
πππ©π©π² πππππ’π§π ...
______________
Sepulang dari basecamp tadi Keira masuk kedalam rumah disambut dengan Devan yg mengomelinya karena pulang dengan larut malam.
Lah sendirinya juga sering pulang larut malam kan mas?
"Ck berisik gue mau tidur!" Ucap Keira dingin.
"Lo denger gak sih gue ngomong!" Sentak Devan tidak sabar dengan sikap Keira tersebut. Aresa yg berada di dekat Devan pun mencoba menyabarkan Devan dengan mengelus pundak Devan.
"Kamu itu seharusnya nurutin kata abng Ka!" Kali ini Aresa angkat bicara.
"Bodoamat!" Ketus Keira lalu pergi ke kamarnya untuk tidur daripada mendapat Omelan dari abang Agatha tersebut .
_-_-_-_-_-_-
"Hai Alan !!" Ucap Keira tersenyum melihat Alan masih asik tertidur dibangku kelas sendirian.
"Enghh" lenguh Alan.
"Woy kebo banget sih pagi pagi dah tidur aja Lo!" Ucap Keira mengejek Alan.
"Nyadar mb situ biasanya juga ngebo terus" cibir Alan.
Keira kesal dengan Alan yg mengatainya kebo tapi emang iya sih. Karena kesal Keira menjambak rambut Alan pelan.
"Aduhss Kei sakittt" pekik Alan ketika mendapati serangan mendadak.
"Gitu aja sakit kalau berantem aja enggak giliran kaya gini aja kesakitan!" Ucap Keira mengejek wajah tampan Alan tanpa melepas jambakan rambutnya itu.
"Terus Lo ga boleh manggil gue Keira kalau lagi banyak orang!" Lanjut Keira sambil melepaskan rambut Alan.
Alan mendesah lega karena akhirnya Keira melepaskan rambutnya.
"Tapi bagus lho nama Lo itu kekei" ucap Alan.
"Ralat Keira nama gue udah bagus bagus ga usah diubah ubah deh." Ujar Keira datar kepada Alan.
"Hahaha canda kali"
Brakkk
Pintu kelas ditendang seseorang dari luar kelas, padahal kan ga ditutup tapi kok malah ditendang sih!.
Keira dan Alan terlonjak kaget dan cepat mengubah ekspresi wajah mereka menjadi dingin lagi setelah melihat sang pelaku.
Dia adalah Rey dan dibelakangnya terdapat antek anteknya.
"Kalau mau pacaran jangan dikelas!" Ucap Rey dingin kepada Keira dan Alan.
"Iri bilang bos!" Sinis Alan. Alan itu sangatΒ senang mengganggu Rey hingga membuatnya marah tapi bukan berarti Alan belok ya!.
Dan benar saja setelah mengatakan itu emosi Rey meluap luap.
"Kek ga pernah pacaran aja" celetuk Keira .
"Kan ceweknya udah ada yg baru" ujar Alan datar sambil menyeringai.
Rey berusaha bersabar ia lagi tak mau membuat masalah. Lalu Rey berlalu dan duduk di bangkunya dengan anteng mencoba menetralkan emosinya.
Sedangkan sahabat sahabat Rey pun ikut bingung dengan ucapan Alan.
"Udah ada yang baru??" Pikir pikir mereka.
Lama lama kelas menjadi ramai karena sudah ada banyak siswa siswi yg sudah masuk kedalam kelas.
Kring kring kring
Bel pelajaran pertama masuk namun guru tak kunjung datang.
"WOYY HARI INI KITA JAMKOSS PAK BUDIR GA MASUK HARI INI" pekik sang ketua kelas tiba tiba.
"Yeayyy jamkos!!!"
"Lanjut rebahan ajalah dari pada ngapain!"
"Woah seneng gue nih kalau kaya gini"
"Semuaaa pasukan gibah mari mari berkumpul"
"Mabar kuyy"
Para murid dikelas tersebut bersorak gembira . Jarang jarang Pak Budir tak mengajar biasanya mah selalu masuk.
"Lan keluar yuk" ajak Keira
"Boleh" jawab Alan sambil menarik tangan Keira untuk keluar kelas.
Sedangkan Rey dkk masih didalam kelas mereka hanya asik dengan dunianya sendiri.
__ADS_1
Keira dan Alan menuju lapangan Basket.
"Main yok!" Seru Keira
"Emang Lo bisa?" Tanya Alan
"Bisa dong Keira kok apa yg ga bisa" sombong Keira.
"Iya kekei mah apa aja bisa." Ujar Alan terkekeh.
"Jangan panggil gue Kekei lan ntar kalau ada yg tau kalau gue bukan Agatha gimana dong!" Ucap Keira kesal.
"Ga papa lah itu kan nama kesayangan gue buat Lo!" Seru Alan.
"Gi pipi lih iti kin nimi kisiyingin gi bi it Li" cibir Keira.
"Buruan ayok main!" Ujar Alan.
"Ok. Yang kalah harus nepatin satu permintaan gimana?" Tantang Keira sambil tersenyum misterius.
"Emang nya Lo mau apa?" Tanya Alan was was.
"Lo harus gendong gue keliling sekolah" ucap Keira senang sedangkan Alan cengo.
Bayangkan gimana nasib Alan jika menggendong Keira keliling sekolah yg gedenya minta ampun.
"Ok tapi kalau menang Lo juga harus nurutin permintaan gue" setuju Alan.
