Kasih Yang Hilang

Kasih Yang Hilang
Mengungkapkan Perasaan


__ADS_3

"Diana," panggil Angga lembut,saat itu mereka masih berada di dalam mobil,Angga menepikan mobilnya sebentar,dia ingin menanyakan sesuatu pada Diana sesuatu yang sangat pribadi.



"Ya" jawab Diana yang sedari tadi menatap ke luar jendela mobil milik Angga,dia menatap cowok itu yang kini juga sedang menatap ke arahnya.



"Aku ingin mengatakan sesuatu." Angga terlihat serius,dia harus percaya diri dia tidak ingin menyimpan lebih lama lagi perasaannya terhadap Diana.


"Katakan saja! Kenapa harus tegang seperti itu,aku juga tidak akan membunuhmu" Diana tersenyum lucu melihat Angga yang tampak tegang.


Angga terkesima melihat senyuman Diana,sejak kapan Diana memiliki senyuman seindah itu? Tentu saja sudah sejak dulu,cuma dia tidak pernah bisa memperlihatkan senyumannya sebab hatinya tak pernah tenang,karena masih tinggal di rumahnya pak Indra.


"Em... Diana,actually I have liked you for a long time."


"Haha... Angga kamu ini benar-benar lucu,sangat lucu. Kenapa bercanda di saat seperti ini?" ucap Diana masih tertawa,menurutnya apa yang di katakan cowok itu sangat aneh,kenapa mengungkapkan perasaan di saat nyawa mereka dalam bahaya.


"You don't believe me?"


"No Angga,aku tidak bisa memikirkannya saat ini,keadaan aku sedang tidak aman,aku...


"Sudah! Jangan menjawabnya sekarang,aku tidak terburu-buru akan hal itu,aku akan menunggu," potong Angga sebelum Diana selesai ngomong.


Tanpa banyak bicara lagi Angga langsung menghidupkan mesin mobilnya,mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah bi Murni.


\*\*\*\*\*\*

__ADS_1



Siang harinya,Dea memutuskan untumlangsung bertemu dengan om Andra dia ingin mengabarkan apa yang sedang terjadi dengan Diana. Jadi Dea dan mamanya pergi ke kantor lelaki itu,saat sudah berada di depan kantornya om Andra,Dea menelpon dan mengatakan bahwa dia ingin bertemu dengan lelaki tersebut,tapi pak Andra malah mengatakan bahwa dirinya tidak ada di kantor hari ini dia tidak bekerja,jadi Dea meminta alamat rumah pak Andra agar dia bisa segera datang ke sana.


"Wah rumah om besar juga ya," celetuk gadis itu,dia terus melihat ke seisi rumah,Dea sangat menyukai interior rumahnya pak Andra,rumah itu sangat mewah lebih mewah dari pada rumahnya.


"Kamu punya berita apa hari ini?" pak Andra langsung ke topik pembahasan tanpa basa basi terlebih dulu. Andriana sekarang juga sudah ada di sana,dia sangat terpana melihat Anita (mamanya Dea) yang dulunya adalah temannya juga,tapi waktu masih sama-sama duduk di bangku SMP.



"Anita,ternyata kamu ibunya Dea,saya benar-benar tidak menyangka," ungkap Andriana memulai obrolan. Pak Andra mulai deh bosannya,dia sudah menduga pasti kalau perempuan bertemu sesamanya,mereka hanya akan membuat waktu terbuang sia-sia.


"Ya,tidak di sangka rupanya kamu masih sama ya seperti dulu," balas bu Anita saat melihat penampilan Andriana masih secantik dulu.


"Aku memang cantik dari dulu,tapi kamu benar-benar berubah ya,dulu waktu SMP kamu sangat gendut,terus pakek kaca mata lagi,menurut aku kamu sangat jelek saat itu," ungkap Andriana sambil tertawa,saat mengingat wajah mamanya Dea di masa lalu.


