Keira Or Agatha

Keira Or Agatha
Chapter 53


__ADS_3

𝐇𝐚𝐩𝐩𝐲 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐢𝐧𝐠...


____________


BRAKk


Dengan tak santai Agatha menendang pintu kelas Keira dengan keras membuat semua murid dikelas dan guru memperhatikannya.Agatha mah bodo amat , tujuannya hanya satu yaitu memanggil Raja dkk dan Devan dkk untuk membantu Aresa tadi.


"HEH!! Kamu punya sopan santun ga!" Marah pak bontot tersebut yang sedang mengajar.


"Berisik!" Ketus Keira lalu menatap Raja dkk dan Devan dkk.


"Keluar Lo pada" ujar Keira dingin ke mereka dan dengan semangat mereka menuruti ucapan Keira.


"Heh! Kalian mau kemana?" Tanya pak bontot


"Mau ikut mereka bolos lah pak gitu aja ga tau" sinis Raja


"Ga boleh" larang pak bontot


"Kita ga tanya" ucap Arkan dengan watadosnya.


Dan segera mereka keluar kelas sepenuhnya meninggalkan pak bontot yang kesal.


"Jadi kalian ngapain manggil?" Tanya Devan.


"Mau ngajak kalian makan ke kantin" ujar Agatha polos.


Pltakkk


Keira menjitak jidat mulus Agatha membuat sang empu kesakitan.


"Aww sakit ogeb!" Ringis Agatha


"Mamam tuh sakit" ucap Keira datar


"Jadi kita disuruh keluar buat apa sih? Terus kalian tadi ngapain kok ga kekelas?" Tanya Kenan beruntun kepada Keira Agatha Alan dan Rey.


"Ikut aja" ucap Rey dingin .


Skip kamar mandi


"Heh! Kalian buruan bantuiin anak ini" suruh Bu Rika kepada mereka yang baru sampai untuk membantu Aresa.


"Sabar elah Bu!" Ucap Agatha malas


"Jadi kalian nyuruh ikut kalian ke sini cuman mau nolongin tuh monyet doang?" Ucap Satya tak percaya


"Emang" sahut Raja


"Kenapa ga kalian aja tadi?" Tanya Devan heran


"Ga maulah bisa bisa tangan gue ga higenis lagi kalau bantuiin tuh monyet" sinis Agatha membuat mereka menghela nafas.


"Buruan heh! Malah ngobrol kasian nak Aresa ini dari tadi engga bangun bangun saya takutnya dia udah ga bisa bangun lagi" omel Bu Rika


"Ck. Jadi siapa yang mau bantuiin?" Tanya Keira


"Yang penting bukan gue" ucap Alan dan Rey barengan.


"Ck ok gue yang tolongin dia" ujar Devan pasrah  lalu menuju Aresa dan menggendongnya.


"Bagus kalau gitu kalian bawa ke UKS , dan tugas saya selesai Bay" ucap Bu Rika dan pergi.


"Ck ngrepotin aja" malas Devan.


"Kalau ngrepotin mending buang aja deh" usul Gerald


"Buang gundulmu!" Sahut Nathan


"Lah salah ya?" Tanya Gerald


"Engga ko. Bener banget malah" setuju Leo dengan ucapan Gerald itu.


"Jadi kita bawa nih orang ke UKS beneran?" Tanya Devan lagi


"Yaiya lah masa di bawa ke kuburan sih!" Kesal Agatha dan Devan mengangguk benar lalu pergi keluar kamar mandi untuk ke UKS duluan


"Kita ikut Devan ga?" Tanya Raja


"Hm" dehem Keira lalu mengandeng tangan Alan.


"Jangan gini" tolak Alan

__ADS_1


"Emang kenapa?" Heran Keira


"Gini aja" ucap Alan tersenyum sambil melingkarkan tangan nya dipinggang Keira.


"Yaudah ayo" ujar Keira tersenyum lalu mereka mengikuti Devan.


Rey dkk , Raja dkk dan Agatha yang masih didalam kamar mandi pun hanya geleng geleng melihat tingkah Alan dan Keira.


"Ck jomblo bisa apa" gumam Nathan


"Iri bilang Lo" ledek Kenan


"Ck" decak Nathan


"Rey" panggil Agatha


"Apa?" Tanya Rey


"Lo ga mau gandeng gue? Gue jomblo loh" ucap Agatha tersenyum jahil


"Males" singkat Rey membuat Agatha mendengus.


Dengan kesal Agatha keluar kamar mandi tapi ...


"AAaaaa" kaget Agatha Karena tiba tiba tubuhnya merasa melayang.


"Jangan minta gandeng. Gini aja lebih enak" ternyata Rey mengendong Agatha seperti koala.


"Akh bisa aja Lo Jamal" ucap Agatha malu malu dengan pipi merona.


"Astagfirullah sabar orang jomblo bisa apa" gumam Raja dkk dan Devan dkk-devan.


.  .  .  .  .  .  .


Dengan hati hati Devan meletakkan Aresa di brankar kasur UKS .


"Ck andai Lo ga berubah kayak monyet liar udah gue pastiin gue bakal suka sama Lo sebelum Sa" gumam Devan memandang wajah Aresa yang dibilang masih rada rusak.


"Enghhh" lenguh Aresa membuat Devan menyetabilkan mimik wajahnya menjadi dingin.


