
𝐇𝐚𝐩𝐩𝐲 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐢𝐧𝐠...
______________
Alan berada di depan pintu rumah Keira. Setelah pulang sekolah Alan berencana untuk kerumah Keira.
Teng tong teng
Alan membunyikan bel rumah Keira tersebut.
Ceklek
Pintu dibuka seseorang dari dalam , namun bukan orang yg Alan cari.
"Ck sial banget sih seharusnya tuh gue disambut bidadari Keira, lah ini disambut mb Kunti anjir!!" Batin Alan kesal.
Yah yang memang membuka pintu itu tak lain adalah Aresa seorang.
"Eh ada Alan , kamu mau nemuin aku ya!" Ucap Aresa pede.
"Yang ada mata gue lepas liat Lo terus!" Ketus Alan lalu masuk kedalam rumah menghiraukan Aresa yg sedang kesal.
Untung rumah Keira sepi , orang tuanya sedang jalan jalan biar kayak anak jaman nowwww. Sedangkan si Devan entah kemana.
Alan mendekati pintu kamar yang ia yakin itu kamar milik Keira.
"ALAN KALAU KAMU MAU KE KAMAR AKU BUKAN KE SITU , ITU KAMAR KA AGATHA!" Teriak Aresa kepada Alan yg ia pikir ingin kekamarnya padahalkan Alan mau ke kamar Keira.
"Yang ada gatel tubuh gue setelah masuk kamar tuh Kunti!" Batin Alan bergidik ngeri lalu masuk kedalam kamar Keira.
"Kei!" Panggil Alan ketika tak mendapati Keira dikamarnya.
"APA!" Teriak Keira dari dalam kamar mandi.
Alan hanya manggut-manggut mendengar teriakan Keira.
Brughh
Dengan santainya Alan merebahkan dirinya di kasur milik Keira.
"Ngapain Lo kesini?" Tanya Keira yg baru keluar dari kamar mandi.
"Gue gabut banget nih!" Ucap Alan menatap keira yg sedang berkacak pinggang.
"Lah terus mau ngapain!" Bingung Keira dengan ucapan Alan tersebut.
"Ga tau gue!" Acuh Alan sambil memeluk guling.
"Ck. Mending keluar aja deh sama temen temen lainya aja gimana!" Usul Keira
"Boleh deh!" Setuju Alan.
"Kalau gitu keluar Lo gue mau ganti baju dulu!" Usir Keira.
"Ck males keluar gue. Gue disini aja deh!" Ucap Alan santai membuat Keira mendelik kearah cowo tersebut.
"Ck awas gue mau ganti baju disini Alan!!" Geram Keira .
"Gue merem kok, kalau gue liat Lo lagi ganti baju ya itu namanya keberuntungan buat gue!" Ucap Alan sambil menutup matanya sambil tersenyum.
"Gila ya Lo!" Kesal Keira lalu menarik Alan dari kasurnya.
Brughh
"Aduh sakit bego!" Kesal Alan ketika dirinya dijatuhkan Keira dari kasur ke kalantai dingin.
"Makanya keluar!" Ucap Keira marah
"Ck iya iya" pasrah Alan lalu keluar kamar Keira dengan wajah lesunya.
"Yah ga bisa liat deh!" Batin Alan kesal.
Alan melihat Devan yg sudah datang dari mana sedang duduk di sofa ruang keluarga.
Devan yg juga melihat Alan dirumahnya langsung menatap sinis Alan.
"Ngapain Lo kesini! Mau maling ya Lo!" Ucap Devan sinis kepada Alan yg menatapnya datar.
__ADS_1
"Pengen banget ya rumah Lo gue maling!" Ucap Alan tak kalah sinis.
"Dasar ya Lo!Lo disini tuh tamu jadi bisa sopan ga Lo!" Kata Devan marah.
Gitu aja marah . Dasar devanjing tempramental pikir Alan.
"Gue bakal sopan ke Lo kalau Lo udah di mati kayaknya!" Ucap Alan dingin dan tenang.
"Anjing ya Lo!" Umpat Devan marah.
"Gue manusia bukannya Lo ya yang anjing!" Ucap Alan tersenyum smirk.
"Lo-"
"Berisik tau ga" ucap Keira dingin tiba tiba muncul dari kamarnya.
Devan menengok ke arah Keira yg sudah berpakaian rapi.
"Lo ga boleh keluar rumah sama dia!" Kata Devan dingin kepada Keira akan pergi bersama Alan.
"Lah emang gue peduli!" Ucap Keira menatap datar Devan yg sepertinya menahan 2 tanduk di kepalanya.
"Yaudah buru berangkat sebelum ada banteng marah!" Ucap Alan menarik Keira keluar rumah sambil tersenyum mengejek Devan.
Devan berusaha sabar ia tak sampai boleh menonjok wajah Alan yg sialnya lebih tampan darinya.
"TUNGGU!!" teriak Aresa tiba tiba yg baru datang dari kuburannya eh kamar maksudnya.
Alan dan Keira otomatis berhenti berjalan didepan pintu.
Alan dan Keira menatap Aresa yg sudah ikut berpakaian rapi tapi agak terbuka sedikit.
Sungguh itu bukan Aresa yang lugu sekarang!!!
"Aku ikut kalian yah" ucap Aresa tersenyum manis tapi tak semanis dulu sebelum Aresa berubah menjadi jelmaan Kunti. Aresa menatap Alan dan Keira terus.
