
Mereka berpisah karena kroco 2 ada hal yang harus dibahas kepada Ilmuwan. Sebelum mereka berpisah Candra dengan adiknya memutuskan untuk menunda masalah yang belum selesai.
“Jadi ada kabar apa?”
Mereka berkumpul di lab komputer milik sekolah Parigi. Semua perlengkapan komputer terlihat biasa saja tidak terlihat bekelas tinggi.
“Kau tahu La Macchina, kelompok mafia itu.”
“Tentu, nama dia benar-benar terkenal di dunia ini.”
“La Macchina itu kelompok yang melakukan transaksi waktu itu kan?” Candra agak bingung dengan kelompok tersebut.
“Benar, itu mereka.” Ilmuwan langsung menjawab.
“Terus ada apa dengan mereka?”
Candra yang mulai bisa masuk pembahasan karena dari tadi dia cuma jadi pendengar. Wajah dia terlihat agak bersemangat kali ini, entah karena bisa bertemu dengan adiknya yang sehat atau karena bisa ikut dalam pembicaraan.
“Sejak insiden Acara itu, kita langsung dipandang oleh organisasi seperti itu, dan La Macchina ingin bertemu dengan kita.”
Sebuah senyuman langsung muncul.
“Boleh juga, aku tidak mengira La Macchina akan terpancing.”
“Ku mengira kamu mengincar itu.”
“Tidak, aku hanya ingin membenarkan kaki mesin seseorang.”
“Tunggu, jadi kamu bikin kekacauan di sana hanya untuk sebuah kaki prostetik seseorang.” Kroco 2 langsung tepok jidat ketika mendengar kalimat itu.
“Jadi segala usaha membobol sistem acara hanya untuk membenarkan kaki prostetik.”
“Tidak usah marah begitu, kamu juga bisa mengetes kemampuanmu kan.”
Kroco 2 terlihat hanya bisa menahan amarah karena melihat alasan di balik penyerang acara sekelas internasional. Seseorang pasti menggunakan itu hal yang lebih besar, tapi dia melakukan serangan untuk mendapatkan alat untuk membenarkan kaki prostetik.
“Tapi, gara-gara sesuatu aku tidak dapat alatnya jadi aku pinjem aja.”
Benar-benar nasib yang malang untuk sebuah mouse yang dipegang oleh Kroco 2. Dia rusak karena dilempar entah kemana.
“Woy, jadi usaha kemarin percuma. Sialnya kita malah diincar oleh salah satu mafia terbesar didunia.”
“Hahaha, maaf.”
“Wakil ketua coba marahi dia sekali-kali.” Dia langsung berbicara pada Candra yang sedang memainkan komputer.
“Tunggu, ini bentar lagi Ace!”
“Woyyy, kita lagi serius. Kenapa semua orang penting di TPL gak bisa paham situasi.”
Kroco 2 yang tidak bisa melawan sikap mereka berdua akhirnya pasrah dan menanyakan hal terakhir pada mereka berdua.
“Jadi sekarang mau apa kan kabar itu?”
__ADS_1
“Kenapa gak lihat aja dulu, seharusnya La Macchina akan mengirim sesuatu pada kita.”
“Terus sekarang kita bagaimana?”
“Mari menjelajah sekolah aneh ini.”
“Kenapa?” Kroco 2 benar-benar tidak tahu arah pikiran si Ilmuwan.
“Kau sudah kenal lama dia, tapi kenapa belum tahu percuma mengejar otak Ilmuwan itu.” Candra menepuk pundak Kroco 2.
“Sebenarnya aku ingin begitu, tapi jika tidak. Maka tidak ada rem di kelompok TPL ini.”
“Baguslah ada yang memiliki kesadaran disini.”
Seketika ekspresi yang tidak bisa jelaskan langsung muncul. Sebuah ekspresi antara terkejut bingung dan bahkan sebuah perasaan untuk mengatakan bahwa dirinya sudah tidak bisa meladeni mereka.
Semua kesunyian langsung pecah karena kedatangan tamu tidak diundang, dia adalah Driverman dengan pasangannya.
“Merial, dan Temannya. Kalian disini ngapain sih?”
Candra dan Kroco 2 langsung bingung untuk bereaksi. Kroco sadar bahwa orang yang ada di depannya adalah Driverman seorang superhero. Kemudian untuk Candra berpikir akan sangat berbahaya mempertemukan Kroco 2 dengan Driverman.
“Soal itu, sepertinya La Macchina sadar akan keberadaanku?”
Kroco 2 dan Candra langsung tersambar oleh ucapan dari Ilmuwan. Dia mengatakan sesuatu yang benar-benar diluar perkiraan mereka, tentu saja bagi Ilmuwan mengatakan hal tersebut hampir seperti mengakui bahwa dia terlibat dengan sesuatu.
“Yang benar saja, padahal kau sudah berusaha bersembunyi.”
“Seharusnya begitu, bahkan aku sampai minta bantuan mereka berdua.”
