Keira Or Agatha

Keira Or Agatha
Chapter 14


__ADS_3

𝐇𝐚𝐩𝐩𝐲 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐢𝐧𝐠....


_________


Keira duduk anteng dibangku kantinya. Selagi menunggu pesanan Keira memainkan ponselnya.


"Hai ta" sapa Aresa yg baru datang bersama Rey dkk.


Keira mendongak menatap mereka dingin.


"Kita duduk disini ya" ucap Aresa .


Sebelum Keira menjawab mereka sudah duduk terlebih dahulu.Keira menatap tajam mereka yg asal duduk.


"Disana ada bangku kosong , ngapain disini" ucap Keira dingin


"Wleee slowww dong matanya ga usah gitu juga kali. Emang ini bangku Lo" ucap Arkan sewot.


"Diem. Kita disini gak mau buat keributan ." Nasehat Devan .


Semua diam menikmati makanannya masing masing.


Hingga...


"Emmm ta , bekalnya tadi pagi udah kamu makan?" Tanya Aresa ragu.


"Bekal?" Batin Rey dkk berpikir.


"Belum" ucap Keira dingin , ia lupa bahwa tadi pagi dikasih bekal Aresa.


"Oh belum yah" ucap Aresa kecewa.


Rey yg melihat Aresa menekuk wajah kecewanya mengebrak meja.


BRAKk


"Heh Lo tuh udah dibuatin Aresa bekel susah payah. Seharusnya Lo harus hargain pemberiannya!" Ucap Rey marah. Membuat suasana kantin tegang.


Keira memutar bola mata malasnya apa cuman bekel aja gitu marah.


"Emang gue siapanya harus hargain Aresa?" Ucap Keira dingin.


"Temen bukan , sahabat bukan, saudara bukan Jadi buat apa gue hargain. " Lanjut Keira dingin.


"Ya ga gitu juga kali , emang Lo ga mikir apa susahnya buat bekel" ucap Kenan ikut ikutan.


"Lah gue kan enggak minta" kata Keira santai.


"Hey udah ya aku gapapa ko" ucap Aresa tersenyum kecut.


"Tapi dia harus hargain buatan kamu sa" ucap Rey.


"Emang cewe ga ada akhlak" cibir Arkan kepada Keira.

__ADS_1


"Mending makanannya buat gue aja" ucap Leo.


"Emang gue peduli" Kata Keira dingin lalu pergi dari kantin.


"Maaf ya Sa atas kelakuan Agatha tadi" ucap Devan yg dari tadi hanya diam saja memperhatikan perdebatan mereka.


"Ga papa ko yaudah ayo lanjut makannya keburu istirahat" ucap Aresa mengalihkan pembahasan soal tadi.


"Kalau udah masuk ya gapapa lah Sa kan bisa bolos" ujar Leo santai.


"Heh jangan ajakin Aresa yg ga bener" ucap Arkan.


"Tapi kalau Lo diajak mau kan" ucap Leo sinis


"Hehe iya juga ya" cengenges Arkan.


"Yee Onyet" ucap leo meledek Arkan


"Babi" Suhut Arkan.


"Ck bisa diem ga sih kaya cewe Lo ribut mulu jodoh sukur Lo pada" ucap Kenan kesal.


"Amit amit" ujar Leo dan Arkan serentak.


"Yaudah diem" kata Kenan.


Rey , Devan dan Aresa yg dari tadi hanya menyimak . Mereka geleng geleng kenapa mereka bisa mendapat teman seperti mereka pikir ketiganya.Kini Keira berada di gerbang belakang sekolah.Ia akan membolos.


Brum Brum Brum


Tak lama kemudian datanglah sang pangeran kuda dan para prajuritnya eh salah Alan dan kawan kawan mangsutnya.


"Naik" suruh Alan.


Langsung saja cewe itu naik ke atas motor.


"Mau kemana ta" ucap Satya disamping motor Alan.


"Gue tau , nanti kalian ikut gue aja dari belakang" ujar Keira dingin.


"Ok" ucap Rey dkk.


"Ayo jalan lan gue tunjukkin arahnya." Kata Keira dingin kepada Alan.


"Hm"


"KUY LAH BERANGKAT !!!"teriak Raja Satya Gerald dan Nathan barengan membuat pengendara sekitar menatap kasihan . Karena masih muda tapi sudah gila haha.


"Ga usah teriak" ucap Alan tajam.


"Hehe kelepasan" cengenges Gerald.


Keira dan Alan dkk sudah sampai di pinggiran hutan yg sangat lebat.Keira turun dari boncengan Alan.

__ADS_1


"Ta kita ke hutan?" Tanya Nathan rada takut kalau nantinya ada hewan buas.


"Menurut Lo?" Tanya balik Keira.


"Buruan ikutin gue" lanjutnya. Lalu berjalan didepan bersama Alan yg anteng. Sedangkan ke4 curut mengekori mereka berdua.


"Lo ga akan nyulik kita kan Ta?" Ucap Raja polos polos bangsat.


"Gue mau mutilasi Lo pada" ucap Keira ngawur.


"Wah gila Lo. Gue pikir Lo orang bener Ta!" Ucap Gerald menatap tak percaya kepada Keira.


"Ckkk kau sungguh berdosa nak" kata Satya berdecak .


"Wah besok pasti akan ada berita berjudul Kelima cogan dimutilasi oleh seorang gadis kulkas" ucap Nathan


"Sungguh pyscopath" kata Satya takut.


"Bacot Lo pada" ucap Alan dingin yg sedari tadi diam.


Mereka hanya menyengir polos. Tak lama kemudian keenam mahluk itu sampai di sebuah danau yg tak luas namun terlihat luas.


Alan dkk takjub melihat pemandangan keduanya. Sedangkan Keira biasa biasa saja. Kalau kalian ingin tahu dimana Keira mendapat pemandangan itu jawabannya biarlah jadi rahasia Keira sendiri.


"Woah amazing !!" Ucap Raja


"GILA SAMUDRA NYA KEREN BAT DAH" pekik Gerald.


"Goblok. Itu tuh danau" ucap Nathan sinis kepada Gerald.


"Heeheh gue kira itu samudra" cengengesnya.


"Alay lo kek ga pernah liat danau" ucap Satya


"Diem deh sat"


Lalu Keira menjauh dari mereka diikuti Alan.


Keira menuju ke dekat pinggiran air danau. Ia berjongkok melihat pantulan dirinya di air.


"Dari mana Lo tau tempat ini" tanya Alan tanpa ekspresi.


"Tau aja"  singkat Keira. Alan mendengus kesal mendengar jawaban Keira.


Hening beberapa saat.


" kita cariin eh malah berduan disini aja yah kalian" ucap Nathan yg baru muncul bersama Raja Gerald dan Satya.


" Ck ganggu" batin Alan kesal harusnya ia dan Keira disini berdua dengan tenang.


"Hehe kita ganggu yah" kata Satya yg melihat wajah kesal Alan.


_____________

__ADS_1


__ADS_2