Kami Ini Villian

Kami Ini Villian
43


__ADS_3

Candra dan Ilmuwan memutuskan untuk segera kembali, dan mulai menuju pintu keluar. Barang mereka sudah dibayar dengan uang milik Ilmuwan.


“Kau benar-benar kritis uang?”


“Untuk seorang Ilmuwan sepertiku, nilai uang agak berbeda loh. Banyak barang yang harus kubeli dan semua itu tidak murah.”


“Begitukah, apa sama mahalnya dengan koleksi langka milikku?”


“Soal itu mari kita pikir-pikir. Barang koleksi bisa lebih mahal karena barang kubeli kebanyakan mentahan, tetapi jika sudah jadi maka barangku bisa lebih mahal.”


“Begitukah.”


“Benar juga,” Ilmuwan langsung menggunakan kekuatan sihir penyimpanan dan mengeluarkan sesuatu,”Nih ambil.”


“HP?’


Tidak terlihat Merek apa dari HP yang diberikan oleh Ilmuwan, tetapi Candra tahu pasti bahwa barang yang dipegang memiliki kualitas terbaik dan bahkan hampir sama dengan HP keluaran terbaru.


“Itu adalah Merial Phone, barang buatanku langsung.”


“Kenapa kau memberikan padaku?”


“Sebenarnya ingin memberikan semacam buku belajar sihir penyimpanan ruang, tetapi kau ini gak bakal bisa menggunakan sihir dan semacamnya. Jadi buat saja alat yang bisa menyimpan.”


“Maksudnya?”


Candra membengkokan kepala karena masih belum mendapat maksud Ilmuwan yang memberikan HP.


“Kau tahu alat berubah atau tas Armor tempur?”


“Kenapa soal itu?”


“Kau ini kenapa jadi bodoh, biasanya pintar loh.”


Candra langsung memalingkan kepala dam langsung mengeluarkan senyuman penuh kegelapan.


“Hehe.”


“Jangan bilang?”


Ilmuwan langsung mengeluarkan sebuah senapan dari sihir penyimpanan ruang dan langsung mengarahkan pada kepala Candra.


Sebuah senapan dengan laras panjang dengan optik keker yang bisa mengukur lebih dari 3x kali pengliatan asli. Sebuah kokang yang terbuat dari bahan yang terlihat empuk dengan warna abu-abu metal. Pada ujung laras tersebut terlihat sebuah alat penahan sontak dari dorongan senapan tersebut.


“Kau tahu mengeluarkan senjata adalah tindakan kejahatan?”


“Terus.”


Ilmuwan dengan tatapan kesal langsung mengeluarkan tas yang menyimpan armor tempur miliknya dan mulai menutupi seluruh wajahnya dengan armor tersebut.


Baju jirah pelindung yang berbentuk cukup unik, identitas seorang ilmuwan masih terlihat jelas. Pada armor terlihat masih berkibar, dengan bahan yang terlihat dari sebuah kain yang berkilap layaknya logam. Pada bagian dibalik jas lab terlihat sebuah pelindung logam yang mengkilap cerah layaknya siap memantulkan apapun. Tidak seperti armor pelindung para Kroco armor pelindung Ilmuwan terbialng tidak menutupi seluruh tubuh, beberapa bagian terlihat masih terbuka seperti rambut, dan wajah yang hanya ditutupi oleh penutup mata.


“Bagaimana jika seorang pahlawan yang ingin menangkap penjahat.”

__ADS_1


“Tunggu, bukannya kau penjahatnya?”


“Kau juga penjahat loh?”


“Ahh benar juga.”


Terdengar langkah kaki langsung terdengar, sebuah langkah seseorang yang langsung berlari mendekat pada Ilmuwan yang sedang mengarahkan senapan pada Candra.


“Merial?”


Candra tidak terlihat kenal dengan orang tersebut, tetapi Ilmuwan tahu betul siapa orang yang datang berkata tersebut.


Orang tersebut datang dengan anak berambut hitam pekat dan bahkan aura pekat sangat kental dibelakangnya.


“Walah, sebaiknya aku tidak gunakan wujud ini?”


“Kau benar-benar diakan?”


“Tentu, siapa lagi kalau bukan pencipta logam Merial terkenal itu?”


Wajah itu adalah seorang yang sangat seharus tidak asing di mata para pembaca, tetapi karena tidak terlihat mari jelaskan. Seorang yang menjadi lawan Candra diawal, dan orang yang mengalahkan Candra di pertarungan selanjutnya. Orang dibalik kostum Driverman.


“Kenapa kau keluar dari organisasi?”


“Tentu karena aku melakukan hal diluar batas.”


“Tidak, malah segala tindakanmu sudah merubah semuanya.”


“Tentu karena para bodoh itu baru tahu betapa pentingnya nilai dari pengetahuan ku?”


“Benar sekali orang bodoh itu tidak tahu nilai diri mu, tapi diriku tahu kenapa kau pergi.”


