Keira Or Agatha

Keira Or Agatha
Chapter 52


__ADS_3

𝐇𝐚𝐩𝐩𝐲 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐢𝐧𝐠....


___________


"HEYYY MURID MURID DAJAL!!!" teriak Bu Rika kepada Keira Agatha Alan dan Rey.


Mereka sedang berada masa kejar kejaran antara murid dan gurunya.  Karena tadi dilapangan mereka kabur dari hukuman.


"HEH! BU BAHASANYA DIJAGA!" Teriak Agatha


"Makanya kalian berhenti lari!!" Kesal Bu Rika


"Males lah Bu biarin lari lari gini enak bisa buat nurunin berat badan ibu yang gemuk!"  Ujar Agatha sambil lari lari.


"APA!!" teriak Bu Rika marah ia tak pernah terima jika ia dikatakan gendut walaupun tubuhnya gemuk.


Dengan  cepat Bu Rika sudah  didepan Keira Agatha Rey dan Alan menggunakan kekuatan teleportasi ala ala emak emak.


Gubrakkk


Pranggg


Meong guk guk


Brakk


Agatha Keira Alan dan Rey berhenti mendadak agar tak menabrak Bu Rika sehingga mereka jatuh saling tumpang tindih dimana Rey dibawah lalu disusul Alan Setelah itu Keira dan yang paling enak Agatha yang duduk santai di punggung Keira.


"Awss anjing gila berat woyyy!" Pekik Rey kesakitan.


"Sebentar lah masih pengen kayak gini dulu!" Ujar Agatha santai.


"Astagfirullah Alan istigfar ga boleh khilaf" batin Alan resah bagaimana tidak punggung belakangnya bertempelan dengan dada Keira sehingga punggungnya merasa ada kenyal kenyal gitulah.


Brukkk


"Anjing!" Umpat Agatha ketika dirinya terjungkal kebelakang akibat Keira.


"Berat gila badan Lo " kesal Keira


"Ck gitu aja berat" cibir Agatha


"Shh punggung gue rasanya mau patah njir!" Gumam Rey


"APA PATAH!!" Pekik Agatha histeris.


Plak


"Goblok!" Ucap Keira dingin lalu menatap Alan yang sedari tadi diam dengan muka merah nya.


"Lo kenapa kok muka Lo merah amat?" Tanya Keira kepada Alan.


"Gue gue uhh gapapa kok" jawab Alan gelagapan.


"Beneran?"


"Iya" angguk Alan cepat.


"Gue tau kenapa muka Lo merah" tebak Rey berseringai.


"Emang kenapa?" Heran Keira dan Agatha


"Karena .." Rey menggantung ucapannya membuat mereka penasaran kecuali Alan yang mukanya tambah merah.


"Ka-"


"EKHEM!!" Dehem Bu Rika keras karena dirinya tak merasa dianggap karena asik mengobrol.


"Eh ada Bu guru gendut!" Cengir Agatha mereka lupa jika masih ada orang yang mengawasinya.


"Huh selamat untung Rey ga jadi bilang!"batin Alan terselamatkan.


"Sekali lagi kalian ngomong saya gendut ibu hukum kamu bersihin lapangan sekolah menggunakan sikat gigi!" Ucap Bu Rika dingin sambil berkacak pinggang.


"Nyenyenye" cibir Agatha sungguh murid tak ada akhlak.


"AGATHA!!!" Geram Bu Rika.


"Iya sayang" ucap Agatha tersenyum manis


"SEKARANG KALIAN BERSIHKAN SEMUA TOILET DI SINI DAN BERSIHKAN LAPANGAN DALAM 1 JAM MULAI SEKARANG KALAU BISA BERSIHKAN TEMPAT TEMPAT LAIN HINGGA PORI PORINYA!!" Marah Bu Rika kini guru itu benar benar marah.

__ADS_1


Glekk


"Gila mana mau gue" batin mereka


"Bu gen- eh maksudnya Bu cantik nan bohay apa ga bisa ya hukumannya dikurangin?" Tanya Agatha tersenyum ramah.


"Bisa" singkat Bu Rika membuat mereka senang namun...


"Kalian mati dulu aja nanti ibu pastikan kalian tidak mendapatkan hukuman selamanya" lanjut Bu Rika


"Guru bangsat!" Umpat Keira pelan membuat Bu Rika melotot.


"Mending kalian buruan jalanin hukuman dengan cepat setelah itu bakal saya kasih hadiah paling woah" tegas Bu Rika


"Hadiahnya apa dulu dong?" Tanya Agatha


"Nanti saya kasih makanan" ujar Bu Rika


"Woah makanan apa tuh?" Kata Agatha berbinar


"Makanan babi" ketus Bu Rika lalu pergi dari tempat.


"Yahh" lesu Agatha


"Sabar nanti gue beliin makanan juga" ucap Rey


"Makanan apa?" Tanya Agatha


"Makanan anjing" jawab Rey datar


"Emang gue anjing apa?!" Ketus Agatha


"Mirip" serempak Keira Alan dan Rey


"Sabar Agatha sabar orang sabar disayang Rey" gumam Agatha


.  .  .   .  .


