Kasih Yang Hilang

Kasih Yang Hilang
Terbongkarnya Kejahatan Indra


__ADS_3

"Maaf kalau bibi ganggu pembicaraan kalian,kalau boleh bibi kasih saran ni ya,suruh selidiki saja masalah ini sama anak bibi,kebetulan dia itu juga polisi," usul bi Murni karena kasihan melihat pembicaraan mereka yang sedari tadi berbelit-belit.


"Terimakasih bi atas sarannya,tapi nggak perlu deh karena sudah terlalu banyak orang dalam drama ini,bahkan aku sendiri sudah pusing bagaimana cara mengakhiri drama ini,jadi tidak perlu menambah orang lagi." Ujar Andriana sambil memijit kepalanya yang terasa pusing.


"Tapi bibi ada benarnya juga,kenapa kita nggak lapor polisi aja." Diana kelihatannya setuju sama sarannya bibi.


"Iya,apalagi anak bibi juga pernah menyelidiki kasus tentang hilangnya tuan Mike dan sopirnya Denis. Dan ini ada kaitannya dengan pak Abraham,tapi ya karena mereka tidak punya cukup bukti makanya kasus ini di tutup," ungkap bi Murni berusaha meyakinkan Andriana.


Mendengar cerita bi Murni membuat Andriana kembali bersemangat,sepertinya anak bi Murni itu adalah polisi yang pernah di bilang Aldo.


"Wah kebetulan sekali,kalau begitu di mana anak bi Murni sekarang?" tanya Andriana tidak sabar ingin bertemu langsung.


"Dia masih dalam proses pemulihan,kakinya sempat tidak bisa berjalan beberapa waktu lalu akibat kecelakaan." Bi Murni menjelaskan.


Pantesan aja bi Murni cuma sama Diana di rumah itu.


"Wah kayaknya bakalan rame ni,pasti sangat seru. Aku suka! Nanti di buatin film deh judulnya misteri di balik hilangnya tuan Mike dan sang sopir,seru kan?" Dea berkata dengan penuh semangat. "Seru nggak sih?" tanya Dea sekali lagi meminta pendapat dari orang di sekelilingnya,tapi mereka malah menatapnya dengan tatapan mata yang nggak tahu deh apa artinya,yang pasti berbeda-beda. "Hehehe... Nggak seru ya,jangan ngelihatin aku kayak gitu,serem tahu!"


"Makanya kalau orang lagi serius jangan di ajak bercanda," tegur Andriana mengingatkan.


"Lah,itu kan emang kebiasaan Dea dari dulu tan," ungkap Diana


"Kayaknya nggak bisa di hilangin tu," tambah bibi.


"Oh iya tan,beberapa bulan yang lalu aku sempat melihat om Indra marah-marah,sampai melempar gelas segala cuma gara-gara masalah di kantornya," ungkap Diana.


"Masalah apa?" Andriana dan Dea bertanya bersamaan.


"Em,masalah sama papa kamu yang membatalkan kontrak kerja,sama om Indra. Dan om Indra bilang dia akan membalasnya."


Mendengar cerita Diana membuat mereka semakin yakin kalau selama ini om Indra hanya berpura-pura baik saja.


Dan mereka masih terus mengaitkan peristiwa demi peristiwa untuk memastikan kalau Indra memang benar-benar bekerjasama dengan papanya,saat masih fokus-fokusnya,Ariska tiba-tiba mengirim pesan pada Dea.

__ADS_1


"Ternyata kita sudah salah orang Dea," isi pesan dari Ariska,dan setelah itu Ariska juga mengirim sebuah video. Dea langsung melihat video itu karena penasaran. Mereka semua melihatnya dengan jantung yang berdetak tak karuan.


"Aku tidak bersalah dalam hal ini,Diana kabur dari sini itu juga karena kamu,karena kamu dan papa kamu yang terus menerus menyuruh aku untuk berbuat jahat sama dia."


"Kamu saja yang tidak bisa menjaganya,hingga membuat dia lolos dari rumah ini!" suara pak Indra tidak kalah lantangnya.


"Aku punya anak mas,aku punya Ariska,aku ini manusia yang juga punya hati bukan monster. Jangan mengkambing hitamkan aku! Kamu itu berlagak seperti malaikat di depannya sedangkan aku kamu suruh jadi orang jahat,kamu itu benar-benar kejam!" tante Sofi menangis sejadi-jadinya,tampak saat itu om Indra menampar istrinya,hanya sampai di situ saja videonya sepertinya Ariska takut merekam semua percakapan mereka.


