Keira Or Agatha

Keira Or Agatha
Chapter 42


__ADS_3

π‡πšπ©π©π² π‘πžπšππ’π§π ....


_________________


"RENA" panggil seseorang dari belakang mereka.


Keira , Agatha dan Alan dkk serempak menoleh kearah Rey yg menghampiri mereka.


"OM REYY!" Pekik Rena senang.


"Om Rey? Ada hubungan apa mereka?" Pikir Keira , Agatha dan Alan dkk.


"Yaampun Rena dari mana aja sih om cari cari malah disini!" Ujar Rey membuat mereka molongo.


"Hehehe Rena ga kemana mana kok, Rena cuman disini sama Kaka cantik sama Abang Abang ganteng!" Ucap Rena polos.


Rey menatap Keira , Agatha dan Alan dkk dengan tatapan nya yang datar.


"Thanks!" Ucap Rey dingin. Lalu menggendong Rena.


"Hem" dehem mereka.


"Itu anak Lo ya Rey?" Tanya Nathan polos polos bangsat.


"Bukan!" Jawab Rey singkat.


"Bago ya Lo! Lo tadi denger Rena manggil om enggak sih!" Ucap Agatha sinis kepada Nathan.


"Hehe denger kok!" Cengenges Nathan.


"Lah kalau Lo denger ngapain nanya?" Kesal Satya.


"Cuman memastikan doang!" Ujar Nathan enteng.


"Bego!" Umpat mereka kecuali Keira , AlanΒ  Rey dan Nathan tentunya.


"Bahasanya ada anak kecil!" Ucap Keira dingin sambil melirik Rena yg menatap mereka polos.


"Hehe peace kita lupa kalau masih ada bocil " ujar Raja dengan watadosnya.


"Makanya kalau mau ngomong tuh liat sekitar!" Ucap Alan datar.


"Iya iya kalau udah ibu bapak negara ngomong mah kita cuman nurut aja!" Ucap Satya sambil tersenyum senyum tak jelas.


Keira dan Alan menatap raja dkk dan Agatha malas.punya sahabat kaya mereka tuh harus sabar ga boleh sampai nyekik mereka satu persatu.


"Ekhm!" Dehem Rey yang sedari tadi dikacangi.


Lah emang enak?!!


"Eh masih ada Lo ya Rey kita lupa!" Ucap Agatha manis.


"Rena juga disini lho" ujar Rena polos membuat Agatha menatap Rena gemas.


"Yaampun maaf ya tadi aku kira kamu boneka !" Kata Agatha tersenyum manis kearah Rena membuat Rey sedikit tersenyum tipis.


"Hehe ga papa ko!" Ujar Rena senang disebut seperti boneka.


"Aduh manisnya jadi pengen nyubit om nya deh!" Ucap Agatha sambil menatap ReyΒ  gemas.


"Gila!" Cibir Rey.


"Gue gila ya cuman gara gara Lo ko" ucap Agatha.


"Emang Lo udah kenal gue lama?" Tanya Rey datar.


"Gue ud-" ucapan Agatha terpotong oleh Keira.


"Gue laper. Ayo cari makan!" Ujar Keira dingin, ia ingin mengalihkan pembicaraan Rey agar tak menanyakan itu kepada Agatha. Bisa bisa cewe itu menceploskan jika dirinya bukanlah Agatha.


"Ayo!" Seru Alan yg sepertinya tau apa yg dipikirkan Agatha.


"Yaudah skuyyy lah kita makan!' ujar Nathan senang.


"Kuyy ditraktir bapak negara nih!" Ucap Raja polos kepada Alan.


"Ck serah!" Acuh Alan lalu menarik Keira untuk mencari restoran terdekat.


"YESS!!" Teriak Raja dkk senang , lalu menyusul Alan.


Dan sekarang hanya tinggal Agatha Rey dan Rena yg berada didalam Timezone.


"Lo ga ikut?" Tanya Rey dingin kepada Agatha.

__ADS_1


"Ikutlah!" Ucapnya.


"Terus ngapain ga ikut mereka?" Tanya Rey sekali lagi.


