
Kabar buruk bagi Candra yang melihat puluhan Superhero, tentu bukan hanya dia bisa mati terbunuh secara fisik, dia juga bisa mati terbunuh karena sangat senang bisa melihat puluhan superhero dalam satu tempat, mereka juga sedang beraksi untuk menangkap penjahat dan penjahatnya adalah Candra.
Senyuman penuh nafsu dan cairan mulut keluar karena tidak tahan untuk bersalaman dengan mereka semua, tetapi dia tahu bahwa mendekat maka para superhero pasti membunuh Candra dengan segala cara.
Ikatan tali energi sudah hilang dihisap oleh kekuatan Candra yang bisa menghisap kekuatan superhero, atau lebih tepatnya Hero Heart. Sebuah keberadaan kekuatan yang dimiliki oleh orang yang ingin melindungi dunia dan ingin melindungi seseorang, mereka pasti memiliki kekuatan itu.
“Cih, dia menghisap kekuatanku.”
“Semua hati-hati, dia menghisap kekuatan.”
Hero Heart Gauge milik Candra terlihat mengisi secara perlahan, walaupun tidak secepat waktu melawan Driverman. Sekarang Hero Heart sudah sampai sekitar 20%, kekuatan tersebut seharusnya bisa lebih besar karena Ilmuwan sudah meningkatkan penyimpanannya.
“Kalau begitu aku yang pertama menyerang.”
Sebuah tembakan dari senjata futuristik yang mengeluarkan laser langsung meluncur pada Candra yang berusaha berdiri. Laser yang cepat dan bahkan ini lebih cepat dari Laser para penjaga yang institut.
Candra yang berada di ruang bawah tanah dan tidak sadar bahwa dirinya sedang ditembak Laser. Dia hanya sadar bahwa Hero Heart Gauge Nya bertambah.
“Sialan dia menghisap Lasernya.”
“Berarti satu-satunya jalan adalah melakukan serangan fisik.”
3 Superhero langsung maju, dan mengalahkan pukulan secara bersamaan pada Candra. Candra yang baru berdiri tegak, langsung terpental ke langit-langit. Dia yang tidak memiliki kuda-kuda membuat sangat mudah terpental oleh pukulan dengan kecepatan tinggi.
Superhero lain langsung menangkap Candra dan melempar keluar dari gedung karena mereka tahu bahwa bertarung di dalam gedung bisa merusak gedung itu sendiri. Mereka ini pelindung bumi, bukan penghancur.
“Dari armornya tidak terlihat dia mengalami luka.”
“Armor yang keras.”
“Selama dia tidak memiliki kesempatan untuk melawan maka ini akan mudah.”
Para Superhero terus mementalkan Candra dan membuat Candra untuk berdiri tegak, dan membuat sebuah rentetan serangan yang membuat lawannya tidak bisa mengambil posisi serangan. Pedang yang meledak, peluru magnet, tembakan gravitasi, terus diluncurkan membuat Candra tidak bisa bergerak.
Candra yang dibalik topeng, terlihat masih sehat bugar, tidak terlihat ada luka sedikitpun. Wajah dia juga malah menjijikan karena suatu alasan yang terbilang jelas bagi yang mengenal sifat Candra.
“Hehehehe, mereka semua ada disini.” ucap pelan Candra yang dari tadi terus dipukuli oleh superhero.
__ADS_1
Notifikasi tentang Hero Heart Gauge milik Candra sudah menunjukan penuh. Candra yang terus-terus kegirangan karena bisa bersalam dan bersentuhan secara langsung dengan superhero hanya bisa terdiam menikmati rasa girangnya yang penuh nafsu menjijikan.
Ilmuwan yang terus berbicara tidak didengar oleh Candra, dia yang terus berteriak karena tahu bahwa Candra akan melakukan tindakan gila karena kegirangan melawan para superhero, walaupun dia harus menghancurkan kostum miliknya.
Candra yang hanya dilakukan rentetan kombo mengerikan dari para superhero hanya bisa dia menikmati rasa girang yang tidak tertahan oleh dirinya. Rasa sakit dia tidak pedulikan selama dia bisa melihat semua superhero di depan matanya, dan menunjukan ekspresi ingin melindungi dunia dia akan sangat puas.
Sebuah serangan pamungkas yang sudah siap dilontarkan pada Candra sudah siap. Puluhan pedang raksasa berukuran bus sudah siap ditembakkan pada Candra yang masih mengapung dan tertawa girang karena bisa bertemu dengan para superhero.
“Mati sana.”
Candra langsung sadar setelah mendengar kalimat mati sana. Sebuah kalimat simpel, tapi menurut pendengaran Candra, merasa bahwa ucapan tersebut bukan ucapan yang memiliki emosi seorang Superhero.
Dia sadar dan melihat puluhan pedang raksasa sudah siap membunuh Candra, tetapi melihat Hero Heart Gauge, sadar bahwa kesempatan masih ada. Dia juga sadar bahwa dirinya sedang mengapung dilangit biru dan bisa melihat puluhan bagunan terlihat kecil, dan tangannya bisa merasakan awan yang lembut.
Pedang tersebut tidak terbang menyerang Candra, melainkan mereka seketika muncul di depan batang hidung Candra. Semua pedang langsung pada jarak 3 cm pada Candra, ketika pedang tersebut mendekat armor Candra langsung meleleh karena panas pedang tersebut.
