Kasih Yang Hilang

Kasih Yang Hilang
Harus Jujur


__ADS_3

Usai mengerjakan semua pekerjaan rumah,bi Murni kembali mengendap-mengendap mencari kesempatan untuk bisa masuk ke kamarnya Diana,meski sudah tinggal lama di sini,dan dia juga termasuk orang yang dekat dengan Diana,tapi bi Murni tidak pernah masuk ke kamar gadis itu sebab majikannya nyonya Sofia tidak membolehkan siapa pun masuk ke kamarnya Diana,entah apa alasannya.


Dan yang membuat bi Murni heran adalah kamar Diana berada di belakang rumah mereka,bi Murni yang sebagai pembantu rumah tangga saja kamarnya ada di dalam rumah mereka,tapi kenapa dengan Diana? Dia yang katanya keponakan keluarga ini bahkan mendapat perlakuan buruk seperti itu. Rahasia apa yang di simpan mereka? Bi Murni masih tidak tahu,dan kali ini wanita paruh baya itu benar-benar akan mencaritahu sendiri apa yang sebenarnya mereka rahasiakan selama ini.


....


"Non... non Diana" bi Murni langsung berjalan menuju Diana,begitu melihat gadis itu berada di kamarnya,wanita itu sangat senang dia menangis terharu,sudah dua hari Diana tidak ada kabar,bi Murni sangat mengkhawatirkannya,begitu juga dengan Diana dia juga merasakan hal yang sama,dia sangat merindukan wanita yang sudah di anggap sebagai ibunya itu.


Bi Murni memang sudah seperti ibu baginya,semenjak pertama datang kesini hanya bi Murni yang selalu memberi perhatian lebih untuknya.


"Bi udahan dong peluknya,badan Diana sakit" ungkap Diana. Kini dia tidak bisa berbohong lagi dengan bi Murni,lama kelamaan semuanya juga bakalan terungkap jadi biarkan saja bibi tahu lebih awal.


"Ma... maaf,itu tadi bibi terlalu senang," ucap bi Murni langsung melepaskan pelukannya.


"Apa yang sebenarnya terjadi dengan non Diana?" tanya bi Murni,kini wanita itu baru sadar kalau keadaan Diana tampak sangat kacau,rambutnya kusut,matanya sembab dan ada noda merah di bajunya,itu noda darah! Ya,tidak salah lagi,sesuatu yang buruk pasti telah menimpanya.


"Kenapa hanya diam saja,katakan pada bibi apa yang sebenarnya terjadi,siapa yang telah melakukan hal kejam ini pada kamu,nak?" bi Murni tidak kuasa lagi menahan air matanya,wanita itu menangis,Diana hanya diam belum berani bicara,tapi bi Murni tahu seseorang telah menyiksanya.


Diana tidak pulang menemui kerabatnya di kampung,tapi dia di siksa.


"Katakan pada bibi Diana,apa yang sebenarnya terjadi?" pinta bi Murni,Diana masih saja diam,dia takut bi Murni ikut terseret dalam masalah ini.

__ADS_1


"Diana akan mengatakannya,tapi bibi harus janji jangan mengatakan hal ini pada siapa pun." Pinta Diana,akhirnya dia mau mengatakannya juga,setelah beberapa kali di desak oleh bi Murni.


"Iya bibi janji" bi Murni menjawab cepat.


"Ini perbuatan tante Sofi,Diana juga yang salah karena telah berbohong" ungkap Diana,kemudian dia kembali diam. Mendengar pernyataan dari Diana,bi Murni tidak bertanya lagi,dia langsung menyuruh Diana untuk membalikkan badannya, agar bi Murni bisa mengolesi obat di punggung gadis itu.


"Bibi kenapa masih menangis?" tanya Diana. "Bukankah aku sudah mengatakan hal yang sebenarnya?" imbuhnya lagi.


"Mengapa menahan begitu lama untuk menceritakan hal ini pada bibi? Apa non takut kalau bibi mengadu kepada nyonya Sofia?" tanya bi Murni,dia kecewa dengan sikap Diana padanya,bagaimana bisa gadis seperti dirinya menahan derita begitu lama,Diana bahkan tidak mau membagikan penderitaan padanya,padahal selama ini bi Murni sudah menganggap dia seperti anaknya sendiri.