“Mereka memangnya siapa sebenarnya?”
“Benar juga, Hacker terkenal dari Negeri ini Princess Regina, dan Pengawal ku Candra Patian.”
“Candra, apa spesialnya dia?” Driverman langsung meninggikan posisi dada untuk menunjukan bahwa posisi dia lebih tinggi dari Candra.
“Dia?” seketika wajah bingung Ilmuwan terlukis jelas.
“Dia? Apa?” Driverman langsung menatap tajam pada Ilmuwan karena tidak mendapatkan penjelasan.
“Candra Patian satu ras denganku.” Ucap Seseorang yang datang langsung mengejutkan Driverman.
“Si Putih!”
“Apa maksudnya itu?”
“Benar. simpelnya diriku dan Candra memiliki kemampuan genetik yang mirip. Tetapi diriku lebih superior.”
Si Putih dengan tubuh gadis seperti biasa langsung datang tanpa disadari oleh siapapun.
Ilmuwan yang kebingungan langsung menatap tajam Candra karena baru mengetahui hal tersebut. Dia bahkan baru saja mendapatkan fakta yang bisa menggegerkan dunia jika mengetahui bahwa Si Putih merupakan keberadaan Ras, satu Si Putih saja sudah jadi ancaman dunia.
“Baiklah, kalau begitu. Aku bisa menyerahkan pengawasan padamu.” sebuah ucapan dengan tatapan sombong dari Driverman
__ADS_1
“Begitulah, sekarang mari kita pergi.”
Seketika sebuah suara bising dari baling-baling Helikopter langsung terdengar, bahkan debu sekitar langsung bertebangan. Semua orang disana berusaha untuk tidak membiarkan debu masuk pada mata mereka.
Ilmuwan yang penasaran dengan fakta langsung memberikan sebuah pertanyaan pada Candra.
“Jadi kau adalah Ras yang sama dengan Si Putih.”
“Tunggu, apa kau lupa kalau Si Putih adalah makhluk ciptaan kakekmu.”
“Ahh benar juga.” dia melupakan hal penting tersebut.
“Woy, jadi itu bohong?”
“Tentu saja itu bohong, tapi itu tidak sepenuhnya bohong karena Candra dan Diriku memiliki satu kekuatan yang sama, tentu ini berlaku untuk adikmu itu.”
Ilmuwan, Candra dan Kroco 2 benar-benar kebingungan untuk bereaksi akan informasi tersebut. Tetapi mereka yakin bahwa kalimat tersebut benar-benar hal penting bagi Candra sendiri.
“Jadi, Candra itu apa?”
“Aku tidak bisa mengatakan sekarang, karena diriku juga penasaran Candra itu apa?”
“Tunggu, apa maksudnya itu? Kau bilang bahwa dia memiliki kekuatan yang sama denganmu.” Ilmuwan benar-benar tidak mengerti maksud dari ucapan Si Putih.
“Secara kasar aku tahu bahwa Candra memiliki kekuatan yang sama, tapi dia mendapatkan dari proses yang unik.”
Mereka hanya bisa terdiam mencari maksud ucapan tersebut.
“Tidak seperti diriku yang dari awal memiliki kekuatan ini, beda kasus dengan Candra dan Adiknya.”
“Berarti berhubungan dengan keluargaku?” Candra langsung berbicara dan memastikan apa maksud kalimat tersebut.
“Benar, ini karena darah dari keluargamu.”
Sebuah dering HP langsung menghentikan percakapan tersebut. Notifikasi pesan dari Markas TPL. sebuah pesan untuk membahas sesuatu yang penting. Sesuatu yang sudah diperkirakan oleh Ilmuwan karena mendengar kabar bahwa La Macchina mendengar kabar tentang TPL.
“Wah sepertinya sudah waktunya pergi.” ucap Si Putih yang akan paham isi dari pesan mereka.
“Sebelum kami pergi, jelaskan tentang darah Keluargaku?”
Candra berjalan mendekat pada Si Putih, dia sadar bahwa lingkaran sihir sudah muncul. Sebuah tanda bahwa mereka akan diteleportasi dengan segara.
“Benar, kau harus mengetahui itu. Tetapi aku ini suka dengan pertukaran yang adil. Bagaimana jika kau jadi guru disini akan ku jelaskan.”
“Bai…” sebelum Candra menyelesaikan ucapan Ilmuwan langsung ambil suara.
“Aku bersedia jadi guru disini, tentu secara resmi maka berikan penjelasan tentang Keluarga Candra.”
Candra tidak habis pikir kenapa Ilmuwan langsung menerima hal tersebut.
“Ehh, padahal aku mengicar Candra, kenapa kamu yang mau.”
“Tentu, karena rasa penasaran diriku ini.”
__ADS_1
“Baiklah tetapi waktu sudah habis.”
Seketika Lingkaran sihir sudah menyala penuh dan tanpa memerlukan waktu lagi mereka bertiga langsung menghilang dan berada didalam markas TPL.