Kami Ini Villian

Kami Ini Villian
42


__ADS_3

Ketika pembahasan Candra dan Ilmuwan makin membahasa kekuatan dan keanehan pada tubuh Candra. Seseorang langsung mencoba mendekat pada mereka berdua. Tingkah dari orang tersebut terlihat sangat mencurigakan, dan tangan dia terlihat sudah menjalar pada saku milik Ilmuwan.


Tatapan dari orang tersebut sangat tajam, dan dia benar-benar berniat akan sesuatu.


Tanpa ragu Pencopet tersebut langsung mengambil barang yang ada di saku Ilmuwan. Tetapi orang gila mana lagi menyimpan alat kejut pada saku jasnya.


Pencopet tersebut langsung tersetrum tidak dan membuat seluruh tubuh pencopet tersebut langsung bergetar kencang. Dia terlihat langsung lemas dan jatuh pada lantai membuat semua orang mengerumuni dia.


“Benar-benar tangkapan yang bagus.”


“Ilmuwan, kau benar-benar melakukannya.”


“Tenang itu tidak membunuhnya.”


Kerumunan langsung terbuat karena kehebohan yang dibuat oleh Ilmuwan.


“Ada apa disini?”


Seorang dengan pakaian formal dengan jas dan dasi langsung menerobos masuk ke dalam kerumunan. Dia yang dengan gagah berani langsung melihat seorang yang tergeletak lemas karena habis terkena kejutan listrik, dan matanya langsung menuju pada seorang gadis yang sedang tersenyum lebar karena bangga akan sesuatu..


“Kalian berdua, apa yang kalian lakukan?” Sebuah ucapan yang dingin layaknya sebuah es, tetapi menggelegar layaknya auman singa.


“Kami, tidak melakukan apapun,” Ucapan Ilmuwan dengan senyuman bangga.


“Kemudian, itu apa?”


Dia memberi tatapan tajam pada orang yang sedang pingsan tak sadarkan diri.


“Dia hanya kena karma.” ilmuwan tetap mempertahankan pendirian tidak bersalah.


“Lebih baik jelaskan di tempat lain saja.”


Seketika kedua tangan Candra dan Ilmuwan langsung ditahan oleh sebuah borgol yang terbuat oleh lingakaran sihir.


“Sihir ini? Aksaralima.” Candra langsung tahu dengan melihat dan merasakan Sihir milik orang tersebut.


“Dia Aksaralima, ahh begitu. Dia merubah penampilanmu lagi.”


“Kalian sangat mengenal diriku. Membuatku semakin yakin kalau kalian biang masalahnya..”


Candra yang tahu betul Sihir Aksaralima karena dia fans superhero dan salah satu Aksaralima adalah salah satu superhero yang paling dia sukai.


“Kami tidak bersalah kok.”


Tangan Ilmuwan langsung diangkat ke atas kepala, tetapi sihir yang memborgol tangannya hilang.


“Kau, bisa menghancurkan sihirku?”


“Tidak menghancurkan kok, aku punya kuncinya.”


Sebuah kartu pengenal yang langsung membuat Aksaralima langsung terkejut. Sebuah kartu nama keanggotaan Superhero. Dia sana tertulis jelas Bahwa Ilmuwan dengan nama Merial Nalaya yang dicoret, tertulis jelas bahwa dia anggota superhero dalam bagian penelitian.


“Benarkan, kami ini tidak bersalah.”

__ADS_1


“Memiliki kartu tersebut bukan berarti tidak bersalah. Kalian ikut denganku.”


Mereka berdua langsung dibawa pada sebuah ruangan yang merupakan tempat bisa melihat rekaman dari CCTV. Aksaralima ingin melihat bukti secara langsung bahwa mereka berdua tidak bersalah. Tentu dia tidak ingin percaya seorang dengan kartu superhero melakukan tindakan kejahatan.


Mereka langsung diizinkan untuk melihat rekaman kamera.


Sebuah hasil sesuai perkiraan. Seorang yang ingin mencopet Ilmuwan, setelah itu pencopet jatuh tidak sadarkan diri karena tersetrum karena sebuah benda yang dia bawa.


“Lihat kami tidak bersalah.”


“Baiklah, aku percaya, tetapi kartu tersebut dari kau dapatkan itu.”


Aksaralima langsung memulai pembicaraan serius dengan kartu yang dibawa Ilmuwan.


Sebuah kartu yang hanya diberikan pada seorang Superhero atau pahlawan. Kenapa Ilmuwan memiliki kartu tersebut.


“Tentu karena diriku anggota itu.”


“Jangan membodohi ku!” Aksaralima langsung memukul meja dengan kekesalan,”Baiklah mari jelaskan dari awal.”


“Aku tahu kau pernah memiliki kartu itu. Tapi seharusnya kartumu sudah dicabut.”


