Kami Ini Villian

Kami Ini Villian
39


__ADS_3

Candra membawa Ilmuwan ke hotel terdekat. Dia membawa dengan cara yang lebih sopan dari sebelumnya saat di bank yang dipegang pada pergelangan kaki. Dia sekarang membawa ilmuwan dengan cara yang sama layaknya mengangkut karung beras.


“Maaf, ada kamar kosong tidak? Jika ada satu kamar.”


Pegawai hotel kebingungan dengan hubungan orang yang ada didepannya. Tentu akhirnya Si Pegawai pasrah dan melakukan pekerjaan biasa.


“Benar juga, kata temanku tunjukan ini pada Pegawai disana.”


Pegawai tersebut langsung panik dan mencarikan kamar kosong dan memberikan kunci. Pegawai lain juga datang untuk mengantarkan Candra menuju kamarnya.


Candra yang bodo amat langsung membiarkan ilmuwan tertidur dikasur. Dia menunurunkan secara perlahan karena tidak mau membangunkan Ilmuwan melihat dari kantung mata yang mulai terlihat karena efek dari alat milik ilmuwan sendiri sudah hilang, membuat Candra sadar berapa besar usaha Ilmuwan untuk membuat alat.


“Baiklah, sebelum hal buruk terjadi mari pergi.”


Candra yang berjalan menunju pintu keluar kamar langsung mendengar Ilmuwan yang mengigau dengan keras.


“Jangan pergi.”


“Dia kelelahan, sebaiknya tunggu di depan saja.”


Candra yang merasa khawatir karena melihat keadaan lemah Ilmuwan, Dia memang suka bertindak sembarangan, dan terlihat tanpa pikir panjang tetapi dia seorang Ilmuwan yang genius. Dia selalu memikirkan segala hal dengan matang, tetapi dia tidak memiliki kekuatan untuk menjalankan apa yang dipikirkan.


Candra yang pergi keluar kamar dan mulai menjaga di depan pintu kamar.


“Baiklah.”


“Kenapa kau masih hidup.” Suara yang tidak asing ditelinga Candra langsung terdengar.


Tentu Candra yang memiliki tubuh yang bagus langsung sadar siapa yang berbicara. Seorang yang melakukan usaha pembunuhan pada Candra. Seorang yang disebut Kroco 1 yang menerima Jiwa orang lain dan mulai mencari kekuatan untuk menguasai dunia.


“Kroco 1 kan?”


Seorang Pria dengan pakaian yang tidak sesuai zaman langsung muncul. Dia terlihat pakaian tradisional bela diri. Tetapi wajah yang modern dan itu membuat akulturasi dua budaya dalam satu orang.


“Tidak, tahu mungkin tubuhku yang tidak normal.”


“Biarlah, tandanya sekarang hanya perlu membunuh mu lagi.”


Candra yang terkejut melihat Kroco 1 langsung mengeluarkan 3 pedang dari dalam tubuhnya dan langsung terbang siap menusuk Candra. Dia yang tidak sempat berpikir karena betapa cepatnya pedang tersebut muncul, membuat satu pilihan saja menahan dengan kedua tangannya.


Ketika pedang tersebut mendekat pada tangan Candra, seketika pedang tadi hilang layaknya dihisap oleh tubuh Candra.


“Kau itu apa? Racun yang membunuhku dikehidupan sebelumnya tidak membuatmu mati, sekarang pedang tingkat 6 tidak berpengaruh.”


“Tidak tahu?”


“Cih kalau begitu mari membunuhmu dengan serius.”


Puluhan pedang langsung muncul layaknya dibuat dari molekul dan menyatu menjadi pedang. Setiap pedang berwarna merah layaknya magma panas. Pedang tersebut hampir sama dengan pedang yang diarahkan pada Candra waktu penyerang mencari Robot.


“Sial, tanpa armor tempur ini berbahaya.”


Hanya dengan keberadaan pedang tersebut seluruh ruangan muncul api, dan memancing anti kebakaran untuk menyiramkan air. Meski sudah disiram air pedang tersebut menyala layarnya tidak mau padam.


Pedang tersebut terus menerjang dan saat tepat pada ujung bulu mata Candra sebuah keajaiban terjadi. Semua pedang seketika lenyap layaknya hancur ditelan alam. Semua menghilang dan hanya bisa menghilangkan asap putih saja.


“Kau itu apa? Penghisap pedang, atau tubuhmu punya kecocokan dengan pedang kami.”


“Tidak tahu.” telinga Candra seketika mendengar sesuatu yang muncul dari belakang.


Ketika dia membalik rekasi miliknya kalah cepat. Sebuah pedang langsung menusuk tepat pada daerah sekitar pundak. Pedang tersebut terlihat Ungu dan sama persis dengan pedang racun yang menusuk tubuh Candra saat di kafe.


“Buhkhkkk.”


