
“Yosh sudah selesai?”
Ilmuwan yang terlihat langsung berteriak dan menunjukan sebuah kaki prostetik. Sebuah kaki mesin yang merupakan dari pemilik toko.
Tidak banyak perubahan dari bentuk, tetapi warna metalik yang lebih cerah dan menghilang karat-karat bagian luar. Tentu beberapa bagian sudah sedikit diganti dengan bagian baru yang sudah diganti dengan bagian baru.
.”Lama banget! Kakek ini sudah kehabisan energi loh.”
“Jangan banyak ngomong, kakek cuma diam dan duduk loh.”
“Sopan dikit ke orang tua.”
“Iya, iya.” Ilmuwan mendekat dan meminta untuk menghilang sihir kaki palsu miliki kakek pemilik toko.
Ketika sihir tersebut pecah dan mengeluarkan cahaya lembut dan membuat semua ruangan langsung cerah dan dipenuhi oleh sihir kakek tersebut.
“Baik, tunggu sebentar gak bakal sakit kok.”
Kaki palsu yang sudah dibenarkan oleh Ilmuwan langsung menempel dengan sangat baik. Setiap bagian penting langsung menempel pada saraf agar bisa langsung digunakan tanpa harus melakukan operasi.
“Teknologi sudah benar-benar maju.”
“Kek, jangan berbicara seperti itu, nanti kelihatan tua.”
“Kakek ini udah tua.”
“Ngaku.”
“Kau yang harusnya sadar diri, gak sopan ke orang tua.”
Kaki palsu tersebut langsung terlihat bisa digunakan, gerakan setiap sendi langsung ditunjukan agar bisa mengecek apa ada masalah.
:”Oke tidak ada masalah. Coba berjalan apa sudah lebih baik?”
“Baiklah.”
Kakek pemilik toko langsung bisa berjalan dengan baik dan bisa berjalan dengan baik. Setiap langkah sudah bisa mengikuti perintah dari tubuh kakek yang sudah tua.
“Ohh, terasa seperti dulu.”
“Baguslah.”
“Kau bisa tahu modelnya?”
“Kakek milik kakek benar-benar versi tua dan bahkan kaki palsu generasi pertama dan merupakan paling maju di generasi itu. Bisa-bisa kakek bisa dapet kaki itu sekarang?”
“Ini hadiah dari putraku, jadi ingin ku merawatnya.”
Ilmuwan terlihat sedikit terkejut dengan ucapan tersebut, tetapi mendengar kalau sang kakek memiliki putra, benar-benar baru tahu.
“Sudah selesai, hus! Cepat pergi dari sini!” sang kakek langsung menunjukan wajah merah dan mengerutkan kedua alis.
Secara kasar dia juga menggunakan sihir untuk mengusir mereka.
Sebuah sihir yang luar biasa, sebuah sihir angin yang membuat mereka terbang dan bahkan bisa menernbangkan kotak lemarin pembanaran yang dibawa oleh Driverman atau seseorang dengan nama Diva.
“Dia benar-benar tidak sopan pada pahlawan pelindung ini?” Driverman yang terbawa angin dengan posisi berdiri sombong sambil menyilangkan kedua tangannya.
“Dia memang begitu.” Ilmuwan terlihat menikmati angin tersebut, dan menutupi bagian bawahnya agar tidak terlihat.
“Kalian kenapa bisa tenang begitu?” Aurora yang posisi tidak enak dilihat terbawa angin, sesuatu yang tidak boleh terlihat benar-benar menjadi pusat penglihatan.
“Tunggu, dimana Intan?”
__ADS_1
“Jangan bilang Candra juga tertinggal disana.”
Didalam ruangan toko.
“Kalian berdua monster kan?” Ucap kakek pemilik toko melihat Candra dan Intan yang tidak terpengaruh sihir angin.
“Bukan.”
“Iya.”
