
πππ©π©π² πππππ’π§π ...
_____________
Seperti kata Kepsek kemarin, sekarang Keira dan Aresa sudah berada di depan gedung Bina Bakti dengan bapak kepsek.
"Kalian keliling liling sekolah ini dulu waktu perlombaannya masih lama . Saya ada urusan dengan guru guru disini." Kata Kepsek
"Baik pak/hm" jawab Aresa dan Keira kompak.
Setelah Kepsek pergi meninggalkan mereka berdua , mereka masih diam ditempat.
"Emmm ta kita mau kemana?" Tanya Aresa.
"Mana gue tau" ucap Keira acuh lalu berjalan masuk gedung untuk mencari kantin.
"Ikut Ta" kata Aresa lalu mengikuti Keira dari samping.
Keira dan Aresa menjadi pusat perhatian warga sekolah Bina Bakti karena kecantikan yg dimiliki mereka berdua. Apalagi KeiraΒ karena dulu Agatha seorang Queen bully di Tunas Bangsa sekolahnya sendiri.
"Gilaaa queen bullyingnya tunas bangsa coyy"
"Aaa cantik banget iri gue"
"Yang satunya dingin yg satunya lagi polos"
"Udah punya pacar belom neng"
"Jalan jalan yuk sama Abang"
"Sok cantik"
"Lah kan emang cantik"
Keira tetap berjalan dengan wajah dinginnya dan Aresa sesekali tersenyum.
Dilain tempat Rey dkk sedang berkumpul di markas geng Scorpio .
"Eh Rey katanya Aresa ikut cerdas cermat ya?" Ucap Arkan kepada Rey
"Hm" dehem Rey
"Tapi Lo tau ga?" Kini Leo berganti bertanya kepada Rey. Dahi rey mengernyit tak paham.
"Aresa sama Agatha jadi patner cerdas cermat. Yg lebih parahnya mereka berdua lomba di Bina Bakti sekolah nya Alan dkk dan anggota geng REXTER." Ucapan Leo berhasil membuat teman temannya menatap Leo dengan tajam.
"Ga usah ngawur!" Ucap Rey dingin karena pasalnya Aresa tak memberi tahu jika dia akan berlomba disekolah musuh sendiri.
"Tapi emang bener, tadi gue sempet tanya Agatha." Kata Devan datar.
"Gue takutnya nanti mereka malah jadi sandraan geng mereka deh" ucap Kenan serius.
"Apa perlu kita susul Aresa sama Agatha?" Ucap Arkan.
"Jangan. Ga usah nanti kalau dapet laporan yg gak gak kita baru samperin" kata Rey dingin. Sebenernya ia juga khawatir jika aresa dan AgathaΒ melainkan Aresa sendiri diganggu geng REXTER .
"Ok"
Dari tadi muter muter sekolah Bina Bakti akhirnya Keira menemukan tujuannya yaitu kantin.
"Eh kita kekantin?" Ucap Aresa bingung.
"Menurut Lo?" Ucap Keira balik.
Keira menatap satu satu bangku kantin, matanya tertuju pada sebuah meja yg besarnya paling luas diisi oleh kelima orang yg tak lain Alan dkk. Aresa juga mengikuti pandang Keira yg tertuju kepada Alan dkk.
"Ta kamu mau kesana ya?" Tanya Aresa ragu menunjuk Alan dkk
"Hm" dehem Keira. Ketika melangkahkan kakinya Aresa mencekal dulu tangan Keira.
"Emm gausah kesana deh Ta . Kita cari bapak kepsek aja. disana pasti bahaya deh" ucap Aresa
"Ck lepasin. Terserah gue dong mau kemana!kalau Lo ga mau ikut ya udah tinggal pergi sendiri susah amat" kata Keira dingin .
__ADS_1
"Tap-"
"Ikut atau gak" ucap Keira penuh penekanan lalu menuju ke meja Alan dkk.
Dengan ragu juga Aresa mengikuti Keira.
BRAKk
Keira mengebrak meja Alan dkk dengan keras membuat semua orang yg dikantin menatap tak percaya kearah Keira begitu juga Aresa.
"Itu berani banget sama geng REXTER"
"Wah cari mati tuh anak"
"Ckck kayaknya mereka belum tau deh mereka siapa"
"Pasti nanti tuh orang ditentang tuh sama Alan"
"Cari mati"
"LO-" Alan siap siap meledakkan amarahnya ketika ada yg menggebrak meja mereka. Namun sebuah suara yg tak asing membuat Alan berhenti bicara lalu menatap Keira yg menggebrak meja.
"Apa?" Ucap Keira dingin lalu duduk dan mengambil jus milik Alan dan meminumnya santai .
"Eh" kaget Alan dkk melihat ada Keira dan seseorang gadis yg pernah mereka temui.
"Ngapain kesini?"ucap datar Alan sabar melihat Keira dengan tingkahnya seenak jidat meminum minuman orang.
Lagi lagi warga kantin melongo ketika Alan tak jadi mengusir Keira dari bangku kekuasaan mereka bahkan mereka lebih tercengang ketika melihat Keira meminum minuman Alan.
"Lomba" jawab Keira acuh dan mencomoti makanan Alan dkk satu persatu.
"Ish jangan Lo ambil Ta" ucap Satya kesal kepada Keira.
"Iya Lo bisa pesen kan Ta!kita belum makan nih" kata Gerald melas.
"Males." Singkat Keira.
"Yaudah nih makan" Alan menyodorkan siomay nya ke Keira.
