
𝐇𝐚𝐩𝐩𝐲𝐑𝐞𝐚𝐝𝐢𝐧𝐠...
____________
Aresa tersenyum menghadap keluarga kecil tersebut lalu senyum sinis terpatri diwajahnya
Dan. . . .
Jlebbb
. . . . . . . . . . .
Brukkk
Akhh
Aresa duduk terjatuh memegang pisaunya yang banyak dialiri darah segar.
"MOMY!!" pekik Agatha Devan dan papa nya barengan.
BUG
Agatha menendang Aresa dengan sangat kencang membuat Aresa merintih kesakitan.
"LO ANJING ARGGGG BANGSAT" ucap Agatha marah kepada Aresa karena dengan beraninya cewe itu menusuk perut mama nya dengan pisau.
"Akhh" ringis Aresa kini pikirannya kacau padahal ia berniat untuk menusuk Agatha saja tapi malah yang terkena mamanya.
" sial" umpat Aresa seharusnya ia berhasil menusuk Agatha agar mati dan ia akan menggantikan peran Agatha dikeluarga Alexandra tersebut.
Agatha menatap dingin Aresa. Devan abangnya dan papanya sudah pergi kerumah sakit untuk mengantar Mamanya.
"Bagus!!sekarang apa yang Lo perbuat bakal gue kasih balasan yang lebih dari ini!" Ucap Agatha dingin
"Lo udah buat mama gue terluka dan sekarang Lo bakal gue buat lagi seperti gue bully lo waktu disekolah dulu bahkan lebih!" Lanjutnya
"Please Agatha kamu jangan macem macem, aku cuman ingin mendapat apa yang ingin kudapat saja tap-"
"LO BEGO LO ANJING BANGSAT !!!" Teriak Agatha memotong ucapan Aresa.
Dengan cepat Agatha menarik kerah baju Aresa dan mencekik leher Aresa keras.
"Akh Agatha please sakit hiks lepasin hiks" mohon Aresa sungguh ini sangat sakit bahkan lebih sakit ketika disiram air keras waktu itu.
"Gue ga bakal lepasin Lo, Lo udah buat mama sakit!!" Ucap Agatha tetap mencekik leher Aresa
"Hiks ak aku ha-nya ing-in kas-ih sa say-ang or ora-ng t-ua ku lagi sa-ja hiks wa-walau ak-ku bu-kan a-anak kan-dung mereka hiks"ucap Aresa terbata bata oksigennya kini kian menipis
BRUGHH
"Akhhh"
"GUE GA PUDULI!!" Bentak Agatha sambil melempar Aresa ke tembok.
"Hiks please ini sakit lepasin hiks" mohon Aresa dengan penuh air mata.
"Lo mau lepasin?" Tanya Agatha tersenyum sinis membuat Aresa mengangguk.
"Oke" setuju Agatha membuat Aresa senang namun sedetik berikutnya ...
"Kalau Lo mati hahahaha" lanjut Agatha tertawa jahat dan meraih pisau yang digunakan Aresa tadi.
"Please hiks jangan nekat" peringat Aresa
"Terus Lo tadi bukanya nekat juga ha!!" Sentak Agatha
"Aku ak-"
"Bacot" potong Agatha cepat lalu bersiap untuk melempar pisau kearah Aresa
Dan
Brughh
__ADS_1
Terdengar pintu rumah dibuka secara keras dan munculah Keira Alan dkk, dan Rey dkk-Devan.
Mereka memandang Agatha dan Aresa terkejut. Mereka kesini karena mendapat kabar dari Devan tadi.
"AGATHA!!" Teriak Keira kencang dan mengambil pisau ditangan Agatha.
"LO NGAPAIN NGAMBIL PISAU GUE!! SINI BALIKIN !!" teriak Agatha tak terima dengan Keira yang asal ambil pisaunya.
Keira tak menyahuti teriakan Agatha, ia memilih menyembunyikan pisaunya di balik badannya.
"Lo bisa bunuh orang Agatha!" Ucap Keira dingin membuat Agatha agak takut tapi karena kemarahan menyelimutinya Agatha meraih rambut Keira dan ingin menjambaknya namun lebih dulu dihadangi Alan dan Agatha ditarik menjauh oleh Rey.
"LEPASIN GUE ANJIR!" berontak Agatha minta lepas.
"Shuttt Lo tenang mama Lo gapapa. jangan sampai Lo bunuh orang" ucap Rey lembut guna untuk menenangkan Agatha.
"Arghhhh" racau Agatha lalu pingsan dipelukan Rey.
"Lo bawa Agatha kerumah sakit biar gue urusin monyetnya" ucap Keira dingin kepada Rey
"Hm" dehem Rey lalu menggendong Agatha untuk menuju ke rumah sakit.
Selepas perginya Rey, Keira , Alan dkk dan Devan dkk-Devan menatap Aresa yang terbujur lemah dilantai dingin.
Sungguh sangat melas sekali keadaanya seperti tikus yang habis dimangsa kucing.
