Keira Or Agatha

Keira Or Agatha
Chapter 44


__ADS_3

๐‡๐š๐ฉ๐ฉ๐ฒ ๐‘๐ž๐š๐๐ข๐ง๐ ....


________________


Cklekk!


Pintu dibuka.


Munculah seorang suster .


"Hallo semua!" Sapa suster ramah.


"Hai sus!" Sapa balik Raja dkk dan Agatha sedangkan Alan hanya menatap nya datar.


Suster cantik tersebut menghampiri brankar Keira.


"Mas nya mohon mundur sedikit ya saya mau menyuntikan vitamin dahulu!" Ujar suster tersebut kepada Alan agar berpindah dari tempatnya.


"Hm" dehem Alan .


Suster tersebut langsung menyuntikan vitamin ke dalam infus milik Keira.


Setelah selesai , suster tersebut tak lupa untuk keluar dari ruang kamar inap ini.


Selepas perginya suster tersebut, Alan langsung duduk ketempat semulanya yaitu dekat Keira.


"Gue kok heran ya?" Ucap Agatha


"Heran kenapa?" Tanya Satya kepada Agatha.


"Katanya kan Keira itu keracunan, berarti ada orang yang ngeracunin Keira dong!" Ujar Agatha menatap Alan dkk serius.


Mereka diam , ada benarnya juga pikir mereka.


"Lah emang siapa dong yang ngeracunin Keira?" Bingung Raja.


"Ya mana gue tau dodol" sahut Gerald.


"Gue tau!" Kata Nathan tiba tiba.


"Gue juga tau tapi belum tentu aja!" Ucap Alan.


"Siapa emang?"


"Mungkin Aresa, karena dia gak suka sama Lo, jadi bisa jadi dia ngeracunin Keira yang dikiranya itu Lo!" Ucap Alan menatap Agatha datar.


"Tapi kapan dia masukin racunnya, terus pake apa?" Tanya Gerald bingung.


"Gue pusing, mending kita nunggu Keira sadar baru kita bicarain!" Ujar Alan pasrah.


"Hm . Okelah" setuju mereka.


Brakkk


"KA AGATHA!!" Teriak Alya yang baru datang sambil membuka pintu kasar.


"ALYA" kaget Alan dkk ketika Alya berteriak.


Alya menghiraukan Abang dan teman teman abangnya itu. Ia langsung memeluk Agatha erat.


Agatha sendiri bingung dengan kedatangan seorang gadis tk tersebut.


"Ka Agatha ga papa?" Tanya Alya cemas.


"Siapa?" Heran Agatha.


"Ish masa ka Agatha ga kenal Alya sih!" Kesal Alya.


Agatha menatap Alan dkk minta penjelasan.


"Dia itu teman Keira waktu ada ditubuh Lo terus Alya juga adeknya Alan" jelas Satya.


"Owh!" Paham Agatha.


"Alya manis , ini bukan Agatha nya Alya yang dulu. Agatha yang Alya kenal itu Keira yang koma itu" ucap Agatha menunjuk Keira yang masih koma.


"Ha?" Bingung Alya.


Alan dkk dan Agatha menepuk jidatnya masing masing.


"Ini ka Agatha nya Alya" ucap Alan memeluk Keira.


"Lah kok mukanya beda, " heran Alya.


"Pokoknya sekarang Alya kalau pengen main sama Agatha kaya dulu , mainnya sekarang sama Kaka ini namanya Keira" jelas Alan ogah ogahan.


"Oh okey" paham Alya .


"Lo kesini sama siapa?" Tanya Nathan.


"Oh Alya kesini tadi sama seseorang deh tapi lagi ketoilet dulu!" Kata Alya polos.


"Namanya siapa?" Tanya Agatha.


"Namanya-"


Cklekk


Pintu dibuka lagi nampaklah seorang Rey dengan wajah dinginnya.

__ADS_1


"Hai!" Sapa Rey datar.


"Nah itu Ka Rey!" Seru Alya.


Alan dkk menatap Rey heran tak biasanya cowo itu ingin menjenguk seseorang. Berbeda dengan Agatha cewe itu senyum sumringah.


"Kamu pasti mau jenguk Gue sama Keira ya Rey?" Tanya Agatha basa basi


"Iya" singkat Rey.


"Kok sifat Agatha beda ya?bukanya dingin terus kenapa lagi dengan Alan kok malah sama si Keira sih!" Batin Rey bingung dengan sifat Agatha tadi terus Alan yang biasanya menempel ke Agatha malah ke Keira.