Setelah melihat isi video itu,mereka sama-sama terdiam suasana hening sesaat. Ternyata menyelesaikan masalah ini tidak semudah yang Andriana pikirkan.


"Sebenarnya opa aku itu menginginkan Diana mati dengan cara bunuh diri seperti apa yang di lakukan oleh oma aku,makanya opa menyuruh mama untuk terus membuat Diana merasa tersiksa berada di sini,hingga dia akan memilih mati saja tapi aku malah membantu Diana kabur,aku takut Dea... Mungkinkah aku akan jadi mangsa selanjutnya?" Itu pesan terakhir dari Ariska dan setelah itu handphonenya tidak aktif lagi.


"Bagaimana ini tante?" Diana ikutan khawatir.


Ternyata apa yang di takutkannya selama ini terjadi juga. Om Indra itu tidak sebaik yang terlihat dari luar.


\*\*\*


Ariska sendiri ketakutan di kamarnya,dia mengunci kamarnya,sekarang dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya setelah melihat sendiri kelakuan kasar papanya itu.


\*\*\*\*


Hari ini Andriana kembali ingin pergi ke rumah Winda,dia ingin mengetahui lebih banyak hal mengenai kematian istrinya tuan Abraham.


"Kamu mau ke mana lagi?" tanya Andra saat melihat adiknya menuruni tangga dengan sangat buru-buru.


"Aku harus segera mencaritahu tentang kematian istrinya pak Abraham.


"Nggak mau sarapan dulu?" tawar Andra.


"Nah,kalau itu nggak boleh ketinggalan." Jawab Andriana,dia langsung saja duduk di depan Andra.


"Ini!" Andriana menyodorkan hpnya kepada Andra,lelaki itu jadi bingung.

__ADS_1


"Untuk apa?"


"Di lihat saja dulu videonya!" suruh Andriana.


Beberapa menit kemudian...


Pak Andra masih terus mengunyah makanannya,kini makanan itu terasa tidak enak lagi tidak seperti tadi,sekarang rasanya seperti mengunyah karet seiring dengan perubahan suasana hatinya.


Andriana cuek saja melihat keadaan kakaknya karena dia sendiri sudah lebih dulu merasakannya saat pertama Ariska mengirim video itu pada mereka,benar-benar membuat suasana hati tidak nyaman.


"Apa Ariska yang mengirim video ini?" tanya Andra kemudian.


"Iya,dan sepertinya dia sangat ketakutan."


"Tentu saja dia takut,apalagi setelah menyadari bahwa selama ini dia hidup dengan serigala berbulu kelinci," ucap pak Andra.


"Mana ada serigala berbulu kelinci,yang ada tu ya serigala berbulu domba." Andriana mengomentari perkataan kakaknya yang menurutnya salah.


"Sama aja lagi,kagak ada bedanya."


"Jelas beda lah."


"Serigala berbulu domba itu ya,artinya orang jahat nyamar jadi orang baik,apa bedanya coba sama serigala berbulu kelinci?" ucap Andra tidak mau kalah.


"Yang pasti beda nggak sama!"


"Ah,nggak ada gunanya juga berdebat sama perempuan karena perempuan itu selalu benar." Ucap pak Andra dia langsung menyudahi sarapannya,setelah meminum habis air dalam gelasnya lelaki itu langsung pergi dari sana tanpa mengatakan sepatah katapun,selera makannya hilang setelah melihat video itu di tambah lagi Andriana yang berdebat dengannya hanya karena persoalan yang sepele.


"Huu... Dasar duda tua! Begitu aja marah," ejek Andriana,pak Andra yang kebetulan saat itu masih belum sampai di pintu keluar dapat mendengar dengan jelas ejekan Andriana,pak Andra sebisa mungkin menahannya untuk tidak membalas ledekan itu. Tapi rupanya lelaki itu tidak tahan kalau dirinya tidak membalas ejekan Andriana saat ini,mulutnya itu bisa gatal seharian.


"Eh Andriana,karena ini ni,karena mulut kamu itulah makanya nggak ada lelaki yang mau sama kamu,dasar perawan tua! Kalau aku duda itu lebih baik karena pernah menikah,sedangkan kamu sudah tua tapi belum menikah. Dasar perawan tua!" balas pak Andra. Andriana sangat marah saat mendengarnya karena menurut dia kakaknya itu sudah berlebihan,Andriana tidak terima dia harus membalasnya.


"Dasar du---" belum sempat dia mengatakannya, pak Andra sudah kabur duluan.

__ADS_1


"Aku harus membalasnya," tekad wanita itu.


-------


__ADS_2