
𝐇𝐚𝐩𝐩𝐲 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐢𝐧𝐠...
______________
Rey dkk kini sedang berkumpul di markas mereka. Mereka sedang membicarakan tentang postingan Ig Agatha.
"Kalau gue pikir pikir sih itu kayak rambutnya Aresa iya ga sih!" Kata Arkan.
"Mungkin juga tapi kalau dia Aresa dia sama siapa kan Rey ada disini."bingung Kenan.
"Tapi mungkin itu cuman editannya Agatha kan. Dia kan benci sama Aresa!" Ujar leo.
"Masak kaya gitu editan sih itu kaya asli beneran lho" ucap Kenan.
"Kita telfon Aresa aja dulu biar mastiin dia ada dimana!" Usul Devan .
"Buat apa nelfon kalau Aresa emang jalan sama cowok lain sama gue" ucap Rey dingin dengan acuh.
Entahlah Rey juga tak ingin marah jika Aresa pergi dengan cowo lain karena sekarang Aresa sudah tak ada lagi di hatinya dan sudah ada seseorang yg sudah mengisi hatinya walaupun sudah dimiliki oleh orang lain.
"Kok Lo acuh sih Rey! Kalau itu bener Aresa gimana coba!" Kesal Arkan melihat bosnya itu.
"Hem bodo amat!" Setelah mengucapkan itu Rey segera keluar dari markas untuk pulang mungkin.
"Gila si Rey sikapnya udah beda lagi sama Aresa" kata Leo geleng geleng melihat Rey.
"Kalau Rey sampai nyakitin hati adek gue satu satunya bakal gue hajar tuh Rey walaupun dia sahabat gue!" Ucap Devan dingin dengan menekan kata Adek gue satu satunya.
Lah Agatha Lo kemanaain borr? Ada yang baru yg lama tinggal!
_-_-_-_-_-_-_-
Keira dan Alan dkk masih didalam cafe xxx mereka juga masih mengamati setiap pergerakan dari Aresa dan Doni tersebut.
"Mending kita samperin aja yuk dia biar kaget karena ada kita disini!" Usul Keira kepada Alan dkk agar menghampiri bangku Aresa.
"Woah bagus tuh biar kaget dah tuh orang!" Kata Nathan senang.
"Hm" dehem Alan.
Kini mereka menghampiri bangku Aresa dan Doni.
"Hallo bro!" Sapa Nathan. Membuat Aresa dan Doni membelalakkan mata kaget.
Apa lagi kini Aresa melihat adanya Agatha yg menatapnya dingin membuat cewe itu takut seketika. Bagaimana kalau mereka tau apa yg dibicarakannya tadi bersama Doni pikir Aresa.
"Heh kok pada bengong sih!" Ucap Satya dengan nada dibuat dibuat.
"Eh em ka kalian udah di disini lama ya?" Tanya Aresa gugup.
"Oh baru aja kok" ucap Raja bohong. Aresa menghela nafas syukur.
"Kok Lo ngomong gugup sih Res biasanya aja enggak?" Ucap Gerald sok polos.
"Emm ga gapapa kok!" Gelagap Aresa Karana mereka tau jika dirinya sedang gugup.
__ADS_1
"Siapa tuh? Tumben enggak jalan sama pacar kesayangan lo" Tanya dingin Keira menunjuk doni.. Membuat Aresa kelimpungan untuk menjawab.
"Em itu itu em itu" kata Aresa tak jelas.
"Itu itu siapa sih!" Ujar Nathan.
"Sepupu ya sepupu!" Ucap Aresa cepat.
"Lah bukannya Lo gak punya saudara lagi ya selain ibuk bapak Lo!" Ucap Keira tersenyum sinis.
Alan hanya diam sedari tadi sambil tersenyum tipis melihat Keira dan teman temanya berdebat dengan Aresa. Sedangkan Doni ia tak ikut bicara karena ia juga tak tau mangsutnya mereka bicara.
Aresa semakin panas dingin lalu melirik kearah Doni agar membantu dirinya dari pertanyaan Keira tersebut.
Tapi Doni milih diam ia tak mau ikut campur.
"Itu mata kenapa ya?" Tanya Raja sok tau.
"Eh em ga papa. Kalau gitu aku pulang dulu Babay!" Aresa memilih pergi dari cafe diikuti Doni.
Keira dan Alan dkk tersenyum puas dapat mengerjai Aresa.
"Hahaha aduh muka tuh cewe lucu banget hahaha" tawa Gerald terpingkal pingkal.
"Hahaha kek orang bahan boker " Nathan juga ikut tertawa.
"Panas dingin dah tuh cewe!" Ucap Satya.
"Pastilah kan kecyiduk lagi jalan sama cowok." Kata Raja.
