akan kemana?"


"Tentu Markas TPL."


Sebuah sungai yang tidak asing langsung terlihat di mata Candra. Sebuah pemandangan yang indah karena air sungai tersebut memantulkan cahaya mentari membuat danau terlihat seperti permata biru.


Mereka turun pada bawah jembatan. Sebuah bangunan modern yang sudah lebih baik karena sudah dibenarkan oleh para pekerja TPL. Membuat bangunan markas menjadi tempat layak huni.


"Ilmuwan akhirnya datang juga."


Kroco 1 dengan armor tempur yang menutupi wajahnya langsung datang mendekat pada Ilmuwan. Sebuah larian yang sangat menarik perhatian, halnya karena cara lari tersebut layaknya seorang perempuan tetapi tubuh dia laki tulen


Candra yang habis ditusuk langsung mengambil posisi karena bisa saja dia ditusuk kembali. Tentu Kroco sadar bahwa tubuhnya yang berpisah pasti dikendalikan seseorang, dia langsung membuka helm.


Sebuah armor tanpa seseorang di dalamnya. Armor tersebut bergerak layaknya dirasuki oleh jin. Hal tersebut tidak membuat kaget Candra karena dia pernah lihat


Satu-satunya yang membuat Candra Kaget karena benar bahwa Kroco 1 adalah hantu yang bisa merasuki sesuatu. Berarti dia memang benar yang diucapkan Ilmuwan tentan tubuh hantu Kroco 1.


"Mohon maaf, aku tidak mengira tubuh itu bakal diambil alih."


Kroco 1 yang tanpa helm dari kostum membuat kesan horor. Ketika dilihat sebuah armor tanpa helm membuat kesan bahwa orang tersebut kehilangan kepala.


"Tidak masalah. Lebih baik kau gunakan Helm mu! Serem jika dilihat-lihat."


"Benar juga."


Candra merasa tidak asing melihat armor bergerak sendiri. Dia seperti pernah lihat di film yang pernah dia lihat.


Candra tersadar bahwa Ilmuwan sudah menghilang entah kemana. Dia benar-benar ahli dalam menyembunyikan diri, bahkan langkah kakinya tidak terdengar.


Ketika Candra mulai mencari-cari Ilmuwan dia sadar bahwa ada seseorang yang mencoba keluar dari Markas. 4 langkah kaki yang mendekati Candra, hal tersebut membuat kesan menyeramkan, tetapi Candra tetap tenang.

__ADS_1


Teriakan dari Leader langsung membuat semua orang yang diluar langsung mengarahkan pandangan pada Leader.


"Beri sambutan pada robot yang akan menjadi dokter pada TPL."


__ADS_2