
πππ©π©π² πππππ’π§π ...
__________
"Jadi kamu akan kami kembalikan ke tempat semula kamu yaitu di pembuangan sampah"
Deg!
Aresa mematung mendengar ucapan ayahnya itu.
"Apa! Aku ga ngerti sama sekali apa yang ayah ucapkan" ucap Aresa deg degan.
"Ck.bodoh" decak sang ibu membuat Aresa kaget sejak kapan ibunya itu berbicara kotor didepannya.
"Kamu itu bukan anak kandung kami! Kami menemukanmu di pembuangan sampah jadi sekarang kami ingin mengembalikan kamu lagi ke tempat semula mu." Jelas Ibu Aresa sinis
"Tapi bukannya kalian sayang sama aku" ucap Aresa berkaca kaca
"Itu dulu. Semenjak kamu tumbuh dewasa kebutuhan kamu semakin banyak dan kami tidak ingin repot repot mengurusi kebutuhan kamu yang kami sendiri juga butuh kebutuhan sendiri"Β ucap Ayah Aresa tegas
"Makanya waktu itu saya suruh kamu tinggal dirumah keluarga Alexandra agar saya tak mengurusi kebutuhan kamu lagi! Tapi apa?!Β saya dengar kamu malah diusir dari keluarga alexandra karena kebodohanmu sendiri" lanjut Ibu Aresa membuat matanya berkaca kaca
"Jadi itu alasan ibu kerja keluar kota yang jauh biar ga ngurusin hidup aku gitu?" Batin Aresa kacau
Grebb
"Please Bu jangan buang Aresa Bu hiks kalau aku dibuang aku hiks mau sama siapa Bu hiks" Aresa memeluk kaki ibunya itu sambil menangis
"Itu urusan kamu saya tidak tau" acuh ibu Aresa membuat Aresa menatap tak percaya lalu mengalihkan pandangannya ke Ayahnya.
"Ayah enggak akan tinggalin aku kan hiks hiks?" Tanya Aresa sesenggukan
"Ok kamu akan tetap bersama saya dan istri saya" putus Ayah Aresa
"Mas gimana sih?! Kita tuh engga punya biaya buat nebutuhin dia mas!" Tolak Ibu Aresa membuat Aresa lesu baru saja Ayahnya berubah pikiran.
"Kamu diam dulu Bu!" Ucap Ayah Aresa mengelus pundak istrinya.
"Saya akan mengizinkan kamu untuk bisa bersama kami terus jika..." Ayah menggantungkan kalimatnya membuat Aresa deg degan
"Jika kamu masuk kembali ke keluarga Alexandra dan mengambil hartanya untuk kita agar saya bisa membutuhi semua kebutuhan kamu gimana?" Ucap Ayah Aresa bersmrik
"Tapi itu hiks gak mungkin yah aku ga bakal lagi diterima disana hiks hiks apalagi mengambil harta mereka hiks hiks" ujar Aresa sambil terus menangis.
"Oke kalau gitu saya kasih pilihan lagi kamu akan tinggal bersama kami jika kamu mau bekerja melayani nafsu seorang rentenir teman saya, saya yakin disana kamu bakal mendapatkan uang banyak dan saya dan istri saya tak lagi repot repot membutuhi kebutuhan kamu lagi tapi kamu akan mendapat kasih sayang juga gimana?" Tawar Ayah Aresa lagi membuat Aresa lebih lebih tak percaya mendengarnya.
"Bagus tuh Yah. Gimana mau pilihan pertama atau kedua? Kalau kamu menolak semuanya saya rasa kamu memang anak yang kurang tau balas Budi" ucap Ibu Aresa menyetujui ucapan suaminya itu.
Jujur saja Aresa tak ingin melakukan permintaan orang tua angkatnya itu tapi... Ia ingin mendapat kasih sayang ibu lagi seperti dulu.
Biarkan dirinya egois dulu Aresa akan memilih salah satu permintaan tersebut dan mendapat kasih sayang orang tua angkat dari pada harus dibuang ke pembuangan sampah.
"Oke aku akan memilih salah satu demi kalian!" Ucap Aresa mantap
"Bagus. Jadi kamu pilih mana?" Tanya sang ayah tersenyum licik
"Aku akan berusaha mendekati keluarga Alexandra lagi dan mengambil hartanya" ucap Aresa ragu ia tak ingin menjadi pemuas nafsu pria tua.
"Good girl!" Puji kedua orang itu.
__ADS_1
"Sekarang kamu mending istirahat dan segera menuju kediaman keluarga Alexandra lagi dan menguras semua hartanya agar kita tak hidup miskin seperti ini" suruh sang ibu kepada Aresa
"Baik" angguk Aresa takut dan dirinya juga ingin bertanya kenapa ibu dan ayahnya menggunakan pakaian formal.
Sebelum melangkahkan kakinya kekamar , Aresa menatap orang tua angkatnya sekarang.
"Emm sebenarnya kalian dari kota mana dan bekerja apa dan kenapa kalian menggunakan pakaian formal sekali?" Tanya Aresa takut
"Bukan urusan kamu mending kamu istirahat!" Jawab sang ayah acuh membuat Aresa menghela nafas pasrah.
