
Malam itu mereka semua menginap di rumahnya Andra,kecuali Angga dan kedua orang tuanya. Ariska juga pulang ke rumahnya agar tidak membuat kedua orang tuanya curiga,begitu pembicaraan mereka selesai mereka langsung pulang.
"Diana,ayah kamu ingin bicara sebentar sama kamu." Ucap tante Andriana.
"Mau bicara ya? Bentar lagi aja," jawab Diana,dia belum siap untuk berbicara banyak hal dengan ayahnya itu,meski sebenarnya jauh di lubuk hatinya dia sangat merindukan sosok ayahnya tersebut.
"Sudahlah Di,temui dulu ayah kamu! Om Anton pasti punya alasan sendiri kenapa dulu ninggalin kamu begitu saja,sekarang ayah kamu sudah di sini,jangan menghindar lagi,sana temui ayahmu di bawah!" Dea ikut membujuk.
"Iya,mari kita turun! Kamu harus dengerin dulu penjelasan ayah kamu,kami semua sudah tahu alasan kenapa ayah kamu pergi begitu saja dan ini juga karena campur tangannya pak Abraham sekarang giliran kamu yang harus mendengarkan penjelasan dari ayah kamu Diana." Tambah Andriana ikut meyakinkan.
Akhirnya Diana turun juga,dia langsung menghampiri ayahnya yang sudah menunggunya di bawah.
\*\*\*\*\*
"Kamu beneran Do,Andriana bilang begitu kemarin?" tanya Winda tidak percaya.
"Tentu saja,memang tampang aku terlihat seperti pembohong apa?"
"Terus bagaimana kalau Andriana benar-benar ingin menikah dengan kamu? Apa kamu mau?" tanya Winda memastikan.
"Why not? Dia juga cantik,seksi dan dia tidak terlihat tua sama sekali aku rasa mungkin umurnya masih sekitar 27 tahun,haha..." Ucap Aldo sambil tertawa.
"Sinting kamu,di depan dia kamu terus menerus mengganggunya dengan mengatakan kalau dia wanita tua,di belakang dia kamu bilang dia cantik dasar pengecut!"
"Apa maksud kamu mengatakan aku pengecut?"
"Ya kalau suka katakan saja!" suruh Winda.
__ADS_1
"Itu hal gampang,tapi akhir-akhir ini dia terlalu sibuk mengurusi masalah keluarganya,dia itu wanita yang kuat aku suka wanita yang seperti itu," ungkap Aldo jujur.
"Bagus kalau kamu beneran menyukai Andriana,setidaknya setelah semua ini berakhir aku bisa bernafas lega karena dia sudah bisa menikah," ucap Winda tersenyum bahagia.
"Kenapa juga kamu yang bisa bernafas lega,seharusnya kan Andriana yang mengatakan hal itu,sebab dia akhirnya bisa menikah juga."
"Kamu tahu Al,Andriana itu sahabat aku sejak kecil-kecil dulu sampai sekarang,melihat dia kesusahan aja aku ikutan susah,apalagi kalau sampai dia bisa menikah dan hidup bahagia sudah pasti aku juga akan ikut bahagia,begitu." Ucap Winda.
"Para penjaga yang tampangnya menakutkan seperti itu,orang suruhan siapa?" tanya Aldo sambil melihat keluar sekilas.
"Mereka itu orang suruhannya pak Andra."
"Kamu menyukai pak Andra?" tebak Aldo.
"Tidak!" jawab Winda sambil menggelengkan kepalanya,lidah memang bisa berbohong tapi mata tidak.
"Ah,terserah kamu mau menilai aku bagaimana yang pasti aku tidak menyukai lelaki resek yang tidak ada obatnya itu." Ucap Winda kesal,dia langsung meraih tasnya untuk berangkat kerja dan menyudahi obrolannya dengan Aldo.
"Perempuan selalu begitu,sedikit-sedikit marah,ah... Susah di tebak emang," gumam Aldo memperhatikan kepergian Winda,ya sepertinya Winda memang menyukai pak Andra dan mungkin Andriana mengetahui hal ini,dia bahkan sudah sangat merindukan Andriana."
