Kami Ini Villian

Kami Ini Villian
31


__ADS_3

Sebuah ruangan langsung dihujani oleh air dari sebuah alat penyembur untuk memadamkan api. Semua mesin tersebut menyala karena kedatangan seseorang yang sangat panas membara layaknya sebuah magma, dia datang seketika dan langsung muncul sudah seperti sulap. Air juga langsung jatuh ketika keadatang dia, tentu semua orang selain dia langsung kesal karena mereka semua menjadi basah,


“Aku lupa kalau di ruang rapat ada anti kebakaran. “


Semua orang basah karena alat pemadang menyemburkan air, tetapi ada orang yang tidak basah yaitu Leader yang membuat perisai kebangaanya. Sekretaris yang terlihat tenang walaupun semuanya basah, tetapi bisa berdiri layaknya pemimpin. Ilmuwan yang bodo amat soal pakaian kesal karena dirinya harus mengerikan badan, dan malas jika mengalami demam. Kroco yang menggunakan Armor tempur membuat terasa berat karena menumpuk baju.


“Baiklah mari matikan dulu alat pemadamnya.”


Sekretaris langsung mematikan alat pemadang menggunakan kekuatan telekinesis yang bisa memudahkan mematikannya dengan jarak jauh, layaknya remot tv.


Tepat sebelum mematikan alat anti api, Candra langsung melepas kostum dan kembali dengan pakaian sehari-hari. Dia yang sangat tepat ketika air dari anti kebakaran mati, dia tidak mengalami kebasahan kecuali di kakinya karena banyaknya genangan.


Barang yang dibawa tidak basah karena disimpan dalam perisai kebagaan milik Leader. Sebuah robot berukuran manusia yang berpakaian layaknya manusia, struktur tubuh dia mirip layaknya manusia, memiliki tangan, kaki, kepala, dan memiliki proporsi manusia, hanya saja bagian kepala yang oval panjang dan bagian atas memiliki mata besar layaknya katak.


Mereka langsung mulai mengecek setiap bagian robot tanpa mematikan mesin robot tersebut.


Ketika tangan mereka bagian tubuh robot tersebut, Ilmuwan yang menyentuh tangan, dan Leader menyentuh kaki membuat robot tersebut langsung melawan dan langsung melempar mereka kelangit. Leader yang terlihat menikmati dilempar ke langit langsung membuat perisai untuk mencegah di jatuh dengan rasa sakit, tentu itu hanya untuk Leader tidak untuk ilmuwan.


“Jika kalian ingin mematikanku langsung saja!”


Entah dari mesin pembuat suara atau dari sikap robot tersebut. Suara dari robot tersebut terdengar agak maniak, terdengar penuh gairah, penuh rasa ingin ingin mati, rasa itu layaknya ingin mengejar mimpi yang sudah lama dia impikan.


Candra yang menatap robot tersebut, merasakan bahwa robot tersebut memiliki kepribadian yang aneh. Secara aura dia sangat mirip dengan para pasukan TPL dan bahkan memiliki aura untuk robot merupakan sebuah keajaiban, atau robot itu merupakan robot yang dibuat oleh ilmuwan yang sangat hebat.


“Jadi tugas ini sudah selesai, mari urus robot ini kepada Leader dan Ilmuwan,” Sekretaris menatap Candra dan Kroco 3.


Candra dan Kroco 3 langsung pergi bersama Sekretaris karena mereka memiliki urusan pekerjaan.


“Terima kasih, nih bayanyanya.”


Sebuah amplop coklat yang terbilang biasa langsung membuat Kroco dan Candra langsung penuh semangat. Mata uang Candra langsung keluar karena bisa menerima bayaran yang sangat cepat. Selain dapat gaji setiap bulan, bahkan dia mendapatkan gaji dari melakukan misi, benar-benar pekerjaan yang mewah.

__ADS_1


Tentu dengan hal tersebut membuat Candra bodo amat soal robot yang dan langsung bersemangat memikirkan uang tersebut akan digunakan untuk apa. Sebuah awan melayan pada Candra langsung bergambar sebuah mainan superhero Driverman, Aksaralima dan mainan superhero lain, dan bahkan ada buku komik dalam awan khayalan Candra.


“Kalian boleh istirahat sekarang. Beristirahatlah.”


