Keira Or Agatha

Keira Or Agatha
Chapter 28


__ADS_3

π‡πšπ©π©π² π‘πžπšππ’π§π ...


__________


Keira dan Alan didepan pintu XII IPA 2 kelas baru mereka.


(Hai guyss kalian inget ga Chapter 27? sebelumnya itu kelas XI IPA 2 itu kelas Rey dkk kan nah itu typo seharusnya kelas Rey dkk XII IPA 2 sekelas sama Alan dan Keira dan Aresa itu masih kelas XI . Ok)


Keira membuka pintu secara kasar tanpa ucap salam seperti kebiasaan.


Guru dan murid murid termasuk Rey dkk kaget dengan kedatangan 2 orang tersebut.


"Kalian pasti murid baru dan murid pindahan kelas?" Tebak Guru tersebut ber tage Bu Nur.


"Hm" dehem Alan dan Keira barengan mereka terlalu malas untuk berbicara.


"Huh! Yaudah perkenalkan diri kamu" suruh Bu Nur. Keduanya mengangguk lalu menghadap semua murid .


"Alando Raymond"


"Agatha"


"Baiklah kalau sudah perkenalannya , apakah ada yg ditanyakan?" Ucap Bu Nur kepada muridnya. Seketika kelas menjadi riuh


"Cogan cecan nambah nih kelas"


"Nih kelas jadi penampungan cogan kyaaa"


"Gilaaa Alan ternyata ganteng juga"


"Gue juga mau dong jadi pacar mereka"


"Agatha kok pindah kelasya"


"Enak bener Agatha gak perlu lulus buat naik kelas"


"Berisik" ucap Keira dingin karena mereka mengucapkan kata kata yg tidak penting.


"Baiklah Alan dan Agatha kamu duduk di bangku kosong belakang Rey dan Devan" kata Bu Nur.


Alan dan Keira menuju tempat duduknya.


Sedari tadi Rey dkk menguarkan aura permusuhan untuk Alan .


"Hai bro apa kabar!" Ucap Alan bersmrik ketika berjalan di samping Rey


"Berani berani bener dia masuk kandang lawan!" Batin Rey marah.


Rey sangat tak suka jika ada murid Bina Bakti berpindah sekolah ke Tunas Bangsa.


"Baiklah anak anak kita lanjutkan pelajarannya bla bla bla bla" terang sang guru.


Disepanjang pelajaran Keira hanya tidur di meja.


Karena kata Kepsek waktu itu ia boleh membolos tanpa teguran jika ia menang lomba cerdas cermat dan keberuntungan di pihak KeiraΒ  ia menang jadi ia bisa membolos pelajaran.


Alan yg melihat Keira tertidur hanya bisa tersenyum tipis melihat Keira tidur lebih baik dari pada melihat Bu Nur mengajar.


Kring kring kring


Jam istirahat berbunyi Bu Nur yg dari tadi mengajar lebih tepatnya seperti mendongeng berhenti.


"Baiklah anak anak kita lanjutkan pelajaran Minggu depan. Selamat istirahat" ucap Bu Nur lalu keluar kelas disusul murid murid lainya.


"Ta bangun yuk. Ayo ke kantin!" Ujar Alan membangunkan Keira.


"Enghh entar" lenguh Keira.


Karena Keira ga bangun bangun , Alan menarik wajah Keira ke depan mukanya lalu mencium semua wajah Keira kecuali bibir tentunya.


Rey dkk yg baru saja ingin menghampiri bangku Alan dkk menjadi berhenti melihat tingkah Alan mencium Keira. Apalagi Devan melihat adiknya dicium seperti itu membuat wajahnya merah marah.


"Enghh Alan geli deh!" Gumam Keira belum sadar.


"Makanya ayo bangun emang Lo ga mau istirahat!" Ucap Alan gemas sendiri

__ADS_1


"Iya iya ini bangun!" Akhirnya Keira membuka matanya dari tidur nya.


Dengan segera Alan menggandeng Keira untuk keluar kelas.


Tapi didepan pintu mereka malah dihadang para monyet eh mangsutnya Rey dkk.


"Ngapain Lo masuk ke Tunas Bangsa!" Ucap Rey dingin terhadap Alan.


Alan hanya menatap dingin Rey dkk begitu juga Keira.


"Emang salah?" Ucap Alan remeh.


"Ya salahlah goblok Lo masuk ke kawasan geng gue!"kata Rey marah.


"Emang ada peraturannya ya kalau gue ga boleh pindah ke sini!" Ucap Alan bersmrik.


Rey kicep. Ia sungguh muak melihat wajah Alan.


Bugh


Tanpa babibu Rey menonjok perut Alan.


"Awsshh" ringis Alan.


Keira melihat Alan ditonjok membelalakkan kaget. Padahal dirinya dan Alan tak mengganggu mereka kenapa malah mereka membuat masalah kepada Alan sendiri.


"ANJING!!LO NGAPAIN NONJOK ALAN BEGO!!" bentak Keira dingin kepada Rey.


Rey mendapati bentakan Keira diam tak berkutik. Ia juga meruntuki tangan sendiri kenapa ia tadi malah nonjok Alan sih pikir Rey.


"Karna dia sekolah disini!" Kata Rey.


Bugh


" Terus ngapain pake Lo tonjok anjir! Kan gaada larangan untuk semua orang bersekolah disini tolol!" maki Keira sambil menonjok wajah Rey dengan kesal.


