
Diana masih belum tidur,dia terus berguling-guling di atas kasurnya,entah kenapa tiba-tiba saja malam itu dia teringat akan om Indra,sekarang pikirannya jadi berubah tentang sifat om Indra setelah di pikir-pikir ada yang aneh memang.
Diana kemudian beranjak bangun dari tidurnya, pergi menuju ruang tv dimana bi Murni sekarang berada,wanita itu juga belum tidur padahal sudah hampir tengah malam,tapi mata tuanya itu tidak mengantuk sama sekali.
"Anak gadis jam segini kok belum tidur?" tanya bi Murni.
"Ada sesuatu yang terus mengganggu pikiran aku bi." Jawab Diana sambil mengambil posisi duduk tepat di samping wanita itu.
Bi Murni akhirnya mengalihkan pandangannya dari sinetron yang tengah di tontonnya dan fokus pada Diana.
"Kamu kenapa lagi hah? Kalau tidak bisa tidur ya,telepon si Angga lah! suruh bi Murni.
"Aku serius ni bi,bibi bagaimana sih."
"Ya,coba ceritakan sama bibi,ada apa?" mulai serius.
"Soal om Indra bi,menurut bibi om Indra itu tahu tidak tentang kejahatan tante Sofi?"
"Kalau menurut bibi bisa saja pak Indra memang benar tidak tahu,tapi kalau di pikir-pikir lagi masa iya sih tinggal satu rumah bertahun-tahun tapi tidak tahu kelakuan istrinya.
"Ada yang aneh memang." Ujar Diana,dia tampak sedang memikirkan sesuatu dan kemudian melompat kegirangan,membuat bi Murni kaget aja,untung saja jantungnya itu tidak copot. "Ah,nak Diana bikin bibi kaget aja."
"Aku harus segera menghubungi Dea,dia harus datang ke sini besok," ujar Diana seraya mengambil handphonenya dan kembali masuk ke dalam kamarnya.
\*\*\*\*\*\*\*\*
Pagi ini Ariska kembali di buat kesal dengan pertanyaan papanya."kamu beneran nggak tahu diana di mana Ris?" tanya pak Indra,sudah berkali-kali dia menanyakan hal yang sama pada Ariska. Ariska tetap menjawab tidak,meski sebenarnya dia tahu Diana ada di mana sekarang.
"Papa sudahlah,jangan tanyakan tentang dia lagi sama aku,ini semua juga karena kesalahan mama sama papa kalau kalian tidak berlaku buruk sama Diana mungkin sekarang dia masih di sini,dan aku juga tidak perlu ikut merasa bersalah,ini semua gara-gara mama sama papa!" ucap Ariska kesal,dia pura-pura marah dan langsung berangkat kuliah tanpa menyentuh makanannya tiba-tiba aja seleranya hilang. Ariska sengaja berbuat demikian agar papanya itu tidak terus menerus mengganggunya dengan pertanyaan-pertanyaan yang sama tiap harinya,kini Ariska bahkan jadi mencurigai papanya sendiri.
__ADS_1
\*\*\*
"Cepat bangat kamu jemput tante,memangnya nggak kuliah?" tanya Andriana saat Dea sudah berdiri tepat di depan rumahnya.
"Nggak,dosennya nggak masuk dari pada bosan mending cabut aja." Jawab Dea santai. "Duh,buruan dong tan!" seru gadis itu nggak sabaran.
"Benar-benar itu anak nggak sabaran banget jadi orang." Batin Andriana.
\*\*\*\*\*
Diana hanya terpaku bengong menatap wanita di depannya,tidak tahu harus ngomong apa,ya karena dia tidak pernah bertemu langsung dengan tantenya itu. Diana merasa sangat terharu saat melihat tante Andriana yang juga mirip dengan wajah ibunya,namanya juga adik kakak.
"Diana,ini namanya tante Andriana," ucap Dea memulai obrolan saat menyadari suasana yang canggung di antara dua orang itu.
