Kasih Yang Hilang

Kasih Yang Hilang
Menyusun Rencana


__ADS_3

"Mbak,saya memang bersalah karena sudah meninggalkan mereka,sekarang saya ingin menebus semuanya." Ucap Anton dengan kepala menunduk,dia sangat menyesal dengan hal bodoh yang di lakukannya dulu.


"Berhubung kamu di sini aku akan menelepon Johan dan istrinya biar semua jelas." Ucap Andriana,wanita itu kemudian segera menghubungi pasangan suami istri itu dan menyuruh mereka datang ke rumahnya.


Mereka tidak ada yang bicara sama sekali,karena mereka sedang menunggu Johan dan istrinya.


Tiga puluh menit kemudian...


"Angga,Ariska,Dea dan Diana sebaiknya kalian jangan di sini,sana main jauh-jauh! Ini pembicaraan orang dewasa anak kecil nggak boleh dengar," usir Andriana yang membuat mereka jengkel.


"Nggak perlu di usir pun kita juga bakalan pergi kok." Yang di jawab Dea.


\*\*\*\*\*


"Aku tidak pernah bertanya pada Naumi tentang rumah tangga mas Anton dan dia,tapi dia sendiri yang menceritakan padaku,bahkan Anita sendiri juga tidak tahu hal itu," ungkap Melinda kembali mengenang masa lalu.


"Kamu tahu tentang foto ini Anton?" giliran pak Andra yang bertanya.


"Aku tidak tahu sama sekali tentang foto ini,dan sepertinya papa memang sudah berniat menghancurkan hidup aku," ucapnya dengan nada kecewa,lelaki itu begitu kecewa dengan sikap orang tuanya,kenapa begitu kejam.


"Apa kamu juga tahu tentang penyakit Naumi?" giliran Johan yang bertanya.


"Kalau soal itu aku benar-benar tidak tahu,aku tahu semua itu satu tahun setelah dia meninggal dan ternyata papa sering menemui Naumi tanpa sepengetahuan aku," ungkap Antonio.


"Iya,papa kamu juga yang sudah mengatakan sama Naumi kalau kamu akan menikah lagi,apalagi jika sampai kamu mengetahui tentang penyakitnya," tambah Melinda.


"Kamu juga tahu soal ini Lin?" tanya Anton,dia tidak menyangka bahwa Melinda tahu banyak hal tentang istrinya.


"Dia mengatakan banyak hal padaku,karena itu lah Naumi tidak pernah mengatakan tentang penyakitnya,dia takut kamu benar-benar pergi tapi pada akhirnya kamu juga pergi kan?" ucap Melinda,raut wajah wanita itu terlihat sedih saat mengatakannya,bagaimana tidak saat itu Naumi sangat menderita.


"Sebenarnya hari itu aku baru selesai mengantarkan Diana ke sekolahnya,itu adalah hari pertama dia masuk sekolah setelah mengantarkannya aku langsung pulang,aku berniat ingin berbaikan dengan Naumi,aku ingin memulai semuanya dari awal,tapi apa kalian tahu begitu aku pulang Naumi ngamuk-ngamuk meminta aku untuk segera menceraikannya,dia tidak ingin hidup susah lagi denganku,dia ingin kembali kepada keluarganya. Aku sudah mencoba membujuknya dan mengatakan aku akan berusaha keras agar bisa mendapat pekerjaan yang bagus dan dengan gaji yang banyak,tapi dia tetap bersikeras ingin agar aku menceraikannya,hingga akhirnya aku memilih pergi,aku sakit hati saat itu tidak tahu harus bagaimana lagi memperbaiki rumah tanggaku dengan Naumi." Anton bercerita panjang lebar, mereka semua ternyata sangat fokus mendengarnya. Ternyatata itu yang menjadi penyebab pak Anton pergi dari rumahnya meninggalkan Naumi dan anaknya yang masih kecil,mereka sudah salah paham selama ini,mereka pikir Anton sengaja meninggalkan anak dan istrinya.

__ADS_1


"Itu pasti ulah papamu sendiri." Ujar Andriana,wanita itu tidak salah menebak.


"Memang,Naumi saat itu di ancam oleh pak Abraham untuk melakukan semua perintahnya jika masih mau anaknya selamat." Tambah Melinda.


Mendengar penuturan wanita itu,semua mata memandang ke arahnya,mereka merasa aneh mengapa Melinda bisa mengetahui begitu banyak tentang Naumi,sebenarnya seberapa banyak rahasia yang Naumi ceritakan padanya.


"Melinda,kenapa kamu tahu begitu banyak tentang Naumi,aku saja tidak sering melihat kamu datang ke rumahnya," suaminya bertanya.


"Mas jangan heran dia selalu menghubungiku,aku tidaklah sesibuk Anita,dia tidak ingin berbagi ceritanya dengan Anita karena dia tahu,kelak Anita juga yang akan merawat Diana,jadi dia bilang tidak ingin untuk terlalu merepotkan sahabatnya itu," tutur Anita menjelaskan.