Lalu KeiraΒ  membawa Alan pergi dari kelas. Dari pada nanti ada kekacauan lagi. Sahabat sahabat Rey segera menolong Rey yg terkena pukulan Keira tadi.


"Anjir ga nyangka gue Agatha bakal berani nonjok Lo Rey!" Ucap Arkan kagum. Orang ditonjok malah kagum nih orang_-


"Sakit lah bego shh!" Sentak Rey agak meringis.


"Udah udah mending ke kantin ga usah dipikirin lagi Alan sama Agatha tadi. Lagian juga Alan ga masalah kan sekolah disini selagi ga buat masalah!" Nasehat Devan kepada mereka.


"Iya juga ya! Terus kenapa Agatha juga ikut pindah kelas kan dia masih kelas 11" heran Kenan


"Ya mana gue tau Bambang!" Ujar Arkan ngengas.


"Buruan ke kantin." Ujar Rey dingin


"Lah kita ga jemput Aresa dulu nih!" Ujar Arkan kerena biasanya mereka selalu menjemput cewe itu dulu.


"G usah udah gue chat" kata Rey ia lagi ga mood untuk menjemput pacarnya.


_-_-_-_-_-_-_-_-_-


Keira dan Alan sudah ada di kantin . Setelah tragedi tadi mereka memutuskan untuk kekantin saja karena Alan tidak mau diobati ke UKS.


"BANG ALAN! KA AGATHA" panggil Alya keras dari depan pintu kantin.


Semua orang di kantin memusatkan perhatiannya ke arah Alya karena teriakannya itu.


"Apa mau Alya colok tuh mata!" Ucap Alya ngegas kepada semua orang yg memperhatikannya.


Lalu Alya berjalan menuju bangku Alan dan Keira.


"Hai Kaka Kaka ku sayang!" Ucap Alya genit kepada Keira dan Alan.


"Jijik gue sama Lo!" Ujar Alan kepada adik satu satunya itu.


"Ish bodo amat yg penting Alya cantik" ucap Alya


"Apa hubungannya ogeb" ucap Keira


"Hehe ga tau!" Cengenges Alya.

__ADS_1


"Minggir dong bang Alya mau duduk deket sama Ka Agatha!" Ujar Alya seenaknya.


"Ga mau. Lo duduk disitu aja! Jangan ganggu gue sama Agatha lah boncel!" Tolak Alan.


"Ishhh kesel deh padahal Alya mau duduk deket Ka Agatha" kesal Alya walaupun begitu Alya juga duduk di tempat yg ditunjuk Alan.


"Hai!" Sapa Aresa yg baru datang dan juga bersama Rey dkk.


Alan Keira dan Alya serempak menoleh ke arah Aresa dan Rey dkk.


"Apa?" Ucap Alya polos.


"Kita duduk disini yah?" Pinta Aresa tapi ia langsung duduk begitu saja disusul Rey dkk yg ikut duduk tanpa menunggu jawabannya.


"Kalau belum diizinin tuh jangan duduk dulu ngapa!" Ucap Alya kesal dengan kelakuan mereka.


"Udah telat kali!" Ujar Arkan.


"Ckkk" decak Alya.


" Lo pesenin kita makanan deh !" Suruh Arkan kepada Leo


"Ck iya iya!" Pasrah leo


"Samain aja ya" lanjut Leo


Rey dkk mengangguk.


"Alya juga dipesenin dong!" Ucap Alya


"Hem" dehem leo lalu pergi memesan.


Aresa mengamati ada Alan dan Keira yg tak menghiraukan keberadaanya dan Rey dkk.


"Eh kamu pindah ke sekolah sini toh" ucap Aresa kepada Alan namun tak dipedulikan Alan.


"Emm Rey itu muka kamu kenapa?" Kini Aresa berganti bertanya kepada Rey.


"Emm tadi kena tonjok orang" ucap Rey datar. Dan Aresa mengangguk.


"Lan ?" Panggil Keira kepada Alan.


"Apa?" Tanya Alan


"Gue udah ga mood makan nih! Mending kita pergi aja deh" ucap Keira


"Emang kenapa?" Tanya Alan lagi


"Ga tau mungkin ada monyet monyet ga diundang jadi ga mood makan deh" ujar Keira bermangsud menyindir Aresa dan Rey dkk(-leo yg masih pesan makanan)


"Mana monyetnya ka" ucap Alya polos. Nimbrung aja nih bocah.


"Emm kita ganggu kamu makan ya Ta?" Kata Aresa yg merasa tersindir ucapan Keira tadi.


"Menurut Lo?" Tanya Keira .


"Yaudah kita aja yg pergi dari sini" ucap Aresa kecewa.


"G perlu" ucap Alan dingin lalu menarik Keira untuk pergi.


"Ish gara gara kalian Kaka Kaka Alya jadi pergi!" Ucap Alya sinis kepada Aresa dan Rey dkk.


"Lah kok kita ,kita kan ga ngapain ngapain" ucap leo


"Pokonya gara gara kalian!" Ucap Alya lagi.


"Em maaf ya kita ga mangsut buat mereka pergi kok" ucap Aresa tersenyum lembut.


"Kita emang ga salah jadi diem aja" ujar Rey datar.


"Tapi Rey-"


"Diem" ujar Rey dingin memotong ucapan Aresa. Sebenarnya ia juga kesal ketika melihat Aresa curi curi pandang Alan tadi. Tapi hatinya lebih kesal melihat Agatha ditarik Alan pergi.


___________

__ADS_1


__ADS_2