
White First benar-benar diuntungkan dengan kekuatan aneh layaknya akar pohon dari tangan yang terus bergerak.
“Woi itu bukannya licik.” Candra berteriak karena dia tidak mendekat karena tidak bisa mendekat.
Candra hanya terus menghindar dari setiap serangan dengan kecepatan manusia dia. tetapi benar-benar aneh padahal secara kekuatan, sekali lihat saja Candra tidak memiliki kekuatan aneh-aneh tidak seperti White. Keadaan yang seperti benar-benar aneh karena Candra bisa untung dengan di kerugian sebesar itu.
Candra menghindar layaknya tahu serangan akan datang dari mana saja. Dia bahkan bisa bermain-main dengan White yang terus menyerang. Walaupun begitu dia tidak bisa mendekat karena kekuatan White yang menjaga jarak.
“Kau yang licik. Apa-apaan itu. plot Armor.”
“Benar ini aku yakin ini Plot armor.”
“Cih. Hero Heart aku tidak menyangka dia menyerap sebanyak ini.”
White sepertinya sadar alasan dia tidak bisa mengenai Candra, tetapi dia sadar ini adalah kesempatan terakhir yang dia miliki untuk mendapatkan kesadaran penuh dari tubuh Candra yang sebenarnya.
“Padahal momen sudah ada, tapi kenapa bisa seperti ini.”
White terus Semakin cepat dan setiap serangan dia benar-benar jauh lebih cepat lagi. Setiap Pukulan, tendangan dan Akar jebakan semakin Agresif.
“Dia makin cepat.”
Candra sadar dengan segara dan mulai mengambil langkah jauh. tetapi itu rencana White dan langsung menahan kaki Candra agar tidak lepas.
Ketika Candra fokus melepaskan diri, White langsung memberikan pukulan telak tepat pada wajah Candra. Tidak darah, tetapi gelombang angin membuat ruangan gelap ini layaknya mengeluarkan angin.
Candra hanya bisa menerima pukulan telak itu. Tidak apa yang terjadi, tetapi Candra benar-benar terdiam setelah menerima pukulan keras tersebut.
“Menyerah saja. Kau tidak memiliki kekuatan untuk lepas dari ini.”
“Cih.”
Dia langsung menatap tajam White dengan tatapan serius.
“Benar sekali.”
“Kau masih bisa berbicara.”
“Begitulah. Aku merasakan takut, setelah aku pikir kehilangan perasaan itu, sekarang aku merasa sedih padahal dulu aku kebilang sulit merasakan perasaan ini.”
“Benar, aku yang memakan Emosi itu. Kau tahu untuk Si Putih itu tidak perlu.”
“Kenapa kau bisa berpikir seperti itu.”
“Kenapa? Tentu karena kami dibuat seperti itu, kami hanya dibuat untuk kesenangan dan hidup hanya untuk senang, tidak lain dan tidak bukan.”
Candra langsung ingat dengan Si Putih sosok yang sama dengan lawannya yang sekarang. Tetapi entah kenapa dia benar-benar merasakan perasaan berbeda dari Si putih dan White First.
__ADS_1
Candra sadar bahwa White saat pertama bertemu mengeluarkan emosi menakutkan, dari pada senang lebih terasa marah dan takut. Dia memiliki emosi itu, tetapi White membuang semua itu.
“Aku jadi penasaran apa yang terjadi pada kalian?” Candra memberikan tatapan berani pada White.
“Ouhh ternyata kau berani sombong juga.”
White langsung memukul Candra yang sedang tertahan. Dia memberikan pukulan jauh lebih keras. Gigi Candra langsung dimuntahkan karena menerima pukulan tersebut.
“Di Mataku dirimu yang sekarang hanya ada Kemarahan.”
“White kan namamu? Kau ternyata lebih manusia dari Si putih.”
“Sialan.”
Candra dengan segera memukul White karena yang terikat hanya kakinya saja. Pukulan dari Candra terlihat tidak cepat tapi dampak dari pukulan Candra langsung membuat White terlempar 4 meter.
“Bajingan kau Candra.”
Akar putih langsung menjalar memenuhi tubuh Candra.
“Sekarang dia saja disana!”
“Diriku tidak akan diam saja setelah melihat keadaan menarik ini.”
“Menarik.”
“Diam saja.”
Seketika dari dalam kepompong Candra muncul cairan merah. sekali lihat saja itu langsung tahu kalau itu Darah.
