
Keadaan benar-benar tidak bisa disebut aman bagi segala pihak terutama para Magical Girl yang terbilang sangat lemah dibanding Leader TPL, dan bahkan Si Putih. Posisi kekuatan berdasarkan Ilmuwan adalah Si Putih merupakan terkuat, Leader adalah kedua, dan sisanya Magical Girl. perbedaan kekuatan tersebut membuat rantai kekuatan terlihat jelas.
“Si Putih, sudah lama tidak melihatmu. Kau masih bermain sekolah-sekolahan.” Leader dengan berani mengangkat suara pada Si Putih.
“Tentu, ini cukup menyenangkan.”
“Kenapa, kau tidak menunjukan diriku pada dunia!”
“Sudah, puluhan tahun lalu. Sekarang sedang menikmati masa pensiun.”
“Monster seperti mu, mana mungkin pensiun.”
Pembicaraan terus berlanjut sampai ke arah pembicaraan yang benar-benar normal dan bahkan seperti ucapan antara teman sekelas. Mereka juga mulai terlihat menunjukan betapa hebat mereka.
Tetapi wajah Ilmuwan merasa bahwa kekuatan Leader tidak akan bisa menang melawan Si Putih. Dia pernah melihat sedikit kemampuan Si Putih, dia bisa mengalahkan para orang tua wali para Murid yang merupakan orang kuat, dan pemilik kekuatan.
Candra yang tidak sadarkan diri hanya bisa menikmati alam mimpi sembari seluruh tubuhnya menikmati tanah yang tak berdebu.
“Bagaimana satu pertandingan?”
“Sebenarnya diriku ini ingin segera kembali, tetapi permintaan teman lama, baiklah.”
Aura mereka langsung keluar memenuhi seluruh dunia Fantasy para Magical Girl. Suasana cerah seketika berubah menjadi malam penuh bintang. Langit hitam terlihat mengeluarkan bercak darah, dan segala sesuatu mulai berubah menjadi mimpi buruk.
“Kenapa dunianya? kenapa jadi mimpi buruk?” Maskot terus bertanya kenapa dunia yang penuh mimpi indah berubah menjadi mimpi buruk yang gelap gulita.
“Ini kekuatan Si Putih.”
jawaban pasti dari Ilmuwan membuat semua Magical Girl langsung terkejut akan kemampuan Si Putih. Mereka juga terlihat berusaha membuka gerbang untuk mereka kabur, tetapi mereka tidak bisa.
“Tunggu disana, akan di buka kok nanti.”
Leader dengan kostum baru langsung berlari dengan kecepatan tinggi, dan ketika sudah mendekat tangan Leader langsung membuat sebuah perisai tak terlihat miliknya dan langsung ditembakan pada Kepala Si Putih.
Tanpa ada Reaksi Si Putih hanya diam, dan membiarkan kepalanya telempar dan terdorong ke langit. Ketika jarak kepala sudah menjauh sekitar 15 meter, kepala tersebut langsung mencair menjadi cairan kental.
“Si Putih?”
__ADS_1
Mereka terkejut dengan kejadian tersebut, tetapi hal tersebut bukan hal sulit bagi Si Putih. Salah yang membuat Si Putih adalah kemampuan pertumbuhan kembali organ tubuh, dia bisa membuat kepala baru dalam hitungan detik, jika dilihat dengan mata pembuatan kepala tersebut benar-benar menjijikan.
“Lumayan cepat, coba lebih cepat.”
Sebuah Dinding kaca berukuran tembok rumah langsung menekan Si Putih dan merubah si Putih menjadi daging penyet yang sangat Kartunis. Kedua tangan, kedua kaki, paha, dada dan wajah berubah menjadi bentuk cairan.
“Masih belum.”
Dari langit terlihat balok kaca yang membuat sinar rembulan menjadi lebih cerah dan terus memantulkan cahaya bulan. Balok kaca yang membesarkan bintang-bintang layaknya teleskop langsung dijatuhkan pada SI Putih yang masih bentuk cairan kental.
“Balok Kaca bisa menjadi yang terkuat. Tetapi bisa menjadi sangat lemah juga.”
“Perisai Kebanggaanku adalah terkuat, maka dari itu matilah.”
“Asal kau tahu saja, cara ini tidak akan bisa mengalahkanku.”
Seketika semua balok kaca pecah tanpa ada dorongan apapun. Semua pecah layaknya kepercayaan diri Leader yang jatuh.
“Perisai Kebanggaan. Merupakan kemampuan luar biasa, tetapi bisa menjadi tidak berguna.”
Si Putih mengambil pecahan kekuatan Leader dan mulai melanjutkan berbicara,”Sebuah balok Perisai yang mengikuti rasa percaya diri seseorang. Semakin dia percaya bahwa perisainya semakin kuat juga perisainya, tetapi jika dia kehilangan kepercayaan diri maka itulah akhirnya.”
