
Candra yang tidak ragu langsung mengarahkan kembali tinju pada gadis tersebut, kali ini dia benar-benar tidak rag untuk mengarahkan tinju pada kepala.
“Tidak akan semudah itu.”
Sebuah mantra pelindung langsung melindungi kepalanya dari tinju Candra, tetapi Mantra terhisap oleh tangan Candra, dan dia juga tidak tinggal diam. Sebuah tendangan ke kaki membuat lawannya langsung kehilangan keseimbangan.
“Kuhh,” dia tidak langsung menyerah, sebuah kumpulan energi langsung berubah menjadi angin tajam dan langsung menyerang Candra.
Candra yang terkena serangan telak tidak mundur sedikitpun. Dia sangat percaya diri sekali bahwa serangan energi murni tidak akan bisa melukai dirinya. Angin tajam tersebut hanya menjadi sumber energi untuk armor Za Captain.
Ketika lawannya sedang terjatuh Candra langsung mengambil kerah bajunya. Sebuah pukulan langsung diarahkan pada dia. Tidak diragukan lagi sebuah cara yang kasar untuk melawan seorang Wanita.
Lawannya yang seorang ahli bela diri langsung menggunakan momentum jatuh untuk melakukan bantingan. Sebuah lemparan samping yang keras, bahkan Candra yang tidak sadar bahwa bantingan di momen krusial ini.
“Apa?”
“Buhhks.”
Situasi langsung berbalik, Candra yang menyentuh tanah dan sang Gadis mengunci pegerakan tangan Candra. Benar-benar keadaan bagi Candra karena dia sadar bahwa lawannya sudah mengeluarkan sesuatu di belakangnya.
“Pedang Eropal ke 78.”
“Void Eater.”
Sebuah pedang yang sangat hitam, dan bahkan sesuatu yang mengerikan ada disana. Aura pedangnya juga benar-benar sesuatu. Perasaan gemetar melihat pedang tersebut Candra langsung sadar, akan sangat berbahaya ketika bersentuhan dengan pedang itu.
Tetapi keadaan benar-benar yang jadi masalah. Dia yang sedang terkunci jatuh oleh sang Gadis hanya bisa bertaruh pada cara yang kasar dan berbahaya.
Pedang yang ada di belakang sang gadis langsung meluncur tepat di samping kepala, dan langsung mengarah pada Kepala Candra.
Candra yang nekat langsung menahan pedang tersebut dengan tangan kanannya, dan membiarkan tangannya menjadi korban.
Ketika pedang tersebut menyentuh tangan Candra, seketika sebuah lubang hitam langsung menghisap tangan Candra. Tetapi tangan Candra yang memiliki kekuatan Aneh melawan hisapan dari pedang milik sang gadis.
Sebuah kejadian super singkat antara siapa yang paling kuat menghisap. Pedang milik sang Gadis, atau kekuatan aneh milik Candra. Tidak terlihat oleh mata, tapi sebuah rasa sakit yang dialami Candra adalah kenyataan, dia merasakan seluruh kulitnya dicabuti satu-satu dan terus diiris oleh lubang hitam tersebut.
Gadis tidak berhenti untuk menusukan pedang tersebut ke kepala Candra. Dia terus mendorong pedang tersebut dengan kekuatan nya untuk membuat lubang pada kepala Candra.
Candra yang belum menyerah dan terus menerima rasa sakit hanya bisa terus melawan dengan menggunakan satu tangan.
“Menyerahlah.”
“Tidak, aku baru ingat, diriku ini tidak sendiri.”
“Tunggu.”
“Candra kau baru sadar sekarang.”
__ADS_1
Di sebuah hutan seketika menjadi ramai penuh dengan ribuan kroco yang TPL. sebuah armor tempur dengan perlengkapan tempur masing-masing.
“Tunggu, apa mereka sebanyak ini? Tidak sesuai informasi.”
Dia hanya bisa terkejut melihat ribuan Kroco yang sudah siap untuk mengalahkannya. Dia juga tidak memiliki kesempatan untuk kabur, melihat jumlah mereka yang sebanyak ini. Satu-satunya cara untuk selamat ada memusnahkan mereka semua.
“Informasi? Itu percuma karena yang kau lawan adalah Ilmuwan Gila dari TPL, Merial Nalaya.”
Merial dengan wajah sombong dan penuh aura Intimidasi langsung menyatakan diri sebagai Merial Nalaya.
“Jadi kau si Merial Nalaya.”
“Benar, sang Penemu Logam Merial.”
