
Di ruang rapat yang menayangkan semua kegiatan team mafia kelas satu yang menjadi sorotan para abdi negara, karena sangat meresahkan kota besar metropolitan hingga merebak ke kota kembang. Semua mafia yang akan terpampang satu persatu, merupakan sindikat kasus kejahatan yang bercampur aduk, dari tindakan pembunuhan serta penyelundupan benda haram berupa mariyuana yang sangat di gemari orang-orang bule di luar sana.
Proyektor kembali menayangkan wajah seorang gadis, yang mengenakan kaca mata hitam, rambut pendek berwarna coklat dibalut dengan baju kaos bermerek, mengenakan sepatu boot kulit dengan tapak runcing menyimpan senjata tajam di dalamnya.
Terdengar suara berat Fredy Guarin menyebutkan nama gadis itu, "Nona Zea, usia berkisar 24 tahun, dan tinggal di sebuah apartemen mewah Mediterania daerah kota. Lebih dekat dengan club' Alexa. Saya rasa Komandan Aditya sangat mengenal siapa pemilik club' malam Alexa!"
Senyuman Aditya tampak mengerucut dan merasa gelisah, ketika melihat sosok gadis yang masih terpampang jelas dihadapan para keenam jenderal berbintang itu. Ditambah lagi dengan kehadiran Sean yang akan mendapatkan kesempatan kenaikan pangkat jika berhasil memberantas mafia kelas kakap tersebut.
Sean berdecak kagum, ia berbicara dengan nada santai, "Hmm ... gadis itu masih muda, saya rasa kita akan menemukannya dalam waktu dekat. Karena setahu saya, kita sudah berhasil memancing gadis itu ketar-ketir saat ini, setelah mengetahui partner bisnisnya mengalami kecelakaan hebat. Sehingga masih mengalami koma. Kini Gultom dalam pengawasan kami, Ndan!"
Tangan Aditya masih menatap lekat wajah cantik gadis bernama Zea. Bergumam dalam hati sambil mengusap-usap lembut dagunya, "Ini sangat cantik, tapi ada kemiripan dengan Arini menantu ku. Tidak mungkin Aldo tidak mengenal gadis cantik ini. Karena club' Alexa milik dia dengan Bian setahu ku, tapi lebih besar saham Bian ..."
Fredy memberi perintah kepada ajudannya untuk memanggil Joni juga Abdi, hanya untuk bertanya perkembangan kegiatan mereka selama menyelidiki keberadaan Nona Zea.
"Coba kamu suruh dua prajurit itu masuk ke ruangan ini!"
Ajudan bernama Alam langsung berdiri tegap, "Izin Ndan, siap laksanakan!" Kemudian berlalu meninggalkan ruang rapat, menjalankan perintah sang komandan.
Cukup lama para jenderal bintang dua dan tiga itu saling berbincang. Tanpa mematikan proyektor dengan cahaya ruangan masih terlihat remang, serta masih menayangkan wajah Arini dihadapan mereka.
Tanpa perasaan sungkan, Sean langsung menoleh kearah Aditya, "Izin Ndan!"
__ADS_1
Aditya menoleh kearah Sean, "Ya, silahkan!"
Sean melanjutkan pertanyaannya, "Kalau dilihat-lihat gadis ini lebih mirip dengan menantu Anda. Karena Neng Nancy memperkenalkan padaku, dengan nama Arini. Apakah Anda mengetahui tentang seluk beluk tentang keluarga gadis itu?"
Tawa Aditya menyeringai kecil, mengangguk membenarkan, tapi ia berusaha untuk menutupi rasa penasarannya, "Bukankah dimuka bumi ini ada beberapa wajah yang mirip? Menantu saya itu, anak dari Aldo. Saya rasa Anda tahu sendiri tentang pernikahan Arini dan Abdi beberapa tahun lalu? Kalau tidak salah setelah pernikahan Anda dengan Mayor Jumaida. Masih ingat, kan?"
Sean mengangguk membenarkan. "Berarti ini hanya sebuah kebetulan! Saya akan bertanya kepada Gultom tentang Nona Zea, setelah dia siuman. Semoga saja anak Komandan Simon dapat bicara dengan jujur, untuk mempermudah proses penangkapan gadis liar itu!"
Keenam jenderal itu masih terus melacak keberadaan nomor ponsel milik Zea Alexa, yang mati total sejak empat minggu lalu.
Yodi memberikan semua informasi tentang Zea, dihadapan para team-nya selaku pihak dalam sistem yang melacak keberadaan musuh, "Sudah satu bulan gadis itu tidak menyalakan ponselnya. Saya rasa dia menghilang dan kembali ke negara asalnya. Menurut data yang kita miliki, Nona Zea belum memiliki izin tinggal yang sah di negara ini. Bisa dikatakan gadis ini senang berkelana. Terakhir informasi tentang Zea, dia baru saja kembali dari Valencia bersama Stevie beberapa bulan lalu. Karena pihak imigrasi berhasil memberikan laporan kepada saya tentang data yang keluar masuk bandara!"
