
“Sudah kubilang ini adalah bagianku.” Si Perwakilan langsung berteriak pada mereka yang baru datang.
“Boss sudah tidak percaya padamu, sejak insiden DNA Si Putih.”
Sebuah langkah yang tidak terlihat oleh mereka, tentu para TPL juga tidak bisa melihat langkah tersebut. Dia langsung datang dan mengarahkan Revolver pada kepala Juru Bicara La Macchina.
“Tugasmu sudah sampai sini.”
Seorang gadis dengan Revolver yangs udah mengarahkan ujung selongsong langsung pada kening.
“Tidak, aku masih bisa.”
“Ini perintah.”
Letusan bubuk mesiu langsung terdengar keras, air mancur merah langsung muncul dari kepala sang juru bicara.
“Jadi, sekarang tinggal tugas utama kita.”
Mereka yang baru datang langsung mengeluarkan jumlah mereka yang sebenarnya.
“Kalian ini apa?” Ucap Leader TPL sadar bahwa kekuatan mereka bertiga adalah sesuatu yang berbahaya.
“Boss menyebut kami sebagai De Order, orang-orang yang terpilih dan merupakan orang kelompok terkuat.” gadis tersebut langsung berjalan mendekat pada Candra dan Ilmuwan.
“Begitukah, tapi sepertinya kau tidak lebih kuat dari Pahlawan dunia.”
Mereka bertiga terlihat sudah mengarahkan senjata mereka pada anggota TPL, Si gadis mengarahkan Revolver pada Candra, orang yang menggunakan pedang mengarahkan senjata pada Leader, dan satu orang lagi mengarahkan pistol kecil pada kroco 2.
“Penangkapan dimulai.”
Seketika mereka semua seketika menghilang, kecuali Leader dan Sekretaris. Dia menghadap seorang Pria dengan pedang Katana yang terlihat tajam tapi memiliki aura yang sangat mengerikan.
“Sekretaris sepertinya aku tidak asing dengan pedang itu?”
“Kebetulan, sudah lama sekali tidak melihat pedang itu.”
Mereka berdua hanya bisa fokus melihat pedang tersebut, karena pedang tersebut tidak asing dimata mereka.
“Pedang itu Aragaki Rinka kan?”
“Ohh kau tahu betul tentang pedang ini.”
Dia langsung berusaha untuk menusuk leher dari Leader dari TPL. tentu dengan segera Leader langsung bisa menahan dengan Perisai kebanggan miliknya.
Ada cerita yang berbeda dengan pedang tersebut. Perisai kebagaan milik Leader bisa menahan pedang tersebut, tetapi sebuah miasma keluar dari pedang tersebut.
“Sial, dia sudah menggunakan kabut ini.”
Seketika perisai tersebut pecah menjadi serpihan kaca.
“Hahaha kena.”
Bilah langsung diarahkan pada Leader, tentu reaksi Leader bisa menghindari serangan tersebut.
Sekretaris langsung menggunakan telekinesis untuk melemparkan Musuhnya, hanya kejadian tidak terduga langsung terjadi. Telekinesis miliki Sekretaris langsung menghilang di tengah proses, membuat proses pelemparan hanya jadi sedikit mendorong.
“Sial, pedang Rinka benar-benar sesuatu.” Ucap Leader dengan berpura-pura kesusahan.
“Kenapa kau tiba-tiba jadi ragu, kau tahu perisai mu bisa menahan pedang itu.”
“Mau gimana lagi, aku trauma loh ditusuk sama pedang itu.”
“Coba lebih serius, jika itu terjadi kau akan benar-benar mati loh.”
“Tidak, soal itu kita tidak akan mati dan pergi ke alam sana.”
Leader yang mengeluarkan keringat dingin langsung menatap bilah pedang yang mereka sebut Aragaki Rinka.
“Dasar rendahan kalian pikir bisa menang melawan diriku.”
Pria tersebut langsung kembali menerjang ke arah Leader, tentu dengan segera Leader membuat perisai tersebut dengan penuh keyakinan.
“Apa, ditahan.”