"Kenapa?" Tanya Alan dingin ketika Rey hanya diam saja.


"Lo semua aneh!" Ucap Rey datar.


"Maksudnya gimana nih!" Kata Gerald.


"Bukannya Agatha keracunan yah?terus kenapa Lo malah nempel ke Keira bukan Agatha lagi?" Tanya Rey dingin kepada Alan.


"Huh!" Alan menghembuskan nafas lelah.


"Lo ceritain deh!" Ucap Alan malas kepada Raja agar menceritakan semua kepada Rey.


Raja mengangguk setuju, sebenarnya dia malah menjelaskan tapi karena itu perintah Alan ia tetap menyetujuinya.


"Sebenernya Keira kemarin yang Lo kenal itu Agatha !" Kata Raja.


"Gimana gue bingung!" Ucap Rey


"Keira sama Agatha tuh tukeran jiwa,ย  jiwa Keira itu berada ditubuh Agatha jadi saat sifat Agatha yang dulu dingin itu karena ada jiwanya Keira. Dan begitu sebaliknya!" Jelas Raja asal.


"Kok bisa?" Tanya Rey lagi.


"Ya bisalah. Dan sekarang jiwa Agatha sama Keiraย  udah kembali lagi ke tubuh masing masing seperti semula dan sekarang yang koma Keira bukan Agatha"


"Berarti Lo deket Agatha dulu karena cuman ada jiwanya Keira doang?" Tanya Rey kepada Alan.


"Hm. Jadi sekarang Lo ga boleh lagi deket Keira!" Ucap Alan.


"Hm" dehem Rey lalu duduk disebelah Agatha.


"Gue bawa buah" ucap Rey kepada Agatha yang terus menatapnya.


"Woah makasih!" Kata Agatha senang.


"Akhirnya gue bisa dapet perhatian dari Rey!" Batin Agatha senang.


"Btw Lo tau dari mana Rey kalau gue eh ralat Keira keracunan?" Tanya Agatha


"Oh. Gue tau dari mulut orang yang ngasih racun!" Ucap Rey enteng.


"Lo tau!" Ucap Alan kaget, Rey hanya mengangguk kan kepalanya.


"Aresa!" Singkat Rey.


Alan dkk dan Agatha membelalakkan matanya kaget sedangkan Alya hanya diam menatap mereka polos.


"Anjing!" Umpat Alan emosi.


"Wah si Kunti ngajak perang nih!"


"Nekat juga tuh setan!"


"Berani bener nih dia sama kita!"


"Anjim minta dibogem!"


Ucap Raja dkk kesal nya minta ampun ketika dugaan mereka benar jika si Kunti alias Aresa lah yang meracuni Keira.


"Emang gila Aresa!" Kata Agatha .


"Kalianย  musuhin Aresa kenapa?" Tanya Rey bingung.


"Dia tuh mau bales dendam sama gue karena dulu kan gue suka bully tuh Kunti dan sekarang yang kena imbasnya Keira kan!" Ucap Agatha.


"Oh. Salah Lo juga" kata Rey datar.


"Hm terserah!." Acuh Agatha.


"Kalau ketemu kunti, bakal gue cakar tuh muka!" Marah Alan.


"Ga sekalian lo perkosa aja kan hahaha" tawa Gerald ngawur.


"Sudi banget gue!" Sinis Alan.


"Kan lumayan loh dapet gratis" ucap Nathan ikut ikutan.


"Gratis gundulmu!" Ketus Alan.


"Gratis apa sih! Alya juga mau dong barang gratis!" Kata Alya polos.


Mereka lupa jika masih ada anak dibawah umur haha.


"Mending Lo pulang aja deh boncel ganggu tau Lo disini!" Usir Alan.


"Ck. Iya iya!" Kesal Alya lalu keluar ruangan.


Selepas Alya keluar kini datanglah orang tua Keira dan Agatha tak lupa juga siluman mb Kunti dan mas Devan.

__ADS_1


( Info : orang tua Agatha sama Keira itu udah saling kenal)


"Assalamualaikum sayang!" Ucap mama Agatha dan Momy Keira.


" Walaikumsalam" ucap Alan dkk , Agatha dan Rey.


Momy dady Keira langsung memeluk putrinya yang koma ini.


"Yaampun sayang kamu kenapa" lirih momy Keira menatap sendu kearah wajah cantik Keira.


