Keira Or Agatha

Keira Or Agatha
Chapter 43


__ADS_3

๐‡๐š๐ฉ๐ฉ๐ฒ ๐‘๐ž๐š๐๐ข๐ง๐ ....


_______________


"Pusing!" Ucap Keira lalu.


Brukk


Raja terjatuh dari kursinya karena terlalu serius menatap Keira yg katanya pusing.


"Anjing!" Umpat Raja spontan.


"BWAHAHAHHAHAHAHA" tawa Raja dkk , Agatha dan Rena pecah.


Mereka malah memperhatikan Raja yg terjatuh bukan Keira yang hampir pingsan.


"Anjir! bokong gue sakit semua!" Ringgis Raja.


"Aduh perut gue sakit banget haha yaampun Lo malah jatuh haha!" Ucap Gerald sambil memegangi perutnya yg sakit karena kebanyakan tertawa.


"Haha muka Lo ke monyet!" Ucap Nathan.


"Ka Raja mukanya lucu banget jadi pengen Rena tabok!" Kata Rena polos.


"Wkwkw anjir "


"Ck gue jatuh malah diketawain ga ditolong sat!" Kesal Raja.


"Makanya kalau duduk tuh yang bener!" Ujar Agatha disela sela tawanya.


"Hooh , Lo aja yang bego!" Kata Satya.


"STOPPPP! KEPALA GUE PUSING ANJING!" pekik Keira.


"Hah? Perut kamu pusing?" Tanya Gerald polos.


"Kep-"


Brukkk


Keira ambruk di pelukan Alan.


"KEIRA!" pekik Alan dkk dan Agatha bersamaan, membuat Rey agak bingung.


"Keira?" Bingung Rey.


"CEPETAN SIAPIN MOBIL" bentak Alan panik sambil mengangkat Keira dan berlari menuju mobilnya. Ya..untung saja tadi Alan membawa mobil pas jalan ke mall tadi.


Raja dkk diikuti Agatha berlari mengejar Alan dan menghiraukan Rey dan Rena yg kebingungan.


Brukkk


Baru saja Agatha akan masuk kedalam mobil, cewe itu malah ikut ambruk .


Jika Satya tak menangkap Agatha , mungkin ia akan terjungkal kebelakang.


"Adohhh kok Aghata malah ikut mati eh pingsan anjir!" Pekik Satya pelan.


"Cepet buru bawa ikut masuk!" Kata Nathan buru buru.


"CEPET NJIR!! BURUAN!" Kesal Alan.


Tanpa babibu lagi sebelum Alan tamabah marah Satya langsung menggendong Agatha dan masuk kedalam mobil diikuti Gerald, sedangkan Raja ia yang menyetir mobil.


Mereka melanjukan mobil dengan kecepatan diatas rata rata menuju Ke rumah sakit.


Kegiatan mereka menjadi tontonan oleh orang orang yg sedang berada di restoran tak terkecuali Aresa dan Rey.


"YESSS . Misi racunin Agatha berhasil! Sekarang aku tinggal hidup tenang tanpa Agatha yeyy!" Ucap Aresa senang.


"Emang udah gila kamu" Decak Doni menatap Aresa yang masih senang.


"Haha aku emang udah gila!" Kata Aresa goblok emang, gila kok seneng.


"Tapi kenapa cewe yang satunya juga ikut pingsan? Bukannya cuman Agatha doang ya yg kamu kasih racun!' heran Doni.


"Entahlah aku juga ga tau!" Acuh Aresa.

__ADS_1


"Woww good seorang Aresa yang lugu dan polos meracuni seseorang ternyata!" Ucap Rey dingin kepada Aresa.


Memang Rey dan Rena belum pulang dan Rey juga ikut mendengar apa yang dibicarakan Aresa tadi.


Aresa panas dingin ketika Rey mengetahui apa yg ia ucapkan tadi.


"Maksud kamu apa ya Rey?aku nggak ngerti?" Ucap Aresa setenang mungkin. Sedangkan Doni lebih baik diam.


"Lo kan Anjing! Mana tau bahasa manusia gue!" Ucap Rey datar sambilย  tersenyum mengejek.


"Woah bukannya kakak itu manusia yah?kok bisa jadi anjing sih?" Tanya Rena polos kepada Rey.


"Karna sifat Kaka itu kayak Anjing! Ga perlu dicontoh oke Rena sayang!" Kata Rey sinis.


"Jadi kita ga boleh dong deket deket sama Kaka itu biar kita ga jadi anjing juga ya?" Kata Rena


"Heem bener banget sayang!" Ucap Rey lembut kepada Rena lalu menatap Aresa yg sudah berkeringat panas eh dingin.


"Kamu tuh kalau ngomong bisa ga di jaga sih Rey!" Marah Aresa.


"Wow emang salah ya ucapan gue!" Sinis Rey.


"Pokonya bakal gue laporin sama Alan atau gak semua orang kalau Lo mencelakai Agatha dengan sebuah racun!" Lanjut Rey lalu pergi dari hadapan Aresa tak lupa juga dengan Rena.


"Sial! Gimana dong kalau nanti Rey kasih tau semua orang!" Cemas Aresa.


"Gue ga tau ya. Gue ga ikut campur urusan Lo!" Ucap Doni lalu juga ikut pergi meninggalkan Aresa sendiri.


"Arghhhh baru aja aku seneng tapi kok malah jadi gini sih!!" Frustasi Aresa lalu pergi.


