
Candra yang diperintahkan untuk pergi keruangan Ilmuwan terlihat sangat mengantuk. Kantung mata hitam dan bahkan dia sampai menguap cukup besar. Pakaian dia juga sangat berantakan karena tidak sempat bersiap dengan sempurna karena terburu-buru, dia langsung dipanggil langsung ilmuwan karena suatu alasan mendadak.
“Sialan dia itu? Padahal lagi asiknya nonton film.”
Ketika didepan pintu masuk terdengar suara mesin terdengar menembus ruangan.
“Bukanya ruangan ini kedap suara.”
Sebuah rangkaian suara yang sangat keras membuat semua Candra ragu untuk masuk kedalam.
“Apa yang dia lakukan sih.”
Ketika telapak tangan Candra menyentuh gagan pintu. Sebuah tepukan pada pundak Candra, dan itu membuat Candra kaget karena dia tidak merasakan orang yang datang. Ketika melihat kebelakang terlihat seorang gadis dengan rambut putih, Kulit putih pias, dan tatapan m
“Yo.”
“Kenapa kau disini?”
Orang yang dia kenal dan bahkan sekali lihat saja dia tahu siapa orang itu. Seorang yang paling ditakuti di bumi ini. Tidak memiliki aura, tetapi semua orang takut ketika melihat dia dengan mata kosong, dan akan terluka ketika mereka mencoba mengintip kekuatan dia. Si Putih, sebutan yang sangat cocok ketika melihat kulit dan rambut dia, selain dari penampilannya semua orang tahu bahwa dengan sekali lihat bahwa dia putih.
“Sepupu Imutku memanggil.”
“Sepupu? Tanda tanya besar muncul di atas kepala Candra.
Si Putih langsung membuka pintu dengan wajah berkilauan senyuman indah. Tatapan dia yang tajam layaknya silet terlihat sangat indah karena senyuman indah dari Si Putih.
“Dia kenapa sih?”
Candra masuk kedalam kemudian terkejut dengan keadaan didalam. Rongsokan besi terlihat berceceran, asap bertebaran dimana, alat-alat berhamburan sana-sini membuat sulit melangkah. Tetapi satu hal yang terlihat sangat bersih yaitu sebuah benda yang ditutupi oleh tirai.
“Kalian datang bersamaan. Oke daripada bahas itu. Lihat kami menemukan robot buatan Kakek ku.” Sebuah ucapan penuh semangat dari ilmuwan.
“Ouhhhh.” Si Putih terlihat sangat senang, dia juga sampai bertepuk tangan.
Candra yang bodo amat soal robot itu, akhirnya hanya mencari tempat duduk. Ketika melihat tempat duduk, dia tidak menemukan tempat duduk, bahkan kursi tidak terlihat dan akhir memutuskan duduk di sebuah rongsokan bekas.
Ilmuwan membuka tirai dan memperlihat robot yang sama seperti kemarin. Walaupun sama semua kead0aan lebih bersih dan penuh mengkilap. Semua bagian yang tertutup dengan baju terlihat jelas. Semua bagian terlihat dengan jelas, dari bagian dada yang membentuk balok, dan jari-jari yang tajam layaknya sebuah cakar, mata yang bulat terlihat jelas bahwa itu sebuah lensa untuk melihat.
“Jadi ini adikku kah?” Sebuah aura dari Si Putih terlihat penuh semangat.
“Adikku?”
__ADS_1
Candra makin bingun dengan ucapan Si Putih. Pertama membahas Sepupu, kemudian Adik. Kepala dia sampai bisa mengeluarkan asap karena tidak bisa mencerna apa yang terjadi.
“Benar juga, kau belum tahu tentang latarku.”
“Latar?”
“Benar, diriku ini adalah ciptaan Kakeknya Ilmuwan dan…”
Penjelasan sama persis pada saat Si Putih menjelaskan dirinya pada Ilmuwan saat di sekolah Parigi. Sebuah penjelasan yang agak berbelit, intinya tetap dapat. Si Putih menjelaskan tentang kelahiran dirinya, siapa pembuatanya, dan kenapa memanggil ilmuwan sebagai Sepupu.
“Jadi kau memiliki hubungan dengan Si Putih.”
“Ehemm.” Sebuah tanda kebanggaan dari Ilmuwan pada Candra.
Candra terlihat sangat kesal dengan busung dada Ilmuwan tentang betapa dekat hubungannya dengan Si Putih. Sekarang dia tahu bahwa hal buruk pada Ilmuwan bisa membunuh dirinya karena Si Putih pasti ikut campur, dan bisa membunuh dirinya.
Sebuah langkah kaki langsung terdengar dari luar ruangan. Sebuah langkah kaki yang terlihat sangat tergesa-gesa layaknya ada sebuah insiden besar yang harus segera diatasi.
Pintu Ruangan ilmuwan langsung dibuka dan muncul seorang gadis dengan wajah tajam layaknya sekretaris TPL, dan itu adalah Sekretaris itu sendiri. Pada tangan dia terdapat sebuah selembar poster, dan itu langsung ditunjukan pada Ilmuwan.
