Kami Ini Villian

Kami Ini Villian
38


__ADS_3

Acara utama dalam pameran adalah presentasi dari hasil Karya masuk Nominasi Sepuluh besar. Sebuah ajang merupakan titik dimana semua ahli berkumpul, bukan hanya dari pihak peneliti, tetapi segala ahli. Semua orang melihat hasil penelitian dan Karya apa akan memiliki pengaruh pada dunia atau hanya sebuah Karya kecil-kecilan.


“Sekretaris kau yakin menunjukan robot ini?”


“Tentu saja.”


Leader yang melihat robot yang yang tepat di samping Sekretaris. Sebuah robot Maid yang siap melayani seorang majikan. Robot dengan kecantikan luar biasa, rambut lembut terbuat dari kain sutra, kulit asli dari makhluk hidup nyata, mata yang tajam layaknya sebuah lensa kamera itu sendiri.


Leader tahu betapa pintar Sekretaris, dia juga sadar bahwa semua usaha dia untuk TPL bukan sebuah main-main. Membuat TPL organisasi jahat kecil yang tidak dikenal oleh siapapun menjadi terkenal layaknya sebuah ancaman bagi dunia itu sendiri. Dia telah mengatur semuanya, tetapi Leader sekarang ragu dengan pilihan Sekretaris dengan menampilkan robot berbentuk manusia dengan kostum Maid.


Ketika seluruh Dunia sudah terbiasa dengan Robot dan Android mereka pasti tidak akan terkejut, tentu di dunia ini memiliki kenyataan itu. Semua orang tidak akan terkejut dengan Robot atau Android, bahkan kisah Cinta seorang manusia dengan Android sudah bukan khayalan.


Robot dan Android sudah merupakan hal umum bagi CEO perusahaan besar. Mereka menggunakan sebagai Sekretaris mereka karena kemampuan otak yang bisa mengingat segala hal. Selain untuk CEO besar bahkan ada semacam hal lebih menjijikan menjadikan alat pribadi, dan bahkan melakukan hal seperti sebagai pemuas nafsu.


“Pahlawan Android juga ada, apa yang membuat kita bisa menang. Sekretaris.”


“Percayalah pada diriku!” Sekretaris memberi senyuman yang tidak pernah dikeluarkan.


Sebuah senyuman yang penuh percaya diri, senyuman tersebut adalah senyuman kemenangan miliknya yang membuat hati Leader luluh dan memutuskan percaya pada Sekretaris yang merupakan teman masa kecilnya.


“Nomor 9 silahkan naik ke panggung.”


Sebuah panggung raksasa yang menghadap semua pengunjung. Mereka semua menatap tajam Sekretaris yang membawa sebuah robot Maid. tatapan mereka bukan seorang tanpa pengetahuan, tatapan tersebut sudah menilai Sekretaris dari tindakan masuk panggung.


Semua orang terlihat sudah menilai sikap Sekretaris yang terlihat bangga membuat mereka tidak sabar dengan apa yang ditampilkan oleh Sekretaris.


Tata Krama Berjalan, dan segala langkah dari Ilmuwan menunjukan bahwa dia bukan dari Perusahaan rendahan, dan dia memiliki pengalaman dalam Perusahaan besar. Mereka juga sadar bahwa Sekretaris menggunakan topeng untuk menyembunyikan identitas. Hal tersebut tidak dilarang, tapi membuat semua sedikit lebih waspada.


“Selamat malam dan Terima kasih sudah meluangkan waktu. Sebenarnya saya ingin segera menampilkan hasil karya dari salah satu Ilmuwan kami.”


Sekretaris membiarkan robot maid tersebut maju. Semua orang terlihat tidak sabar apa yang dibawa oleh robot tersebut.


Semua orang terlihat menilai suatu yang tidak ada. Mereka berpikir bahwa barang dibawa oleh Robot Maid, tetapi Robot Maid tersebut yang menjadi presentasinya.


“Ini adalah robot Android yang kami buat.”


Wajah bingung dari para Juri langsung terlihat jelas. Beberapa orang terlihat sangat kesal dengan apa yang diucapkan oleh Sekretaris. Semua orang tahu biasanya robot maid akan menjadi tukang bawa, tentu karena itu tugas seorang pelayan dan Maid. mereka berpikir seperti bukan hal mengejutkan.


“Robot pintar yang bisa melayani segala hal dari kebersihan, Keamanan, dan bahkan memiliki kemampuan untuk menjadi guru.”


Robot Android adalah hal luarbiasa, tetapi disana adalah hal yang umum. Mereka saja bisa membuat robot yang sama persis dengan robot yang dipresentasikan oleh Sekretaris. Semua orang mulai mempertanyakan kenapa robot tersebut harus dipresentasikan didepan umum.

__ADS_1


Tentu mereka langsung menangkap kenapa robot tersebut bisa masuk karya yang dipresentasikan. Sebuah kecurangan menggunakan uang untuk mendapat posisi untuk Promosi. Mereka tentu langsung mengabaikan robot atau presentasi tersebut.


“Dia juga bisa berubah loh.”


Tentu perubah dari Kostum Maid menjadi armor tempur adalah hal penuh mimpi. Tetapi tidak di mata para Ahli yang memiliki pengetahuan, mereka membutuhkan Karya yang bisa merubah dunia, bukan Karya untuk kepuasaan diri sendiri.


“Tentu itu masih kurang, apa Rencanamu Listyana?” Leader terlihat panik ketika melihat keadaan.


