Kami Ini Villian

Kami Ini Villian
48


__ADS_3

Wajah Kaget benar-benar tidak bisa dibendung oleh Candra, dia benar-benar tidak mengira akan bertemu salah satu dari tiga semprul Kroco TPL.


“Tunggu, Kenapa dia bisa ada disini?”


“Itu juga yang ingin kutanyakan.”


Kroco 2 langsung memalingkan wajah, dan mulai sembunyi tangan.


Sebuah Dering HP langsung berbunyi, dan membuat Candra dan Ilmuwan langsung memalingkan pandangan untuk melihat HP.


Ketika pandangan terfokus pada HP, Kroco dua langsung berlari kabur dari mereka berdua. Tentu dengan kecepatan lari manusia normal.


“Sialan dia itu.”


Ilmuwan langsung menendang jatuh Candra dari Hoverboard.


“Kau tidak akan bisa kabur.” Wajah Ilmuwan langsung berubah layaknya menjadi Siluman.


Ketika Ilmuwan dan Kroco 2 sedang main kejar-kejaran, seorang dengan wajah mengantuk sembari melayang di sebuah balon air.


“Ohh, kamu kakaknya…”


Ketika Candra melihat sumber suara, dia langsung tahu siapa orang berbicara.


“Kau, dari Magical Girl waktu itu.”


“Benar sekali.” sebuah jawaban yang mengantuk.


“Maaf boleh tunggu disini sebentar tidak.”


“Oke.”


***


Permainan kejar-kejaran selesai dan yang menang adalah Ilmuwan, karena berhasil menangkap Kroco 2.


Wajah Kroco 2 benar-benar babak belur dan bahkan sudah tidak terlihat jelas karena benjol.


“Akhirnya tertangkap juga.”


“Ohh, Bu Regina wajahmu kenapa?”


“Ahh, ini aku dikejar oleh Ilmuwan gila. Tunggu, kenapa kamu ada disini Ilmuwan gila?”


“Kau tidak tahu, bahwa Merial Nalaya akan menjadi pengawas di Ekstrakulikuler Magical Girl milikku.” Ucap Gadis Magical Girl yang masih wujud manusia biasa.


Mulut yang jatuh karena terkejut akan ucapan dari orang yang ada di hadapannya.


“UwU.” Ilmuwan langsung membusungkan dada dengan bangga.


Kroco 2 langsung kembali sembunyi tangan, tetapi sekarang HP yang berbunyi hanya milik Candra dan gadis magical Girl.


Tentu ketika dering HP berbunyi Kroco 2 langsung lari,tetapi karena HP Ilmuwan tidak


“Hehehe Percuma.”


“Sialan kau mengubahnya.”

__ADS_1


Sebuah tirai langsung diturunkan untuk menutup kejadian tidak pantas diperlihatkan di depan murid sekolah.


Meskipun melihat penyiksaan pada Kroco 2 benar-benar menarik perhatian, apalagi terlihat beberapa murid mencoba mengangkat tirai untuk menghentikan penyiksaan tersebut.


Diantara kelompok tersebut terlihat seorang gadis yang memiliki wajah yang mirip dengan Candra. Dia benar-benar memiliki rambut hitam dengan beberapa bagian terlihat memutih.


“Kak, kenapa ada disini?”


Entah ada apa, adiknya Candra langsung menggunakan kekuatan Magical Girl.


“Kenapa kamu berubah?”


“Tentu untuk membuat kakakku tidak sadarkan diri.”


Wajah gadis satunya langsung sadar bahwa itu bukan tindakan yang harus dilakukan seorang adik pada kakaknya.


Tindakan yang tidak pantas langsung dilakukan oleh adiknya Candra sendiri. Dia langsung melakukan kuncian yang benar-benar menahan pernafasan.


Kali ini Candra benar-benar tanggap akan hal seperti ini karena memiliki pengalaman. Dia langsung memutar balikan keadaan dengan membanting Adiknya kelantai.


Bantingan bukan main bahkan lantai langsung pecah karena bantingan Candra.


“Sial, aku kelepasan.”


“Untung saja pakai armor Magical Girl.”


Sang adik benar tidak menyerah, karena dia masih mengunci Kakaknya. Dia langsung melakukan bantingan dari kaki dan melempar jauh Candra.


Lemparan yang langsung menghancurkan pilar penahan atap.


“Kak kau baik-baik saja.”


“Jangan bilang dia tertimbun.” ucap Magical Girl yang mengantuk.


“Tidak, kakakku memang lemah, tapi dia tidak normal…”


“Siapa yang kau bilang tidak normal.”


Sebuah Drop Kick langsung mengenai pinggang Adiknya.


Sekarang Giliran adiknya yang terpental jauh, dan bahkan jaraknya lebih jauh dari Candra.