Jawaban mereka benar-benar kompak, tetapi setiap jawaban dari mereka saling berlawanan.
“Baiklah, kakek pernah bertemu makhluk seperti kalian.”
Seketika Candran dan Intan jatuh dari langit dan jatuh diluar. Candra yang sedang cedera kaki tidak bisa melawan dan pasrah saja. Tetapi saat ingin pasrah dia ingat adik nya, kemudian dalam hatinya berkata.
“Aku tidak boleh mati dulu.”
Candra dengan segera mengeluarkan alat yang diberikan Ilmuwan saat di mall. Sebuah alat untuk memanggil kostum tersebut.”
“Candra jangan gunakan sekarang! Tenang aku akan menangkapmu.” Teriakan Ilmuwan dibawah yang sudah mengeluarkan sesuatu.
“Baik.”
Candra Langsung menutup matanya dan siap menerima segala tindakan penyelamatan ilmuwan.
Sebuah perasaan jatuh yang benar-benar aneh. Candra yakin dia jatuh kebawah, tetapi dia merasakan dia jatuh ke depan layaknya dilempar. Benar-benar perasaan yang tidak bisa dijelaskan. Tentu yang paling penting, Ilmuwan tidak menangkap Candra.
“Apa yang terjadi?”
“Soal itu rahasia perusahaan.” Ilmuwan berusaha untuk menyembunyikan fakta.
“Baik, urusan dengan kakek tua selesai mari lanjutkan urusan lain?” Ucap Driverman yang sedang posisi sombongnya.
“Tentu, urusan sekolah Intan kan?” Aurora langsung menangkap maksud Driverman.
“Candra, keluarkan motormu?”
“Jangan bodoh, motorku dirumah”
“Cih, cepat pulang sana.”
“Mana bisa loh, lihat kaki ku!” Candra dengan kasar menunjukan kakinya yang masih terlihat daging mentah dan beberapa bagian terlihat sudah tumbuh kulit.
“Tenang soal itu mudah.” Driverman langsung mengeluarkan HP dan langsung menelpon seseorang,”Benar, lokasi sesuai HP.”
Seketika angin sekitar langsung tidak beraturan dan berpusat pada mereka. Suara bising dari baling-baling langsung terdengar di telinga mereka. Sebuah tangga tali turun pada mereka berempat dan satu anak kecil.
“Kau benar-benar niat menggunakan helikopter?” sebuah pernyataan dari Aurora yang sudah terbiasa dengan sikap Driverman.
“Helikopter.” Ucap Intan yang tersenyum lebar melihat benda terbang raksasa di atas kepalanya.
“Kau tidak terlihat kaget Candra?”
“Ada pengalaman sih.”
“Oke mari berangkat.”
Tentu mereka langsung berangkat tanpa pikir panjang, tentu Candra yang kakinya bermasalah hanya bisa pasrah dibawa menggunakan helikopter. Mereka semua mengangkut Candra agar bisa menaiki Helikopter.
Candra yang bisa membaca peta menjadi pemberi tahu jalan. Terlihat pilot dan kopilot tidak bisa menemukan lokasi sekolah dari peta dan alat pelacak.
“Apa benar disini?”
__ADS_1
“Tenang dan percayalah? Pemilik sekolah memang seseorang luar biasa, jadi setidaknya percaya saja.”
Pilot hanya bisa pasrah mengikuti arahan dari Candra, dan tidak melihat sekolah dari langit. Tetapi Candra menyuruh turun pada hutan dengan pohon. Tidak terlihat ada tempat untuk mendaratkan helikopter. Tetapi Candra tetap memaksa untuk turun dan melihat lebih dekat.
“Cepat lakukan!” Driverman langsung mengeluarkan perintah secara langsung.
“Baik.”
Mereka hanya bisa pasrah, tetapi ketika bagian bawah helikopter mengenai pohon, sebuah fatamorgana dari sekolah terlihat jelas. Sebuah parkiran untuk helikopter terlihat sudah terlihat, dengan segera mereka mendaratkan disana.