Candra yang tidak bisa mengalahkan hanya bisa terjatuh dan merasakan seluruh tubuhnya mulai terbakar oleh racun yang menggerogoti tubuh Candra.


“Begitukah, kau bisa menyerap segala macam Qi, bahkan Qi yang tingkat tinggi. Benar-benar monster, dunia ini benar-benar monster semua. Memakan dagingmu bisa meningkatkan kemampuan penyerapan Qi ku.”


“Menurutku tidak begitu, kau pasti orang reinkarnasi dari negeri ilmu bela diri.” Suara yang tinggi, dan membuat Candra bersemangat dan mulai merupakan racun pada tubuhnya.


“Jangan mengganggu! ini buruan ku.”

__ADS_1


“Pahlawan Internasional Eropal. Kenapa ada disini, bukanya menjadi Juri?”


“Bocah disana terima kasih sudah menahan orang egois itu, dan yang disana adalah bayanganku.”


“Si jadi Pembela Keadilan, orang-orang di dunia ini lemah bahkan murid di dunia asalku bisa menghancurkan kalian semua.”


“Benarkah? Menurutku tidak, karena dunia ini benar-benar tempat para Abnormal datang.”


“Maksud Mu para Supernatural, mereka semua hanya bisa menghancurkan kota?’


“Benar mereka hanya bisa menghancurkan kota, tapi mereka memiliki kekuatan unik semua seperti bocah ini.” Eropal langsung menunjuk Candra,”Dia ini lemah bahkan tidak bisa menghancurkan rumah dengan tangan kosong, bahkan dia tidak memiliki energi kekuatan semacam Qi, ditambah dia hanya sedikit lebih kuat dari manusia biasa. Tetapi pedang yang setara inti Bumi lenyap ditelan olehnya.”


“Apa yang kau ingin katakan?”


“Jika kau mengukur dengan jumlah energi maka kau salah besar. Dunia ini benar-benar abnomal, orang yang memiliki energi sebesar mentari atau setara bintang-bintang langit bisa mati hanya dengan seorang yang hanya bisa memukul pintu.”


“Benar-benar tidak berlogika?”


“Benar, kekuatan disini bisa disebut monster. Contoh lain dari orang tersebut adalah diriku sendiri?”


“Apa yang bisa kau perlihatkan dengan satu pedang itu?”


“Jika tidak salah kau seorang Reinkarnasi kan? Bagaimana jika aku berkata bahwa di seorang Reinkarnasi juga?”


“Itu membuatku kesal, tapi tidak membuatku terkejut karena melihat energi kau benar-benar kuat.”


“Benar sekali dan kau dan aku berasal dari tempatmu.”


“Paling dirimu hanya orang lebih lemah dariku? Makanya tidak bisa merasakan energimu?”


Candra yang merasakan senang melihat Pahlawan pedang Eropal langsung memfoto setiap adegan dan bahkan mereka pembicaraan mereka.


“Sebaiknya kau lebih hati-hati, Wahai Muridku.”


Pahlawan pedang Eropal langsung mengeluarkan pedang yang sama dengan Kroco 1. Pedang yang sama persis dan bahkan pedang beracun yang menusuk Candra.


“Kau pikir bisa mengalahkan ku dengan itu?”


Lorong seketika berubah menjadi taman yang terbuka mereka semua berpindah tempat.


“Kau benar-benar cepat tanggap.”


“Bocah, apa kau terkejut kalau dia memiliki sihir semacam ini?”


“Tidak, setidaknya 79% pahlawan memiliki kekuatan seperti ini. Bahkan Adikku mungkin bisa membuatnya karena dia seorang Magical Girl.”


Candra yang ingat bahwa adikknya menjadi Magical Girl dan para Magical Girl bisa membawa para monster dunia fantasy mereka, dan itu mereka buat sendiri dengan kekuatan mereka. Berarti orang dengan membuat dimensi lain sudah terbilang umum.


“Padahal sihir ruang adalah yang sulit.”


“Benar. Sihir ruang adalah sihir yang sulit, tetapi pengetahuan dunia ini sudah diatas rata-rata.”


“Ahh benar, Ilmuwan juga bisa menggunakan sihir ruang, dia bahkan menutup gerbang dimensi dengan mudah menggunakan alat. Selain itu dia menyimpan alat-alat di sihir ruang.”


“Jangan bilang, puluhan orang yang membelah dimensi sangat banyak disini?”


“Tentu, bahkan pahlawan dari negeri ini bernama Aksaralima bisa menghapus keberadaan seseorang hanya dengan mantra kecilnya.”


Keadaan Dunia yang awalnya berisi rumput hijau mulai berubah menjadi penuh bangunan yang terbuat dari tembok bata. Semua bata tersebut membuat Eropal sedikit tertunduk karena energi miliknya terhisap. Bagi Candra hal tersebut tidak terasa karena dia kasus yang aneh.


“Istana Alam, Si Penghisap Keabadian. “


“Ini benar masalah.”