"Shhhh pusing" ringis Aresa ketika kepala berdenyut denyut.


"Akhirnya bangun, gue kira udah mati padahalkan tadi gue mau nyiapin kuburan Lo" ucap Devan datar membuat Aresa menatap Devan kaget


"Hm" dehem Devan


Aresa menghela nafas ia berpikir bukannya ia tadi pingsan di kamar mandi bersama Agatha Keira Alan dan Rey tadi dan kenapa sudah bisa di UKS.  Apakah Devan yang membantunya?


"Mau tanya tadi siapa ya yang bantu aku kesini" tanya Aresa hati hati


"Gue" singkat Devan


"Emm makasih" ucap Aresa tulus


"Hm" dehem Devan


Cklekk


Munculah Keira dan Alan dari balik pintu.


"Udah bangun eh?" Ujar Keira sinis kepada Aresa


"Gue kira tadi Lo cuman pura pura loh, tapi kayaknya tadi beneran pingsan ya?" Lanjutnya


"Iya" ucap Aresa takut


"Yang lain kemana?" Tanya Devan kepada Alan


"Dibelakang" singkat Alan dan benar saja Agatha dan Rey langsung muncul dari balik pintu diikuti Raja dkk dan Devan dkk-devan.


"Itu kenapa digendong?" Tunjuk Devan kepada Agatha yang masih digendong Rey


"Hehe gapapa kok" ucap Agatha malu.


"Heh! Lo kalau mau pingsan bilang bilang dong ngrepotin orang aja Lo!" Kini Agatha sudah.menetralkan wajah malunya dan menatap Aresa galak.


"Maaf" sesal Aresa ia tak tau jika tadi ia bisa pingsan.


"Hm..mumpung gue lagi baek nih ya..gue suruh Lo pesenin makanan gue kekantin gara gara Lo pingsan gue ga jadi kekantin!" Ujar Agatha sambil berkacak pinggang kepada Aresa


"Tapi ak-"


"Gue tau Lo sakit. Tapi Lo itu babu gue" ucap Agatha sinis.

__ADS_1


"Hm iya" pasrah Aresa lalu turun dari brankar


"Gue ikut" ujar Devan spontan.


"Tumben Lo ikut?" Heran Arkan


"Pengen aja" acuh Devan lalu menarik Aresa keluar UKS.


Teman teman Devan menatap Devan aneh.


"Ck kerasukan apa tuh bocah?" Ujar Satya


"Kayaknya nih UKS ada penunggunya deh" ujar Gerald


"Abang gue kayak nya suka sama Aresa" tebak Agatha


"Ga mungkin lah" kata Kenan


"Kenapa ga mungkin?" Heran Agatha


"Bukannya Devan udah benci sama Aresa karena sifatnya yang ga polos polos" jelas Kenan


"Tapi bisa jadi" sahut Alan


"Orang benci tuh ga tentu benci" lanjut Keira


"Berarti kaya gue sama Rey kan?" Ucap Agatha pede


"Halu Lo Jamilah" ledek Raja


"Tapi benerkan" kekeh Agatha


"Iyain aja" putus Rey membuat Agatha tersenyum kemenangan.


"Nyenyenye" cibir mereka.


.  .  .  .   .  .  .


Skipp


Bel pulang sekolah berbunyi , Aresa keluar dari kelasnya bersamaan dengan Agatha yang tadi memang ikut pelajaran setelah istirahat.


"Heh babu!" Panggil Agatha ke Aresa


"Ada apa Ta?" Tanya Aresa lirih


"Sore ini Lo harus ke rumah gue kerjain semua tugas yang guru tadi bilang" ucap Agatha dengan tersenyum


"Tapi aku ga-"


"Ga ada tapi tapian" sela Agatha lalu pergi duluan dari Aresa.


Huh!!


Aresa menghela nafas. Dan lebih baik pulang kerumahnya padahal nanti sore ia harus mencari kerja karena sudah tak tinggal lagi di keluarga Agatha.


Sesampainya dirumah kecilnya, Aresa menatap bingung rumahnya karena pintu nya terbuka padahal tidak ada orang dirumah . Apakah orang tuanya sudah ada dirumah? Pikir Aresa senang. Dengan cepat ia memasuki rumahnya dan ternyata benar.Ibu dan Ayahnya sedang duduk di sofa kecil dengan pakaian yang agak formal.


"Sejak kapan ibu punya pakaian formal seperti itu?" Batin Aresa terheran heran apa jangan jangan orang tuanya sudah sukses? Pikirnya


"Ibu Ayah!!" Panggil Aresa


"Oh kamu sini masuk" ucap ibu Aresa.


"Sini masuk" timpal Ayah Aresa


Pluk


"Ibu ayah Aresa kangen sama kalian" baru saja Aresa akan memeluk ibunya tangan nya sudah ditepis duluan.


"Eh kamu duduk dulu deh" usul Ibu Aresa dan Aresa pun mengangguk mungkin ibunya sedang lelah dan tak ingin dipeluk.


"Sebenernya ada yang ingin kita sampaikan kepada kamu" ucap Ayah Aresa langsung ke intinya.


"Benar dan kamu harus menerimanya" lanjut sang ibu


"Iya" angguk  Aresa


"Jadi kamu akan kami. . . . ."


Deg!


Aresa mematung mendengar ucapan ayahnya itu.

__ADS_1


__________


__ADS_2