“Kata siapa sudah dicabut, tepat kemarin adalah hari pencabutan kartuku, tetapi berkat seseorang aku bisa memperpanjang kartu ini.”


Sebuah kerutan pada dahi ilmuwan langsung muncul. Amarah dia tidak tertahan sampai seluruh kepala Aksaralima berubah menjadi luapan gunung berapi.


“Jangan bilang ada melakukan itu?”


Ilmuwan langsung memberikan kartu pada Aksralima.


Aksaralima sangat yakin bahwa Ilmuwan akan tertulis di kartu pahlawan sebagai Ilmuwan atau inovator mesin.


Tetapi wajah Aksaralima langsung terkejut dengan isi data pada kartu Ilmuwan. Disana tertulis bahwa dia seorang guru untuk pahlawan muda, dan bukan seorang Ilmuwan.


“Tunggu, Guru SMA?”


“Apa Guru SMA?”


Candra yang terkejut dengan itu langsung angkat suara. Tentu dia juga sampai memukul meja karena saking terkejut.


“Benar.” Sebuah V menggunakan kedua jari langsung dibuat.


“Tunggu, kenapa bisa jadi guru?”


Candra yang dari kemarin cukup dekat dengan Ilmuwan tidak sadar bahwa dia menjadi guru.


“Kau lupa? Itu loh Insiden Magical Girl, mereka memintaku untuk membantu mereka kan.”


Ingatan Candra langsung terpancing tentang kejadian yang membuat hampir mati. Dia ingat betul bahwa dia hampir terbunuh oleh adiknya sendiri karena dipeluk atau lebih tepatnya di cekik.


“Ahh, waktu itu.”


“Benar. Untuk bisa mengajar atau menjadi Staff disana harus memiliki kartu identitas jelas, tentu menggunakan kartu Kepahlawan malah menjadi pilihan terbaik.”

__ADS_1


“Kemudian siapa yang memberikan kau bantuan?”


Aksaralima masih bingung kenapa ada orang dalam yang bisa memberi hak dengan sangat mudah.


“Tentu, Si Putih.”


Aksaralima langsung menerima ucapan tersebut. Pertama karena Aksaralima merupakan pemilik sekolah, kedua dia juga memiliki nama di industri Superhero karena beberapa murid menjadi superhero atau pahlawan. Soal nama tidak perlu lagi karena dia merupakan ancaman dunia, jika terjadi masalah dengan Si Putih satu negara atau bumi bisa jadi masalah.


“Jadi, kartu itu diterima?”


“Baiklah ini kartu kepahlawan ini asli. Maaf mengganggu?”


“Tidak masalah selama masalah selesai.”


“Candra mari pergi.”


“Tunggu, Borgolku belum hil…” ketika melihat tangannya, dia sadar bahwa borgol sihir sudah hilang entah kemana,”Oke sudah hilang.”


Aksaralima langsung terkejut dengan borgol sihir yang mengikat Candra langsung hilang entah kemana. Dia langsung mengingat sesuatu atau seseorang yang mengalami kejadian sama. Seseorang yang bisa menghisap sihir Aksaralima waktu kejadian perampokan bank.


“Kau punya semacam kekuatan?”


“Sepertinya begitu.”


Candra yang baru mengeluarkan kebingungan karena dia juga baru sadarkan akan kekuatan miliknya. Menurut perkataan Ilmuwan bahwa kekuatan nya adalah menghisap Hero Heart dari pahlawan, tetapi Candra tidak tahu apa itu Hero Heart.


“Kenapa, kau tidak pergi ke tidak chek aja?”


“Pernah coba kok, tetapi mereka mengatakan bahwa aku tidak memiliki kekuatan.”


“Begitukah, tapi kenapa Borgol sihirku bisa hilang.”


Candra yang ikut bingung hanya bisa diam dan memikirkan memastikan bahwa dia memiliki kekuatan.


“Benar juga, kenapa tidak tanya Si Putih?”


“Itu ide yang bagus.”


Ilmuwan memberi saran, dan tentu Aksaralima langsung paham kenapa harus pergi kesiputih.


“Tetapi dia cukup sibuk dengan kegiatan sekolah.” Aksaralima yang cukup paham kepadatan Si Putih mulai kebingungan.


“Candra bagaimana kita pergi langsung ke sekolah Parigi juga besok?”


Ilmuwan langsung menunjukan wajah imut agar mendapatkan jawaban ‘iya’.


“Baiklah, ini demi kebaikan ku juga. Sebelum itu?”


Candra langsung terdiam dan mulai meraba-raba punggung dan langsung mengeluarkan papan untuk tanda tangan, tentu tidak lupa dengan spidol permanen yang mahal agar bisa awet.


“Itu dari mana?”


Aksaralima dan Ilmuwan kebingungan dari mana muncul papan tanda tangan itu.

__ADS_1


__ADS_2