
Sebuah gedung yang sangat luas dan menjulang tinggi membuat Candra dan Leader harus menurunkan kepala untuk melihat ujung gedung tersebut. Gedung yang merupakan tempat para ilmuwan dari sebuah perusahan atau institut melakukan penelitian dan membuat alat mereka.
“Misi kalian hanya perlu mengambil barang tersebut.” Sekretaris berbicara menggunakan alat komunikasi jarak jauh.
“Baik, kami paham kok.
“Sekretaris, sepertinya misi ini bukan pencurian ala ninja. Ini akan menjadi penyerangan.”
Candra yang melihat tingkah Leader yang melakukan pemanasan agar ototnya tidak kaku. Setiap gerakan pemanasan, tidak terlihat untuk misi mengendap-ngendap melainkan perisapan untuk bertempur.
“Captain mari hancurkan mereka!”
“Baiklah, kalau itu perintah.”
Mereka yang menggenggam koper di tangan mereka langsung menekan tombol kecil pada pegangan koper tersebut. Koper mereka pecah membuat bagian-bagian baju tempur milik mereka, sarung tangan, jirah, topeng, dan bahkan untuk Leader yang ada berupa jubah.
Setiap pecahan kostum tempur langsung berterbangan dan langsung menempel pada tubuh mereka masing-masing. Kejadian yang sangat cepat tidak semua orang bisa melihat kejadian tersebut, bahkan dimata orang biasa kejadian tersebut layaknya sebuah kedipan saja.
“Yosh, waktunya penyerangan.”
Leader langsung membuat kaca perisai yang merupakan salah satu kekuatan Leader. Berbentuk balok dan mereka berdua ada didalam balok tersebut yang membuat mereka akan tahan akan segara serangan yang lebih lemah dari kepercayaan diri Leader.
“Tetap pada jarak 5 meter.”
Leader langsung berlari dengan kecepatan layaknya motor dan langsung menabrak pintu masuk bangungan tersebut. Sebuah alarm langsung berbunyi, setiap ilmuwan disana langsung panik dan mengamankan berkas mereka. Para keamanan langsung datang, dengan perlekanpan tempur yang jauh dari militer biasa.
Para keamanan menggunakan baju baja yang dibuat dengan segala macam fungsi khusus. Senjata mereka juga bukan senjata militer biasa, semua senjata mereka menggunakan energi yang tidak diketahui, senjata itu menembakan puluhan laser dalam satu tarikan.
“Percuma, percuma.”
Semua laser langsung memantul ketika bertabrakan dengan perisai Leader. Setiap Laser langsung menembus setiap dinding pada bangungna. Lubang belukuran pensil benar-benar membuat ruangan menjadi terlihat habis peperangan.
Mereka juga langsung memblokade jalan menggunakan koridor baja. Hal tersebut tidak membuat Leader untuk mundur, dia langsung melepas Perisai dan kemudian dia memukul Koridor baja dengan tanga kosong. Seketika koridor baja tersebut meletus layaknya sebuah balon yang berisi ratusan sobekan kertas.
“Dia sedang tidak menggunakan Perisai tembak.”
“Captain.”
“Paham kok.”
Pada tangan Candra langsung membuat sebuah perisai energi yang berbentuk persegi panjang yang hampir memenuhi lorong. Setiap Laser langsung diserap oleh perisai energi tersebut, semua orang langsung panik dengan kekuatan mereka berdua.
__ADS_1
“Orang itu yang mengalahkan Driverman.” Salah satu penjaga langsung sadar akan orang yang menggunakan Perisai energi.
“Apa! Keluarkan Robot penjaga!”
Seketika semua listrik langsung mati, sistem keamanan langsung menggunakan listrik darurat yang hanya menjalankan beberapa sistem. Semua penjaga langsung kebingungan dengan apa yang terjadi mana mungkin Listrik mati seketika, bahkan listrik disini merupakan terpisah.
“Ada yang meretas sistem.”
“Sialan mereka benar-benar siap dengan matang.”
Candra dan Leader hanya terus menerobos, dan menghancurkan segala hal yang menghalangi para penjaga tidak bisa mengeluarkan robot karena memerlukan energi untuk menggerakan, dan setidaknya harus mengaktifkan secara. Manual. Mereka tidak bisa secara otomatis karena sistem untuk pengaktifan sudah diretas.
“Leader ini jalan pintas kebawah.”
“Benarkah.”
Candra langsung berhenti dan mengetuk lantai. Dia mendengar bahwa ketukan lantai terasa kosong dibawah, berarti dibawah merupakan sebuah ruangan.
“Biar ku bukakan.”
Leader langsung memukul lantai tersebut, kejadian dengan kekuatan Leader langsung muncul. Seketika lantai meletus dan setiap lantai sobek menjadi sobekan kertas.