“Ilmuwan persiapkan robot itu untuk Event ini.”
Masa Digital atau lengkapnya Masa Digital Inc merupakan perusahaan Teknologi terbesar di Negeri ini. Teknologi yang mereka buat akan dikirim untuk negara dalam pembuatan teknologi untuk keamanan negara terutama pada Pahlawan super Negara. Mereka selalu membuat Event besar yang merupakan festival teknologi, mereka juga mengadakan lomba dan yang menang akan mendapat hadiah besar.
“Ikut PT Madi, saya tidak masalah kok, tapi harus izin dulu pada Bibi ku.”
“Memangnya kau punya Bibi, kedua orang tuamu anak paling muda loh.”
“Soal itu?” Ilmuwan langsung menatap Si Putih.
Mata Sekertaris langsung mengikuti tatapan Ilmuwan, dia langsung terkejut melihat seorang sedang melambaikan tangan kecil padanya. Seorang yang ditakuti dan tidak mau terlibat dengan dia dan bahkan bisa sangat berbahaya bagi hidupnya jika terlibat dengan dia.
“White, Ilmuwan Kenapa SI Putih ada disini?!”
“Soal itu, dia adalah bibi ku?”
“Tunggu, memangnya ada hubungan darah dengan Si Putih.”
Mereka mengabaikan Candra dan Si Putih karena panik.
“Soal itu tidak tahu?”
__ADS_1
“Kami memiliki hubungan darah kok. Pada dasarnya diriku menggunakan Gen Kakeknya Ilmuwan. Jika tidak percaya coba bandingkan wajah kami.”
Si Putih mencoba membandingkan wajah, tetapi ketika berdekatan mereka sangat berjauhan karena suatu alasan yang jelas.
“Ahh maaf, ini bukan wujud asliku.”
Suatu menjijikan terjadi pada kepala Si Putih, kepala dia mencari layaknya slime dan mulai membentuk kepala baru layaknya sebuah lilin mainan anak-anak yang sedang diolah oleh sesuatu tidak terlihat. Semakin lama, wajah dia makin membentuk, mata mulai muncul, bata hidung terlihat jelas, mulut mulai muncul.
“Sudah hentikan,” Sekretaris pasrah dan menerima kenyataan,”Aku tahu kau suka jujur, tapi ucapanmu suka tidak jelas. Aku percaya, tapi alasan kau datang kesini kenapa?”
“Karena robot ini.”
Si Putih mendekati Robot yang dibawa Candra yang sudah dalam keadaan prima. Semua barang sudah bersih dan tidak ada masalah. Semua bagian sudah tersusun dengan rapih dengan kehebatan Ilmuwan.
“Jika tidak salah robot itu buatan kakeknya Ilmuwan kan?”
“Benar, maka dari itu dia itu adikku, mungkin tepatnya adik angkat.”
Sekretaris langsung tepok jidat karena pemahaman keluarga Si Putih yang aneh. Robot buatan kakeknya Ilmuwan dianggap Adik, dan dia juga mengaku bibinya Ilmuwan hanya karena dia dibuat oleh kakeknya.
“Tunggu, kalau begitu robot ini tidak boleh ikut lomba itu.”
Sekretaris panik karena rencana yang dibuat bisa kacau karena kedatangan Si Putih. Padahal rencana ini merupakan hal penting bagi nama TPL dan menjadi lebih besar. Mereka juga ingin mendapatkan Hadiah dari Event tersebut.
“Lomba, menarik kenapa tidak coba masukkan saja?” Si Putih terlihat membiarkan Adiknya untuk operasi.
“Tunggu kau mengijinkannya?” Sekretaris merasa terkejut akan ucapan Si Putih.
“Tentu, jika bisa membuat adikku lebih baik kenapa tidak. Setidaknya biarkan aku membuat wajahnya.”
Si Putih langsung mencabut tangan kanan menggunakan lengan kiri. Tidak terlihat darah keluar dari lengan yang dicabut, selain darah ketika melihat bagian dalam dari tangan tidak terlihat ada struktur tulang layaknya manusia atau hewan bertulang. Jika dilihat pada bagian lengan yang dipotong terlihat seperti hewan tak bertulang belakang
Tangan yang dipotong langsung melompat dan kemudian menggeliat pada kepala Robot.Ilmuwan. Tangan tersebut mencair dan mulai merubah bentuk kepala yang oval dengan mata besar layaknya katak, berubah menjadi wajah manusia yang tak berambut dan tak bermata.
“Yosh segitu cukup seharusnya, untuk rambut, dan mata kalian yang urus.”
Candra yang di asingkan karena tidak mengerti pembahasan mereka memutuskan untuk menggunakan earphone kemudian menonton serial kartun superhero yang belum selesai. Dia juga menonton di pojokan karena tidak ingin mengganggu.
Tangan Si putih yang dicabut langsung muncul gumpalan daging, dan gumpalan tersebut mulai membentuk sebuah lengan baru, dan dalam waktu 3 detik daging mentah langsung menjadi lengan yang sama persis seperti sebelumnya.
“Jadi alasan aku dipanggil apa yah?’ keluh Candra.
__ADS_1