"Momy yang sabar ya" ucap Dady Keira menenangkan Istrinya itu.


"Yang sabar jeng ! Pasti putri kamu segera bangun!" Kata mama Agatha sambil mengelus rambut Agatha, membuat Agatha sangat senang.


"Hiks kenapa hiks Keira bisa koma sih hiks!" Tangis momy Keira pecah.


Alan dkk , Agatha dan Rey diam. Aresa dan Devan juga ikut diam karena tak mengerti arah pembicaraan kecuali Aresa.


"Maaf Tante, Keira koma karena keracunan!" Ucap jujur Alan. Membuat Aresa menegang.


"Ha? Keira keracunan. Berarti gue salah sasaran anjing!" batin Aresa cemas karena melihat Rey yang berseringai kearahnya.


"Apa!" Kaget momy Keira


"Siapa yang meracuni anak ku hiks hiks!"


Alan maju melangkah menuju ke samping Aresa, membuat mereka bingung.


Akhh


Tanpa perasaan Alan menjambak kuat rambut Aresa.


"Anak pungut ini nih yang ngeracunin anak Tante!" Ucap Alan dingin kepada momy Keira.


Para orang tua dan Devan kaget dengan ucapan Alan.


"Akh sakit" rintih Aresa.


"Heh Lo kalau ngomong jangan asal ya! Ga percaya gue sama omongan Lo!" Ucap Devan dingin.


"Gue ga butuh kepercayaan Lo. Yang penting anak pungut ini yang udah ngeracuni Keira!" Marah Alan .


Momy dan Dady Keira menatap Aresa dengan pandangan yang sulit diartikan.


Sedangkan Mama dan papa Agatha menatap Aresa tak percaya.


"Apa yang nak Alan ucapkan itu benar Aresa!" Gertak papa Agatha .


"Enggak aku enggak ngeracunin Keira pah!" Bohong Aresa.


"Anjing! Sakit banget rambut aku! Pasti Rey udah bilang sama Alan! Akhhh" frustasi Aresa.


"LO KALAU NGOMONG YANG BENER ANJING!"ย  Bentak Alan tak sabar sambil menjambak Aresa lebih kuat.


"Aku akhh enggak tau hiks hiks" ucap Aresa


Bugh


Devan menonjok perutย  Alan membuat cowo itu jatuh tersungkur.


"LO GA USAH NGADA NGADA DEH ARESA GA MUNGKIN NGELAKUIN ITU!" teriak Devan.


"Devan kamu jangan buat ribut disini kasian nak Keira yg sedang koma!" Tegur Papa


Alan bangun tanpa memedulikan perutnya yang sakit.


Tanpa babibu lagi Alan mengeluarkan pisau dari saku celananya entah kapan ia membawanya.


Para orang tua kaget melihat Alan membawa pisau, sedangkan teman temannya hanya memandang Alan santai karena Alan itu sudah biasa membawa pisau.


Tapi bukan pisau dapur ya nanti kalau bawa pisau dapur bisa bisa dimarahin bunda entar.


Alan menarik leher Aresa dan bersiap ingin menyembelih Aresa๐Ÿ˜ญ ๐Ÿ˜


"Hei kamu jangan macam macam!" Tegur mama Agatha.


"Udah ma biarin aja!" Tenang Agatha kepada mamanya.


"Lo apa apansih!" Marah Devan.


"akhh kamu mau apa!" Ucap Aresa ketakutan.


"Lo sekarang bilang sama mereka sejujur jujurnya kalau Lo dalang yang ngeracunin Keira.!" Ucap Alan dingin.


"Aku ga mau!" Tolak Aresa.


"Kalau Lo ga mau , semua orang disini bakal liat gimana sadisnya gue bunuh Lo!" Kata Alan berseringai .


"Plis kamu jangan berbuat aneh aneh nak!" Ucap papa Agatha.


"Benar kita belum tau pasti kalau nak Aresa memang meracuni Keira!" Ucap Dady Keira.


"Makanya biar kalian tau , saya nyuruh nih anak pungut titisan Medusa buat jujur ke kalian!" Ucap Alan seram .


"Akhhh" ringis Aresa ketika Alan menggoreskan pisaunya ke leher.


"CEPET NGOMONG LO!" bentak Alan tak sabar.


Semua orang kecuali Keira menatap takut kearah Alan yang sepertinya marah beneran.

__ADS_1


"Aku-"


__________________


__ADS_2