Kami Ini Villian

Kami Ini Villian
52


__ADS_3

Sebuah pemandangan yang sangat aneh dimata Candra dan ilmuwan, mereka awalnya melihat sebuah gedung-gedung tinggi sekarang, mereka berada di pelosok hutan entah berantah.


Pohon menjulang tinggi dimana-mana, aroma segar menyentuh hidung mereka, bahkan mereka sadar ini bukan sebuah Ilusi, melainkan kejanggalan.


“Jangan bilang kita di teleportasi?” Candra terus melihat keadaan karena mereka seharusnya sedang diserang.


“Tidak, jika teleportasi Biasa seharusnya kau tidak terbawa.”


“Separah itukah kekuatanku?”


“Soal itu tidak yakin, tapi kau sadarkan ketika di toko kakek.”


Candra sadar ingat jelas bahwa dirinya tidak tertelortasi oleh sihir milik Kakek.


“Tunggu, kalau begitu kenapa Kroco 3 bisa menteleportasi ku?”


“Soal itu karena Teleportasi Kroco 3 bukan sihir.” seketika Ilmuwan sadar akan sesuatu. “Jangan bilang ini bukan sihir Teleportasi, tidak malah aneh jika La Macchina menggunakan Sihir.”


Ilmuwan tahu bahwa Candra tidak terpengaruh oleh segala Macam kekuatan Energi. Tetapi beda cerita jika orang tersebut bukan pengguna Energi.


“Sial kalau seperti akan sulit.”


“Ilmuwan awas!”


Candra langsung mendorong Ilmuwan dan membiarkan tubuhnya terkena sebuah belati tajam. Pada belati tersebut terlihat basah akan sesuatu, sebuah cairan berwarna merah, tapi tidak beraroma.


“Kau tidak apa-apa?”


“Tenang tubuhku tahan racun.”


“Kau punya ketahan terhadap Racun?”


“Aku sendiri tidak tahu, tapi aku baik-baik makan-makanan basi.”


“Itu beda Cerita, tapi…” Ilmuwan melihat cairan merah tersebut keluar dari tubuh Candra,”kau ini benar-benar manusia.”


Serangan tentu tidak berhenti disana, Candra yang tidak membiarkan dirinya terluka lagi, apalagi dia menggunakan Armor Za Captain.


Serangan kedua bisa dihindari dengan mudah, tapi lawan bukan orang bodoh. Serangan tersebut hanya umpan dan target utama adalah bagian belakang kepala Candra.


Candra yang ingat bahwa kostum Za Captain masih memiliki fungsi penembak tali, langsung dia gunakan dan menusukan pada batang pohon, dan langsung terbang menjadi spiderman.


“Dia dimana?”


“Bodoh.” sebuah bisikan terdengar di telinga Candra.


Belati selanjutnya langsung diarahkan pada Ilmuwan yang sedang sendiri dan tanpa ada penjagaan dari Candra. Benar-benar sasaran empuk.


Tetapi Ilmuwan bukan orang bodoh yang tidak memperkiraan keadaan seperti ini, dan dia orang memiliki pengalaman bertarung sendiri dan menjaga dirinya, bahkan sebelum Candra datang.


Hoverboard yang biasa digunakan langsung muncul entah dari mana, dan langsung menahan belati tersebut.


“Candra, kita ada dimana?”

__ADS_1


“Jadi dimana?”


“Sebuah Pocket Dimensi, kita tidak akan bisa keluar dari walaupun kita membunuh dia?”


“Tunggu, kalau begitu kita harus bagaimana?”


“Tenang, kita bisa keluar dengan Teleportasi milik Kroco 3.” Ilmuwan langsung sadar akan masalah jika meminta Kroco 3 melakukan Teleportasi.


“Baik aku paham, intinya kalahkan dia baru teleportasi.”


“Tunggu, kau bisa baca pikiranku?”


“Tidak, aku melihat dan merasakan proses Teleportasi Kroco 3.”


Kali ini belati tidak satu persatu melainkan dalam jumlah besar, serangan kali sangat meyakinkan bahwa ini keputusan terakhir dan cara terakhir.


“Candra gunakan Shield dan lindungi kita.”


“Aku paham.”


Sebuah Perisai yang bersifat energi langsung keluar dan menahan setiap belati.


“Tunggu bukannya terlalu mudah?”


“Benar, terlalu mudah untuk peringkat atas La Macchina.”


Tercium aroma tidak mengenakan langsung menusuk hidung mereka yang terbiasa dengan udara segar dari hutan.


“Kalian benar-benar pantang menyerah, padahal aku hanya ingin membuat tidak sadarkan diri.”


“Itu bukan teknologi mesin dan modern, itu Jimat sihir.”


