
Semua orang sudah berkumpul kecuali Kroco 1, karena tubuh dia sedang diambil oleh orang lain. Kemudian mereka benar-benar berkumpul di sebuah meja yang tidak begitu mewah karena sejak awal mereka benar-benar tidak memiliki uang.
“Hei, boleh tahu kenapa meja kita masih miris seperti ini.”
“Tentu saja, karena kita perlu penghematan dana.” Ucap Sekretaris TPL.
“Kau tahu bahwa ini adalah hal serius?”
“Soal apa?” Ucap Ilmuwan yang sibuk membaca sesuatu di HPnya.
“Tentu saja meja yang tidak berkualitas.”
Tentu semua orang hanya bisa diam karena sudah bosan meladeni sikap Leader yang sangat antusias akan sesuatu.
“Leader bisa diam untuk sebentar tidak.”
Sekretaris langsung mengeluarkan sebuah buku komik yang sangat tebal, tentu sebuah korek api juga sudah menyala.
“Woy, bukannya itu benda yang kusembunyikan?”
“Ehh, ini kebetulan sekali.”
“Baik, aku akan diam, maka dari itu jangan bakar benda berharga itu.”
Leader hanya bisa pasrah dari ancaman dari Sekretaris.
Akhirnya rapat kecil terjadi, tentu hal penting yang didapatkan adalah undangan dari La Macchina untuk melakukan pertemuan dengan TPL. hal kedua yang mereka dapatkan adalah itu adalah sebuah jebakan, kemudian mereka sadar bahwa tujuan dari pertemuan ini adalah Merial Nalaya atau dikenal sebagai Ilmuwan TPL.
“Jadi apa rencananya?”
“Tentu saja mari kita terima.” Ucap Bodoh dari Leader.
“Kau tahu bahwa ini 90 persen jebakan.”
“Benar ini jebakan, tapi ini akan menjadi kesempatan kita mendapat teknologi mereka.”
“Jangan bilang?” Sekretaris yang dari tadi meladeni Leader tahu maksud dari ucapan itu.
“Tentu saja karena ini jebakan pasti kekuatan penuh untuk menangkap kita.”
Sekretaris hanya bisa pasrah dan mengikuti rencana Leader. Kemudian apa yang dilakukan Candra dan kawan-kawan tentu saja dia sekarang mereka sedang bermain kartu uno karena otak mereka yang tidak sampai dalam pembicaraan. Ilmuwan hanya fokus mengecek robot Maid.
***
Sambutan yang bukan main dari La Macchina ketika mereka sampai ditempat pertemuan. Mereka menggunakan markas mereka yang bagian luarnya sebuah Aula yang selalu dijadikan sebagai tempat acara besar.
Semua orang benar-benar diberi sambutan dengan hangat, semua orang disana, tidak semua robot berbentuk manusia benar-benar berjajar rapih. Mereka semua menggunakan pakaian ala Miad, dan hampir sama dengan robot Maid Buatan TPL.
“Selamat datang, tamu-tamu kami.”
__ADS_1
Seorang Pria tua dengan aura yang sangat tidak mengenakan benar-benar dirasakan oleh anggota TPL yang datang. Mereka yang datang adalah Leader, Sekretaris, Ilmuwan, Candra dan Kroco 1 yang merasuki baju tempurnya.
Tirai yang sangat besar ada tepat di belakang orang yang menyambut TPL. kemudian tirai tersebut benar-benar memotong setengah dari aula yang seharusnya sangat besar, tetapi tirai tersebut sebuah benda yang sangat mahal, bahkan Ilmuwan menatap tajam pada tirai tersebut.
“Silahkan duduk.”
Sebuah kursi dan meja yang sangat mewah dan berbanding terbalik dengan miliki mereka di markas TPL. Leader bahkan sampai berusaha menempelkan pipinya pada meja kaca yang mewah tersebut.
Tentu tatapan penyambut langsung berubah tajam, tetapi dia berusaha kembali normal.
“Jadi kalian datang dengan kostum kalian. Sudah lama tidak melihat kelompok penjahat dengan kostum seperti kalian.”
“Begitukah, padahal kami ini Vilian bukan penjahat jalanan yang hanya menggunakan penutup kepala saja,” Sebuah ucapan penuh percaya diri dari Leader.
“Jadi apakah kalian tahu maksud kami mengundang kalian.”
“Tentu saja untuk minta tanda tangan kan,” Leader berbicara seperti itu, dia juga langsung mengeluarkan pulpen.
Tentu saja dia langsung naik darah, untung saja dia masih bisa menahan diri.
“Kami, tahu kalian memiliki gadis itu?”
Tentu tatapan Leader langsung berubah dan menatap tajam lawan bicaranya.