"Oh Andriana... Kamu benar-benar sangat menggoda," batin Aldo sambil tersenyum-senyum sendiri,membayangkan wajahnya saja sudah membuat jantungnya berdebar-debar,bagaimana bisa Andriana memiliki paras yang begitu cantik,wajahnya juga awet muda,Andriana benar-benar wanita sempurna di mata Aldo.
\*\*\*\*\*
"Kamu sudah melakukan apa yang saya suruh?" tanya pak Indra kepada anak buahnya.
"Kami hampir saja menangkapnya,kalau tidak ada orang misterius itu," ungkap Bimo
__ADS_1
"Orang misterius?" ulang pak Indra dengan kening berkerut.
"Saya juga tidak tahu pak yang pasti bos Rian saja tidak mampu melawannya." Ucap Bimo memberitahu.
Mendengar pernyataan Bimo,pak Indra semakin penasaran siapa yang telah menyelamatkan Diana kemaren,dan bagaimana bisa Rian anak buahnya yang paling hebat dalam berkelahi itu bisa di kalahkan dengan begitu mudah.
"Cari tahu tentang orang misterius itu!" perintah pak Indra
"Baik pak!" jawab anak buahnya sebelum akhirnya berlalu pergi dari sana.
\*\*\*\*\*\*\*
Kediaman Andra...
Diana sedang duduk santai dengan ayahnya,bi Murni dan Andriana memberikan ruang untuk mereka agar bisa saling mencurahkan segala apa yang selama ini mereka pendam.
"Sekarang kamu sudah tahu kan kenapa waktu itu ayah pergi begitu saja,bukan karena ayah membenci kalian,sampai sekarang bahkan ayah sangat mencintai ibumu," ungkap ayahnya,sambil terus menghapus air matanya yang terus mengalir.
"Ayah,belasan tahun Diana tidak bisa hidup tenang karena dendam kalian,setelah ini semua berakhir mari kita memulai semuanya dari awal!" ajak Diana.
"Kamu ingin keluar dari kota ini?" tanya ayahnya.
"Tidak,Diana sudah punya teman di sini ada Dea,bibi,tante,Arisk,om Andra mereka semua menyayangi Diana,aku hanya ingin ayah juga tetap di sini jangan pergi lagi,aku sudah kehilangan kasih seorang ayah dari kecil,sekarang aku tidak ingin kehilangan ayah lagi." Ucap Diana,dia menangis di pelukan ayahnya,kisah pahit hidupnya di masa kecil bersama sang ibu benar-benar menguras air mata. Kenangan masa lalu itu masih begitu jelas terbayang di pelupuk matanya,saat dia pergi untuk memungut botol-botol bekas,dan kemudian di jual untuk tambahan biaya berobat ibunya,kala itu dia masih kecil kalau memang mau dia bisa saja meminta uang pada tante Anita tapi ibunya selalu mengingatkannya untuk tidak merepotkan orang lain. Sekarang dia tahu betapa beratnya beban yang dulu di pikul ibunya seorang diri.
"Kamu tahu nak,ayah sangat rindu pada ibumu setiap saat,dan sekarang ayah baru mengetahui kenapa dulu kakekmu pak Daniel tidak merestui hubungan kami,karena kakek kamu tahu bahwa menikah dengan ayah hanya akan membuat hidup ibumu hancur,namun semuanya terlambat semuanya sudah terjadi,sekarang kita hanya harus mengakhiri ini semua." Ucap pak Anton dengan wajah sendu. Dia selalu merasa hidupnya hampa semenjak berpisah dari istri dan anaknya,namun sekarang setelah bertemu kembali dengan anaknya dia jadi memiliki semangat lagi,pak Anton sudah bertekad dalam hatinya bahwa mulai dari sekarang dia akan menjadi ayah yang terbaik untuk Diana,dia tidak akan lagi meninggalkan anaknya apapun yang terjadi,karena Diana adalah hadiah terakhir dari istrinya.
\*\*\*\*
__ADS_1