"Gue bareng Lo kesananya!" Ucap Agatha santai lalu menatap Rena.


"Rena mau kan makan sama Kaka?"tanya nya.


"Woahh mau ka!!!" Ucap Rena semangat namun berubah lesu ketika mendengar tolakan dari Rey.


"Ga. Kita mau pulang!" Ucap Rey.


"Gue ga ngajak Lo ko! Gue ngajak Rena!" Ujar Agatha tersenyum mengejek kearah Rey.


Rey mendengus , sama saja kan jika Rena ikut Agatha kan sama saja dirinya juga ikut.


Agatha menarik tangan Rena untuk mencari teman teman yang lain yang sepertinya sudah makan duluan.


Rey hanya pasrah mengikuti lakunya ke2 cewe tersebut.


Restoran xxx


"WOY!" Teriak Gerald mencoba memanggil Agatha , Rey dan Rena agar menghampiri meja nya.


Agatha , Rey dan Rena juga menghampiri Meja Gerald dan lainya .


"Woah ada gerangan apakah ini seorang Rey leader geng Scorpio ikut makan sama musuhnya sendiri nih!" Ucap sinis Satya kepada Rey. Sedangkan Rey nya sendiri memilih diam daripada ribut dadakan disini.


"Ck jangan mulai deh, mending kita makan dengan tenang!" Kata Agatha mencoba sabar.


"Iye iye yg punya doi!" Ucap Raja sinis. Dan mendapat tatapan tajam dari Agatha sendiri.


"Lagian biar bisa pdkt an lah sama Abang doi!" Pikir Agatha jika mereka makan bersama dengan Rey.


"Kak aku makan es krim dong!" Pinta Rena kepada Rey.


"Iya!" Angguk Rey.


"Gue juga ya!" Kata Agatha melas.


"Hm!" Dehem Rey lalu meninggalkan bangku untuk memesan es krim dan makanannya.


"Ngapain Lo ngajak dia?" Tanya Keira kepada Agatha.


"Hehe gue pengen deketin Rey lagi hehe" cengenges Agatha.


"Ya ga tau lah!" Jawab Agatha ngegas plus kesal.


"Gitu aja ngegas broo!" Ucap Raja tersenyum.


"Berisik" ketus Alan yang terganggu acara makannya.


Tak lama Rey datang dengan mb mb pelayan yg membawa es krim.


"Yey eskrim!" Girang Rena senang.


"Makasih" ucap Agatha kepada Rey.


"Hm" dehem Rey.


"Rey gue tanya deh Lo udah putus belum sama Aresa?" Tanya Keira datar dan menatap intens Rey membuat Alan tak suka.


"Jangan tatap dia intens!" Tegur Alan dingin membuat Keira tersenyum kearah Alan lalu menatap Rey .


"Udah!" Singkat Rey membuat Agatha senang didalam hatinya.


"YESSS, UDAH PUTUSSS HARUS ADA SYUKURAN NIH BUAT SELAMATAN PUTUSNYA TUAN REY DAN NYONYA KUNTI!" batin Agatha bersorak sorak senang.


"Oh. Bagus!" Ucap Keira.


"Eh eh liat bangku disana deh!" Ucap Gerald menunjuk sebuah bangku yang diisi seorang gadis yang tak lain Aresa dan seorang Doni pacarnya.


Mereka menoleh kearah Kedua pasangan tersebut.


Agatha menatap Rey yang sedang menahan marah.


"Sakit ga Rey liat mereka?" Tanya Agatha kepada Rey sambil menunjuk Aresa dan Doni.


"Ga. Buat apa sakit!" Acuh Rey.


"Hahaha mungkin aja Lo sakit liat pemandangan mesra mereka!" Ejek Satya.


"Haha emang enak diselingkuhin!" Kata Gerald.

__ADS_1


"Gue udah putus ya!" Geram Rey.


"Haha hati itu harus kuat bro menghadapi sang mantan yang sudah ada gandengan!" Ucap Nathan sok bijak.


"Sok bijak!" Ketus Rey.