"Hay babu!" Sapa Agatha kepada Aresa dengan ramah.


"Sekarang Lo gantiin hukuman kita bersihin semua kamar mandi toilet and lapangan!" Ucap Keira to the point


"Aku ga mau! Aku mau ke ruang guru" tolak Aresa


"Gue sebenarnya ga tega tapi karena gue males Lo juga harus gantiin hukuman gue" ucap Rey tak kalah dingin dari Alan


"Tapi aku ga mau aku harus keruang guru" tolak Aresa


Akhhh


Agatha menjambak rambut Aresa kuat.


"Lo harus mau atau gue permaluin Lo lagi ditengah lapangan kalau perlu di tengah samudra" Ancam Agatha


"Huh oke!" Putus Aresa


"Smart monkey!" Puji mereka


Mereka menonton Aresa yang membersihkan kamar mandi dan lapangan seorang diri , sambil memakan cemilan sesekali merecoki Aresa.


Seperti sekarang Agatha dan Keira sedang berada di depan pintu salah satu kamar mandi sambil membawa ember penuh air.


Byurrr


Agatha dan Keira menyiram lantai yang dibersihkan Aresa tadi.


"Aresa!!" Panggil Agatha keras


"Ken- yaampun lantainya kenapa basah lagi?!" Kaget Aresa


"Lo bersihin nih lantai sekali lagi!" Suruh Agatha


"Tap-"


"Buruan. Tadi ada lalat numpahin air diember jadi nya Lo harus bersihin sekali lagi!" Kata Agatha enteng


"Tap-"


"Bacot. Buruan keburu Bu Gendut kesini!" Ucap Keira dingin


"Huh!" Pasrah Aresa sudah hampir 2 jam ia membersihkan semua kamar mandi dan lapangan.

__ADS_1


"Cepet! Tuh lantai disana masih ada kotorannya!" Tunjuk Agatha kearah lantai yang masih kotor.


"Iya" gumam Aresa


"Ternyata cocok juga Lo jadi tukang


Penjaga kamar mandi!" Ucap Keira kepada Aresa


"Dia mah semua profesi bisa kali." Sahut Agatha


Alan dan Rey menatap ke 3 cewe tersebut dengan datar.  Keduanya juga seneng liat Keira dan Agatha mengerjai Aresa.


Brukk


Tiba tiba Aresa ambruk pingsan


"Wah wah nih babu kenapa malah tidur!" Panik Agatha


"Dia pingsan goblok!" Ketus Keira


"Kenapa pingsan sih!! Kan belum selesai ngebersihin kamar mandinya" ujar Agatha panik


"Biarin"  singkat Keira


"Terus nih orang mau kita apain kalau pingsan disini?" Tanya Agatha polos


"Kita kafanin aja mau ga?" Tanya balik Rey


"Ck  bego! Kalau dia pingsan kita tinggalin aja deh! Nanti pasti bangun sendiri!" Ucap Alan dingin


Ctakk


"Kita angkatlah bawa ke UKS masa ditinggal sendiri dikamar mandi sih" kesal Keira


"Yaudah kalau gitu ayo angkat dia cekatan kok malah pada debat sih!" Ucap Agatha


"Lo aja kali gue mah ogah angkat Aresa" tolak Keira


"Ga mau gue! Seharusnya tuh Rey sama Alan yang gendong Aresa ke UKS" ucap Agatha


"No!! Alan ga boleh angkat atau gendong Aresa bisa bisa tubuh cowo gue bruntusan lagi" ujar Keira sewot.


"Ck debat aja terus" ucap Rey malas.


"Yaudah Lo gendong mantan Lo ke UKS !" Suruh Alan kepada Rey


"Sorry..gue udah ga mau lagi ngebantu sama orang yang udah ada status mantan buat gue!" Tegas Rey


"Heleh alesan" Cibir Alan.


"Gu-"


"Heh! Kalian ngapain kumpul kumpul di kamar mandi ha?!" Ucap Bu Rika yang tiba tiba muncul


"Ada orang mati eh pingsan" ujar Agatha


"Terus itu kenapa Aresa nya engga kalian tolongin bawa ke UKS ha?!" Gemas Bu Rika dengan tingkah mereka


"Males Bu!"


"Nanti juga bangun sendiri disini!"


"Bisa bisa kulit saya nanti bruntusan lagi setelah megang kulit dia"


"Udah jadi mantan jadi males nolongin"


Ucap Keira Alan Agatha dan Rey barengan.


"Astagfirullah kalau ga ada yang nolongin terus itu Aresa nya gimana?" Tanya Bu Rika malas


"Ga tau!" Acuh mereka.


"Kalau gitu mending kalian cari tukang kebun atau siswa lain buat bantu Aresa ke UKS" suruh Bu Rika


"Kalau cari tukang gali kubur bisa ga Bu?" Tanya Agatha


"Terserah!!" Kesal Bu Rika.


"Ngokeyy!!"


Setelah itu mereka berjalan santai ke luar kamar mandi mencari bantuan orang meninggalkan Aresa yang masih tergeletak pingsan bersama Bu Rika.

__ADS_1


___________


__ADS_2