“Anjirr,. Panas!” Candra langsung panik karena merasa panas.
Pedang tersebut tidak terlihat ingin menusuk Candra. Semua pedang langsung berhenti layaknya menunjukan bahwa perang berakhir para superhero yang menang maka dari itu menyerahlah.
“Menyerah saja.”
“Pahlawan tidak akan menang dengan mudah, maka dari itu mari tingkatkan detak jantung nya.”
Semua pedang tidak bisa dihisap karena Hero Heart Gauge sudah penuh, dia setidaknya harus mengeluarkan semua energi yang tersimpan dan mengeluarkan secara bersamaan agar bisa menghisap semua pedang panas yang tidak diketahui oleh Candra.
“Hero Heart, Flash Wave.”
Sebuah Cahaya pada Armor Candra langsung menerangi seluruh mata setiap superhero, dan bahkan cahaya tersebut bisa menerangi seluruh kota, dan membuat semua orang di kota tidak bisa melihat ke langit, sudah seperti mentari turun dari langit dan mendekati bumi.
“Tindakan mu percuma!” pengguna pedang api langsung menggerakkan pedang, tetapi dia sadar bahwa pedang miliknya sudah tidak ada,”Tunggu, jangan bilang dia menghisapnya.”
Ketika cahaya tersebut redup, seketika kostum hitam milik Candra terlihat membara penuh api layaknya sudah menghisap magma panas yang berasal dari inti bumi. Semua energi dari pedang api langsung menyatu dengan armor hitam Milik Candra, bahkan sekarang dia memiliki sayap layaknya capung yang tajam terbuat dari magma panas yang mengalir jatuh.
“Sialan Captain itu, dia paham betul dengan kostumnya. Mari sebut saja wujud itu.” Ilmuwan yang berbicara dalam komunikasi memberi tahu nama wujud tersebut adalah.
“Za Captain, Magma Form.” Ucap Kompak Candra dan Ilmuwan disaat bersamaan.
__ADS_1
Para superhero langsung kesal atas penambahan kekuatan Candra yang seketika, dan merupakan penghisap dari pengguna pedang api. Terutama Si Pedang api, merasa sangat kesal karena kekuatan nya dihisap oleh penjahat yang merupakan penghancur kota.
Para superhero langsung mengarahkan senjata mereka pada Candra. Semua serangan seketika membuat semua orang merasakan panas yang mengerikan. Ketika mendekat saja sudah membuat lengan mereka terbakar oleh panas dari kostum milik Candra.
Peluru baja meleleh dengan mudah, tangan Superhero mengalami luka bakar serius walaupun belum menyentuh. Tombak, palu, dan bahkan baju mereka langsung meleleh karena panas kostum armor milik Candra yang sudah tempur dengan kekuatan yang panas.
“Woy, pedang api mu seberapa panas sih.”
“Hampir sama dengan inti bumi.”
“Yang benar saja? Ini bukan level kita lagi.”
Candra hanya bisa dia karena melihat semangat para Superhero yang berusaha mengalahkan dirinya. Dia sangat kegirangan ketika melihat puluhan pahlawan berusaha melawan monster yang sangat mustahil dikalahkan. Dia benar-benar belum puas dengan aksi, dan menunjukan tembok baru bagi pahlawan.
“Cih, hanya segini kah kekuatan kalian.”
Candra angkat suara, dia ingin membuat para superhero penuh semangat untuk mengalahkan dirinya. Ucapan tersebut membuat dirinya merasa menjadi penjahat, dan ucapan yang sangat cocok untuk memprovokasi para pahlawan.
“Sialan dia meremehkan kita.”
Seorang pahlawan langsung terkena celotehan Candra, serangan keras menggunakan tombak pada Candra membuat dirinya yakin tidak akan terkena panas dari kostum milik Candra. Tetapi tombak tersebut malah meleleh dan terus meleleh tanpa dia sadari dirinya sudah ada dihadapan Candra yang menatap kebawah.
“Lemah.”
Pukulan keras Candra langsung mengarah ke bawah tanah. Sebuah lubang yang penuh api langsung terbuat. Semua orang sempat menghindari serangan tersebut, tapi korban pukulan hanya bisa tergeletak dengan seluruh tubuh sudah terbakar habis oleh magma Candra.
“Tenang, dia tidak mati. Sangat sayang ketika kesenanganku mati.”
Ucapan yang terbilang jahat, tapi dia benar-benar membiarkan hidup, dia akan sedih karena superhero yang dia sukai mati karena pukulannya.
Seketika sebuah lingkaran cincin langsung muncul didalam tubuh Candra. Dia tahu lingkaran tersebut adalah milik Kroco 3, sebuah panggilan untuk pulang, dan tugas sudah selesai. Sekarang Candra hanya perlu diam di posisi.
“Jangan biarkan dia kabur.”
Superhero sadar bahwa lingkaran tersebut adalah kemampuan teleportasi dari pihak Candra. Mereka langsung menggunakan cara yang sama menggunakan tali energi pada Candra untuk melepaskan Candra dari posisi.
“Aku sangat puas. Mari bermain lagi, para Pahlawan.”
__ADS_1
Tali energi tersebut tidak sempat sampai karena Candra menggunakan magmanya untuk membuat bola pelindung agar energi tersebut terbakar habis oleh magma panas yang berasal dari inti bumi.
“Selamat Tinggal.”