.Β .Β . .Β .Β .Β .
Sesuai perbincangan ibu dan Ayahnya tadi, Aresa kini berada didepan rumah Agatha.
Aresa menatap takut ke arah pintu , terakhir kali dirinya kesini saat ia ingin meminta maaf kepada Agatha dan lainnya yang berakhir diusir.
"Huh" Aresa menghirup udara sebentar lalu dengan keberanian ia memencet bel rumah.
Ting tong tong
"SEBENTAR!!" Teriak seseorang dari dalam sepertinya itu Agatha.
Ceklek
Lalu menculah Agatha dari dalam
"Hai Ta" ucap Aresa pura pura ramah padahalkan dirinya sudah berniat mau minta maaf eh sekarang malah ga jadiπͺ
"Owh babu toh!" Ucap Agatha mengangguk anggukan kepalanya lalu
"Yaudah masuk kerjain semua tugas sekolah gue" ucap Agatha datar
Pluk
Aresa menepuk jidat nya sendiri.
"Aduh iya juga ya tadi kan Agatha nyuruh aku buat ngerjain tugasnya. Terus sekarang aku ga jadi ngomong sama mereka dong" batin Aresa meruntuki kebodannya.
"Heh! Malah bengong buruan masuk kerjain tugas gue!" Sentak Agatha yang melihat Aresa malah melamun.
"E ehh iya" gugup Aresa
"Akh nanti aja deh aku bicara soal keluarga setelah nyelesain tugas aja" batin Aresa pasrah.
Agatha membawa Aresa kekamarnya untuk mengerjakan seluruh tugasnya.
"Lo kerjain tuh tugas sampai selesai kalau ga gue tenggelemin Lo disumur!" Ucap Agatha datar menunjuk setumpuk buku.
"Iya" pasrah Aresa
Skippp
Aresa mengerjakan tugas Agatha hampir selama 3 jam dan kini hari sudah gelap.
"Tanya aku udah selesai nugasnya!" Ucap Aresa pelan kepada Agatha yang asik menonton k drama dileptopnya.
"Hm" dehem Agatha lalu mematikan leptopnya dan menatap Aresa dengan senyum.
"Good sekarang Lo boleh pulang" usir Agatha tanpa beban.
__ADS_1
"Tapi aku mau-" ucapan Aresa terpotong ketika tangannya sudah ditarik Agatha keluar kamar.
"Gue ga mau ya Lo lama lama disini jadi lo-" ucapan Agatha terpotong oleh suara mama nya yang sedang duduk santai di ruang keluarga bersama papa dan abangnya Devan.
"Eh ada titisan monyet ada disini?!" Ucap mama Agatha pura pura kaget
"Apa ga punya malu ya kamu datang kesini?" Timpal papa Agatha kepada Aresa
"Lagian Aresa ngapain kesini sih?" Batin Devan heran
"Oh tadi dia kesini karena Agatha tadi nyuruh dia ngerjain tugas aku ma pah" ujar Agatha tersenyum remeh kearah Aresa
"Waduh cocok buat jadi babu tuh" ucap mama agatha
"Lah kan dia emang babu Agatha mah" ucap Agatha santai
"Terus kenapa dia masih disini?" Tanya Papa Agatha
"Tadi Agatha udah us-"
"Aku mau ngomong sesuatu sama kalian dulu" sela Aresa memotong ucapan Agatha
"Ngomong apaan sih Lo basi tau ga!" Kesal Agatha
"Sebentar" ucap Aresa sabar
Lalu AresaΒ mendekat ke mama papa Agatha dan bersujud di depan mama papa Agatha membuat mereka kaget.
"Aku ingin kalian angkat aku lagi sebagai anak kalian" ucap Aresa to the point membuat mereka menggeleng tak percaya
"Heh! Enak bener Lo suruh suruh kita!" Ucap mama Agatha tak terima
"Aku janji ga akan ngerusuh lagi dan akan bersifat baik lagi kok" melas Aresa
"Dasar ya Lo ga tau malu emang! Emang ga punya orang tua apa!" Sentak Agatah kesal.
"Tapi aku bener bener akan baik lagi sama Kalian terutama Agatha dan bang Devan jika aku tinggal lagi disini. Lagian aku juga udah jadi babu cuman buat minta maaf dong" jelas Agatha
"Tidak. kami tidak menerima orang baru lagi!" Tegas sang papa
"Ayolah please pasti bang Devan seneng" melas Aresa
"Engga ya" singkat Devan
"Pokok nya keluarga kita ga butuh lagi tambahan keluarga ya!" Kekeh Mama Agatha membuat Aresa berpikir keras.
Lalu mata Aresa tak sengaja melihat sebuah pisau buah dimeja.
Aresa mengambil pisau itu dengan cepat , mengangkatnya keatas. Membuat mereka terkejut.
"Kalau kalian ga nerima aku lagi dikeluarga kalian aku bakal-"
"Mau apa Lo ha!" Potong Agatha cepat
Aresa tersenyum menghadap keluarga kecil tersebut lalu senyum sinis terpatri diwajahnya
Dan. . . .
Jlebbb
__ADS_1
______________