_-_-_-_-_-_-_-


Rumah sakit


Alan mondar mandir didepan UGD .


Keira dan Agatha sudah dibawa masuk oleh Dokter ke ruang UGD.


"Yaampun gue khawatir banget!" Gumam Alan mondar mandir.


Nanti juga lelah sendiri! Pikir mereka.


Cklekk


Pintu ruangan terbuka nampaklah seorang dokter berjas hitam.


Sontak Alan dkk menatap dokter tersebut.


"Bagaimana anak saya dkk!" Ucap Gerald goblok nya minta ampun.


"Eh maksudnya siapa ya?" Bingung dokter tersebut.


"Maksudnya gimana keadaan mereka dok!" Tanya Alan tak sabar menghiraukan pertanyaan dokter tadi.


"Baiklah keadaan pasien bernama Keiraย  hanya pingsan mungkin karena kecapean. Dan pasien ke dua bernama Agatha sedang mengalami koma karena telah mengansumsi sebuah Racun yang agak mematikan bagi tubuh manusia tapi untungnya saya sudah membuang racun tersebut!" Jelas dokter panjang lebar.


"APA!!!" heboh Alan dkk lalu masuk keruang UGD tanpa mempedulikan dokter tersebut.


Alan menghampiri tubuh Agatha.


Alan mengusap lembut rambut Agatha sedangkan raja dkk hanya memperhatikan saja.


"Enghh" lenguh nya.


"Kei Lo udah sadar!" Senang Alan.


"Ha haus!" Ujar cewe itu lirih.


"Ini!" Alan menyodorkan minum yg ada didekatnya.


"Makasih" ucapnya.


"Kei Lo ga papa kan?" Tanya Alan.


"Gue Agatha bukan Keira!" Seru Agatha lirih.


"APA!" pekik Alan dkk.

__ADS_1


"Maksud Lo gimana nih?" Bingung Satya dan diangguki yg lainnya.


"Gue sekarang Agatha yang asli bukan Keira lagi!" Ucap Agatha.


"Kalian udah tuker tubuh?" Tanya Raja.


"Gue bingung sumpah!!!" Ucap Nathan.


"Pokoknya gue Agatha bukan Keira!" Kata Agatha sekali lagi.


Setelah mengucapkan kata itu , Alan segera berpindah brankar menuju tubuh Keira yang asli.


"Kalau ini Keira kenapa dia belum bangun sih!" Ucap Alan lirih sambil memeluk tubuh Keira.


"Sebaiknya kita panggil dokter dulu, kita suruh mereka meriksa Agatha lagi." Ujar Satya dan diangguki yg lainnya.


"Oke" pasrah Alan dan ikut keluar UGD untuk memanggil dokter lagi.


Dokter keluar lagi dari ruang UGD dengan raut membingungkan.


"Gimana keadaan mereka dok!" Ucap Alan dkk serempakย 


"Saya kok jadi bingung ya? Saya kan sudah bilang jika pasien atas nama Agatha terkena racun yg sangat mematikan tetapi kenapa pasien tersebut sekarang sudah sehat walafiat. Sedangkan pasien atas nama Keira malah memburuk keadaan nya. Dan saya sendiri tak tau apa penyebabnya ?" Bingung dokter tersebut membuat Raja dkk melongo.


"Kok gue ga paham ya!" Ucap Gerald.


"Apa lagi gue!" Seru Nathan.


"Ini otak gue yang ga bisa memahami bahasa dokter apa gue yang bego ya!" Kata Raja


"Kayaknya Lo yg emang bego deh!' sahut Satya.


Plak


Raja menampar pipi Satya keras.


"Gue ga bego!" Sinis Raja.


"Mending kita masuk ga usah ribut!" Ucap Alan dingin


"Jangan kita pindahkan dulu pasien ke ruang rawat inap terlebih dahulu!" Cegah dokter dan mereka mengangguk.


_-_-_-_-_-_-_-_-


Ruang rawat Inap


Jadi Keira sama Agatha tuh ada dalam satu kamar inap yah.


Rlan dkk memandangi Agatha intens. Dan Alan mah dengan setia duduk di dekat brankar Keira.


"Jadi Lo sekarang bukan Keira lagi?" Tanya Satya terhadap Agatha.


"Bukan. " Jawab Agatha.


"Akhirnya gue bisa balik lagi ke tubuh asli gue!" Senang Agatha.


"Tapi kenapa Keira belum bangun?" Heran Gerald.


"Mungkin Keira masih ada pengaruh racun!" Tebak Nathan.


"Lah bukannya racunnya itu ada di tubuh Agatha ya? Kalau mereka udah tuker jiwa lagi seharusnya kan Keira ga papa dong! Dan seharusnya tuh Agatha yang koma." Ucap Raja semakin bingung dengan keadaan.


"Jadi Lo pengen gue koma!" Sengit Agatha kepada Raja.


"Heheh ya ga gitu juga Bambang!"


"Udah deh mending kita ga usah bingung bingung! Yang penting sekarang Agatha dan Keira udah tukeran jiwa lagi ke tubuh masing masing!" Ujar Satya bijak.


"Hemm. Gue jadi kasian sama Keira" lirih Agatha.


"GWS .. kesayangan nya Alan." Ucap Alan terhadap Keira lalu mencium keningnya lama. Membuat Raja dkk dan Agatha memutar mata nya malas. Masih sempat sempat nya uwu uwu.


Cklekk!


Pintu dibuka.


_________________

__ADS_1


__ADS_2