"Haha gue suka pas liat dia lagi gini hahah" ujar Gerald yg masih asik tertawa.
"Yaudah ayo pulang!" Ajak Keira lalu keluar cafe.
_-_-_-_-_-_-
Keira sudah sampai dirumahnya dengan selamat karena dianter Alan dan dikawal para curut Raja dkk.
"Assalamualaikum" salam Keira.
"Assalamualaikum sayang" ucap mama papanya dari ruang keluarga.
Keira lihat disana juga ada abangnya Devan dan Aresa yg sepertinya sedang menangis dipelukan Devan.
"Sayang sini dulu deh" ucap mama lembut agar anak satunya ini duduk di sofa sampingnya.
Keira mah nurut nurut aja . Kan anak baek.
"Tadi kamu marahin Aresa?" Tanya mama lembut sambil mengelus surai rambut Agatha.
"Enggak kok" singkat Keira kan emang bener kalau ia tak memarahi Areasa.
"Tadi kamu marahin aku hiks tadi kamu juga bentak aku hiks hiks" ucap Aresa sambil sesenggukan.
"What drama queen nih. " batin Keira tersenyum.
__ADS_1
"Tapi kata Aresa kamu marahin dia jadi kamu sebenernya marahin dia enggak sih sayang" ucap papa nya lembut tapi tegas.
"Enggak kok bener deh!" Ucap Keira.
"Mana mau Lo ngaku!" Ucap Devan sengit.
"Aduh mama bingung nih sebenernya tadi itu ngapain aja sih sampai Aresa nangis" bingung mama.
"Tapi tadi hiks ka Agatha emang hiks hiks tiba tiba bentak bentak aku hiks padahal aku gak tau apa apa" bohong Aresa lagi.
"Kamu jujur aja sayang papa ga marahin kamu kok" kata papa agar Agatha mau berkata jujur.
"Oh kalau gitu tadi Agatha emang marahin Aresa pah !" Ucap Keira santai membuat Aresa senang akhirnya ia bicara bseperti itu pikir Aresa.
"Tuh apa kat-" ucapan Devan terpotong Keira.
"Diem dulu tapi kalian ga tau kan apa masalahnya aku marahin Aresa?" Tanya Keira.
Serempak mereka geleng geleng kepala kecuali Aresa.
"Aku tadi liat Aresa mesraan sama cowok yg bukan pacar Aresa . Jadi aku marahin deh Aresa aku takutnya nanti Aresa bakal ngebuat Rey sedih karena ceweknya jalan sama cowok lain" ucap Keira ikut berdrama. Membuat Aresa mematung.
"Hahaha Keira kok dilawan Lo buat drama gue juga ikut buat drama lah" batin Keira tertawa jahat melihat Aresa menegang.
Devan , mama dan papa Agatha terkejut mendengar ucapan dari Keira tersebut.
"Apa itu benar Aresa!" Tegas papa membuat Aresa diam takut.
"Sial. Kenapa malah Agatha ngomong gitu sih!" Batin Aresa ketar ketir
"Jadi Lo nangis karena itu!" Ucap Devan dingin melepaskan pelukan nya dengan Aresa.
Terpaksa Aresa mengangguk ragu.
"Yaudah lah gapapa cuman itu aja" lanjut Devan santai dan memeluk Aresa lagi.
"Aduh kamu itu juga Aresa kalau punya pacar jangan jalan sama cowok lain . Mama setuju dengan Agatha yg memarahi kamu karena main sama cowok lain." Kata Mama agak sinis.
"Tuh kan jadi aku ga salahkan marahin Aresa ma!" Ucap Keira senang hahah. Mama hanya mengangguk menatap putrinya itu.
"Tapi Lo juga ga perlu marah marah dong kan bisa bicara baik baik" ucap Devan dingin kepada Keira.
"Sudah sudah disini yang salah juga Aresa. Jadi kalian bisa istirahat dikamar kalian masing masing." Lerai papa.
Dengan cepat Keira langsung kekamar dengan riang. Ia pikir mama dan papa Agatha akan percaya dengan Aresa tapi ternyata tidak percaya juga haha.
Berbeda lagi dengan Aresa ia malah kesal.
"Sial. Kok jadi aku yg dipojokin gini sih kan kudunya mama dan papa tuh marahin Agatha sialan!" Batin Aresa kesal.
Didalam kamar Keira
"Woahh seneng banget gue ngerjain mb Kunti hahaha" tawa Keira pecah.
"Dikira gue bodoh apa mau buat acara nangis nangis segala!" Monolog Keira tersenyum kemenangan .
__ADS_1
"Mending berendam aja deh dari pada mikirin mb Kunti." Ucap Keira lalu langsung ekmar mandi untuk berendam air di bath tub.
_____________________