"Temen gue emang bijak!" Kata Alan datar tapi rada tersenyum tipis melihat Rey yang sepertinya agak cemburu melihat Aresa.


_-_-_-_-_-


Dilain meja tepatnya meja Aresa dan Doni.


"Sayang!" Panggil Doni kepada Aresa.


"Kamu udah beneran putus sama cowok kamu?" Lanjut Doni.


"Udah dong. Dan sekarang aku tinggal deketin Alan lagi buat Agatha menjadi hancur." Kata Aresa tersenyum.


"Kayaknya mereka temen temen Agatha deh sama mantan kamu!" Ucap Doni menunjuk meja Keira, Agatha , Rey dan Alan dkk.


"Woah bener tuh." Ujar Aresa senang.


"Aku punya rencana deh!" Seringai Aresa.


"Apa?" Tanya Doni.


Aresa mengambil sebuah obat yang ada didalam tasnya.


"Kalau aku pikir pikir sih ya, dapetin Alan tuh susah mending buat Agatha mati aja deh!" Ucap Aresa tak waras.


"Kamu gila ya! Terus itu obat apa?" Tanya Doni.


"Ini bukan obat. Ini racun xxx buat Agatha biar dia mati!" Jawab Aresa senang.


"Aku rasa kamu tuh berlebihan deh. Padahalkan Agatha dulu cuman bully kamu dan sekarang aja udah enggak. Kok kamu malah mau buat mati anak orang sih!" Kata Doni menyadarkan Aresa.


Tapi kini sekarang hanya ada Aresa yg sekarang dan bukan lugu lagi dan pastinya ia tak menuruti ucapan Doni.


"Biarin aja." Acuh Aresa .


"Aku ga mau tanggung jawab loh sama masalah kamu!" Tegas Doni. Mana mau dia membantu Aresa untuk buat anak mati orang.


"Iya iya" ucap Aresa lalu meninggalkan meja nya menuju meja Keira dan lainnya meninggalkan Doni. Tak lupa membawa racunnya tadi untuk menaruh ke makanan agatha.


"Hai semua" ucap Aresa tersenyum manis kearah Keira dan lainnya.


Karena tak ada yg menyahuti Aresa, cewe itu mendekat ke arah Keira yg ia kira itu Agatha.


"Aku ikut duduk di sebelah ka Agatha ya?" Tanya Aresa kepada Keira namun Keira tetap diam.


Tanpa jawaban dari Keira , Aresa tetap duduk didekat Keira.


"Kok semua diem sih!" Ucap Aresa sekali lagi.


"Karena ada Lo disini. Lo tuh cuman perusak suasana." Ketus Agatha tak suka.


"Eh apa iya? Aku rasa enggak ko" Tanya Aresa sok polos.


"YAIYA LAH! MENDING PERGI DEH LO , LO TUH NGRUSAKIN ACARA MAKAN GUE!" sentak Agatha membuat Rena yg disampingnya kaget tapi untung langsung dipeluk Rey.


"Keira kamu kok gitu sih! Kamu ga suka ya sama aku" melas Aresa.


"UDAH TAU! MASIH NANYA BEGO!" Bentak Agatha lagi.


Keira, Alan dkk dan Rey hanya mendengarkan mereka tanpa ikut menyahut terlalu malas untuk berdebat sama Kunti jadi jadian.


"Yaudah deh aku pergi aja!" Pasrah Aresa dan beranjak pergi namun dia sempat menaruh racun tadi ke makanan Keira tanpa diketahui orang.


"Akhirnya pergi tuh Kunti!" Kesal Agatha.


"Haha cocok Lo buat jadi pengusir Kunti jadi jadian!" Kata Raja kepada Agatha.


Agatha hanya menatap sinis Raja.


"Mending lanjut makan aja deh!" Ucap Keira.


Mereka mengaguk.Β 


Baru 2 suapan Keira memasukan makanannya ke mulut, kepalanya sangat pusing dan perutnya juga panas.


"Eh Lo kenapa?" Tanya Alan kaget melihat Keira memegangi kepalanya.


"Pusing!" Ucap Keira lalu.

__ADS_1


Brukk


________________


__ADS_2