Seakan akan dunia berhenti Aresa dari tadi hanya diam menyaksika Alan dkk dan Keira yg asik ngobrol.
"Aku juga ada disini lho" batin Aresa yg diabaikan.
"Hai" ucap Aresa kepada Alan dkk agar ia tidak dikacangi.
"Eh masih ada orang toh gue kira tadi ga ada" kata Nathan dengan watadosnya.
"Wajarlah ga tau kan dari tadi diem aja kek orang mati" ucap Raja polos polos bangsat ke dia haha.
"Eh bukannya Lo pacar Rey yah?" Tanya Satya sinis.
"Eh iya" ucap Aresa tersenyum .
"Kita kan belum kenal , kenalin namaku Aresa" lanjut Aresa tersenyumkepada Alan dkk
"Raja"
"Satya
"Gerald"
"Nathan"
Jawab mereka semua kecuali Alan yg asik menyuapi Keira siomay.
"Terus yg nyuapain Agatha siapa yah?" Tanya Aresa padahal ia sudah tau jika itu Alan.
"Alan" bukan Alan yg menjawab tapi Keira yg menjawab.
"Oh Alan toh. Kalau gitu salken ya" ucap Aresa menyodorkan tangannya untuk berjabat dengan Alan.
Alan mentap Aresa yg menyodorkan tangannya itu. Lalu kembali menyuapi Keira .
__ADS_1
"Hahaha ditolak"
"Gimana nih rasanya ditolak haha"
"Aduh tangannya ga diterima tuh"
" yak mukanya lucu banget habis ditolak"
Batin Raja dkk tertawa ketika melihat Alan tak membalas uluran tangan Aresa.
Sebenarnya Raja dkk sendiri juga agak tak menyukai Aresa . Entah apa alasannya mereka tak menyukai pacar Rey itu. Aresa yg tak mendapat balasan , ia kembali menurunkan tangannya.
"Panggilan kepada peserta lomba cerdas cermat harap menuju ke aula. Sekali lagi peserta lomba cerdas cermat harap menuju ke aula!" Ucap seseorang dari microfon.
"Ayo Ta kita ke aula" ajak Aresa kepada keira
"Hm" dehem Keira lalu berdiri dari tempat duduknya.
Alan dan Raja mereka juga ikut berdiri karena mereka juga akan ikut lomba cerdas cermat. Walau mereka berandal mereka juga pandai dan memiliki IQ yg tinggi jadi jangan heran kalau mereka ikut lomba.
"Lo juga ikut Lan , Ja ?" Ucap Keira heran kearah Alan dan Raja yg mengikutinya ke arah Aula.
"Iya lah kan gue pinter" sombong Raja.
"Hm. Gue ikut lomba" kata Alan jujur.
"Wah berarti Lo pinter dong Lan" ucap Keira polos kepada Alan.
"Hm." Dehem Alan lalu mengacak acak rambut Keira gemas
"Ish jangan diberantakin" rengek Keira kepada Alan. Ia sangat benci jika ada seseorang yg mengacak acak rambutnya itu.
"Haha iya iya ini gue rapi in lagi" ucap Alan tersenyum. Membuat Keira ikut tersenyum juga.
"Wow Keira sama Alan kalau senyum manis banget ya" kata Aresa merusak suasana sweet mereka.
Dengan cepat Alan dan Keira kembali menampakan wajah dinginnya membuat Raja terkekeh melihat 2 kulkas berjalan.
Skipppp Aula
"Baiklah anak anak peserta lomba! Sebelum kita melakukan lomba cerdas cermat ini diharapkan semua peserta berdoa terlebih dahulu sesuai kepercayaan masing masing masing. Berdoa mulai" Ucap tutor
lantang membuat semua peserta lomba termasuk Alan , Raja dan Keira , Aresa mengikuti ucapan tutor tadi.
"Berdoa selesai" sang tutor menyelesaikan acara berdoanya.
"Baiklah mari kita langsung ke dalam intinya. Para peserta lomba harap mengerjakan soal soal yg akan diberikan oleh para guru. Semua peserta wajib mengerjakan soal cerdas cermat dengan bekerja sama dengan patner nya sendiri. Cukup dari saya, silahkan mengerjakan"
Lanjut tutor.
Keira dan Aresa mengerjakan secara serius. Mereka berhasil mengerjakannya dengan lancar tanpa hambatan.
Begitu juga dengan Alan dan Raja mereka juga mengerjakan secara serius.
Setelah 1 jam sudah semua para peserta lomba keluar dari dalam Aula ketika sudah selesai mengerjakan soal soal lomba.
"AKHIRNYA SELESAI JUGAAAA" teriak Raja tak tau malu.
"Berisik bego" ucap Alan dan Keira bersamaan yg baru saja keluar aula.
"Hehehe santuyy dong" cengenges Raja.
"Haha Kamu lucu" ucap Aresa tertawa. Membuat Keira Alan dan Raja menatap aneh Aresa. Apa yg lucu? Pikir mereka.
"Yaudah ayo pulang!" Ajak Alan kepada Keira
"Emang boleh? Kan kita harus tunggu pengumuman juara dulh" Bingung Keira.
"Itu biar guru yg urus. Sekarang Lo gue anter" ucap Alan santai.
"Lah terus aku gimana?" Tanya Aresa
"Mana gue tau" ucap Alan acuh lalu menarik tangan Keira meninggalkan Aresa sendiri karena Raja juga ikut pergi.
__ADS_1
______________