“Oke. aku akan ambil alih tubuhmu sepenuhnya.”
Ketika White hendak melompat keluar melalui gerbang aneh. Candra yang berumuran darah langsung keluar dari kepompong dengan menghancurkan itu dengan pukulan dia.
Candra dengan segera menuju gerbang tersebut dengan berlari. Candra tanpa ragu untuk berlari padahal tubuh dia penuh darah. Benar-benar dia dengan berani melakukan itu karena ini adala momen penting itu.
“Candra sudah kubilang diam saja disana.”
“Tidak mau. Jika aku diam disana tidak bisa melihat para Pahlawan lagi. Aku akan pergi dan menonton mereka semua.”
“Dasar maniak Superhero. Cepat mati sana.”
Akar-akar dari White tumbuh lagi menghalangi Candra untuk pergi kesana. Akar tersebut bahkan menutup setengah dari dimensi ini yang entah berapa ukurannya. Teteapi Candra adalah orang yang nekat, dia langsung memanjat penghalang itu.
Tubuh dia yang berdarah terlihat pulih secara perlahan. luka-luka dia mula tertutup, asap tipis seperti menjahit luka-luka robek. memar-memar bekas serangan langsung menghilang dengan Adrenaline saja.
Candra percaya bahwa dengan memacu Adrenaline membuat tubuhnya menjadi Unik layaknya si putih.
__ADS_1
Candra turun dengan melompat melihat White sudah memasukan tangan pada gerbang. Tetapi Candra dengan kecepatan suara dia langsung memegang White.
“Apa yang terjadi? seharusnya jarakanya lebih jauh.”
“Benar seharusnya begitu, tetapi aku memakan 90% jarak dari diriku dan dirimu.”
“Kenapa kau bisa menggunakan kekuatan kami.”
“Tentu saja aku bertanya-tanya soal itu. Tetapi…”
Candra langsung memukul wajah White dengan sangat keras. Sebuah pukulan pertama yang sangat keras bahkan itu bisa saja merusak bagian penting. Perbedaan kekuatan yang jelas, tetapi Candra berhasil memberi pukulan pada White.
“Sialan bajingan.”
Sebuah pukulan keras membuat White marah besar karena ada pukulan tersebut. Dia tanpa ragu mengarahkan pukulan pada Candra, tetapi itu gagal dengan sangan mudah dengan hindaran kecil.
“Aku yakin kekuatan ini hanya berlaku karena ada dirimu.”
“Apa yang kau bicarakan dasar…”
Tanpa ragu pukulan kedua dia lancarkan keras pada kepala White. Wajah dia juga sampai rusak parah.
Tetapi dia sosok yang sama dengan si putih dia memiliki penyembuhan yang monster. semua memar langsung hilang, dan memiliki tubuh jauh lebih baik dari sebelumnya.
White langsung mengepalkan tangan dan mengarahkan tinju pada Candra. tetapi kali ini Candra menahan dan membala langsung dengan tendangan keras menjauh dari gerbang.
“Sialan tidak akan ku biarkan.”
Kaki Candra terlihat langsung di ikat dengan Akar putih dari White. Itu membuat Candra tertahan karena dia belum bisa melawan penuh kekuatan akar itu dengan baik. Walaupun dia berhasil, maka dia bisa berhasil lagi.
“Aku akan memiliki tubuh ini.”
“Dia ini milikku.”
White yang melompat dengan segera masuk kedalam gerbang, langsung ditahan oleh pukulan keras di kepala White. Sebuah pukulan dan langsung jatuh tepat di bawah kaki Candra.
White yang jatuh langsung menarik jatuh kaki kanan Candra agar tidak kehilangan ke seimbangan.
“Cih.”
Candra yang melihat White berdiri dengan hendak masuk. Dia langsung menarik kaki yang sama dengan White sebelumnnya yang dilakukan pada dirinya.
“OUhhAaa.” Dia jatuh karena kehilangan ke seimbambangan.”
Candra yang langsung berdiri dan melompat ke dan menghadap gerbang itu. dan dia berkata pada White.
“Aku menang. Sial ini menyenangkan, sudah lama sekali aku tidak se-senang ini.”
__ADS_1
White hanya bisa pasrah mendengar itu, karena dia bisa tersenyum pada momen ini. padahal itu yang diharapkan oleh para White, tetap tersenyum dan bisa berdiri didepan semuanya dengan bangga.