
πππ©π©π² πππππ’π§π ....
______________
Keira mencak mencak didalam kamar. Kenapa harus ada Aresa didalam rumah ini. Walaupun ia bukan pemilik tubuh asli Agatha, Keira juga ikut merasakan kesedihan di tubuh Agatha.
Keira merasa ada yg disembunyikan oleh sifat lugu Aresa tersebut. Sepertinya ia akan mempunyai misi untuk menyelidiki sifat sifat Aresa yg menurutnya sok baik itu.
"Alah bodo amat dah...dia tinggal disini gue juga bodo amat mending gue tidur!!" Monolog Keira lalu menidurkan dirinya di kasur dan mimpi indah.
Keira terbangun di sebuah taman yg indah yg tak pernah ia kunjungi.
"Wow amazing!" Batin Keira melihat lihat tamannya.
"Kok gue bisa disini ya?padahal kan gue baru aja tidur masa udah disini sih?" Monolog Keira bingung.
Keira memandang takjub pemandangan didepannya bunga bunga mawar dan jenis lainya yg bermekaran indah.
"Agatha!" Panggil seseorang dibelakang Keira.
Spontan Keira menengok kearah seseorang tersebut.
Deg!
Mata Keira hampir melotot melihat orang itu.
Dia Alan!!
Tapi bagaimana bisa Alan disini pikir Keira.
"Hei!" Ucap Alan melambai lambaikan tangan nya kearah Keira.
"Hah!" Keira tersadar dari lamunannya lalu ia menatap Alan yg tersenyum manis kepadanya.
"Hei aku mau kamu ikut aku" Ucap Alan
"Aku kamu?" Sejak kapan Alan menggunakan bahasa aku kamu.
"Iya. Ikut aku deh" ujar Alan menarik tangan Keira lembut. Keira mah nurut nurut saja.
Alan membawa Keira ke pinggir sungai yg juga banyak bunga bunganya.
"Duduk!" Titah Alan menyuruh Keira duduk di atas rumput.
"Indah banget!" Kagum Keira mulutnya tak berhenti tersenyum.
"Kamu suka?" Tanya Alan . Keira mengangguk antusias.
"Ta hadap aku deh!" Suruh Alan.
Keira menghadap Alan . Jarak mereka sangat dekat.
Keira masih diam, jika saja ini mimpi cewe itu tak ingin dibangunkan sama sekali.
Alan semakin mendekat ke wajah Keira .
Keira merasakan ada benda kenyal dibibirnya. Jantung Keira berhenti berdetak.
Apakah alan menciumnya!!!pikir Keira bingung.
Alan menjauhkan wajahnya dari Keira dan tersenyum kearah Keira.
"Kam-" ucapan Keira terpotong ketika...
Byurr
"Aaaaaaa" Keira terbangun dari kasurnya dengan wajah basah.
"LO NGAPAIN GUYUR GUE ANJIR!!" Pekik Keira terhadap Aresa yg muncul didalam kamarnya dan mengguyur dirinya yg masih tidur.
"Ak aku cuman mau bangunin kamu" ucap Aresa gugup mendengar teriakan Keira.
"Shit!pergi Lo dari kamar gue ganggu orang tidur aja njirrr!" Sentak Keira.
Buru buru Aresa keluar dari kamar Keira sebelum mendapat masalah.
Selepas Aresa keluar kamar, Keira masih merenung mimpinya.
"Shit!itu cuman mimpi!" Monolog Keira kesal. Ia pikir ciuman bersama Alan ditanam tadi bukan mimpi.
Keira keluar dari kamar nya dengan seragam lengkap.
"Pagi!" Sapa Keira kepada semua orang dimeja makan .
__ADS_1
"Pagi!" Jawab mereka semua.
Keira melewati meja makan begitu saja ia tak mau sarapan . Mood paginya sudah rusak ketika Aresa datang membangunkannya tidur dari alam mimpi indahnya.
"Kamu enggak sarapan sayang?" Tanya Mama heran tak biasanya anaknya itu tidak sarapan. (Sungguh mama kurang peka)
"Ngak. Agatha lagi males sarapan ma" Alibi Keira.
"Owh kamu ga mau bawa bekel aja buat makan disekolah" kata Mamanya lagi.
"Enggak ma" tolak Keira.
"Assalamualaikum" ucap Keira keluar rumah.
"Walaikumsalam" jawab orang rumah.
_-_-_-_-_-_-_-_-_-
Keira tidak berangkat ke sekolah terlebih dahulu tapi ia pergi ke Basecamp dulu untuk sarapan disana.
Biarkan diterlamabat ke sekolah toh ia boleh bolos sepuasnya dalam seminggu kan?
"Hai guyss!!" Sapa Keira kepada semua anggota REXTER yg belum berangkat ke sekolah.
"Woah tumben Bu singa mampir sini?" Ucap Andi salah satu anggota termuda disini.
"Kenapa ga boleh?" Balas Keira sinis.
"Hehe boleh dong!" Cengenges Andi.
"Disini ada sarapan ga?" Tanya Keira kepadaΒ Andi.
"Ada" jawabnya.
"Minta ya!" Tanpa menunggu jawaban Andi Keira masuk kedapur duluan untuk pergi mengambil sarapan.
