
Candra yang sibuk dengan HP karena tidak memiliki kesempatan untuk berbicara. Tentu dia sekarang hanya bisa diam dan menikmati permainan game tentang Pahlawan yang dipanggil menggunakan ritual dan dijadikan penjaga untuk memperebutkan sebuah benda suci.
“Kau yang disana punya hubungan apa dengan Merial.”
“Aku?”
“Benar. siapa lagi jika bukan kau.”
“Penjanga, Pawang.”
“Oke diterima. Kalau begitu bantu aku untuk membuat Merial kembali pada ku.”
“Apa untungnya untuk diriku?”
“Uang, sekitar segini.”
Driverman langsung menunjukan HP dan yang sudah menyiapkan uang untuk dikirimkan pada Candra dan hanya perlu meminta nomor Rekening pada Candra dan akan langsung dikirim.
“Ilmuwan, tidak masalah saya menerima uang ini.”
“Tentu tidak, jika kau lakukan. Aku akan melapor pada Si Putih untuk membunuh mu.”
“Dengar.”
Wajah Driverman langsung terkejut dengan sebutan Si Putih oleh mulut Ilmuwan. Tentu orang hebat seperti Driverman pasti tahu tentang keberadaan Si Putih yang merupakan ancaman terbesar di Bumi.
“Merial kau memiliki hubungan dengan Si Putih.”
“Begitulah, dia mengatakan bahwa dirinya adalah bibiku.”
Ilmuwan terlihat sibuk dengan melakukan perbaikan kaki miliki kakek pemilik. Dia menggunakan alat yang bisa disebut Fabrication yang membuat dan memperbaiki barang teknologi yang sangat maju.
“Bibi jangan bilang kau memiliki darah yang sama dengan monster itu?”
“Tidak, dia hanya ciptaan kakekku. Kemudian dia mengaku-ngaku bahwa dia bibiku.”
“Tetapi, kau tahu dia bisa mengancam bumi.”
“Dia berjanji padaku tidak akan mengacau selama aku hidup, tentu beberapa orang ada yang tidak boleh ganggu.”
“Berarti kau tidak bisa mati?”
“Kata Si Putih dia tidak akan membuatku abadi atau semacamnya, tapi jika aku mati karena dibunuh oleh seseorang maka akan tahu akibatnya.”
“Kalau begitu, aku merupakan orang yang tidak boleh dibunuh.”
“Candra sini sebentar.”
“Jangan bodoh, kaki ku masih sakit.”
__ADS_1
“Cih,”
Candra yang masih melihat kedua kakinya yang berbentuk seperti dagin mentah kehilangan kulit, tetapi beberapa bagian kulit mulai tumbuh kembali.
“Papa, kenapa disini.”
Sang anak terlihat mulai kesal diam di sebuah toko elektronik yang sudah tua dan memiliki banyak barang-barang tua dengan. Setiap pojok ruangan terlihat sarang laba-laba yang seharusnya dibersihkan.
“Tunggu, sebentar nanti kita cari lagi.”
“Ohh Driverman sedang apa kau disana?” Tanya Ilmuwan yang penasaran bisa bertemu di mall
“Mencari sekolah untuk anak ini?”
“Tunggu, kau cari sekolah di mall, jangan aneh-aneh.”
“Bukan di mall lah bodoh, habis cari sekolah belok ke Mall untuk cari makan.”
“Bukannya banyak SD yang sesuai dengan dia?”
“Sebenarnya dia kasus aneh, pengetahuan dia di atas SD dia bisa menyelesaikan masalah SMA dan bahkan bisa membantuku dalam teknologi.”
Candra yang kembali menjadi pinggiran hanya bisa terkejut dengan kemampuan otak gadis kecil tersebut. Selain dia memiliki kekuatan aneh yang bisa mengeluarkan daging hitam yang bisa melahap apapun, dan sekarang dia memiliki otak yang bagus.
“Begitukah, kenapa gak disekolah adiknya Candra, disana murid sekolahnya aneh-aneh, setidaknya itu sekolah menerima makhluk aneh di sekitar sini.”
Ilmuwan yang baru saja selesai melakukan pengecekan masalah pada kaki mesin yang digunakan kakek tersebut.
Sang kakek terlihat mencoba mendekati Candra tanpa kaki satunya, dia datang dengan sebuah kekuatan aneh yang digunakan untuk membuat kaki dari sebuah energi yang tak terlihat.
“Tunggu dia bisa buat kaki,”
“Tidak itu semacam sihir angin yang membuat kaki palsu sementar untuk dia.” Ilmuwan langsung membantah ucapan tersebut.
