
๐๐๐ฉ๐ฉ๐ฒ ๐๐๐๐๐ข๐ง๐ ...
___________
"Syaratnya adalah-"
"Syaratnya adalah Lo harus jadi babu kita dimana pun kita berada!" Ucap Keira dingin sambil menekan kata babu.
"Ga maulah! Apa engga ada syarat yang lain apa?!" Tolak Aresa ngegas
"Lah kok ngegas tadi aja nangis ga jelas?" Cibir Agatha
"Ck iya aku mau!" Decak Aresa kesal.
"Good. Monyet pintar" ucap Keira dan Agatha barengan.
"Sekarang mending Lo minggat deh keburu mama gue dateng diterkam sukur Lo!" Usir Agatha
"Iya" lirih Aresa
"Yah aku kira setelah minta maaf aku masih tinggal disini" batin Aresa lesu.
Aresa berhenti didepan pintu dan menatap mereka lagi.
"Kalian bener nyuruh aku pergi?" Tanya Aresa menunduk
"Iyeeee monyet!" Teriak semua membuat Aresa meringis malu dan keluar rumah.
Sepeninggalnya Aresa, Agatha Keira Alan dkk danย Rey dkk kembali duduk di sofa dengan tenang tanpa gangguan.
"Keknya jadiin tuh Aresa babu kurang seru deh" celetuk Raja
"Hemm iya juga" setuju Leo.
"Biarin aja kasian dia" acuh Keira
"Nasibnya jelek banget yah" kata Nathan
"Yaudah mending kalian pulang deh udah sore" usir Devan
"Yeee main usir aja Lo julemah!" Sinis Satya
"Bodo amat! Mending kalian pulang dulu besok sekolah kita juga ketemu kok" ucap Devan
"Sahabat sendiri diusir" kesal Kenan padahal dirinya masih ingin bermain disini.
"Ck pergi. Udah ga nerima tamu kaya Lo Lo pada" kini Agatha ikut mengusir mereka
"Iya iya kita pergi" ucap Raja dkk dan Devan dkk-devan kompak lalu pergi dari rumah kedua Kaka adik itu.
"Kenapa ga ikut pulang?" Tanya Agatha heran kepada Keira Alan dan Rey.
"Emang kenapa?" Tanya balik Rey
"Ya gapapa lah kan tumben aja kalian ga ikut sama mereka" kata agatha
"Terserah kita dong" ucap Alan acuh
"Kita cuman mau numpang makan doang" ucap Keira dingin membuat Devan dan Agatha melongo.
"Bukannya udah makan cemilan banyak ya?" Heran Agatha
"Itu cemilan bukan nasi" sahut Keira enteng
"Engga takut gemuk?" Tanya Devan
"Ngapain takut? Yang penting Alan masih setia sama gue walaupun gue gendut." Jawab Keira datar
"Iyakan lan?" Lanjutnya pada Alan.
"Iya by" sahut Alan tersenyum tipis membuat Keira senang.
"Gendut kok bangga" cibir Agatha
"Ya bangga lah, berarti kalau gue gendut punya gue lebih berisi dong" kata Keira rada rada ambigu gitu.
"Punya Lo apa?" Heran Agatha
__ADS_1
"Ya itu yang selalu buat bayi" ucap Keira enteng
Puk!
"Bangsat!" Umpat Alan Rey Devan dan Agatha lirih sambil tepok jidat.
.ย .ย .ย .ย .ย .
Terik panas matahari membakar kulit sekumpulan orang yg sedang berjemur di tengah lapangan sekolah karena terlambat datang kesekolah.
Siapa lagi kalau bukan Keira Alan Agatha dan Rey.
Bagaimana mereka bisa terlambat bersama? Jawabannya karena mereka menginap dirumahnya Agatha dan Devan setelah numpang makan dan tidak kembali kerumahnya merek masing masing karena terdapat hujan deras badai es.
Lalu kenapa Devan juga tak ikut terlambat? Jawabannya ia berangkat dulu sebelum 4 remaja itu.
"Ck panas banget sih bisa bisa kulit gue nanti gosong!" Decak Agatha kesal
"Bawel. Apa perlu gue buang matahari biar Lo ga kepanasan ha?!" Kesal Rey karena sedari tadi Agatha mendumel tak jelas.
Dari rambutnya yang takut kebakarlah karena kepanasan and bla bla bla
"Uhh sweet banget sih Lo . Demi biar gue ga kepanasan Lo dengan sukarela mau mindahin matahari" ucap Agatha genit tapi ga genit genit amatlah
"Siapa juga yang mau mindahin?" Tanya Rey datar
"La kan Lo yang ngucapin gimana sih" kata Agatha kesal.