"Maafkan Diana bi,bukannya Diana tidak percaya pada bibi,tapi Diana takut bibi ikut terseret dalam masalah ini,maaf karena membuat bibi khawatir." Lirih Diana,kini perasaan bersalah dan takut menjadi satu di hatinya,perasaan bersalah karena telah membuat bi Murni terus mengkhawatirkannya setiap saat,dan rasa takut karena bi Murni telah tahu apa yang sebenarnya telah di lakukan tante Sofi pada dirinya.


"Ini bukan pertama kalinya kan?"ucap bi Murni. kini wanita itu sudah sudah selesai mengolesi obat pada luka yang ada di tubuh diana.


Mereka berdua sama-sama terdiam untuk beberapa saat,keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing,Diana sibuk memikirkan tentang kehidupannya yang tak kunjung bahagia,sedang kan bi Murni terus mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar Diana,wanita itu tidak habis pikir bagaimana bisa tuan Indra membiarkan Diana tidur di kamar seperti ini.


Di dalam kamarnya hanya ada tempat tidur yang terbuat dari kayu,dan di atasnya hanya beralaskan tikar,bantalnya pun sudah terlihat dekil begitu,sudah tidak pantas di pakai lagi.


Bi Murni mulai membanding-bandingkan kehidupannya dengan diana,dia yang sebagai Art saja mendapatkan fasilitas yang sangat baik di rumah mereka,tapi kenapa dengan Diana? Bukankah dia keponakan mereka,ini benar-benar tidak adil.


"Bibi kenapa lagi"? tanya Diana saat melihat mata bi Murni kembali berkabut.

__ADS_1


"Bibi hanya tidak habis pikir non,kenapa nyonya Sofia bersikap begitu jahatnya pada non Diana.Dendam apa yang dia simpan" jawab bi


Murni sedih.


"Aku sudah terbiasa bi,sudah dari dulu semenjak pertama kali datang ke rumah ini" ungkap Diana berusaha terus menahan tangisnya,dia tidak boleh menjatuhkan air mata di depan bi Murni,dia sudah cukup membuat wanita itu merasa khawatir selama beberapa hari ini.


"Kita lapor polisi saja ya?" usul bi Murni


"Tidak perlu bi,lagian tante Sofi jahatnya cuma sama aku,tidak sama yang lain" jawab Diana,dia tidak ingin memperburuk keadaan.


"Sebenarnya dalam dua hari ini non Diana ada di mana?" tanya bi murni,pertanyaan yang sudah sejak tadi ingin ditanyakan.


Diana di sekap di gudang bi" Bi murni menutup mulutnya dengan kedua tangannya,dia sangat kaget mendengar jawaban Diana,dua hari di sekap di gudang sudah pasti nyonya Sofia tidak memberikannya makanan dan minuman,jadi tanpa banyak tanya lagi bi Murni langsung keluar dari kamar Diana karena ingin segera mengambil makanan untuk gadis itu.


"Bi,sebaiknya setelah keluar dari kamar ini,bibi nggak usah kembali lagi,keadaan bisa menjadi lebih runyam nantinya kalau tante Sofi sampai tahu hal ini" pesan Diana saat wanita itu keluar.


"Hari ini bibi akan tetap di sini ,lagian nyonya Sofia nggak ada di rumah,nyonya lagi arisan di luar.


"Tapi bi...


"Sudah nggak perlu di lanjutin! Bibi hanya ke dapur sebentar untuk mengambil makanan," sela bi Murni,sebelum Diana sempat menyelesaikan omongannya.

__ADS_1


*....*


Bi murni terus memandangi Diana yang sedang makan dengan lahapnya,dia tahu Diana pasti sangat kelaparan,hari ini Diana punya waktu seharian untuk menceritakan semua kisah hidupnya pada wanita ini,karena bu Sofia sedang tidak ada di rumah,dan Ariska jam segini juga belum pulang kuliah. Setelah selesai makan Diana mulai menceritakan penyebab awal hingga dia bisa ada di rumah keluarga Alexander.


__ADS_2