“Istana menghisap segala keberadaan dan membuat orang tersebut mati kehabisan energi.”


Candra yang berdiri bodo amat membuat Kroco 1 keanehan karena dia tidak terlihat kelelahan.


“Mari akhiri dengan cepat saja.”


Eropal langsung berdiri dan mulai mengacungkan pedang ke langit-langit Istana. Sebuah pedang besi biasa mulai terisi dengan Energi dari dalam tubuh Eropal. Pedang tersebut bercahaya dan terus menyerap Energi milik Eropa.

__ADS_1


Pedang yang berukuran kecil mulai menerobos langit-langit, dan bahkan tidak terlihat ujungnya. Candra yang melihat Ke Atas kebingungan karena hanya bisa melihat langit malam.


“Hukumlah para pendosa yang menjelekkan namaku. Tebuslah dosamu wahai iblis yang tertulis di buku kehidupan, Tunduklah wahai makhluk lemah dibawah nama pedanku.”


“Pedang itu? Jangan bilang kau yang membunuhku.”


“Benar, wahai Iblis sombong, tidak wahai muridku yang telah mengotori pedangku dan guru mu ini.”


“Jatuhlah ke alam sana.”


Pedang semakin menjadi raksasa semakin menjadi, dan bahkan ujung yang tidak terlihat, dan bahkan dengan energi yang dipancarkan menghancurkan selurhu bangungan istana. Semua mulai menjadi langit malam yang gelap bertaburan bintang-bintang.


Semua sekarang menjadi terbang di alam entah dimana semua yang ada bisa disebut kekosongan, bahkan udara pun tidak terasa pada kulit mereka. Tetapi Mereka tetap bisa hidup tanpa ada udara.


Ketika pedang dihempaskan semua bintang langsung musnah dan kembali menjadi kegelapan yang pekat. Kroco satu yang terkena juga langsung menghilang seketika layaknya dari oleh pedang milik Eropal.


“Cih, sekarang kita sulit untuk pulang. Energi sudah habis dipakai.”


“Coba dihubungi dengan telepon mungkin bisa tersambung.”


Candra yang melihat HP hanya bisa melihat tanpa jaringan.


“Percuma, aku habis menghancurkan dimensi milik dia. Sekarang kita berada entah dimana?” Eropal seketika sadar bahwa Candra masih hidup walaupun mereka benar-benar entah dimana.


“Bisa pake Aplikasi ini.”


Sebuah Aplikasi milik milik TPL untuk saling berhubungan, tetapi dia tidak gunakan karena sedang bersama Pahlawan akan sangat bahaya jika menghubungi mereka.


Eropal langsung melihat HPnya, dan perbedaan jelas di HP Candra dan Eropal. HP milik Eropal terhubung dengan jaringan.


“Sebaik tidak usah saja. Paling dia sedang main game.”


Candra langsung sadar akan suatu yang sangat penting.


“Pahlawan dunia Eropal minta tanda tangan.”


Candra langsung mengeluarkan papan tanda tangan entah darimana dengan spidolnya.


“Kau bisa tenang dalam keadaan ini. Menarik, baiklah akan kuberikan tanda tangan spesial.”


Ketika beres tanda tangan, pada tubuh Candra langsung muncul sebuah cahaya yang tidak asing. Sebuah Cahaya Teleportasi milik Kroco 3.


“Sepertinya sudah dipanggil. Terima kasih banyak pahlawan Pedang Eropal.”


“Benarkah, kalau begitu selamat jalan. Hahaha.”


Cahaya langsung menyinari tempat itu, ketika sudah redup Candra sudah hilang ditelan Cahaya tersebut.


“Dia berteman dengan orang aneh lainnya.”


“Ayah, aku sudah mencari kemana-mana, ketika coba merasakan energimu, kau ada disini.”


“Ahh. maaf anakku, ada hal tidak terduga.”


“Baiklah mari pulang, aku lapar.”


***


Di sebuah ruangan gelap dan penuh dengan aura mencengkam. Lokasi yang tidak diketahui, tetapi puluhan orang sedang menatap Kroco satu yang terlihat sedang dalam posisi melindungi diri.


“AHHHHHhhh..”


“Sepertinya kita tepat waktu.”


“Wrath, kau tidak menjelaskan itu?”


“Benar, aku sengaja tidak menjelaskannya.”


Kroco 1 yang terlihat baik-baik saja langsung berbicara dengan Warth yang sedang berdiri menikmati amarah dari Kroco 1.


Semakin marah tubuh Kroco 1 bukan makin bergerak, dan malah makin kaku.

__ADS_1


“Jangan bilang kau melakukan agar bisa menahan tubuhku.”


“Tepat sekali, selama kau belum menerima ketenangan, aku masih memiliki pengaruh besar pada tubuhmu.” Warth yang terlihat sombong, sadar bahwa renacan mereka gagal karena sekelompok orang yang tiba-tiba muncul.


__ADS_2