"Gue kan cuman tanya ya mana mungkin gue pindahin matahari demi Lo yang bukan siapa siapa gue" ucap Rey panjang kali segitiga
Jlebbb
"Kok Lo ngomong gitu sih?! Jantung gue serasa mau berhenti pas Lo ngomong gue bukan siapa siapa Lo..sangat mak jlebbb" dramatis Agatha
"Lah bodo amat gue" acuh Rey
"Ck Lo pada berisik tau ga!" Ucap Keira dingin
"Ishhh Mimi tau ga aku tuh lagi kepanasan banget tau ga!" Ucap Agatha sok imut
"Hissss kenapa sih ga ada yang pernah peka sama gue ya Allah. Punya Mimi Pipi kerjaannya nisatain gue mulu, punya doi eh dirinya masih belum move on sama mantan"ย ucap Agatha dramatis
"Emang kita Mimi pipi Lo?" Tanya Keira dan Alan barengan.
"Ya iya lah kalian tuh panutan seorang Agatha paling cantik sedunia" ucap Agatha bangga
" Gue udah move on dari mantan ya" ucap Rey sewot
"Lah emang Lo doi gue?" Tanya Agatha cekikikan membuat Rey diam.
"Iya juga ya kenapa gue pede banget sih kalau Agatha tuh doinya gue" batin Rey meringis malu.
Percakapan terakhir,karena mereka diam menikmati suasana panas matahari.
"Ada babu tuh" gumam Agatha yang tak sengaja melihat Aresa berjalan kearah kamar mandi.
"WOY BABU" teriak Agatha lantangย kepada Aresa namun Aresa tak mendengarnya malahan.
Sekarang Agatha sudah meresmikan nama baru lagi yaitu My Babu.
"Shit! Kaget gue ogeb!" Kesal Rey disamping Agatha.
"Shutt ayang bebeb Rey diem dulu" ucap Agatha lembut lalu menarik nafas dalam dalam.
Keira yang mengerti apa yang akan dilakukan Agatha ia menutup telinganya begitu pula dengan Alan.
"ARESA MY BABU KESINI LO!" teriak Agatha lebih kencang membuat cewe itu menoleh cepat begitu pula dengan Rey yang mengupat serapah.
"Astagfirullah
Anjing
Babi
Monyet" umpat Rey sabar.
Plak
__ADS_1
Alan memukul kepala Rey keras membuat Rey mengaduh sakit.
"Awss apa sih Lo maen tampol!" Ucap Rey dingin namun terkesan kesal.
"Pengen aja!" Enteng Alan.
"As-"
"Berisik diem Lo pada! " Gertak Keira
"Iya" pasrah keduanya.
Back to Aresa
Aresa berjalan ragu kearah Agatha yang memanggil nya tadi.
"Niatnya pengen ke kamar mandi eh malah ketemu Mak lampir" batin Aresa kesal.
"BURUAN JALAN AJA LELET KAYAK MONYET" Teriak Agatha lagi.
"Iya" ucap Aresa entah didengar Agatha atau tidak.
"Kamu ngapain manggil aku?" Tanya Aresa berusaha sabar.
"Eohhhhh cuman manggil aja" ucap Agatha santai.
"Kalau git-"
"Beliin gue minum" potong Keira cepat
Aresa menghembuskan nafas sabar.
"Mau minum apa?" Tanya Aresa
" Es coklat tapi ga pake coklat" ucap Keira datar
Semua menepuk jidat mereka kesal kecuali Aresa yang bingung.
Sungguh Keira itu kadang goblok kadang pinter pinter gitu jadi pengen mabok! Pikir mereka.
"Kenapa?" Polos Keira
"Mimi ku sayang...namanya es coklat tuh pasti ada coklatnya kalau ga ada namanya bukan es coklat paham!" Jelas Agatha
"Oh" singkat Keira paham
"Sabar!" Batin Agatha Rey dan Alan
"Jadi kalian mau aku pesenin apa?" Ucap Aresa lagi
"Es bakso deh" ucap Keira lagi.
"Ck" decak mereka
"Pesenin Greentea 4" sahut Alan dingin dari pada nanti Keira minta aneh aneh.
"Keira kaya orang ngidam aja minta aneh aneh. Padahal belum gue anu anu" gumam Alan tapi dapat didengar oleh Rey.
"Goblok Lo" sinis Rey
"Sabodo" ucap Alan tak kalah sinis.
"Yaudah buruan pergi ngapain masih disini?!" Ucap Agatha kepada Aresa.
"Emmm m minta uang" ujar Aresa menunduk pasalnya setelah tidak tinggal dirumah Agatha ia tak punya uang sedangkan ortunya masih bekerja diluar kota entah mana.
"Puk!"
"Mamam noh duit!" Ucap Rey dingin sambil menempelkan uang 50 k dijidat Aresa.
"Awsss" ringis Aresa sebab mukanya belum benar benar sembuh dari air keras waktu itu.
"Buruan waktunya 60 detik dari sekarang!"
Dengan segera Aresa berlari cepat kekantin membelikan minumnya.
_________
__ADS_1