Semua orang sudah bodo amat dengan apa yang terjadi di atas panggu. Mereka semua sudah tidak ingin melihat sampah yang ditunjukan oleh Sekretarsi. Tentu mereka memutuskan untuk meminta untuk segera selesai.


“Sudah sekian dan terima kasih.”


Juri yang terlihat pasrah dengan apa yang mereka melihat hanya bisa berkomentar.


“Kau tahu ini tempat Karya, bukan Sampah seperti Android pemuas Nafsu itu.”


“Benar, kemudian apa-apaan kau bahkan tidak mengenalkan dirimu.”


“Cih, pasti kalian menggunakan kelicikan bukan.”


Semua juri satu pikiran bahwa robot tersebut memang kelas bahwa, tidak memiliki nilai inovatif dan Kreatif. Sebuah robot salinan yang cuma dimodifikasi dari yang pernah ada saja. Mungkin robot tersebut tidak sebanding dengan robot android terbaru yang lebih pintar.


“Tentulah.”


“Terima kasih sudah menolaknya. Sebenarnya robot ini tidak akan diberikan pada kalian semua.”


“Robot sampah itu apa gunanya.”


“Tentu, bagus untuk penelitian kalian loh.”


“Cuma robot Android biasa dengan memasukan banyak AI pintar saja.”


“Mata kalian memang buta yah?”


Sebuah tawa kecil dari Sekretaris membawa semua orang terkaget dengan merasa terhina. Semua orang langsung bersiap untuk marah dan mengusir Sekretaris.


“Biarku beri satu hal penting saja. Robot Maid ini di buat dari Baja Merial.”


Beberapa orang langsung terbingung dengan maksud dari Kata Sekretaris. Tetapi ada orang yang sadar dengan ucapan Sekretaris dan membuat wajah terkejut langsung terlukis.


“Ahh benar banyak yang tidak tahu. Kalian benar-benar tidak menghargai Karya seseorang. Mungkin jika mendengar nama ini kalian pasti tahu kan. Merial Nalaya.”

__ADS_1


Suara langsung memenuhi ruangan. Sebuah suara serentak akan terkejut apa yang dimaksud dari Sekretaris.


“Jangan bilang Karya ini dibuat oleh Merial Nalaya.”


“Kalian baru sadar? Hahahah ini benar-benar menarik. Benar ini dibuat oleh Merial Nalaya Ilmuwan Genius yang membuat Logam Baja yang kalian sering gunakan untuk senjata milter dan perlengkapan sihir.”


“Hal tersebut tidak memiliki bukti. Mungkin ini hanya gertakan saja.” Seorang Juri langsung angkat bicara di atas kegaduhan ini.


Seorang pria Paruh baya yang memiliki umur sekitar 40 tahun dengan pakaian Jas formal yang menunjukan kewibawaannya. Semua orang juga langsung terdiam ketika dia berbicara membuktikan betapa besar pengaruh dia pada semua orang disana.


“Kau, ahhh si Pedophile itu.”


“Pedophile? Aku tidak tahu maksud anda.”


“Jangan bodoh, kau dulu yang memaksa Merial Nalaya untuk menikahi denganmu?”


“Apa maksudmu?”


“Benar-benar bermain bodoh. Biar Ku Beritahu pada semua orang bahwa Merial Nalaya berhenti menjadi Ilmuwan Negara karena orang ini.”


“Tidak ada yang percaya padamu loh.”


“Tentu semua orang bakal percaya.”


Seketika semua HP langsung menerima pesan entah dari siapa. Semua orang langsung dikirim sebuah Rekaman Video yang menunjukan tindakan memaksa Pria didepan sedang memaksa Merial Nalaya untuk melakukan Pernikahan. Bukan hanya bukit Video semua berkas langsung dikirim bahkan sebuah insiden yang disembunyikan oleh Negara tentang apa yang dilakukan ilmuwan tersebut pada Keluarga Merial.


“Kenapa kau tidak lihat sendiri!” Sekretaris langsung meminta Juri tersebut untuk melihat file yang dikirim.


Ketika dia melihat semua File yang dikirim wajah kesal dari Juri tersebut lansung muncul aura merah langsung menembus langit-langit. Membuat semua orang langsung berusaha menghentikan kemarahan dia. Tentu dengan segala bukti akan sangat mengelak dalam keadaan ini, bahkan akan sangat sulit melawan karena sudah menjadi dicap sebagai Tersangka tindakan pelecehan anak kecil.


Tindakan yang paling kejam adalah apa yang terjadi pada Keluarga Merial tetapi menumpahkan kesalahan pada satu orang saja bukan rencana Sekretaris. Sebuah alasan penting dirinya tetap menjadi Anggota TPL adalah membantu Merial Nalaya selain menepati Janji dengan Leader.


“Tentu, dia ini hanya salah satu pelaku yang membuat Merial Nalaya berhenti menjadi Ilmuwan, tetapi kalian boleh marah padanya.”


Duar.


Sebuah ledakan besar menghancurkan langit-langit gedung tersebut. Semua orang langsung panik dan berusaha mengamankan diri.


“Benar-benar Jackpot.” Warth langsung terjung dan menangkap Juri yang beradu mulut dengan Sekretaris. “Kau lemah, tetapi kemarahanmu bisa jadi energi untukku.”


“Yosh, Umpannya sudah disantap.”

__ADS_1


__ADS_2