“Jadi benarkan?”
Senyuman kecil langsung muncul dari lawan bicara Leader.
“Jika tidak keberatan apa bukti kau memiliki Merial Nalaya.”
“Tentu saja tidak bisa.” tetapi Leader langsung mengeluarkan sebatang logam dari sakunya,”tetapi lihatlah ini.”
Logam tersebut langsung digenggam oleh Lawan bicara Leader. Tentu sebuah senyuman semakin jelas, dia sekarang sudah memutuskan apa yang harus mereka lakukan.
Tirai langsung terbuka dan puluhan robot raksasa sudah siap menembakkan Laser dan peluru fisik pada TPL. sebuah keadaan yang tidak bisa dibilang aman, melainkan sebuah keadaan paling bahaya bagi beberapa orang.
Energi dari Senjata Laser tersebut terus berkumpul, suara putaran Gatling semakin cepat dan para robot sudah mengarahkan bidikan mereka pada TPL.
“Jadi katakan dimana keberadaan Merial Nalaya jika tidak kalian tahu kan.”
Robot yang sudah mereka persiapkan di belakang tirai sudah siap melakukan tembakan, dan apa robot tersebut akan menembak atau tidak itu hanya pada jawaban Leader.
“Jika kau membunuh kami, kau tidak akan tahu dimana Merial Nalaya kan.”
“Jangan sombong, kami sudah punya rencana soal itu.”
“Begitukah, rencana apa itu?”
“Kenapa tidak kalian rasakan diri saja.”
__ADS_1
Sebuah kembang api di siang hari langsung mengarah pada TPL. semua laser yang bertebaran dan suara ledakan dari peluru fisik Gatling gun, benar-benar membuat Aula tersebut sangat berisik.
Semua Laser tersebut membuat beberapa bagunana menjadi penuh dengan debu. Setiap peluru yang meleset langsung menambrak tembok.
Debu juga langsung memenuhi ruangan, sekarang mereka menghentikan serangan karena mereka sayang nyawa mereka.
“Tentu, selama otak kalian masih utuh sangat mudah menggali ingatan kalian dengan teknologi kami,” teriakan keras benar-benar menunjukan kesombongan dia.
“Begitukah, benar-benar cara yang sadis,” Leader yang masih duduk muncul dari balik debu.
Mereka semua tidak terlihat ada luka bahkan lantai yang mereka pijak tidak ada perubahan sedikit pun. Sebuah kekuatan Leader yang dipastikan untuk melindungi mereka, yaitu Perisai Kebanggaan miliki Leader.
“Jadi, apa mau dilanjut?”
“Tentu saja, kami masih memiliki jumlah.” Semua robot langsung mengumpulkan energi dan bersiap untuk melakukan penembakan kedua.
“Kroco 2 lakukan.”
“Baiklah.”
Kroco langsung mengeluarkan HP dalam beberapa detik seketika setengah dari para robot langsung mengarahkan senjata mereka pada kawan.
Ketika peluru ditembakan setengah dari robot tersebut langsung musnah karena tembakan robot lain.
Orang tersebut langsung berbalik dan melihat apa yang terjadi, setengah dari mereka sudah hancur. Sekarang hanya ada robot yang ada dalam kendali Kroco 2.
“Kalian menghack sistem kami.”
“Benar, ini bukan hal sulit. Memang agak ribet untuk menyembunyikan dari server pusat. Tetapi bagi diriku ini hal mudah.” Kroco 2 terlihat ingin menjelaskan tetapi Leader menghentikan ucapan Kroco 2.
“Selamat tinggal juru bicara La Macchina, tujuan kami juga tercapai.”
“Ini benar-benar nekat, tapi kemungkinan berhasil cukup tinggi.”
“Benar, menghack robot-robot milik La Macchina benar-benar sesuatu.”
Mereka mulai bejalan keluar, dan ketika hendak keluar sebuah bilah pedang seketika muncul di mata Leader.
Reaksi yang sangat cepat dari Sekretaris langsung menahan pengguna pedang tersebut dengan telekinesis nya.
“Cih gagal.”
Sekelompok orang langsung muncul menghadang jalan keluar TPL, mereka semua memiliki seragam yang sama, dan mereka juga membawa robot lebih bagus dari miliki juru bicara La Macchina.
“Sudah Boss bilang, bahwa ancaman dari TPL bukan hanya dari Merial Nalaya.” Ucap orang yang mengarahkan pedang pada Leader.
“Kenapa kalian ada disini?” orang berbicara tersebut langsung terkejut dengan kedatangan tamu tak diundang olehnya.
“Tentu saja untuk mencari Melial Nalaya.”
__ADS_1