Keira Or Agatha

Keira Or Agatha
Chapter 46


__ADS_3

𝐇𝐚𝐩𝐩𝐲 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐢𝐧𝐠....


____________


Keira tersenyum lebar kearah Alan yang menatapnya sendu.


Langsung saja Alan memeluk Keira menghiraukan jika didalam ruang rawat ini tidak hanya ia saja.


"Gue kangen Lo" sendu Alan.


"Baru beberapa jam gue koma dan Lo udah kangen?" Tanya Keira tak percaya


"Hem..gue kangen banget ga liat Lo 1 jam aja berasa 1 abad tau ga!" Cemberut Alan membuat semuanya terkekeh.


"Heleh!!" Cibir Keira membuat Alan gemas dengan kelakuan Keira tersebut.


"Yaelah! Serasa dunia milik sendiri aja! Jangan lupa kita masih hidup lho" sindir Raja kepada dua sejoli itu.


Keira dan Alan menggaruk kepalanya tak gatal.


"Hemm anak muda sekarang kalau pacaran udah ga inget dunia yaa" goda momy Keira kepada Keira .


"Apaansih mom aku ga pacaran ya" elak Keira.


"Hem iya momy percaya" kata Momy Keira cekikikan.


Sedangkan Alan hanya tersenyum tipis.


"Kei?" Panggil Agatha membuat Keira menoleh ke arah Agatha.


"Apa?" Ucap Keira


"Lo pas koma kok lama banget sih! Disana ngapain aja?" Tanya Agatha polos.


"Oh gue cuman ngobrol and ngopi sama malaikat maut doang!" Jawab Keira santai .


"Hah!!" Kaget semua kecuali Alan dan Rey yang hanya menatap Keira datar , kedua cowo itu tau kalau Keira berbohong.


"Gimana ganteng ga malaikat mautnya?" Tanya Agatha antusias dan Keira hanya mengangguk sekenanya saja.


"Emang Lo ngobrol apa aja?" Ucap Gerald bingung.


"Oh..cuman ngobrolin kapan Lo matinya aja" kata Keira


Gerald yang mendengar ucapan Keira pun hanya mencebik bibirnya kesal.


"Untung sabar!" Batin Gerald miris.


"Sudah sudah kamu udah baikan kei?" Tanya Dady Keira membuat Keira tersenyum sendu sudah lama ia tak mendengar suara Dady momy nya.


"Udah pa" kata Keira senang.


"Tumben disini ga ada Aresa?" Bingung Keira biasanya jika ada Devan berarti jga ada Aresa.


"Diusir sama emak emak gaul!" Kata Alan sambil melirik momy dan mama Agatha Keira yang tersenyum tak jelas.


"Hah?diusir?" Heran Keira bukannya Aresa itu anak angkat mama Agatha tapi kok diusir?


"Hm. momy Lo and mama Agatha tuh udah tau kalau si Kunti itu busuk dan meracuni Lo jadi diusir deh!" Jelas Alan.


"Oh. Gitu" paham Keira.


Tak lama kemudian Devan berdiri lalu keluar ruang inap tersebut.


"Mau kemana kamu?" Tanya papa Agatha


"Keluar lah!" Lesu Devan ia masih syok jika orang yang sudah dia anggap adek kandung ternyata mempunyai hati yang busuk kek bangkai binatang.


"Awas jangan terlalu sedih nanti kamu bunuh diri lagi karena terlalu menyesal!" Ucap mama Agatha enteng.


"Hm" dehem Devan lalu benar benar keluar dari ruag inap tersebut.


"Itu anak Lo gapapa jeng?" Tanya Momy Keira kepada Mama Agatha.


"Gapapa ko pasti masih sedih sama kelakuan si monyet emas" ucapnya.


"Anjayy monyet emas" kekeh Raja.


_-_-_-_-_-_-_-

__ADS_1


Devan pov


Taman rumah sakit


Hari ini hari paling ter tersial bagi gue. Ternyata orang yang udah gue anggep adek kandung sendiri hatinya busuk ke bunga bangkai.


Gue nyesel banget sekarang sama kelakuan buruk gue sama Agatha.


Andai aja waktu itu Aresa ga dateng sebagai bagian keluarga baru, gue pasti sekarang akur terus sama Agatha.


Emang bener kata orang kalau penyesalan itu dateng di akhir.


Andai gue ga kenal sama Aresa!!!


Gue benci dia!!


Kenapa ga dari dulu aja gue tau kalau dia jahat!!


Pengen rasanya gue minta maaf sama Agatha karena terlalu bodoh jadi seorang Abang yang baik buat adek kandungnya sendiri , tapi itu mustahil gengsi gue terlalu besar untuk itu!!


Pluk


Bahu Devan ditepuk seseorang dari belakang dia adalah Rey.


"Lo gapapa?" Tanya Rey singkat


"Gue gapapa" elak gue


"Gue tanya lagi Lo nyesel ga kenal sama Aresa?" Tanya Rey


"Gue nyesel banget!!rasanya tuh kayak ada asem asem nya gitu" ujarku terkekeh miris.


"Sama gue dulu pas tau dia punya selingkuhan rasanya tuh gue kaya cowo yang mudah dibohongin sama cewe" ucap Rey panjang tapi masih dengan wajah datar nya.