“Cepat, dan tepat.”
“Sekretaris apa benar ruangannya ini?”
Leader langsung bertanya pada Sekretaris. Dia yang sekarang sedang melihat sebuah gudang barang bekas. Semua barang terlihat bukan barang kelas atas, melainkan hanya rongsokan barang-barang hasil penemuan saja.
“Tepat, coba cari saja semacam robot android ala film perang bintang.”
“Jika dibilang begitu.”
Leader melihat puluhan robot android yang sudah tidak digunakan lagi, bukan puluhan lagi sih, bahkan semua barang bekas di sana adalah semacam robot android. Leader yang kebingungan dan harus bertindak cepat sebelum para pahlawan datang, ketika mereka datang maka keadaan makin runyam saja.
Seketika sebuah pintu besi langsung terbuka, leader langsung melihat apa yang masuk. Cara membuka pintu bukan cara orang membuka pintu ketika ingin menggeledah, atau menyelinap, melainkan membuka pintu seorang yang sudah biasa keluar masuk.
“Itu dia. Robot itu.” Sekretaris langsung berteriak.
Leader yang sedang memantau seseorang masuk langsung bingung karena Sekretaris bilang kalau itu robot. Dari samping terlihat bahwa dia seperti manusia, dia menggunakan jaket berhoodie, dan kedua tangannya menggunakan sarung tangan karena habis membawa barang berbahaya.
“Baiklah robot itu.”
__ADS_1
Leader bingun dan baru sadar kenapa Candra yang menjawab akan pernyataan Sekretaris.
“Jangan bilang ini komunikasi semua saluran.”
Leader mengira bahwa Sekretaris sedang berbicara dengannya, tetapi malah berbicara dengan Candra yang sedang menatap robot yang sedang masuk. Dimata Candra terlihat jelas bawah orang yang masuk seorang robot . tidak memiliki wajah, hanya terlihat kepala yang oval dan mata layaknya katak.
“Leader kau tangkap dia.”
“Baiklah.”
Sebuah balok langsung mengurung robot tersebut. Sang robot langsung berusaha menghancurkan dengan tinju robotiknya. Tetapi hal tersebut percuma karena kekuatan robot yang sangat lemah. Hanya saja hal mengejutkan dimata Leader, tangan robot tersebut berubah bentuk layaknya lilin mainan menjadi sebuah alat pengebor untuk membolongkan perisa, tentu itu masih gagal.
Robot tersebut terlihat sedang berbicara, tapi tidak terdengar karena dikurung oleh balok persia.
:”Oke, mari pulang. Kroco 3 siapkan teleportasi!” Sekretaris langsung berbicara tanpa mematikan alat komunikasi.
“Baik.” teriakan kroco tiga benar-benar terdengar jelas bahkan sampai membuat saluran penghubung mendengung keras.
Sebuah lingkaran bercahaya langsung muncul pada posisi Leader. Lingkaran tersebut bisa masuk untuk Leader, Candra, dan robot yang akan dibawa. Candra yang langsung pergi pada posisi Leader langsung berjalan santai.
“Siap hitungan mundur siap dilakukan.”
“3”
“2”
“1”
Seketika cahaya langsung bersainar, cincin cahaya juga langsung muncul dan mengelilingi mereka bertiga.
“Yosh misi berakhir juga…”
“Ehh.” candra merasa ada yang aneh.
Tepat ketika teleportasi sudah aktif, seketika Candra langsung ditarik oleh sesuatu. Sebuah tali terlihat mengikat perut Candra. Dia langsung melihat ke langit, dan melihat bahwa Perisa Leader sudah hilang. Teleportasi Candra gagal, dan melihat puluhan pahlawan sudah siap mengepung Candra. Mereka semua sudah dalam siap keadaan tempur, dan Candra yang sedang terikat membuat keadaan Candra makin buruk, ditambah Leader sudah pergi menggunakan Teleport.
“Yo. penjahat mau kabur kemana?”
“Menyerah saja, dan katakan semuanya!”
Para Superhero langsung mengeluarkan kekuatan mereka, ada yang menggunakan senjata api yang futuristik, sebuah pedang laser yang menyala kuning. Sebuah robot tempur yang sudah bersiap untuk menembakan roket, bahkan ada yang menggunakan pedang yang terbuat dari api.
__ADS_1
Nasib Candra benar-benar sial, dia harus bertarung melawan mereka semua. Sistem darurat teleportasi sudah dimatikan karena misi sudah selesai. Sekarang Candra bergantung pada kekuatan armor tempur,dan kekuatan tempur miliknya untuk melawan puluhan superhero. Sekarang dia harus bertarung mereka semua sampai teleportasi kroco 3 datang lagi.
“Baiklah, bertahan hidup adalah kelebihanku.”