Candra dan Kroco 3 langsung pergi menjauh dari Sekretraris, mereka langsung pergi keluar dan menikmati uang mereka. Candra langsung pergi keluar menggunakan pintu utama, tetapi Kroco 3 terlihat memiliki jalan lain untuk keluar, dia jalan belakang dan segera memesan sebuah sate yang sudah menunggu dari tadi.


Ilmuwan yang sedang mengecek robot tersebut, dia sadar bahwa robot yang dia bawa tidak memiliki suara yang tetap, layaknya robot tersebut mencari audio dan hanya bisa mengeluarkan suara secara random. Alat pengeluaran suara benar-benar tidak berfungsi dia sekarang hanya menggunakan semua rekaman suara.


“Robot baru, coba bicara!”


“Tidak dasar bodoh.’ Suara seorang wanita yang sangat malu-malu kucing, sangat cocok untuk istilah jepang yang sangat populer.


“Baiklah, Coba bilang A.”


“A” Sebuah suara anak-anak yang keluar kali ini.


“Tunggu, penurut juga?”


“Benarkannya, malah benarkah. Baiklah mari membenarkan dirimu saja.”


“Benarkah?”Suara seorang ibu-ibu rumah tangga.


“Tapi besok, aku harus membuat konsep dulu.”


“Harus cepat.” Suara seorang Pria malu-malu kucing.


“Ouhh, suara yang bagus,” Leader terlihat memuji suara dari robot tersebut,”Benar-benar suara yang unik. Aku akan memanggil Seratus Topeng Kegelapan.”


“Tidak,”Suara teriakan yang panik akan rasa takut,” aku ini punya”Seorang yang sedang berpidato dengan gagah berani” nama.” suara yang selalu muncul di Google Translate.


“Maafkan diriku ini, pakai saja nama itu sebagai sebutan.”

__ADS_1


Ilmuwan yang bodo amat langsung pergi dan mencari bahan untuk membenarkan robot barunya. Dia sadar bahwa robot tersebut terlihat tidak panik, padahal dia habis diculik.


“Berarti robot itu bukan milik institute itu, tetapi hanya tinggal disana.”


Ketika Ilmuwan sampai ke tujuan, mata dia langsung tertuju pada barisan toko elektronik yang tersebar di pinggir jalan. Dari toko alat, sampai toko robot kecil benar-benar berbaris dengan sangat rapi, setiap barang jualan terlihat disusun dengan sangat menarik, membuat siapapun ingin membeli barang tersebut.


“Sudah jarang melihatmu disini. Ada yang bisa kubantu?” Seorang penjaga toko yang kenal dengan Ilmuwan langsung mengajak berbicara.


“Speaker, Audio Amplifier bekas, dan beberapa sirkuit khusus. Apa ada disini?”


“Tentu saja.”


Seorang penjaga toko terlihat sudah sangat berumur, dia juga terlihat sudah membungkuk dengan rambut sudah memutih. Dia bisa berjalan dengan baik karena sebuah alat yang menempel pada kaki kanannya. Sebuah kaki prostetik yang terbuat dari besi lama dan terlihat memiliki banyak debu.


“Nala, bisa benarkan ini tidak?” sang pemilik toko menunjuk kaki palsunya yang sudah penuh debu.


“Benarkan? Sudah seharusnya diganti bukan.”


“Tidak usah, ini sangat cocok dengan umur kakek ini.”


“Walaupun dibenarkan setidaknya harus dicabut dulu loh. Itupun butuh waktu lama membenarkan model lama karena sulit menemukan suku cadangnya.”


“Begitukah? Tidak usah saja.”


“Kenapa? Bisa bahaya loh jika dibiarkan.”


“Tenang saja, ini masih kuat seperti diriku ini.”


“Baiklah, nanti kupikirkan cara membenarkan kaki itu dengan cepat.”


“Itulah dirimu.”

__ADS_1


Ilmuwan terlihat agak senang dengan ucapan kakek tersebut. Wajah dia juga langsung tersenyum kecil dengan mata yang penuh kantung mata. Pada tangan ilmuwan langsung membuka HP untuk melihat jam, dan melihat jadwal apa dan kemudian mengatur jadwal untuk membenarkan kaki palsu sang Kakek pemilik toko elektronik.


__ADS_2