“Ini akan semakin mudah, jika kau mengaku.”
“Coba saja Jika bisa.”
Sebuah pukulan keras pada kepala orang yang berbicar pada Merial. Dia langsung terpental dan mengarah pada Baju tempur kroco.
Dia langsung ditahan agar tidak lepas, kemudian Candra dengan segera maju dan mengarahkan tinju selanjutnya dan melanjutkan serangan.
“Tidak akan semudah itu.”
Sebuah pedang langsung muncul dari dalam tanah dan langsung menusuk kaki Candra. Tetapi itu tidak membuat Candra berhenti, dia tetap menerjang layaknya zombie yang sudah tidak memiliki rasa sakit.
Karia langsung menendang berputar pada kepala sang gadis, dan berusaha mengenai bagian vital yaitu leher.
Lawannya tidak bodoh dan langsung lepas dengan menghancurkan armor yang dikendalikan oleh mesin. Dia bisa menahan tendangan tapi tenaga yang keluar dari tendangan benar-benar diatas kemampuan dia.
Dia kembali terpental dan menghancurkan beberapa armor robot Kroco dengan mudah. Tetapi pada akhirnya dia tertangkap lagi oleh para Kroco.
“Keluarlah pedang-pedangku.”
Hutan yang lebat seketika bermunculan pedang-pedang dengan jumlah melebihi robot yang yang dikeluarkan Merial.
Pedang-pedang berusaha menghancurkan robot-robot yang gerakannya kaku dan hanya bisa menangkap, gadis tersebut.
“Wah mafia ahli mesin ternyata ada ahli sihir juga.”
“Aku bukan penyihir, semua ini adalah jalan bela diriku.”
“Persetanan dengan itu, tapi lihatlah.”
Ketika puluhan ribu pedang muncul ke permukaan, sialnya ketika sampai di permukaan 40% dari pedang tersebut terhisap oleh Robot Armor Kroco.
“Tunggu, benda itu apa?”
__ADS_1
“Produk gagal dari Armor yang temanku gunakan.”
“Teman mu, jangan bilang…”
Candra tanpa bersuara langsung memukul lawannya tanpa pikir panjang. Dia berhasil membuat dia terpental lagi.
“Menyatulah Void Eater.”
Pedang yang paling gelap seketika membuat gadis tersebut melakukan perubahan secara drastis. Dia yang awalnya terlihat mengenakan pakaian modern jas. Sekarang hampir seluruh tubuhnya dilapisi oleh energi Void eater. Mata dia yang memiliki putih seketika menghitam dengan iris Putih gelap.
“Kalian membuatku melakukan ini.”
“Wah, ini agak berbahaya.”
Seluruh keberadaan yang ada disana langsung terhisap kedalam tubuh sang gadis. Dia menghapus bersih robot-robot.
“Sampah ini aku akan kembalikan.”
Benda hitam yang terlihat dari gumpalan besi langsung meluncur cepat dan mengalah kepada kepala Ilmuwan.
“Cih, kau juga masih punya kartu AS.”
Sebuah Robot Maid yang dimunculkan dalam pameran langsung muncul, dan menahan tembakan gumpalan tersebut.
“Nyonya Ilmuwan, tembakan tadi berbahaya, peluru lontar tadi ada dalam kecepatan. 124.321.532 m/s. Tubuh manusia kemungkinan akan meledak jika terkena itu.”
“Beruntung jika kau bisa membelokannya.”
“Benar, sangat beruntung.”
Seketika sebuah peluru entah dari mana langsung memberikan luka sobek pada pundak kanan Sang Void Eater.
“Apa yang kau lakukan?”
“Membelokan Proyektil.”
“Jangan bilang,kau terus membelokan proyektil agar bisa berbalik mengarahkan padaku.”
“Benar, setidaknya aku harus menembakan peluru agar bisa membelokan benda tersebut, aku membutuhkan 100 kali menembakan peluru ku untuk menghasilkan jalur yang ku inginkan, sialnya masih saja meleset.”
Gadis tersebut langsung terkejut dengan ucapan tersebut, tetapi dia bisa tenang setelah melihat robot maid itu melakukan penjelasan panjang lebar.
“Bagus robot kecil, tapi diantara kalian tidak ada yang memiliki energi sebesar diriku.”
“Tidak perlu energi, karena orang yang akan mengalahkanmu orang yang tidak memiliki energi sedikitpun.”
Sebuah tendangan keras pada pinggan gadis tersebut.
__ADS_1
“Kau hobi banget nyerang diam-diam.”