Andriana langsung memeluk Diana,tidak di sangkanya sama sekali anak yang tidak di pedulikannya dulu,sekarang sudah tumbuh dewasa dan sangat cantik,persis seperti ibunya. Meski dia harus melewati begitu banyak rintangan dalam hidupnya,tapi dia masih bisa bertahan hingga ke titik sekarang di mana dia bisa kembali berkumpul dengan keluarganya.
"Sudah,tante nggak perlu merasa bersalah begitu Diana sudah memaafkan tante dan melupakan semuanya kok," ujar gadis itu menenangkan.
"Ah,tante Andriana terlalu berlebihan,lebay,lebay banget malah pakek acara nangis-nangisan segala lagi kayak anak kecil aja." Ledek gadis itu.
Mendengar ejekan Dea membuat Andriana melotot ke arah gadis itu.
"Si cerobong asap memang nggak bisa di pakek ya di saat-saat begini," umpatnya dalam hati.
"Tuh kan,lagi ngomongin aku dalam hatinya," tebak Dea.
"Kenapa ini anak tahu ya?" Andriana mulai bertanya-tanya dalam hatinya.
"Tuh kan,ngomongin lagi pasti tante heran kenapa aku bisa tahu iya,kan?"
__ADS_1
Andriana benar-benar kesal,tapi jujur aja dia tidak bisa menahan tawanya saat itu.
"Haaha... Dasar kamu nyebelin!" ucap Andriana di sela-sela tawanya.
"Mulut Dea itu mestinya di kasih cabe,benar nggak tan? Diana meminta pendapat.
"Seharusnya sih memang begitu," tantenya itu mengiyakan.
"Enak aja kasih cabe,yang ada nanti bibir aku yang seksi ini jadi dower tahu."
"Bagus dong!" jawab Diana.
Suasana yang tadinya canggung akhirnya jadi nyaman juga karena candaan mereka.
\*\*\*\*\*
"Kalau di katakan mencurigakan sih nggak,soalnya bibi nggak pernah melihat ada yang aneh sama pak Indra,yang ada itu ibu Sofi yang sering marah-marah nggak jelas sama Diana." Jawab bi murni Jujur.
"Tapi kalau di pikir-pikir apa yang Diana bilang masuk akal juga sih,om Indra itu memang mencurigakan,masa dulunya nggak mau Diana kuliah kayak Ariska dan dua tahun kemudian membujuk Diana agar mau melanjutkan kuliahnya dan setiap om Indra nggak ada di rumah,tante Sofi selalu menyiksa dia,seolah-olah yang jahat itu memang tante Sofi dan bukan om Indra." Tutur Dea.
"Kamu sendiri kenapa begitu yakin kalau sebenarnya tante Sofi tidak ingin melakukan hal buruk itu sama kamu?" tanya Andriana.
"Diana baru ingat tante,sebenarnya ini sudah dua kalinya terjadi,pertama saat Diana masih SMA dan yang kedua beberapa bulan yang lalu,saat itu setelah tante Sofi memukul Diana,tante Sofi bilang ke anak buahnya seperti ini. "Tidurkan saja dia dengan posisi telungkup,agar tubuhnya tidak bertambah sakit,itu saja yang aku dengar," ungkap Diana. "Dan pas bangun Diana lihat sudah ada obat di atas meja," sambungnya lagi.
"Bagaimana kalau musuh sebenarnya itu adalah pak Indra sendiri?" ujar Dea.
Andriana tampak bingung,sebenarnya dia sudah dari tadi tidak mengerti dengan apa yang mereka jelaskan.
"Pasti ada seseorang yang mengatur ini semua,tidak mungkin juga tante Sofi,dan kalau di bilangnya kakek kamu yang tinggalnya di negeri dongeng itu melakukan semua ini seorang diri kan nggak mungkin juga," tambah Dea. Mereka semua hanya bisa menduga-duga dulu,tapi sebentar lagi kenyataan akan terungkap semuanya.
__ADS_1