__ADS_1
Pedang tersebut tidak bisa menembus balok perisai milik Leader dan bahkan tidak ada bekas sayatan dari pedang tersebut.
“Bagaimana dengan ini.”
Sebuah miasma hitam langsung bertebaran, dan bahkan memenuhi seluruh area. Leader dan Sekretaris berusaha menjauh agar tidak menyentuh miasma tersebut dan mencari tempat tinggi.
Leader yang membuat balok pelindung yang menjulang tinggi layaknya pilar, dan Sekretaris menggunakan kekuatan telekinesis untuk mengangkat dirinya ke langit pada posisi yang sama dengan Leader.
“Kalau seperti kita tidak bisa melihat dia.”
Leader yang sadar dibawah mereka penuh dengan miasma hitam pekat, miasma tersebut sudah menjadi kabut tebal yang tidak bisa dilihat dengan mata.
“Hahaha, kalian pikir bisa kabur dengan cara seperti itu.”
Sebuah kabur peluru langsung melesat tepat ke belakang kepala Leader. Entah kenapa kabut tersebut terlihat memantul dan pecah di belakang kepala Leader.
“Bhukkss.”
Darah kelur dari lubang yang ada dikepala Leader, mata, Mulut, hidung dan telinga.
“Leader, Sial miasma itu benar-benar masalah dari pedang Aragaki Rinka.”
“Sekretaris mari gunakan rencana itu.”
Leader yang hanya bisa merasakan sakit dari Miasma hanya hitam. Seluruh tubuh Leader juga mulai mengalir cairan hitam, entah itu keringat bercampur Miasma hitam, atau daging dia yang melebur dan menjadi busuk.
“Woy jangan nekat, tidak ada kemungkinan kau bisa dikeluarkan kembali dari sana.”
“Diam, dan lakukan saja.”
“Tidak, aku tidak akan setuju dengan hal itu.”
Serangan kabut peluru langsung diarahkan pada Sekretaris, tetapi dengan kekuatan dan penglihatan memburuk Leader langsung membuat Perisai pada Sekretaris.
“Tenang, dia pasti akan membebaskanku. Selama kamu yang memintanya.”
“Diam, aku tidak akan melakukan hal itu.”
“Sudah lama tidak merasakan ini.”
“Boleh juga, tapi aku baru saja melakukan tambahan kontrak dengan pedangku.”
“Apa?”
Seketika pria pembawa pedang Rinka langsung berjalan naik menggunakan Miasma hitam, dia berjalan naik layaknya dia berjalan ke langit pada dongeng-dongeng. Dia terus berjalan, dan miasma juga semakin tinggi. Semakin tinggi miama semakin tinggi juga dia berjalan.
“Jangan pikir kita akan diam saja.”
Ketika tengah perjalanan sebuah kaca langsung menahan pria tersebut, tetapi dengan mudahnya kaca tersebut melepuh.
“Leader jangan bilang kau ragu?”
“Tidak, kekuatan dia sekarang sudah diluar batas nalarku.”
Tatapan pria tersebut langsung kosong, sebuah tatapan kosong benar-benar sebuah tatapan berbeda dari pria sebelumnya. Dia terlihat kehilangan semangat hidupnya.
“Apa yang dia berikan pada Rinka untuk mendapatkan kekuatan itu?”
Tatapan kosong tersebut, benar-benar membuat Leader dan Sekretaris merasakan kehadiran orang yang sudah lama mereka tidak temui, orang atau lebih tepatnya teman semasa sekolah mereka.
“Aragaki Rinka, kau benar-benar membenci dia pria ini.” Leader yang tatapan kabur merasakan sesuatu dari tatapan kosong itu.
Ketika Kaca pelindung melelah dan ada lubang untuk masuk. Pria tersebut langsung menghilang. Dan ketika mereka sadar bahwa tubuh mereka sudah terpental mengarah pada lautan Miasma.
Tindakan secara langsung dilakukan oleh Sekretaris untuk terbang kembali sebelum jatuh pada Miasma. Tetapi beda cerita dengan Leader yang jatuh pada kabut Miasma.
“Leader.”
“Tenang, aku langsung ambil tindakan.”