“Wah, dia terbang jauh.” Ucap si Wajah ngantuk.


Ketika adik Candra hampir terjatuh ke tanah, seketika seluruh tubuhnya melayang dan mulai melakukan manuver cepat untuk melakukan serangan balasan pada kakaknya sendiri.


“Tidak semudah itu.”


Candra langsung menghindar dengan sangat mudah karena serangan yang mudah dibaca.


“Bagaimana dengan ini?”


“Bhukks.” seketika pinggang Candra dan itu membuat Candra ikut terpental.


Adik candra yang pintar langsung mengubah arah serangan dengan menggunakan kekuatan sihir layaknya mesin jet untuk memutar arah kaki dengan cepat dan langsung mengarahkan serangan tepat pada pinggan Candra.


“Candra bagaimana Kakimu?” Ilmuwan yang selesai menghukum Kroco 2 langsung mengingatkan tentang kakinya.

__ADS_1


“Benar juga.”


Ketika dia terlempar dan jatuh, dia langsung lihat kakinya. Dia sadar bahwa dia tidak merasakan rasa sakit, tetapi kakinya masih terlihat luka yang menjijikan.


“Tenang saja, Kak. jika adrenalin kita naik. Tingkat penyembuhan kita makin cepat.”


“Tunggu, kenapa kamu bisa tahu hal seperti itu, wahai Adik kecil.” Sebuah aura mengerikan langsung muncul tepat dari dalam tubuh Candra


“Soal itu karena aku sudah mempelajarinya.”


“Ohh, begitu, dan kau tidak memberi tahu soal ini padaku.”


“Jika ku katakan kakak pasti tidak percaya.”


Candra langsung membayangkan jika ucapan Adiknya dikatakan. Dia yakin bahwa dia tidak akan percaya akan hal seperti itu. Dia mulai percaya karena terlibat dengan kelompok TPL.


“Baiklah aku maafkan soal ini, tapi ada satu masalah lagi yang belum kumaafkan.”


“Cih, padahal kemarin berhasil ku atasi.”


“Apanya yang kau atasi, kau malah mencekik ku dan itu hampir membunuhku.”


Candra langsung berlari pada Adiknya dengan kecepatan tinggi, dan bahkan tubuhnya makin cepat. Ketika sudah dekat dengan wajah adiknya, dia langsung memukul adiknya tepat diwajah. Hal tersebut benar-benar bukan tindakan kakak adik yang baik.


“Buhhhks.” Adik Candra kembali terpental menjauh, dan sekarang menghancurkan tumpukan reruntuhan bekas pilar yang dihancurkan Candra.


Mereka benar-benar tidak berhenti bahkan setiap memar mereka langsung pulih kembali karena memiliki kekuatan yang sama yaitu. Kemampuan pemulihan yang tidak manusia, dan itu hampir menjijikan jika dilihat secara langsung.


“Mereka benar-benar tidak normal,” Ucap ilmuwan yang menarik kerah baju Kroco 2.


“Benar, maka dari itu aku diminta Si Putih untuk mengawasi dia.”


“Kenapa Si Putih benar-benar tertarik dengan mereka.”


“Tidak tahu.”


Tidak jawaban yang pasti, hanya saja mereka benar-benar berpikir tidak enak tentang keberadaan Si Putih. Mereka tidak tahu betapa mengerikan dia secara mata, mereka hanya bisa mendengar rumor bahwa Si Putih adalah ancaman.


“Tunggu, aku punya ini.”


Ilmuwan langsung mengeluarkan barang yang ingat. Sebuah suntikan yang sangat mirip dengan suntikan, dan dia mendapatkan itu saat misi di sebuah mansion yang berisi banyak penelitian dan dimana menemukan Intan.


“Itu apa?”


“Jika tidak salah suntikan salinan Si Putih.”


“Kau memiliki hal seperti itu?”


“Ahh aku ingat, waktu misi itu.”


Mereka langsung melihat suntikan tersebut dengan tatapan penasaran. Apa lagi mereka penasaran dengan kekuatan Si Putih yang sebenarnya. Mereka bertiga dasarnya tahu betapa kuat mereka, tetapi tidak tahu kenapa bisa sekuat itu dan kenapa bisa jadi ancaman.


“Benar-benar penuh misteri,” Ucap Ilmuwan dengan wajah bingung.


“Begitulah dia,” Si wajah ngantuk hanya bisa setuju.


“Soal misteri, ada kabar aneh untuk TPL, apa mau dengar.”

__ADS_1


Wajah Ilmuwan langsung terlukis jelas bahwa dia penasaran dengan berita kecil itu.


Tentu adik kakak itu masih bertarung dengan gila dan hampir merusak taman sekolah.


__ADS_2