"Deal"
"Deal"
Keira mengambil bola basket terlebih dahulu. Cewe itu memantul mantulkan bola basket dengan sangat lihai.
Alan yg melihatnya itupun tersenyum sepertinya Keira tak bisa diremehkan pikir Alan.
Karena asik memandang Keira Alan bahkan tak menyadari jika cewe itu sudah mencetak skor.
"Woyy Alan buruan main elah gue tau gue cantik tapi liatinnya ga usah segitu juga kali" ucap Keira menyadarkan lamunan Alan.
"Ck berisik" ucap Alan lalu mengejar keira untuk merebut sang bola.
Keira dan Alan saling berebut bola untuk mencetak skor masing masing.
Dan mereka tak sadar jika keduanya itu diperhatikan semua siswa Tunas Bangsa karena mereka bermain hingga jam istirahat.
Rey dkk yg tak sengaja lewat lapangan basket ikut berhenti melihat 2 sejoli bermain basket.
"Agatha kan ga bisa main basket" gumam devan.
Yaiya lah itu Keira yg main.
"Amazingg gue jadi suka deh!" Ujar Kenan tersenyum
"Mending kita liat kedepan aja deh" kata leo.
"Gimana mau ga Lo bos!" Tanya Arkan kepada Rey tentunya.
"Hm" dehem Rey lalu mendahului sahabat nya.
"Keren juga Agatha" batin Rey kagum.
Dilapangan basket sana.
HUP
Pertandingan selesai akhirnya Alan lah yg memenangkannya.
"Yey" sorak Alan kemenangan.
"Yah Lo curang seharusnya kan Lo ngalah sama gue" ucap Keira melas.
"Kan apa gue bilang Lo ga bisa ngalahin gue" sombong Alan.
"Ck ya ya Lo mau apa?" Decak Keira.
"Sesuai tantangan Lo harus mau nerima permintaan gue" ucap Alan misterius.
"Jangan aneh aneh!" Peringat Keira .
"Lo harus cium bibir gue!" Perintah Alan tersenyum.
"WHAT!! pliss jangan itu" ucap Keira kaget .
"Yaudah kalau Lo ga mau gu-" ucapan Alan terpotong ketika....
Cup!
Keira mengecup bibir sekilas Alan. Alan mematung ia kira Keira tak mau.
Para penonton menganga melihat Keira mencium bibir Alan.
__ADS_1
"Omgggg bibir suami gue udah ga perawan!"
"Uwuuuu banget Mami"
"Mama anak mu ini pengen nyium pangeran"
"Swetttt banget jadi pengen!"
"Aku padamu Agatha!!"
Alan masih mematung sedangkan Keira ia menutup wajahnya yg malu .
Sedetik selanjutnya Alan tersenyum manis membuat para kaum hawa menjerit.
"Gilaaa senyumnya Alan manis banget"
"Meleleh hati gue!"
"Itu senyum manis kek gula"
"Serasa liat malaikat tersenyum gue!"
"Yang ada kalau sama Lo tuh malaikat maut"
Alan menarik wajah Keira yg malu.
"Kei" panggil Alan pelan.
"Apa" Keira membuka tangannya dari wajahnya.
"Gue malu!" Ucap Alan.
Plak
Keira menabok pelan pipi Alan.
" Yang tadi suruh nyium siapa bambang!!" Ujar Keira kesal lalu meninggalkan Alan .
Alan terkekeh lalu mengejar Keira yg belum terlalu jauh.
Sedangkan di tempat Rey dkk
"Adek Lo uwu banget sih" gumam Leo gemas melihat Keira mencium Alan tadi.
"Pengen dicium cecan" guamam Kenan.
"Adek Lo tuh bar bar" kata Arkan kepada Devan.
"Dasar " ucap Devan dingin .
"Kok gue panas yah!" Gumam Rey lirih tapi didengar Arkan disampingnya.
"Panas kenapa bos" heran Arkan
"Gpp" singkat Rey lalu pergi dari tempat.
Seorang gadis yg dari tadi memperhatikan kejadian dilapangan tersebut tersenyum sinis.
"Awas aja kamu , aku bakal buat kamu menjadi orang yg paling menderita." Ucap gadis itu.
Kalian pasti taulah siapa gadis itu kan?
_-_-_-_-_-_-
"AGATHA" Teriak Alan sambil mengejar Keira.
"Apa!" Ketus Keira lalu menghadap Alan.
"Mau lagi dong ciumnya" ucap Alan tersenyum.
"Dasar!" Gerutu Keira sambil mencopot sepatunya.
"Mau ngapain!" Tanya Alan melihat Keira melepas sepatunya itu.
"Mau lempar ke Lo" ucap Keira sambil melemparkan sepatunya ke arah Alan.
Brughh
Sepatu Keira mendarat sempurna namun bukan kearah Alan tetapi malah terkena ke kepala Bu Rika. Karena Alan berhasil menghindar .
"SIAPA YG LEMPAR SEPATU KE SAYA" teriak Bu Rika marah.
"Mampus" gumam Keira dan Alan.
Sebelum terkena amukan guru tersebut Keira dan Alan berlari dahulu namun Bu Rika lebih dulu melihat Keira dan Alan.
"Heh kalian kesini!" Sentak Bu Rika kepada Keira dan Alan.
" GA MAU" teriak Keira dan Alan lalu berlari secepat mungkin menghindari amukan orang itu.
"Dasar murid sebleng untung pinter!" Gerutu Bu Rika.
__ADS_1
_______________