Keira Or Agatha

Keira Or Agatha
Chapter 21


__ADS_3

π‡πšπ©π©π² π‘πžπšππ’π§π ....


___________


Brakkk


Dengan tidak ada akhlaknya Keira menendang pintu basecamp dengan keras membuat semua yang ada didalam mengumpat dan melatah tak jelas.


"Anjing!"


"monyet terbang!"


"Ayam copot!"


"Kuda bertelur!"


"Babi!"


"Astagfirullah"


Dengan serempak anggota REXTER menatap Keira dan Alan yg baru datang.


"Apa!" Sentak Keira kembali menatap tajam anggota lainya.


Nyali mereka semua menciut ketika melihat tatapan tajam Keira dan suara super dinginnya itu.


"Hehe peace" semua serentak mengacungkan ke2 jarinya menjadi huruf V.


"Raja dkk mana?" Tanya Alan dingin kepada salah satu anggota REXTER.


Catatan : Raja dkk itu panggilan sahabat sahabat Alan kalau ga ada AlanπŸ˜‰


"Oh mereka ada diruang tengah bos" jawabnya.


Langsung saja Alan dan Keira keruang tengah menemui para curut curut.


"WOY TOLONGIN GUE ELAH!"


"GIMANA MAU NOLONGIN INI AJA GUE DIKEPUNG BORRR!"


"SINI GAK LO GUE TEMBAK!"


"KAMBING!!! GUE MATI!"


Teryata Raja dkk sedang heboh bermain game online di ponsel masing masing.


"Ekhm" dehem Keira kepada Raja dkk. Tak ada sahutan dari mereka.


"EKHMM" kini Alan berdehem agak keras.


"DIEM DEH KITA LAGI SIBUK MAIN NIH" pekik Satya yg belum tau kalau ada Keira dan Alan.


"Oh pada sibuk ya?padahal gue mau masak buat makan kalian" ucap Keira datar


Serempak Raja dkk berhenti bermain ponsel dan memandang Keira dan Alan berbinar.


"Wow gue mau dong dimasakin!" Kata Gerald berbinar


"Gue juga!" Raja , Satya dan Nathan pun ikut berbinar.


Alan melihat sahabatnya itu hanya memutar bola mata malas.

__ADS_1


"Makanan aja garcep" ucap Alan menyibir mereka.


"Oh tentu dong! ?makanan itu nomor satu di hidup kita" pekik Nathan


"Bener tuh tanpa makan kita mati tauk" tambah Raja.


"Emangnya Lo mau kita mati kelaparan?" Tanya Satya kepada Alan


" Kalau Lo mati tinggal kubur gampang kan" ucap Alan datar


"YAAMPUN LO TUH BUK-" sebelum satya berteriak tak jelas Keira memotong ucapannya.


"Kalau kalian berisik gue ga jadi masak!" Sentak Keira dingin .


Nyali Alan dkk menciut mereka tak mau bermasalah dengan singa betina.


"Good boy, gue masak dulu bayyy!" Ucap Keira meninggalkan mereka dan kedapur , untung markas ini tersedia dapur.


Alan dkk menghembuskan nafas lega. Sang singa betina tidak marah marah.


"Huh kok gue bisa takut ya kalau Agatha ngomong " ucap Raja


" Kaya ada aura aura gimana gitu" tambah Nathan


" Aura gimana?" Heran Satya


"Auranya itu kaya sama Singa betina yg mau kawin hahaha" Kata Nathan tertawa garing.


Krik krik krik


"Gila!" Ucap Alan dkk(-Nathan) barengan sedangkan Nathan mendengus tak jelas.


Sudah hampir 30 menit Keira memasak Ayam kecap dan tumis kangkung banyak sekali.


"Semuanya udah siap" ucap Keira datar


"Wih bisa mati kekenyangan gue liat semua masakan ini!" Ucap Nathan


"Bukan buat Lo doang!" Ucap Keira dingin.


"Yahh ga nafsu makan gue" kata Nathan lesu.


"Bodo!" Ketus Keira


"Lan lo panggil semua yg ada di basecamp makan" suruh Keira kepada Alan.


"Ja buruan gih" ucap Alan kembali menyuruh Raja


"Lah kok gue kan yg disuruh Lo" protes Raja


"Cepetan" ucap Alan dingin


"Ckkk" decak Raja


"Haha emang enak" ledek Gerald


"Berisik" sahut Keira dingin.


Para anggota REXTER berbinar menatap makanan didepan mereka. Tak usah berbasa basi semua orang menikmati masakan yg dibuat Keira.


Hari sudah mulai petang. Keira yg belum pulang dari basecamp pun beranjak takut nanti dicariin orang padahal enggak ada yg peduli karena mama papanya sedang keluar kota.

__ADS_1


"Gue pulang dulu" ucap Keira keluar basecamp


"Gue anter!"serobot Alan.


"Gini aja garcep benget sih sibos!" Gumam semua anggota REXTER.


Alan mengendarai motornya dengan pelan sambil menikmati udara sore hari.


"Lan kita kedanau dulu ya sebentar" ajak Keira


"Hm" dehem Alan.


" Ta pegangan gue pengen ngebut nih" seru Alan


"Yaudah ngebut aja" santai Keira.


"Ck ntar jatuh bego"


"Iya iya"


Keira segera melingkarkan tangannya di pinggang Alan , dan Alan pun segera ngebut ke danau.


Sesampainya di danau Keira duduk di tepinya dan disusul Alan duduk di sampingnya.


Alan menengok ke arah Keira yg menikmati senja.


"Ta!" Panggil Alan


Keira menengok kearah Alan dan menaikkan alisnya.


"Lo tau gak?" Tanya Alan.


"Ya belum lah bege kan Lo belum ngomong" ucap Keira sinis membuat Alan tersenyum


"Gue itu suka liat senja." Ujar Alan


"Kenapa?" Tanya Keira sedikit tersenyum karena dipikirannya Alan akan mengkardusinya eh ngegombal mangsutnya.


"Ya karna gue suka" acuh Alan dan kembali menatap senja.


Wajah Keira kembali muram.


"Sialan gue pikir dia mau ngardus!" Batin Keira kesal.


"Lo pikir gue mau ngegombalin Lo ya!!" Goda Alan


"Ish apaansih enggak lah" elak Keira


"Hahaha bilang aja kalau mau gue gombalin hahaha" tawa Alan seketika meledak.


Dengan kesal Keira mencubit perut sispack Alan. Membuat sang empu meringis.


"Awss sakit Ta. Kok Lo cubit sih!" Protes Alan.


" biarin wlee" ejek Keira


Alan membalas perbuatan Keira dengan menggelitik Ki perut Keira membuatnya tertawa.


"Hahaha Alan hah udah haha geli lan haha" tawa Keira bahkan ia menitikkan matanya karena saking gelinya Alan menggelitiknya.


"Ok ok berhenti" Alan menghentikan aktivitas nya. Lalu memegang lembut tangan Keira. Membuat Keira berhenti tertawa dan menatap heran Alan yg sedang memegang lembut tangannya itu.

__ADS_1


"Ta gue mau ngomong kalau sebenarnya tuh gue-"


________________


__ADS_2