“Bukannya aneh untuk La Macchina menggunakan Sihir?”


Jimat-jimat kertas tersebut langsung terbang dan menempel pada Candra, seluruh tubuh Candra seketika tertutup oleh jimat tersebut.


Tetapi segala yang memiliki energi pada Candra hasilnya adalah kegagalan. Seketika semua kertas langsung rontok.


“Jadi kamu Za Captain, sesuai informasi seorang yang tidak terpengaruh oleh energi, bahkan Qi juga tidak bisa melawanmu.” gadis itu langsung diam dan menutup matanya,” Bagaimana dengan ini.”


Seketika pijakan kaki Candra dan Ilmuwan langsung meledak.


Candra yang sigap langsung menembakan tali pada batang pohon, Ilmuwan yang terhempas langsung dibantu Oleh hoverboard miliknya untuk mendapatkan pijakan.


“Armor itu melindung tubuh Aslinya? Benar-benar masalah.” Gadis tersebut menempelkan telunjuk pada dagunya.


Candra yang merasa kesal terus diserang dia akhirnya turun tangan untuk menghantam wajah gadis tersebut.


“Tidak semudah itu.”


Seketika sebuah Barrier Energi menahan pukulan Candra, tapi dia lupa akan sesuatu bahwa Candra tidak terpengaruh segala sesuatu yang bersifat Energi.


Barrier langsung menghilang ketika sudah sekitar 1 cm dengan kepalan tangan Candra, dan ketika hendak mengenai kepala sang Gadis.

__ADS_1


Sebuah pedang langsung menusuk tepat pada perut Candra. Benar-benar pemadangan yang mengerikan karena Candra yang fokus memukul Gadis tersebut, seketika pedang langsung menusuk perut Candra.


“Selama Fisik, masih berlaku ternyata.”


“Bhuukss.”


Tanpa ragu Candra langsung memuntahkan dara tepat pada mata sang gadis. Hal tersebut membuat mata Sang gadis tersiram darah dari mulut Candra.


“Dari mana kau memiliki tenaga ini.”


“Kata Adikku, selama memiliki Adrenalin tubuhku akan baik-baik saja.”


Candra langsung menendang gadis tersebut tepat pada kepala dengan tendangan berputar. Sang gadis langsung terlempar ke sisi karena dengan kekuatan penuh tendangan Candra.


“Bhuks”


“Benar-benar diluar informasi.”


“Tentu, karena ini terbaru, apalagi informasi dari adikku yang tercinta.”


Entah kenapa bagian bekas tusukan pedang langsung pulih dan tertutup oleh armor Za Captain dengan sempurna. Pedang yang menempel juga berubah menjadi energi dan terserap pada Armor miliknya.


“Armor ini Za Captain sekarang menyerap Energi apapun?”


“Tidak, tentu saja hanya energi yang mengandung Hero Hearth saja.”


“Berarti, dia memiliki rasa kepahlawanan, atau rasa ingin melindungi.”


“Benar, selama mereka memiliki itu kau adalah lawan terburuk bagi mereka.”


Sang gadis yang terluka parah terlihat langsung sembuh kembali karena menggunakan teknik penyembuhan.


“Baiklah waktunya serius.” Sang gadis langsung mengeluarkan aura mengerikan.


Pedang dalam jumlah banyak langsung keluar dan bahkan segala elemen langsung muncul. Salah satu pedang tersebut langsung ditunggangi layaknya Skateboard.


“Sial, jumlah mereka diluar perkiraan.” Candra dan Armor Za Captain yang dikhususkan untuk One on One benar tidak diuntungkan melawan puluhan pedang sekaligus.


“Kenapa kau tidak gunakan energi yang kau serap, walaupun tidak akan sekuat magma Form.” Saran dari Ilmuwan yang bersembunyi dibalik pohon.


“Baiklah, akan ku coba.”


Pedang yang menusuk Candra terbilang mengisi sekitar 20% dari jumlah maksimal, tetapi hal tersebut sudah cukup untuk mengaktifkan mode Form.


Energi yang diserap tadi langsung terkumpul pada setiap Mesin nano yang terdapat pada Za Captain. Sisa dari energi tersebut langsung mengumpul pada pundak, dan membentuk sebuah jubah.


“Za Captain, Netral Form.”


“Perubahanmu luar biasa, tetapi energi mu tetap rendah, mana mungkin bisa melawan ku.”


Ketika sang gadis mengakhiri ucapan tersebut, seketiak dirinya langsung terpental jauh, dan menghancurkan puluhan pohon.


“Bhuuks, aku tidak bisa merasakan energi dia.”

__ADS_1


Pedang yang tidak bisa mengejar Sang gadis langsung terserap oleh Armor Za Captain, dan kembali mengisi kembali Baterai.


__ADS_2