“Tentu, untuk apa diriku mengubah dunia kecil ini. Tentu untuk membuat dirimu ragu akan kepercayaan dirimu.”
Leader yang masih membusung dada, tetapi tangan kirinya menahan kepalanya agar tidak jatuh ke tanah. Dia terus berusaha berdiri, tetapi pikiran dia tidak stabil, membuat dia hampir terlelap pada sebuah tidur.
“Sekarang, mari urus kalian.” Si Putih langsung menatap para Magical Girl yang sudah panik terlebih dahulu.
Semua Magical Girl kecuali yang mengantuk langsung saling berpelukan pada si ngantuk. Ketika semua orang sudah mengumpul pada satu orang sebuah gerbang hitam yang mirip dengan lubang milik monster langsung muncul dan langsung menghisap semua Magical Girl.
“Bikin perjalanan tenang yah.” yang ngantuk terlihat berbicara setengah bangun.
“Tenang saja.” Si Putih menjawab dengan senyuman lebar penuh harapan lembut.
Sekarang yang tersisa hanya para TPL dan Si Putih. Mereka terlihat masih memiliki nafsu untuk membunuh Si Putih kecuali satu orang. Dia terlihat sangat ingin memukul mati Leader, dia juga menggunakan seragam khusus untuk pasukan TPL.
Dia langsung mendekat pada Leader yang sedang berusaha beridiri. Seorang perempuan yang sangat cantik dengan aura dewasa layaknya seorang Sekretaris sebuah perusahaan besar langsung mendekat sembari membawa Batu raksasa menggunakan kekuatan Telekinesis.
__ADS_1
“Jangan bikin Suasana jadi Suram. Leader Bodoh.”
Sekretaris langsung melakukan pukulan palu pada Leader yang tidak memiliki kesadaran banyak. Meskipun sebuah batu raksasa langsung dipukulkan pada Leader yang hancur bukan Leader tetapi Batu tersebut yang pecah layaknya sebuah balon yang ditusuk jarum.
Semua pecahan batu raksasa langsung menjadi sebuah sobekan kertas yang berwarna sama dengan batu itu sendiri. Kekuatan terakhir Leader masih aktif, atau dia mengaktifkan kekuatan tersebut sebagai perlawanan terakhir.
“Mohon Maaf, Leader kami memang begitu.”
“Tidak apa-apa, dia dari dulu seperti itu sih.”
“Kalau ada yang bisa kami bantu, bilang saja.”
“Tidak usah, saya cuma datang di panggil sama kenalanku.” Si Putih menatap Ilmuwan yang sedang memanggul Candra.
Sekretaris berusaha sesopan mungkin pada Si Putih yang mengeluarkan aura seorang gadis SMA yang memiliki sikap kepemimpinan. Dia juga terlihat berbicara dengan Si Putih layaknya pada guru semasa sekolahnya.
“Maaf, ini cuma penasaran, kenapa dunia Magical Girl ini masih ada, tetapi mereka sudah pergi.”
“Wah ilmuwan, kau cepat tangkap juga,” Si Putih terlihat bangga akan Ilmuwan,”Sebenarnya merubah menjadi mimpi buruk adalah untuk ini, agar ketika para Magical Girl pergi tetapi tempat ini tetap ada. Simpelnya diriku ini mengambil alih tempat ini.”
“Sialan kau, kukira kau menggunakan untuk mengintimidasi ku.”
“Tentu, itu tidak salah. Menunjukan kekuatan bisa membuat orang takut, padahal itu bisa mubazir kalau cuma diliatin, makanya diriku ini menggunakan dunia ini menjadi tempat ngobrol.”
“Maaf, kami tidak punya waktu untuk berbicara hangat.”
“Begitukah, maaf mengambil waktumu.”
“Kroco 3, pindahkan kita semua.”
“Baik boss.”
Para TPL langsung berkumpul, mereka termasuk dengan Candra yang tidak sadarkan diri. Semua terlihat seperti sekelompok orang yang habis kalah perang melawan monster, tetapi mereka tetap tersenyum karena semua orang tetap selamat.
Sebuah cincin cahaya langsung muncul, semua TPL berada di dalam Cincin tersebut. Cincin Cahaya yang memiliki pola elektronik layaknya jaringan pada sebuah teknologi langsung bersinar cerah, dan hitungan detik semua orang sudah menghilang bersamaan dengan cincin cahaya tersebut menyisakan Si Putih yang melambaikan tangan.
“Bikin panik saja, ku kira Leader jadi anggota Sinful.” Si Putih berbalik dan mulai membuat Gerbang hitam dan menghilang.
__ADS_1
Tepat ketika dia pergi, seluruh dunia Sihir buatan Magical Girl langsung menghilang layaknya Televisi yang ditekan tombol mati.