"Anton apa kamu tahu kenapa papa kamu itu sangat ingin menghancurkan keluarga kamu?" kini Andra mulai bicara,setelah sedari tadi diam dan hanya mendengarkan pembicaraan mereka.


"Karena papa berpikir kalau mama itu gantung diri setelah mendengar aku menikah dengan Naumi." Jawab Anton,dia diam sesaat menarik nafasnya sebelum kembali berbicara "Padahal hari itu orang suruhan mama datang dan mengatakan bahwa orang yang telah membunuh orang tuanya adalah suaminya sendiri,tapi papa tidak tahu soal ini," lanjutnya lagi.


"Ternyata kamu sudah tahu," ucap Andriana,dia merasa lega setidaknya Anton sudah tahu sendiri kebiadaban papanya.


"Lalu pak Indra sendiri kenapa memihak papanya?" pak Johan mulai penasaran.


"Apa orang suruhan mama kamu yang mengatakannya sama kamu?" tanya Andriana.


"Iya,mereka datang menemuiku dan mengatakannya padaku,aku juga bilang pada mereka untuk jangan mengatakannya dulu pada mama,tapi terlambat mereka sudah terlanjur mengatakannya,hingga membuat mama mengakhiri hidupnya sendiri."


"Kita semua sudah berada di sini sekarang bagaimana kalau kita membuat rencana untuk mengakhiri ini semua," usul Andriana kemudian.


"Aku setuju,tapi saat ini tidak ada yang tahu pak Abraham ada di mana." Ucap Johan.


"Jadikan Diana sebagai umpannya bagaimana?" Andriana mulai mengusulkan ide gilanya lagi.


Semua mata melotot ke arahnya,mereka tidak setuju mereka sangat menyayangi Diana,bahkan saat ini mereka menganggap Diana itu seolah-olah seperti nyawa mereka sendiri.


"Bagaimana?" tanya Andriana sekali lagi.

__ADS_1


Saat tidak ada respon sama sekali dari lawan bicaranya.


"Tidak!!"mereka menjawab kompak.


\*\*\*\*\*\*


"Setelah semua ini berakhir apa yang akan kamu lakukan Diana?" tanya Angga,dia menatap lembut gadis cantik yang sekarang duduk di sampingnya.


"Aku ingin memulai semuanya dari awal," jawab Diana.


"Lalu bagaimana dengan kamu Ariska?" tanya Angga pada Ariska yang duduk di sebelah Dea.


"Aku tidak tahu,yang pasti aku akan jadi anak seorang penjahat,setelah semua ini terungkap kalian sendiri juga tahu kan kalau kedua orang tuaku harus mendekam di dalam penjara." Ariska berusaha menahan tangisnya,dia tidak ingin terlihat cengeng di depan mereka,dia harus kuat seperti Diana. Diana saja bisa melewati hidupnya yang begitu keras dia baru begini saja sudah mewek.


"Aku penasaran soal tadi Ris,bagaimana bisa kamu berada di sana? Bagaimana kamu tahu kalau aku akan melewati hutan itu?" tanya Diana,dia sudah penasaran sejak tadi.


"Sebenarnya aku sempat mendengar papa ngomong sama anak buahnya untuk segera menangkap kamu,semua itu atas suruhan opa juga,jadi aku segera menelpon tante Andriana dan mengatakannya. Tante bilang aku harus menunggu di jalan itu,karena kamu dan bibi pasti akan kabur dengan cara melewati hutan yang mengarah ke jalan raya,begitu." Ariska menjelaskan.


"Tapi tentang orang yang membantu kita tadi,tidakkah kamu merasa ada yang aneh?" Ariska tampak curiga.


"Maksud kamu? Kamu curiga kalau itu tante Andriana?" tebak Diana karena dia juga merasakan hal yang sama.


"Hah? Maksud kalian tante Andriana yang membantu kalian kabur dari preman itu?" tanya Dea tidak percaya.


"Bisa jadi kan?" Ariska mulai yakin. "Apalagi aku pernah melihat wajah papa yang lebam karena di tonjok tante Andriana,bisa jadi tante kita itu wonder woman iya nggak sih?" Ariska meminta pendapat mereka.


"Wah bisa jadi,karena papa aku juga pernah di pukul oleh tante Andriana,dan pukulan itu seperti pukulan lelaki," tambah Angga dan mereka kini mulai sedikit yakin kalau Andriana memang memiliki kemampuan beladiri yang cukup hebat.


"Kenapa tidak tanyakan saja sama bi Murni?" usul Dea.


"Coba kamu masuk ke dalam dan lihat apa yang bi Murni lakukan di sana!" suruh Angga,dia sendiri sudah tahu kalau si bibi sudah ketiduran di sofa,karena mungkin terlalu semangat mendengarkan cerita orang tua mereka.

__ADS_1


Keempat remaja itu terus mengobrol di pinggiran kolam sambil menikmati pemandangan malam yang indah,sesekali mereka tertawa karena omongan konyol Dea,malam ini mungkin akan menjadi malam yang panjang bagi mereka.


__ADS_2