Pak Andra dan Dea hanya bisa bengong dan diam saja mendengar ocehan mereka,kalau sudah begini nih,kiamat dunia pun kagak bakalan selesai ngomongnya.


"Om dan Tante,Dea datang ke sini cuma buat ngabarin kalau Diana sudah kabur dari rumahnya om Indra."


"Apa?? Mendengar berita yang disampaikan oleh Dea,membuat mereka sama-sama kaget.


"Kabur? Bagaimana bisa? Bukankah rumahnya pak Indra itu banyak penjaganya?" tanya pak Andra bingung.


"Di bantu sama Ariska," jawab Dea. "Diana bilang rumahnya pak Indra itu memang banyak penjaganya tapi,tiap penjaga di situ di bagi menjadi dua kelompok,suruhannya pak Indra menjaga gerbang yang ada di belakang rumah mereka,sedangkan orang suruhannya


Tante Sofi bertugas menjaga gerbang depan." Jelas Dea lebih rinci.

__ADS_1


"Ariska membantu Diana,berarti dia sudah tahu kalau kamu dan Diana sahabat dari kecil?" tanya Andriana kemudian.


"Iya,Dea juga yang menyuruh Ariska buat mengawasi mamanya di rumah,jadi mamanya itu tidak bisa berbuat seenaknya sama Diana." Tutur Dea.


"Tapi mengapa tidak ketahuan sama sekali? tanya pak Andra semakin penasaran.


"Ya nggak ketahuan dong,kan Diana kaburnya lewat pagar belakang," jawab Dea santai.


"Mereka tidak mungkin tidak menyadarinya,pasti ada hal lain di sini." Ujar pak Andra dalam hati,merasa ada yang janggal,bagaimana mungkin mereka tidak menyadari kalau saat itu Diana sedang menaiki pagar agar bisa keluar dari rumahnya pak Indra,pasti ada seseorang dari salah satu orang suruhannya pak Indra yang ikut melancarkan aksinya.


"Ya,kecurigaan om Andra memang benar." Ujar Dea seperti bisa membaca isi hatinya lelaki itu. "Memang ada orang dalam dan orang itu adalah suruhannya mama,mama yang menyuruh anak buahnya agar bisa bekerja di tempat pak Indra,dan akhirnya di terima jadi pengawal yang bertugas buat menjaga gerbang belakang.


Andra dan Andriana memandang ke arah mamanya dea dengan pandangan yang berbeda-beda,kalau dari pandangan Andriana jelas terlihat kalau dia merasa kagum akan kepintaran Anita,tapi pak andra? ah,pandangan lelaki itu sangat sulit di artikan,dia sangat susah untuk mengakui keunggulan seseorang.


"Kamu sangat hebat Anita,punya pemikiran yang begitu tajam,mas Andra bahkan tidak berani mengambil resiko seperti itu,menyuruh anak buahnya untuk menyelinap masuk dalam kediamannya pak Indra," puji Andriana,dia selalu seperti itu,memuji orang lain dan menjatuhkan saudaranya sendiri.



"Kenapa kamu selalu bersikap bodoh seperti itu,perkataan kamu itu sudah membuat Anita terbang ke atas langit dan kamu kemudian menjatuhkan aku ke dasar bumi," omel pak Andra tidak terima.



"Aku capek," desis Dea. "Pembicaraan kita tidak pernah serius." Lanjutnya lagi.


Setelah mendengar keluhan Dea barusan,mereka kembali ke topik awal pembicaraan.


"Mengapa Diana kabur?" kini pak Andra memasang wajah serius.

__ADS_1


"Semalam dia di pukuli sama tante Sofi." Dea pun akhirnya menceritakan semuanya sama om Andra dan tante Andriana mulai dari Diana di pukul karena alasan sepele dan Ariska yang datang dan melihat semuanya,hingga sampai di mana ibunya membawa pergi Diana tiba-tiba seperti penculik.


Mereka menyimak dengan sangat baik,tidak ada seorang pun yang berbicara saat itu.


__ADS_2