Semua anggota melongo , jadi kesini cuman mau minta sarapan? Batin mereka semua.
_-_-_-_-_-_-_-_-
Seperti biasanya Keira datang terlambat kesekolahnya. Setelah dari basecamp tadi Keira langsung berangkat kesekolah.
Keira mengamati punggung seseorang yg tak jauh didepannya.
Dengan keberanian Keira memanggil orang itu.
"Alan!" Pekik Keira.
Alan membalikan badannya menghadap Keira.
"Lo telat ?" Tanya Alan sedikit tersenyum tipis kearah Keira.
"Hehehe iya"
"Tapi Lo juga telat kan?" Tanya Keira
"Hm" dehem Alan
Dug
Keira menendang kaki jenjang Alan pelan
"Kalau gitu sama aja kita!" Ucap Keira sinis.
"Iya dah iya" ngalah Alan.
"Mau kemana nih ke kelas atau mau bolos?" Ucap Keira . Sekarang ia tak akan membolos sendiri karena sudah ada temannya sekarang.
"Bolos aja yuk" ajak Alan.
"Tapikan Lo baru masuk 2 hari masak udah mau bolos sih?" Heran KeiraΒ , Alan ini sangat santai orangnya bahkan terlalu santai.
Baru 2 hari pindah udah bolos aja nih orang.
"Biarin ajalah dari pada kita dihukum" ucap Alan santai.
"Lo aja kali" ujar Keira.
"Kalau gitu ke roftoof aja deh disana udaranya seger banget tauk" ucap Keira.
"Ok"
Keira dan Alan segera ke roftoof untuk membolos.
__ADS_1
Skippp jam istirahat ajalah!!
Keira dan Alan menuju kantin seperti biasanya banyak cibiran atau pujian dari orang orang yg berada di koridor.
"KA AGATHA!!" Teriak seseorang yaitu Aresa.
Baru saja masuk kantin , eh malah disuguhi teriakan merdu. Merusak dunia.
Penghuni kantin heran dengan Aresa yg memanggil Agatha dengan embel embel "kak" padahal umur mereka sama.
"Kok Aresa berani bener panggil Agatha"
"Aresa kok manggil Agatha kak sih?"
"Woah Aresa udah ga takut lagi tuh sama Agatha"
"Apa Aresa itu adeknya Agatha ya kok panggil kak sih"
Rey dkk(-Devan) juga bingung dengan Aresa pasalnya Aresa belum bilang apa apa.
"Ka Agatha , ka Alan sini!!" Panggil Aresa lagi.
Keira dan Alan memandang Aresa dingin dan tak minat.
"Memalukan!" Batin Keira.
Keira dan Alan saling menggandeng lalu menuju bangku Aresa.
"Apa?" Ucap dingin Keira.
"Emm Kaka makan sini aja deh!" Ucap Aresa tersenyum .
"Kaka?" Beo Rey dkk(-Devan)
"Hm. Aresa adek gue mulai sekarang sama Agatha" ucap Devan tersenyum tipis membuat mereka terkejut.
"Ralat gue bukan kakanya" ucap dingin Keira.
"Daebak!!mangsutnya gimana nih gue belum paham!" Bingung leo
"Dasar bodoh!" Sinis Alan .
"Gue ga bodoh!" Sentak Leo kepada Alan. Alan hanya mengangkat bahu acuhnya saja.
"Jadi aku sama bang Devan dan Ka Agatha itu saudara" ujar Aresa
"Saudara tiri" ceplos Alan karena ia juga diberitahu Keira jika Aresa menjadi salah satu keluarganya.
Aresa menunduk mendengar kata kata Alan tersebut. Aresa harus sadar jika ia hanya anak angkat bukan lebih .
"Lo kalau ngomong ga usah asal ceplos aja dong!" Ucap Devan
"Lah kan emang bener kalau Aresa cuman saudara tiri" kata Keira memandang sinis Devan dan Aresa.
"Udah deh diem mending makan ga usah banyak bacot" ucap Rey dingin.
"Kamu mending makan aja ga usah banyak bicara!" Lanjut Rey kepada Aresa. Kini Rey berbicara datar dengan Aresa tidak seperti biasanya yg lembut .
Teman teman Rey memandang Rey aneh karena nada bicaranya berbeda seperti biasanya.
"Apa?" Ucap Rey dingin .
Teman temannya spontan menggeleng.
"Kok kamu ngomong sama aku datar sih Rey?" Ucap Aresa
"Iya kok Lo beda banget sih hari ini ?"
Tanya Arkan karena dari tadi Rey hanya selalu acuh terhadap Aresa.
"Kamu marah sama aku ya?" Ucap Aresa semelas mungkin.
Rey hanya mengangkat bahu acuh. Entahlah ia juga tak tau kenapa alasannya berbicara datar seperti itu.
Alan dan Keira memandangi mereka malas.
"Hidup penuh dengan kedramaan" batin keduanya.
"Yaudah lan pergi yuk dari pada liat drama kolenial" ucap Keira menatap datar Rey dkk dan Aresa yg sedari bicara tak penting.
"Hem" dehem Alan . Lalu mereka meninggalkan mereka untuk mencari bangku lain, dari pada nanti tidak bisa makan.
____________
__ADS_1