“Dipeta tidak ada, menggunakan alat pelacak tidak, bahkan alat anti ilusi juga tidak berpengaruh.”
Mereka langsung disambut SI Putih yang sedang dalam wujud wanita yang selalu dilihat oleh Candra dan Ilmuwan. Dia terlihat sedang menikmati teh dalam gelas plastik, dan dari pakaian dia terlihat selesai dari kegiatan memberi makan hewan ternak.
“Tidak biasanya ada yang datang pake Heli.”
“Kau siapa?Tukang kebun, aku tidak memiliki urusan dengan orang rendahan sepertimu.”
Ilmuwan dan Candra yang sudah mengetahui siapa yang diajak bicara Driverman hanya bisa pasrah, dan siap melihat nasib Driverman yang mengucapkan itu pada Si Putih.
“Begitukah? Jika tidak keberatan kalian yang di dalam helikopter silahkan keluar.” Ucap Si Putih dengan sangat sopan,”Jika tidak kalian akan dimakan.” Sebuah daging putih mentah layaknya setumpuk daging.
Semua tumpukan daging langsung membesar dan membuat sebuah mulut raksasa dan langsung memakan helikopter dalam sekali lahap. Secara cepat para Pilot langsung melompat karena mereka sadar dalam bahaya.
“Kau bermain-main dengan ku?”
“Tidak, cuma peraturan sekolah aja. Jika ingin memarkirkan helikopter harus mendapatkan izin dari kepala sekolah.”
“Apa susahnya mendapatkan izin dari kepala sekolah, akan kubeli langsung.”
“Sialnya kepala sekolah adalah ancaman dunia, dia tidak peduli dengan uang.”
“Kalau begitu bagaimana pendanaan sekolah ini, dan bagaimana sekolah ini dibuat oleh uang.”
“Tidak, sekolah ini dibuat oleh darah dan daging dari kepala sekolah.”
“Apa maksudnya itu?”
“Benar-benar secara harfiah. Semua bangunan disini berasal dari daging dan darah.”
Seketika tapak kaki mereka berubah menjadi daging putih dan lembek, dan mengeluarkan gigi tajam layaknya binatang buas, dan bahkan lantai tersebut memiliki sebuah mata yang menatap mereka semua dari bawah.
“Mari jelaskan saja, pemilik sekolah ini adalah Si Putih itu sendiri.”
Wajah Driverman hanya bisa diam dan tak bisa berkutik. Tentu dia sadar bahwa dia melakukan tindakan paling berbahaya bagi seluruh dunia, karena bisa sangat berbahaya bila membuat Si Putih marah.
“Jadi, kalian ada urusan apa?”
“Driverman dia itu Si Putih?”
“Ehh, dia gadis yang tidak terlihat dewasa ini. Saat aku pertama melihat Si Putih dia terlihat seperti seorang Pria tampan.”
“Ohh, kau mengenal saya dalam wujud pertama? Maka dari itu mari berbicara dengan wujud itu.”
Wajah seorang gadis dari Si Putih langsung mencair dan mulai berubah menjadi daging menjijikan dan setiap daging dari bawah tanah langsung mulai naik dan membuat tinggi Si Putih hampir setara dengan Candra, dan sedikit dibawah Driverman.
“Benar wujud ini.”
“Sudah lama sekali tidak melihat seseorang yang melihat diri saya dalam wujud ini.”
“Memang wujud itu, wujud apa mu?” Ilmuwan yang penasaran akhirnya angkat suara.
“Jika dibilang jujur wujud apa, maka saya jawab adalah wujud pertama, dan saya mengaku wujud ini adalah wujud manusia saya yang sebenarnya.”
__ADS_1
“Tunggu, kalau begitu wujud wanita tadi?”
“Dia adalah adalah seseorang yang yang memberikan kehidupan padaku.”