Kembali rahang Aditya mengeras, karena ini ada kemiripan dengan Arini. Lagi-lagi dia mengusap wajahnya sedikit gusar, bergumam dalam hati, "Apakah ini yang menjadi masalah beberapa bukan lalu? Sehingga Aldo sedikit memaksa Nancy untuk mengumumkan pernikahan anak-anak dengan alasan tidak bisa ditunda lagi? Karena ia juga mengatakan bahwa Arini berada di Valencia ..."
Fredy yang langsung memimpin dalam penangkapan mafia bertaraf internasional tersebut, sesuai perintah pihak pusat untuk bersatu dengan berbagai pihak berseragam coklat, karena Nona Zea memiliki jaringan yang sangat kuat di luar negeri sehingga membuat mereka harus bekerja sama dengan interpol untuk mengawasi gerak-gerik mafia tersebut.
Dengan tegas Fredy memandang kearah dua prajurit kebanggaannya, "Bagaimana dengan perkembangan club' malam Alexa? Apakah kalian sudah mendapatkan informasi tentang Zea Alexa? Namanya lebih mirip dengan Stevie Alexa, apakah mereka berdua merupakan suami-istri, atau bahkan merupakan pasangan kekasih?"
Mendengar pertanyaan dari sang komandan, Abdi menelan ludahnya, sambil mengepal kuat tangannya sendiri, sehingga buku-buku tangan itu memutih, bergumam dalam hati, "Sial, berarti Arini memiliki hubungan spesial dengan Stevie? Ogh ... kenapa Arini tidak pernah bicara kepadaku tentang hubungannya? Ta-ta-tapi kenapa dia masih perawan? Apakah mereka tidak pernah melakukan hal itu. Sampai dimana hubungannya dengan Stevie sehingga membuat Arini jadi salah pergaulan begini ...?"
Joni yang terbiasa menghadapi sang komandan, memberikan semua informasi tentang Zea, dan beberapa foto peti kemas serta foto terakhir gadis itu berada di club'Alexa yang selalu dikunjungi Zea jika berada di Jakarta. "Izin Ndan, semua informasi ada di sini!" tunjuknya pada berkas yang langsung diletakkan di meja bundar tersebut.
__ADS_1
Tangan Yodi dan Sean langsung membuka lembar demi lembar, kemudian memberikan kepada Aditya yang tengah sibuk dalam pikirannya sendiri.
Sementara Abdi hanya memandangi wajah Zea dari pencahayaan proyektor yang masih menyala, tanpa berkedip. "Tuhan, bagaimana aku bisa menghadapi semua ini. Aku harus melindungi istriku. Aku tahu, Zea itu sudah pasti Arini dan Paman Aldo juga mengetahui hal ini, tapi sengaja menyembunyikan identitas putri kesayangan mereka, karena menghargai Mama dan Papa juga keluarga besar kami ..."
Kedua bola mata Abdi memandangi satu persatu sang komandan yang tengah sibuk membaca semua laporan yang diberikan Joni, membuat dadanya semakin ketar-ketir karena takut akan sesuatu keputusan yang akan diucapkan Fredy Guarin komandan militer mereka.
Benar saja, diruangan remang-remang itu, Fredy Guarin memberi perintah kepada Joni juga Abdi, "Baik, saya tugaskan kalian berdua bekerja sama dengan Komandan Sean, untuk langsung menembak mati Nona Zea jika bertemu dengannya. Karena ini merupakan sindikat kelas satu, yang sudah sangat meresahkan dan membuat kerugian pada negara selama satu tahun dalam penyeludupan barang-barang ilegal serta obat-obatan terlarang dengan berbagai jenis. Jika dipenjara pun, gadis itu akan mendapatkan hukuman mati!" tegasnya tanpa ada negosiasi lagi.
Wajah Abdi yang mendengar ucapan tegas seperti itu seketika langsung berubah merah padam, bahkan hawa ruangan yang tadinya terasa sangat sejuk, kini berubah menjadi panas karena darahnya seakan-akan memompa lebih deras sehingga membuat dadanya semakin mendidih.
"Hukuman mati!? Aku harus bicara sama Papa, karena tidak mungkin Arini mendapatkan hukuman mati ..."
Sementara Aditya hanya bisa mengangguk-angguk sambil menoleh kearah Abdi yang tampak gelisah walau berusaha tenang. "Kenapa anak ini jadi berubah? Apakah dia mengetahui tentang Zea? Ataukah memang benar bahwa Zea itu Arini ...?"
____
Hai hai hai ...
Mana ni komentarnya, ayo ayo ayo ... kasih semangat author buat tetap konsisten.
"Kira-kira Abdi bisa memperjuangkan Arini enggak? Dan bagaimana kalau Abdi ke Libanon? Aduh ... seru enggak tuh ..."
__ADS_1
Ada give, yang akan aku berikan lewat chat untuk para reader royal seperti authornya ...
Terimakasih ... dukung terus karya Tya Calysta ... Ingat, lima orang yang beruntung itu pasti salah satunya kamu ...❤️🔥🌹