‘Tentu, beberapa alasan juga karena mu. Tuan Driverman Si pemilik kesombongan.”


Tatapan anak tersebut langsung terbuka lebar dan tangan anak kecil langsung berubah menjadi daging hitam. Semua daging tersebut langsung membuat tangan monster yang siap meremukan Ilmuwan yang sedang merendahkan Driverman.


Driverman yang tidak sadar bahwa anak tersebut langsung marah dan mengarahkan serangan pada Ilmuwan.


“Intan hentikan.”


Anak tersebut tidak berhenti dan tetap menyerang Ilmuwan dengan daging monster yang tumbuh dari tangannya.


Ilmuwan yang tidak bisa bereaksi hanya bisa terdiam melihat tangan monster tersebut yang siap meremukkannya.


Secepat mungkin Candra langsung melompat dan menyelamatkan Ilmuwan dengan lompatan tidak manusia.


Tetapi hal tersebut masih sia-sia karena tangan monster tersebut tumbuh dengan cepat dan langsung menumbuhkan daging baru yang langsung menangkap kaki Candra.


Ketika Kaki Candra terkena daging hitam tersebut langsung. Semua sudah berakhir kaki Candra langsung melepuh dan meleleh menyatu dengan daging hitam tersebut.


Hal aneh pada Anak tersebut langsung mengeluarkan ekspresi kesakitan ketika mulai memakan kaki Candra yang sudah tinggal memakan dan menyatukan dengan daging hitam tersebut.


“Ahhhhh,” Sang anak langsung berteriak kesakitan setelah memakan sedikit kaki Candra.

__ADS_1


Daging hitam tersebut langsung mundur dan batal memakan kaki Candra.


Sangat disayangkan untuk Candra sendiri karena kedua kaki Candra yaitu sekitar mata kaki hanya terisa daging merah yang sudah melepuh. Lepuah tersbut layaknya kedua kaki Candra ditumpahkan cairan asam yang melahap seluruh kulit Candra.


“Intan apa yang kau lakukan?”


“Wanita, Jahat.”


Tangan gadis kecil tersebut terlihat muncul sebuah kristal kecil yang tumbuh layaknya cacat pada kulit.


“Woi Candra kau baik-baik saja?”


“Mana mungkin! Ini bener-benar sakit loh.”


“Tahan.”


Ilmuwan langsung menggunakan sihir penyimpanan dan mengeluarkan kaleng yang berbentuk layaknya semprotan pereda nyeri. Ketika disemprotkan seluruh Kulit Candra mulai pulih dengan kecepatan tidak main.


“Walaupun dengan ini tidak seharusnya secepat ini?” gumam kecil Ilmuwan.


“Merial, mohon maaf dengan apa yang dilakukan dengan anak ini?”


Tawa kecil Ilmuwan ketika melihat tingkah Driverman yang meminta maaf.


“Kau terlihat seperti seorang ayah.”


Benar, Papa.” Ucap anak gadis tersebut memegang paha Driverman.


‘Woy, Diva kau kabur kemana?”


“Mama.” gadis tersebut langsung menunjuk pada sumber suara tersebut.


“Sangat menari, benar-benar menarik. Seorang Driverman sang Pemilik kesombongan menikah dan memiliki seorang anak.”


Ilmuwan terlihat tersnyuma lebar dan membiarkan Candra menderita kesakitan karena kakinya yang hampir dimakan.


Tetapi mata Ilmuwan masih berfokus pada anak kecil yang hampir membunuhnya. Dia yang seorang Ilmuwan tahu betul bahwa anak tersebut bukan manusia biasa. Anak tersebut memiliki sesuatu yang mengerikan dan bahkan bisa saja dia membunuh mereka berdua dengan mudah dengan kekuatan tersebut.


“Jadi, namanya?”


“Tidak akan kuberi tahu, jika kau berniat bergambung kembali dan menyempurnakan benda itu akan kuberi tahu.”


“Kesombongan mu kembali lagi. Benar-benar tawaran menarik. Tetapi aku menolak.”


“Tentu, diriku ini adalah seorang yang seperti ini. Kesepakatan dengan mu adalah suatu yang harus kulakukan.”


“Baiklah aku akan berikan ini, setidaknya dengan ini benda itu bisa digunakan untuk sekitar 5 menit saja.”


Ilmuwan kembali mengeluarkan benda aneh dari penyimpanan Dimensi miliknya. Sebuah benda yang sangat mirip dengan Flasdisk tetapi memiliki ukuran yang lebih besar dan bahkan hampir berukuran dengan dua jari tengah yang disatukan.


“Baiklah jika hanya nama, kami menyebutnya Permata Intan.”


“Intan kah nama yang cantik. Kau benar-benar memiliki sense yang bagus.”

__ADS_1


“Tidak, dia itu hanya menghancurkan permataku dan kuberi nama itu.”


__ADS_2