Dia seorang Ilmuwan tahu betul tentang sihir, itu pikir Candra, tetapi melihat dia bisa menggunakan sihir penyimpanan tidak begitu mengejutkan. Masalah utama yang Candra pikirkan kenapa dia bisa menggunakan sihir, padahal dari tadi terdengar bahwa Ilmuwan sejak awal hanya bisa teknologi.
“Woy, bocah dirimu aneh. Tidak ada energi di dalam tubuhmu, seperti tidak memiliki nyawa, tetapi kenapa kau bisa hidup.”
“Benar, Kek, dia aneh. Dia tidak memiliki Energi kehidupan layaknya mana atau semacamnya tapi dia hidup normal.”
“Bisa tidak jangan bicara, kaki saya ini benar-benar sedang sakit loh, jangan bikin mental juga jadi sakit.”
Candra yang benar-benar menahan rasa sakit pada kaki mulai merasa dirinya diserang karena dia merasa bahwa ucapan tersebut membuat dirinya dianggap bukan manusia atau semacam nya.
“Kakak itu, mirip.”
“Apa maksudnya Intan.”
“Mirip.”
__ADS_1
Anak kecil tersebut langsung merubah tangan kanan kecilnya menjadi gumpalan daging hitam yang habis memakan kedua kaki Candra.
“Mirip.”
Tangan kiri langsung menunjukan daging hitam.
“Mirip.”
Tidak ada yang paham dengan maksud dari gadis tersebut, tetapi malah membuat semua orang khawatir karena takut terjadi penyerangan pada Candra.
Candra yang merupakan korban langsung mengeluarkan posisi bertahan dengan tangan dan bahkan kedua kaki dipaksakan untuk membuka luka agar bisa bergerak.
“Tenang.” gadis kecil hanya bisa diam melihat reaksi orang sekitar.
“Mirip? Kan?”
Intan langsung menunjukan daging hitam yang merupakan tubuh aslinya. Dia terlihat sangat tenang dan bahkan tidak takut, selain itu tatapan yang sama dengan Candra saat pertama bertemu dengan para Anggota TPL.
Sebuah tatapan yang tidak ragu mati hanya untuk mimpi kecil, tetapi mata tersebut sangat tidak memiliki harapan, sebuah mata kosong yang bersinar karena sinar kecil yang masuk pada iris mata.
Dia juga bisa diam dengan tenang, dan bahkan Candra sadar akan tatapan tersebut. Sebuah tatapan dari seorang yang pernah ditemui, dan terkenal akan sebutan ancaman bagi bumi. Sebuah tatapan yang sangat kuat tapi terasa sangat kosong. Tetapi dia tidak begitu paham kenapa gadis kecil tersebut memiliki tatapan yang sama.
“Intan kembali kan tanganmu menjadi tangan manusia biasa!” perintah Aurora karena sangat tidak baik menunjukan wujud menjijikan secara lama.
“Baik.”
Gumpalan daging hitam mulai menyatu dan mulai kembali ke bentuk tangan manusia.
“Tunggu, jangan diubah dulu!”
Ilmuwan langsung mengambil secuil daging tersebut menggunakan sendok aduk untuk Lab dan mulai memasukan pada tabung penyimpanan kecil yang hanya cukup menaruh secuil daging hitam tersebut.
Candra yang merasa aneh dengan tatapan yang hampir sama dengan orang yang memiliki ancaman untuk. Entah kenapa dia terasa bagi Candra, benar-benar sebuah kemiripan, tetapi terasa sangat berontak dengan orang itu.
“Bisakah kalian bertemu dengan Si Putih.”
“Tidak, tentu tidak mungkin dia monster berbahaya lo. Bahkan wujud dia benar-benar misterius loh.”
“Wujudnya Misterius?” Ilmuwan yang melihat wajah asli Si putih merasa ucapan tersebut agak ambigu.
“Ada yang bilang bahwa Si putih adalah seorang Pria tua dengan kumis ala Hitler, kemudian ada ingatan melihat si Putih dalam wujud anak kecil yang tiba-tiba memakan bola energi raksasa, kemudian ada ingatan melihat dia dalam wujud hewan yang menerkam Hiu raksasa.”
“Jangan bilang wujud gadis itu adalah hanya palsu.” Ilmuwan langsung ingat bahwa Si Putih pernah bilang bahwa wujud gadis itu hanya buatan.
Sebelum mari berikan kaki ini, itu pikiran Ilmuwan sebelum mengucapkan kalimat terakhirnya.
“Begitukah, Candra Besok kita pergi ke sekolah Parigi, tentu dengan kalian berdua.”
“Ehhh.”
__ADS_1
“Menari.”
Intan Sang gadis kecil terlihat semangat untuk bertemu dengan Si Putih bahkan matanya terlihat muncul bintang-bintang berkilau. Tetapi Reaksi berbeda bagi Driverman dan Aurora yang tahu sejarah mengerikan dari Si Putih.