"Lo emang bodoh ya!" Ucap Keira kepada Aresa
"Punya otak ga pernah dipake!" Timpal Alan sinis
"Namanya aja monyet ya mana bisa mikir lah hahaha" ledek Gerald
"Monyet liar" imbuh Leo
"Sebenernya tuh gue kasian sama Lo tapi ga jadi deh bawaannya pengen ketawa terus" ujar Satya kepada Aresa juga
"Yeee tolol" ejek Raja
"Shuttt diem!" Suruh Keira kepada mereka agar tak mengoceh
"Tol tolongin aku" lirih Aresa kepada Keira namun dihiraukan nya.
Tuk tuk tuk
Keira berjongkok dan mengetuk jidat Aresa pelan.
"Kalau berbuat tuh mikir dulu resikonya" ucap Keira terkekeh
"Inget siapa lawan Lo itu! Kuat atau enggaknya bego!" Ucap Keira sinis
Dugh
Keira membenturkan Kepala Aresa ke lantai agak keras hingga membuatnya pingsan.
"Bawa dia ke kantor polisi!" Suruh Keira dingin Raja dkk dan Devan dkk-devan.
"Ga mau lah" tolak semua
"Buruan!!" Ucap Keira paksa membuat mereka malas.
"Lo ikutin gue sama Keira ke kantor polisi xxx" ucap Alan dan menarik Keira keluar rumah meninggalkan mereka yang mendengus kesal.
. . . . . .
Dilain tempat yaitu rumah sakit xxx
Agatha sudah sadar dari pingsannya, dan kini Agatha sedang duduk di brankar menunggu ibunya bangun dari obat bius yang digunakan untuk mengoperasi perut Mamanya.
Tak hanya Agatha saja yang disana tapi juga ada Papa abangnya Devan dan Rey
"Enghh" lenguh mama Agatha tiba tiba membuat Agatha Devan dansang suami terkejut.
"Mama ga papa kan??" Tanya Agatha khawatir
__ADS_1
"Mama ada yang sakit?" Tanya Devan
"Sayang kamu ga kenapa napa kan?" Tanya Papa Agatha
"Ha haus" ucap Mama Agatha lirih dan segera Papa menyodorkan air.
"Mama beneran ga papa?" Tanya Agatha lagi membuat sang mama tersenyum lembut.
"Huh syukur" lega semua nya.
"Aku sayang kamu aku sayang kamu"
Tiba tiba suara dering ponsel seseorang. Mereka menatap Rey yang sedari tadi diam saja.
"Hallo" ucap Rey
". . . . . ."
"Hm"
". . . . . ."
"Ya"
Rey mematikan ponsel nya dan menatap Agatha dan Devan.
"Ayo ikut gue ke kantor polisi" ajak Rey karena tadi Alan menelfon ya agar ke kantor polisi untuk mengurus Aresa.
"Buat apa?" Tanya Devan sedangkan Agatha sudah tau
"Buat ngehukum Aresa" jawab Rey
"Ok" setuju Devan
"Nak Rey tolong buat dia dihukum seberat beratnya ya" suruh Papa Agatha
"Iya om" paham Rey lalu menarik tangan Agatha diikuti Devan menuju ke kantor polisi.
Skipp kantor polisi
Agatha Rey dan Devan kini menatap Aresa yang sedang diintrogasi oleh pihak polisi.
Keira dan lainya juga ikut melihat bagaimana tersiksa nya Aresa untuk menjawab pertanyaan pertanyaan dari pihak polisi tersebut.
"Anda melakukan kegiatan tersebut dilandasi dengan apa?" Tanya salah satu polisi
"Sa saya di suruh untuk-" Aresa menghentikan ucapnnya ketika matanya menangkap sosok dua orang wanita dan laki laki paruh baya yang menatapnya tajam, mereka adalah ayah dan Ibu Aresa.
Seakan tau arti tatapan itu Aresa tak jadi melanjutkan ucapannya karena takut.
"Bagaimana?" Tanya polisi itu lagi
"S sa saya tidak tau" ucap Aresa cepat membuat para polisi menghela nafas.
"Anda akan kami tahan disini selama pihak korban mengizinkan anda keluar sendiri" putus kapten polisi secepatnya.
"Bagaimana saudara setuju?" Tanya kapten polisi kepada Agatha dan Devan
"Kami setuju kalau perlu dia disini harus disiksa!" Ucap Agatha dingin.
"Baik lah kalau begitu kami permisi!!" Pamit para polisi sambil membawa Aresa yang pasrah harus ditahan di sel tahanan.
Agatha Keira Alan dkk dan Rey dkk juga ikut pulang kerumah masing masing kecuali Agatha dan Devan yang menuju rumah sakit.
. . . .
Ditempat lain tak jauh dari mereka berada, Ibu dan Ayah tiri Aresa memandang sel tahanan Aresa sinis.
"Sungguh bodoh!" Umpat ibu Aresa
"Andai saja dia menerima pekerjaan nya menjadi pelacur pasti dia tak akan mendekam disini" sinis Ayah Aresa.
"Biarkan lah mas kita kan juga tidak jadi mengurusnya lagi bukan?" Ucap Ibu Aresa santai
__ADS_1
"Hemm memang benar" setuju nya.
_____________