"Lo harus bisa lupain semua tentang adek pungut Lo itu! Dan coba sayang sama Agatha" lanjut Rey


"Hem..gue bakal cobain!" Kata gue semangat.


"Makasih Lo udah buat gue tenang!" Ucap Devan.


"Hm.gue kesini tadi juga cuman mastiin Lo ga bunuh diri aja sih karena Lo terlalu sedih takutnya Lo bunuh diri beneran lagi!" Ujar Rey santai dan pergi dari tempatnya itu.


"Bangsat!! untung sahabat!" Umpat gue.


Devan POV end


Seorang gadis menatap wajahnya yang rusak karena make up didepan cermin.


Gadis itu Aresa.


Setelah kejadian memalukan tadi di rumah sakit cewe itu langsung pulang kerumah lamanya sebelum tinggal bersama keluar mama papa Agatha.


"Arghhhh muka aku kenapa susah banget sih ilang nya!!" Frustasi Aresa karena sejak tadi ia membersihkan make up yang diberikan emak emak singa tak kunjung hilang karena saking tebalnya make up yang dipakaikan.


"Awsss" selain make up sulit dihilangkan, lehernya mulusnya juga terdapat luka karena pisau Alan tadi membuat Aresa kesakitan.


"Huh!!!Aresa yang cantik harus sabar!" Monolog Aresa didepan cermin.


"Aku harus bales mereka!tapi apa ya" bingung Aresa.


Cling!!


Bolam Lampu muncul dari atas kepala Aresa.


"Aku tau!" Seringai Aresa lalu melanjutkan membersihkan wajahnya.


_-_-_-_-_-_-_-


One week later~~


Keira dan Agatha sudah bisa masuk kesekolah seperti biasa.


Dan hari ini, hari pertama mereka sekolah lagi membuat semua murid membicarakan keduanya terlebih lagi sekarang perubahan sikap Keira dan Agatha.


Keira berjalan dengan wajahnya yang datar dan dingin, sedangkan Agatha menampakkan senyum manisnya.


"Gilaaa woyyy udah 1 Minggu ga masuk akhirnya masuk juga tuh mereka"


"Lama ga masuk sekolah gue rasa mereka semakin cantik deh!"

__ADS_1


"Kok ada yang aneh ya sama sikap Keira and Agatha."


"Hooh lah dulu Agatha dingin dan Keira ceria ehh sekarang malah kebalikannya!"


"Biarin lah mereka tetep cantik juga!"


"Keira serem banget gak kayak waktu itu"


"Wow Agatha tersenyum guys"


"WOYYY!!" Teriak Agatha nyaring dikelas Keira.


Btw nih..sekarang kelas Keira tukeran ya sama Agatha.


Siswa siswa yang ada dikelas Keira menatap Agatha melongo termasuk Rey dkk-Rey.


"Berisik Lo Jubaedah!" Kesal Satya yang terganggu


"Hehe"cengir Agatha.


Lalu saat ia ingin duduk di kursi keira, Agatha terlebih dahulu didorong Alan hingga terjungkal ke depan.


"Bwahahahaha" tawa Raja dkk pecah melihat Agatha nyungsep.


"Awss Alan sialan!" Sengit Agatha sambil ingin menampar Alan tapi tangan nya dicegah Keira dahulu.


"Mau apa Lo!" Ucap Keira dingin.


"Hehe mau nampar nyamuk di pipi Alan!" Cengenges Agatha.


"Balik Lo kekelas!" Suruh Keira.


"Ck. Ga mau ga ada temen!" Lesu Agatha.


"Ada ko!" Sahut Nathan


"Siapa?" Bingung Agatha


"Monyet hahaha" ucap Nathan garing.


Krik krik krik


"Ck mending gue pergi!" Kesal Agatha tapi sebelum itu ia melirik Rey yang dari tadi memperhatikan nya.


"Hai Rey!" Sapa Agatha riang dan dibalas senyuman tipis oleh Rey.


Teman teman Rey kecuali Devan menatap Rey terkejut karena Rey membalas sapaan Agatha walaupun hanya senyuman tipis.


Rey yang merasa ditatap temannya itu pun langsung merubah raut wajahnya menjadi datar kek panci.


"Yaudah kalau gitu gue keluar kelas dulu ya babayyy!!" Riang Agatha


Cup!


"AGATHA SIALAN!!PIPI GUE ANJIR!!" teriak Keira karena dengan jahilnya Agatha mengecup pipi Keira.


"BWAHAHAHA" tawa Agatha pecah sungguh sangat lucu.


"Ish sialan emang!!" Kesal Keira.


Cup!


"Jangan marah marah ntar cantiknya ilang!" Ucap Alan kepada Keira sambil mengecup pipi Keira yang dicium Agatha tadi.


Blush


Pipi Keira merah seperti sapi panggang.


"Ck..woyy ada yang jomblo ini!" Ketus Raja melihat Alan.


"Amang gue peduli!" Sinis Alan membuat raja cemberut.


BRAKk


Pintu kelas secara kasar ditendang seseorang.


"REY, DEV ARESA DIBULLY!!" Teriak orang itu sambil menatap Rey dan Devan cemas.


______________

__ADS_1


__ADS_2