Dari mata Sekretaris tidak terlihat jelas, tetapi dibalik kabut tersebut terlihat benda seperti balok kaca milik Leader dan itu menjaga Leader agar tidak kemasukan Miasma.
“Tetap saja wajahmu masih terbakar.”
__ADS_1
“Mari kita akhir dengan rencana itu, aku tidak tahu pria itu memberikan pada Rinka, tapi akan lebih baik kita segera hentikan.”
“Kau benar-benar yakin dengan rencana itu.”
“Tenang, selama kamu yang meminta pasti dikabulkan.”
“Kenapa kau bisa tahu.”
“Tentu karena dirimu adalah…”
Sebelum ucapan dilanjutkan pria dengan pedang Rinkan langsung turun dan seketika muncul di belakang Leader. Perisai tersebut langsung meleleh dan lubang muncul, Miasma masuk.
“Sial. aku setuju. Maka dari itu jangan sampai mati tanpa pedang itu.”
“Baik.”
Sebuah balok pelindung langsung muncul tepat di samping pria tersebut. Miasma juga tetap memberikan luka pada pada Leader. Darah terus mengalir keluar dari pori-pori leader. Semua darah mulai menghitam.
Balok perisai sebelumnya langsung menekan Pria tersebut. Tetap saja ketika balok pelindung Leader mengenai Pria tersebut hanya akan meleleh secara perlahan. Leader yang tahu itu akan terjadi, dia terus membuat balok pelindung, dan terus agar pria tersebut tidak kabur.
“Kenapa kamu tidak gunakan pedang itu?”
Seketika mata Orang itu langsung terbuka, dan langsung menusukan pedang pada jantung Leader.
“Hahahah kena kau.” Orang tersebut langsung sadar dan perisai pelindung tidak meleleh karena suatu alasan.
“Pengorbanan yang sempurna untuk tuanku nona Rinka.”
Pada pedang tersebut muncul sebuah bayangan seorang wanita dengan tubuh kecil, seluruh tubuh terbuat dari miasma, dan tidak terlihat bola mata, dan hanya berisi miasma saja.
“Rinka, sudah lama tidak bertemu. Mari melakukan Kontrak, aku akan jadi pemilik pedang ini, dan setelah 1 detik kau boleh mengambil tubuh dan jiwa ku.”
“Apa yang akan kau lakukan?”
“Diam dan lihat saja.”
Kabut miasma tersebut langsung tersenyum dan mengatakan sesuatu.
“Kontrak diterima, sekarang katakan apa yang kau inginkan.”
“Membunuh orang ini.”
“Mudah.”
Seketika pria tersebut langsung menghisap semua Miasma yang ada disekitar. Miasma yang sudah mengumpul layaknya kabut langsung masuk ke dalam Pria tersebut. Seketika seluruh tubuh sang Pria langsung melepuh dan musnah karena menerima Miasma dalam jumlah banyak dan karena sudah tidak memiliki hak pedang Rinka dia akan menerima dampak Miasma.
Pada akhirnya pria tersebut berubah menjadi daging hitam cair dan mengeluarkan uap hitam yang menjijikan layaknya daging busuk yang sudah dibiarkan begitu saja sampai membusuk.
Leader yang melakukan Kontrak dengan Rinka akhirnya menerima akibatnya dan langsung membantu karena kontrak dengan Rinka. Seluruh tubuh Leader berubah menjadi lilin hitam.
“Dasar nekat. Apa dia akan mengembalikan jiwa Leader dengan mudah?”
Sekretaris langsung menggunakan HP dan langsung menelpon seseorang.
“Rin, apa kau menerima jiwa baru?”
“Sudah lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu?”
“Begitulah, apa bisa kau mengembalikan…”
“Tentu, tapi nanti temani aku ke toko buku.”
“Begitukah. Aku kira akan sulit.”
“Hahaha tenang saja, kau harus menemaniku ke toko buku, dan membawa semua barang bawaannya.”
“Oke-oke,.”
“Lusa mari ketemu di tempat biasa.”
Seketika telepon diputuskan dari penerima.
“Aku tidak mengira semudah ini.” Sekretaris langsung mengambil nafas lega.
__ADS_1