"Ga boleh!" Ucap Keira dan Alan serempak.
"Yah aku pengen ikut kalian banget terus aku juga udah siap siap lagi!" Kata Aresa sok kecewa membuat Devan ikut berbicara.
"Heh! Biarin Aresa ikut kalian lah gitu aja pada ga mau!" Ujar Devan.
"Aku ga bawa kawanan kok!" Kesal Aresa.
"Lah Lo kan Kunti dari segala jenis Kunti , otomatis para setan ngikutin Lo dong!" Ucap Keira tersenyum mengejek ke arah Aresa .
"Ck. Udah ayo berangkat kita tinggal aja tuh Kunti!" Ucap Alan datar lalu menarik Keira menjauhi 2 orang yg sedang menahan marah.
"Sabar yah mending kamu balik lagi deh kekamar kamu" ucap Devan lembut kearah Aresa.
"Hemm okey" pasrah Aresa.
"Ckkk kalau aku belum bisa dapet Alan, gimana mau buat Agatha hancur coba!!" Batin Aresa kesal.
_-_-_-_-_-_-_-
Keira dan Alan sudah sampai di mall. Sebelum nya tadi Keira juga sudah mengabari Raja dkk dan Agatha agar pergi ke mall xxx.
"Yang lain udah pada dateng belom?" Tanya Alan .
"Kayaknya udah deh, tadi mereka bilang ketemuannya di Timezone." Ujar Keira.
"Yaudah ayo kesana" ucap Alan lalu merangkul tangan Keira erat .
"Eh" kaget Keira melihat apa yang dilakukan Alan.
"Udah biar gini aja , biar ngerasa ga jomblo" kata Alan tersenyum.
"Dasar!" Cibir Keira kesal.
Keira dan Alan mencari teman temannya disekeliling Timezone.
"WOYY KEI, ALAN!!!" teriak Raja dkk dan Agatha tak tau malu.
Keira dan Alan menghampiri mereka.
"Baru dateng aja Lo pada!" Ucap Raja kepada Keira dan Alan.
__ADS_1
"Hemm" dehem keduanya.
"Yaudah kalau gitu ayo kita main main disini !" Ujar Agatha semangat 45.
"Kuyyy!" Teriak Raja dkk tak kalah semangat.
Keira dan Alan hanya tersenyum tipis melihat betapa antusiasnya mereka bermain.
Jika musuh tau betapa antusiasnya Raja dkk bermain di Timezone pasti sudah ditertawakan.
Tak hanya Raja dkk dan Agatha saja yg bermain main tapi Alan dan Keira sesekali ikut bermain main.
"Huaaa mama seru banget jadi pengen jadi anak kecil deh!" Ujar Agatha membayangkan betapa senang nya ia menjadi anak kecil terus diajak mama papanya ke Timezone terus.
"Yaudah kalau gitu beli popok bayi terus dipake nanti udah jadi bayi kok!" Ujar Gerald ngawur.
"Yee ga waras Lo!" Sinis Agatha.
"Haha kan emang dia ga waras!" Ledek Raja kepada Gerald.
"Heh gue tuh waras buktinya gue ganteng!" Pede Gerald.
"Iya ganteng kaya onta!" Ejek Nathan ikut ikutan.
"Haha ga cocok kalau onta cocoknya tuh monyet hahaha" ujar Satya sambil tertawa.
"Wkwk bener tuh!" Setuju Agatha.
"Ck emang temen ga ada akhlak!" Decak Gerald lalu memalingkan wajahnya kearah Keira dan Alan yg hanya menatap perdebatan mereka.
"Papi , mami liat deh mereka bully adek Gerald terus!" Ucap Gerald lebay membuat mereka geli sendiri mendengarnya.
"Jijik gue" ucap Keira ga ada perasaan.
"Udah kaya bencong Lo!" Ejek Alan.
"Bwahahahaha" tawa Raja dkk dan Agatha pecah ketika Gerald tak mendapat belasan dari Keira dan Alan.
"Ishhh!" Cemberut Gerald.
Keira dan Alan hanya tersenyum tipis tak ingin menyahuti ucapan mereka.
Brughh
Seorang anak kecil terjatuh didepan Keira dan Alan.
"Aduh sakit pantat Rena!" Ucap anak kecil tersebut yg menyebut namanya Rena.
"Eh!" Kaget Keira lalu membantu anak kecil tersebut berdiri.
Raja dkk dan Agatha yg melihat anak kecil terjatuh didekat Keira dan Alan pun ikut menghampiri.
"Kamu ga papa!" Ucap Agatha tersenyum kearah anak kecil tersebut.
"Rena ga papa ko." Ucapnya polos sambil mengerjap ngerjabkan matanya.
"Gemoyyyy" batin mereka .
"Aduhh imut banget sih Lo" gemas Agatha pengen rasanya cubit tuh mata.
"Hem. Nama kamu siapa?" Tanya Alan.
"Namaku Rena" ucapnya tersenyum manis.
"Aaaaaa manisnya" heboh raja lalu mengecup pipi gemoyyy Rena .
"Hahaha geli" tawa Rena.
"Aduh anak siapa dah nih" ucap Gerald.
"Anak mama papa dong" kata Rena polos.
"Haha pinter kamu cil!" Kagum Satya begitu juga lainya.
"Haha iya dong" pede Rena.
Hingga....
__ADS_1
"RENA" panggil seseorang dari belakang mereka.
______________